TATA UPACARA
(1) Tata Upacara ditujukan untuk:
a. upacara bendera; dan
b. upacara bukan upacara bendera.
(2) Upacara bendera dan upacara bukan upacara bendera sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dapat dilaksanakan secara virtual dengan tata dan susunan acara yang telah disesuaikan.
(1) Upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat
(1) huruf a merupakan upacara yang diselenggarakan dengan pengibaran bendera.
(2) Pengibaran bendera sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat pembacaan teks Pembukaan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945, Pancasila, doa, dan/atau diiringi dengan Lagu Kebangsaan.
(3) Jenis kegiatan upacara bendera sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. proklamasi kemerdekaan Republik INDONESIA;
b. hari besar nasional;
c. hari lahir Ombudsman; dan
d. upacara lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah.
(1) Kelengkapan upacara bendera meliputi:
a. pembina upacara;
b. pengatur upacara;
c. pemimpin upacara;
d. pemandu acara;
e. kelompok pengibar bendera;
f. pemimpin barisan;
g. pembaca naskah;
h. ajudan pembina upacara;
i. dirigen;
j. pembaca doa;
k. petugas pengamanan;
l. petugas protokol;
m. petugas dokumentasi; dan
n. teknisi.
(2) Susunan upacara bendera meliputi:
a. pembukaan;
b. pembina upacara memasuki lapangan upacara;
c. penghormatan kepada pembina upacara;
d. laporan pemimpin upacara;
e. pengibaran Bendera Negara diiringi Lagu Kebangsaan oleh segenap peserta upacara;
f. mengheningkan cipta dipimpin pembina upacara;
g. pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara diikuti segenap peserta upacara;
h. pembacaan pembukaan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945;
i. pembacaan teks lainnya bila ada;
j. amanat Pembina acara;
k. menyanyikan lagu wajib nasional;
l. pembacaan doa;
m. laporan pemimpin upacara;
n. penghormatan kepada pembina upacara; dan
o. pembina upacara meninggalkan tempat upacara.
(1) Penyiapan kelengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(2) Pelaksanaan tempat Tata Upacara Bendera di Ombudsman ditentukan sebagai berikut:
a. pembina upacara berhadapan dengan pemimpin upacara;
b. Pimpinan Ombudsman, barisan berada di belakang sebelah kanan mimbar upacara;
c. Sekretaris Jenderal, Pimpinan Tinggi Pratama, dan Asisten Utama, barisan berada di belakang sebelah kiri mimbar upacara;
d. Pejabat Administrator/Pejabat Fungsional Ahli Madya dan Asisten Madya, barisan berada di sebelah kiri mimbar upacara;
e. Pejabat Pengawas/Pejabat Fungsional Ahli Muda dan Asisten Muda, barisan berada di depan sebelah kiri mimbar upacara;
f. Pejabat Pelaksana/Pejabat Fungsional Ahli Pratama dan Asisten Pratama, barisan berada di depan mimbar upacara;
g. Calon Asisten, Calon Aparatur Sipil Negara, dan pegawai lainnya, barisan berada di depan sebelah kanan mimbar upacara;
h. pemandu acara, dirigen dan pembaca doa di sebelah kiri pembina upacara; dan
i. pasukan pengibar bendera dan pembaca UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945 berada di sebelah kanan pembina upacara.
(3) Pelaksanaan tempat Tata Upacara Bendera di Perwakilan Ombudsman berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di Perwakilan Ombudsman.
(4) Pelaksanaan tempat Tata Upacara Bendera sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Ombudsman ini.
Dalam hal terjadi situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan terlaksananya Tata Upacara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Tata Upacara dilaksanakan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi tersebut.
Upacara bukan upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf b, terdiri atas:
a. hari ulang tahun Korps Pegawai Republik INDONESIA (KORPRI);
b. upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan struktural/jabatan fungsional tertentu;
c. upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil;
d. upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Kepala Perwakilan Ombudsman;
e. upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Asisten Ombudsman;
f. upacara serah terima jabatan;
g. upacara penandatanganan nota kesepahaman;
h. upacara pembukaan dan penutupan rapat kerja nasional/rapat Pimpinan/rapat koordinasi/seminar/lokakarya/diskusi;
i. upacara pembukaan dan penutupan pendidikan dan pelatihan;
j. upacara penyerahan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP);
k. upacara penyerahan rekomendasi;
l. upacara peresmian gedung kantor atau bangunan gedung lainnya;
m. upacara penyambutan Pimpinan Ombudsman;
n. upacara pelepasan Pimpinan Ombudsman;
o. upacara penyambutan Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama;
p. upacara pelepasan Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama;
q. upacara persemayaman dan pemakaman jenazah insan Ombudsman;
r. pelaksanaan apel Ombudsman; dan
s. upacara atau Acara Resmi lainnya yang berlaku khusus di lingkungan Ombudsman.
Upacara hari ulang tahun Korps Pegawai Republik INDONESIA (KORPRI) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf a, dilaksanakan berdasarkan surat edaran dari Korps Pegawai Republik INDONESIA (KORPRI).
(1) Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan untuk jabatan struktural dan/atau jabatan fungsional tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf b dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. Sekretaris Jenderal memasuki tempat acara;
b. menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA Raya;
c. pembacaan Keputusan PRESIDEN/Sekretaris Jenderal;
d. pengambilan sumpah jabatan oleh Sekretaris Jenderal;
e. kata-kata pelantikan oleh Sekretaris Jenderal;
f. penandatanganan berita acara sumpah jabatan dan pakta integritas;
g. amanat Sekretaris Jenderal;
h. menyanyikan lagu Bagimu Negeri;
i. pembacaan doa;
j. penutup; dan
k. pemberian ucapan selamat.
(2) Kelengkapan dan perlengkapan upacara pengambilan
sumpah jabatan untuk jabatan struktural dan/atau jabatan fungsional tertentu yang perlu disiapkan oleh unit kerja yang bersangkutan meliputi:
a. naskah pengambilan sumpah jabatan struktural dan/atau jabatan fungsional tertentu;
b. undangan;
c. ruang upacara;
d. susunan upacara;
e. calon pejabat struktural dan/atau
pejabat fungsional tertentu yang diangkat;
f. pimpinan upacara;
g. saksi;
h. rohaniwan;
i. pembawa acara;
j. petugas protokol;
k. dirigen;
l. naskah sambutan;
m. pulpen;
n. meja;
o. map naskah;
p. susunan Tata Tempat dan Tata Upacara; dan
q. alat pengeras suara.
(3) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan pengambilan sumpah jabatan untuk jabatan struktural dan/atau jabatan fungsional tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Petugas protokol wajib memeriksa persiapan upacara paling lambat 1 (satu) hari sebelum upacara pengambilan sumpah jabatan untuk jabatan struktural dan/atau jabatan fungsional tertentu dan 2 (dua) jam sebelum upacara dimulai.
(2) Tata letak upacara pengambilan sumpah jabatan untuk jabatan struktural dan/atau jabatan fungsional tertentu sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Ombudsman ini.
(1) Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan untuk Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf c dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. Sekretaris Jenderal memasuki tempat upacara;
b. menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA Raya;
c. pembacaan Keputusan Sekretaris Jenderal;
d. pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil oleh Sekretaris Jenderal;
e. amanat Sekretaris Jenderal;
f. menyanyikan lagu Bagimu Negeri;
g. pembacaan doa;
h. penutup; dan
i. pemberian ucapan selamat.
(2) Kelengkapan dan perlengkapan upacara pengambilan sumpah jabatan untuk Pegawai Negeri Sipil yang perlu disiapkan oleh unit kerja yang bersangkutan meliputi:
a. naskah pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil ;
b. undangan;
c. ruang upacara;
d. susunan upacara;
e. calon pegawai negeri sipil;
f. pimpinan upacara;
g. saksi;
h. rohaniwan;
i. pembawa acara;
j. petugas protokol;
k. dirigen;
l. naskah sambutan;
m. pulpen;
n. meja;
o. map naskah;
p. susunan Tata Tempat dan Tata Upacara; dan
q. alat pengeras suara.
(3) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan pelantikan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan untuk Kepala Perwakilan Ombudsman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf d dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. Ketua Ombudsman memasuki tempat upacara;
b. menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA Raya;
c. pembacaan Keputusan Ketua Ombudsman;
d. pengambilan sumpah jabatan oleh Ketua Ombudsman;
e. kata-kata pelantikan oleh Ketua Ombudsman;
f. Penandatanganan berita acara sumpah jabatan dan pakta integritas;
g. amanat Ketua Ombudsman;
h. menyanyikan lagu Bagimu Negeri;
i. pembacaan doa;
j. penutup; dan
k. pemberian ucapan selamat.
(2) Kelengkapan dan perlengkapan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan untuk Kepala Perwakilan Ombudsman yang perlu disiapkan oleh unit kerja yang bersangkutan meliputi:
a. naskah pengambilan sumpah jabatan Kepala Perwakilan Ombudsman;
b. undangan;
c. ruang upacara;
d. susunan upacara;
e. calon Kepala Perwakilan Ombudsman;
f. pimpinan upacara;
g. saksi;
h. rohaniwan;
i. pembawa acara;
j. petugas protokol;
k. dirigen;
l. naskah sambutan;
m. pulpen;
n. meja;
o. map naskah;
p. susunan Tata Tempat dan Tata Upacara; dan
q. alat pengeras suara.
(3) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan pelantikan Kepala Perwakilan Ombudsman sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Asisten Ombudsman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf e dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. Ketua Ombudsman memasuki tempat upacara;
b. menyanyikan Lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
c. pembacaan Keputusan Ketua Ombudsman;
d. pengambilan sumpah Asisten Ombudsman oleh Ketua Ombudsman;
e. amanat Ketua Ombudsman;
f. menyanyikan lagu Bagimu Negeri;
g. pembacaan doa;
h. penutup; dan
i. pemberian ucapan selamat.
(2) Kelengkapan dan perlengkapan upacara pengambilan sumpah Asisten Ombudsman yang perlu disiapkan oleh unit kerja yang bersangkutan meliputi:
a. naskah pengambilan sumpah Asisten Ombudsman;
b. undangan;
c. ruang upacara;
d. susunan upacara;
e. Calon Asisten Ombudsman;
f. pimpinan upacara;
g. saksi;
h. rohaniwan;
i. pembawa acara;
j. petugas protokol;
k. dirigen;
l. naskah sambutan;
m. pulpen;
n. meja;
o. map naskah;
p. susunan Tata Tempat dan Tata Upacara; dan
q. alat pengeras suara.
(3) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan upacara pengambilan sumpah Asisten Ombudsman sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara serah terima jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf f merupakan serah terima jabatan Pimpinan Ombudsman atau Sekretaris Jenderal.
(2) Susunan acara dalam pelaksanaan upacara serah terima jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai berikut:
a. Ketua Ombudsman/Sekretaris Jenderal memasuki tempat upacara;
b. menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA Raya;
c. pembukaan;
d. pembacaan naskah berita acara serah terima jabatan;
e. penandatanganan naskah berita acara serah terima jabatan;
f. penyerahan memori jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru;
g. sambutan pejabat lama didampingi spouse;
h. sambutan pejabat baru didampingi spouse;
i. sambutan dari Ketua Ombudsman/Sekretaris
Jenderal;
j. pembacaan doa; dan
k. pemberian ucapan selamat.
(3) Kelengkapan dan perlengkapan upacara serah terima jabatan yang perlu disiapkan meliputi:
a. pejabat yang menyerahkan jabatan;
b. pejabat yang menerima jabatan;
c. pembuatan naskah berita acara serah terima jabatan;
d. susunan acara;
e. penyiapan undangan;
f. pengaturan ruang upacara;
g. penyiapan naskah memorandum disusun oleh pejabat yang akan menyerahkan jabatan;
h. pembawa acara;
i. saksi;
j. pimpinan upacara;
k. petugas protokol;
l. susunan Tata Tempat dan Tata Upacara;
m. alat pengeras suara; dan
n. kelengkapan lain yang diperlukan.
(4) Naskah berita acara serah terima jabatan ditandatangani secara berurutan oleh pejabat yang menyerahkan jabatan, pejabat yang menerima jabatan, dan pimpinan upacara.
(5) Penyiapan kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(6) Tata letak upacara serah terima jabatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Ombudsman ini.
(1) Upacara penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf g merupakan penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama yang dilakukan
atau disaksikan oleh Ketua Ombudsman dengan kementerian, lembaga negara, organisasi dan/atau institusi lain dalam bidang tertentu.
(2) Susunan acara dalam pelaksanaan upacara penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama diatur paling sedikit sebagai berikut:
a. pembukaan;
b. pembacaan ringkasan penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama;
c. penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama dilanjutkan dengan tukar menukar dokumen;
d. sambutan pejabat dari instansi yang melakukan kerja sama;
e. sambutan Ketua Ombudsman; dan
f. penutup.
(3) Kelengkapan upacara penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama yang perlu disiapkan terdiri dari:
a. undangan dan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama;
b. sambutan;
c. susunan acara;
d. pembawa acara;
e. pembaca ringkasan naskah perjanjian;
f. petugas protokol;
g. susunan Tata Tempat dan Tata Upacara;
h. papan nama meja;
i. alat pengeras suara;
j. pulpen;
k. meja;
l. map naskah;
m. perlengkapan upacara;
n. Bendera Negara dan bendera meja; dan
o. kelengkapan lain yang diperlukan.
(4) Penyiapan kelengkapan upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan oleh unit kerja yang membidangi
fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama dilakukan dengan cara:
a. Ketua Ombudsman berdiri di sebelah kanan dan pihak lainnya berdiri di sebelah kiri; dan
b. penandatanganan dilakukan bersamaan oleh Ketua Ombudsman dan pihak lainnya serta dilanjutkan dengan tukar menukar dokumen.
(2) Untuk penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama yang disaksikan oleh Ketua Ombudsman dilakukan dengan cara:
a. para pihak yang melakukan penandatanganan berdiri berhadapan dengan Ketua Ombudsman; dan
b. penandatanganan dokumen dilakukan secara bersamaan, dilanjutkan dengan tukar menukar dokumen dan pemberian ucapan selamat dari Ketua Ombudsman.
(3) Upacara penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama dengan pihak negara asing dilakukan dengan cara:
a. pihak negara asing yang bersangkutan berdiri di sebelah kiri Ketua Ombudsman;
b. dalam hal pejabat dari pihak negara asing tersebut duta besar/pejabat setingkat Ketua Ombudsman/Menteri yang bersangkutan berdiri di sebelah kanan Ketua Ombudsman;
c. bendera negara asing ditempatkan di sebelah kiri dari pihak negara asing, sedangkan Bendera Negara ditempatkan di sebelah kanan Ketua Ombudsman;
d. Bendera Negara berukuran kecil ditempatkan di atas meja di hadapan Ketua Ombudsman sedangkan bendera negara asing berukuran kecil ditempatkan di atas meja di hadapan pihak negara asing yang bersangkutan; dan
e. pada saat dilakukan penandatanganan naskah kerja
sama, para peserta upacara dalam keadaan duduk atau berdiri.
(4) Dalam hal upacara penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama dilakukan dengan pihak negara asing, sambutan disampaikan oleh Ketua Ombudsman terlebih dahulu dilanjutkan dengan sambutan dari pihak negara asing.
(5) Susunan acara dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.
(6) Tata letak upacara penandatanganan nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Ombudsman ini.
(1) Upacara pembukaan rapat kerja nasional/rapat pimpinan/rapat koordinasi/seminar/lokakarya/diskusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf h, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA Raya;
b. pembukaan oleh pemandu acara;
c. laporan penyelenggaran kegiatan oleh ketua panitia;
d. sambutan Ketua Ombudsman sekaligus membuka secara resmi;
e. pembacaan doa; dan
f. penutup.
(2) Upacara penutupan rapat kerja nasional/rapat pimpinan/rapat koordinasi/seminar/lokakarya/diskusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf h, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. pembukaan oleh pemandu acara;
b. laporan hasil penyelenggaraan kegiatan oleh ketua panitia;
c. penyerahan hasil rumusan kegiatan;
d. sambutan Ketua Ombudsman sekaligus menutup pelaksanaan upacara;
e. menyanyikan lagu Bagimu Negeri;
f. pembacaan doa; dan
g. penutup.
(3) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan upacara pembukaan dan penutupan rapat kerja nasional/rapat pimpinan/rapat koordinasi/seminar/lokakarya/diskusi dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara pembukaan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf i, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA Raya;
b. pembukaan oleh pemandu acara;
c. laporan penyelenggaraan kegiatan;
d. sambutan Ketua Ombudsman serta membuka pelaksanaan dan pelatihan;
e. penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta pendidikan dan pelatihan;
f. pembacaan doa; dan
g. penutup.
(2) Upacara penutupan pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf i, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. pembukaan oleh pemandu acara;
b. laporan hasil penyelenggaraan kegiatan;
c. penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta;
d. penanggalan tanda peserta kepada perwakilan peserta;
e. sambutan Ketua Ombudsman sekaligus menutup pelaksanaan pendidikan dan pelatihan;
f. menyanyikan lagu Bagimu Negeri;
g. pembacaan doa;
h. penutup; dan
i. pemberian ucapan selamat.
(3) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan Upacara
Pembukaan/Penutupan Pendidikan dan Pelatihan dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara penyerahan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf j, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. Ketua Ombudsman memasuki tempat acara;
b. sambutan oleh Ketua Ombudsman;
c. pemaparan oleh Asisten Ombudsman;
d. tanggapan dari terlapor;
e. penyerahan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP);
f. penutup; dan
g. jumpa pers.
(2) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan Upacara Upacara Penyerahan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara Penyerahan Rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf k, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. Ketua Ombudsman memasuki tempat acara;
b. menyanyikan lagu INDONESIA Raya;
c. sambutan oleh Ketua Ombudsman;
d. pemaparan oleh Anggota Ombudsman;
e. penyerahan Rekomendasi oleh Ketua Ombudsman;
f. menyanyikan lagu Bagimu Negeri;
g. doa;
h. penutup; dan
i. jumpa pers.
(2) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan upacara penyerahan rekomendasi dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara peresmian gedung kantor/bangunan gedung lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf l dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. pembukaan oleh pemandu acara;
b. menyanyikan lagu Kebangsaan INDONESIA Raya;
c. persembahan hiburan/kesenian (bila ada);
d. laporan pelaksanaan kegiatan;
e. penayangan video proses pembangunan gedung kantor;
f. sambutan Ketua Ombudsman/Wakil Ketua Ombudsman/Sekretaris Jenderal sekaligus meresmikan gedung kantor yang ditandai dengan penandatanganan prasasti;
g. menyanyikan lagu Bagimu Negeri;
h. pembacaan doa;
i. penutup; dan
j. peninjauan gedung kantor yang telah diresmikan.
(2) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan upacara peresmian gedung kantor/bangunan gedung lainnya dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara penyambutan Pimpinan Ombudsman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf m, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. pembukaan oleh pemandu acara;
b. menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA Raya;
c. pembacaan doa;
d. kesan dan pesan mantan Ketua, mantan Wakil Ketua, dan mantan Anggota Ombudsman didampingi spouse;
e. kesan dan pesan perwakilan insan Ombudsman kepada Pimpinan Ombudsman;
f. sambutan Pimpinan Ombudsman yang baru didampingi spouse;
g. menyanyikan lagu Bagimu Negeri atau Syukur; dan
h. penutup.
(2) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan upacara penyambutan Pimpinan Ombudsman dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara pelepasan Pimpinan Ombudsman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf n, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. pembukaan oleh pemandu acara;
b. prosesi pelepasan diawali dengan lagu Selamat Jalan;
c. pembacaan puisi;
d. pemberian handbucket kepada spouse mantan Ketua Ombudsman; dan
e. Pimpinan Ombudsman baru didampingi spouse dan Sekretaris Jenderal didampingi spouse menghantarkan mantan Pimpinan Ombudsman didampingi spouse hingga menuju kendaraan.
(2) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan upacara penyambutan Pimpinan Ombudsman dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara penyambutan Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf o, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. pembukaan oleh pemandu acara;
b. menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA Raya;
c. pembacaan doa;
d. kesan dan pesan mantan Pimpinan Tinggi Madya/Pimpinan Tinggi Pratama didampingi spouse;
e. sambutan Ketua/Wakil Ketua/Anggota
Ombudsman, Pimpinan Tinggi Madya/Pimpinan Tinggi Pratama kepada mantan Pimpinan Tinggi Madya/Pimpinan Tinggi Pratama; dan
f. menyanyikan lagu Bagimu Negeri atau Syukur.
(2) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan upacara penyambutan Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara pelepasan Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf p, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. diawali dengan lagu Selamat Jalan;
b. pemberian handbucket kepada spouse mantan Pimpinan Tinggi Madya/Pimpinan Tinggi Pratama;
dan
c. Ketua Ombudsman/Pimpinan Tinggi Madya/Pimpinan Tinggi Pratama menghantarkan mantan Pimpinan Tinggi Madya/Pimpinan Tinggi Pratama hingga menuju kendaraan.
(2) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan upacara pelepasan Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Upacara persemayaman jenazah insan Ombudsman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf q, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. pemimpin upacara memasuki tempat dan mengambil alih pimpinan barisan;
b. pembina upacara menempati tempat;
c. penghormatan sekaligus laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara;
d. pembacaan doa;
e. pembacaan riwayat hidup singkat
almarhum/almarhumah;
f. sambutan keluarga sekaligus penyerahan jenazah kepada Ombudsman untuk dimakamkan.
g. penerimaan jenazah oleh pembina upacara;
h. penyerahan piagam penghargaan dan santunan kepada ahli waris oleh pembina upacara;
i. sambutan oleh pembina upacara;
j. penghormatan kepada jenazah dipimpin pemimpin upacara;
k. laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara;
l. pembina upacara meninggalkan tempat;
m. upacara persemayaman selesai, dilanjutkan dengan acara pemakaman; dan
n. hal-hal lain disesuaikan sesuai kondisi.
(2) Upacara pemakaman jenazah insan Ombudsman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf q, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. pemimpin upacara memasuki tempat dan mengambil alih pimpinan barisan;
b. pembina upacara menempati tempat;
c. penghormatan sekaligus laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara;
d. pembacaan apel persada oleh pemimpin acara;
e. penurunan jenazah ke liang lahat;
f. penghormatan kepada jenazah dipimpin oleh pemimpin upacara;
g. laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara;
h. pembina upacara meninggalkan tempat;
i. pemimpin upacara membubarkan pasukan upacara;
j. upacara selesai dilanjutkan dengan acara keagamaan sesuai yang dianut oleh almarhum/almarhumah; dan
k. hal-hal lain disesuaikan sesuai kondisi.
(3) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan upacara persemayaman dan pemakaman jenazah insan
Ombudsman dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.
(1) Apel Ombudsman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 huruf r, dilaksanakan dengan susunan sebagai berikut:
a. pemimpin apel memasuki tempat apel;
b. pembina apel memasuki tempat apel;
c. penghormatan umum;
d. laporan pemimpin apel kepada pembina apel;
e. menyanyikan lagu kebangsaan INDONESIA Raya;
f. amanat pembina apel;
g. menyanyikan lagu Bagimu Negeri;
h. pembacaan doa;
i. laporan pemimpin apel kepada pembina apel;
j. penghormatan umum;
k. pembina apel meninggalkan tempat apel; dan
l. pemimpin apel membubarkan barisan.
(2) Penyiapan kelengkapan dan perlengkapan apel Ombudsman dilakukan oleh unit kerja yang membidangi fungsi sumber daya manusia dan umum.