PENYUSUNAN
Penyusunan pembentukan peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan internal di BSSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b dilakukan berdasarkan:
a. program legislasi nasional;
b. program penyusunan PERATURAN PEMERINTAH;
c. program penyusunan peraturan PRESIDEN; dan
d. Progsi BSSN.
(1) Penyusunan pembentukan peraturan perundang- undangan di BSSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 meliputi:
a. penyusunan rancangan UNDANG-UNDANG;
b. penyusunan rancangan PERATURAN PEMERINTAH;
c. penyusunan rancangan peraturan PRESIDEN; dan
d. penyusunan rancangan peraturan BSSN.
(2) Penyusunan pembentukan peraturan internal di BSSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 meliputi:
a. penyusunan rancangan peraturan Kepala BSSN;
b. penyusunan rancangan peraturan kepala unit kerja;
dan
c. penyusunan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis.
(1) Penyusunan rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan rancangan peraturan PRESIDEN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c, dilakukan oleh tim penyusun internal yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BSSN.
(2) Tim penyusun internal sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) paling sedikit terdiri atas:
a. unit kerja Penggagas;
b. unit kerja terkait;
c. unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan; dan
d. pejabat fungsional perancang peraturan perundang- undangan.
(3) Pembentukan tim penyusunan internal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diusulkan oleh Penggagas.
(4) Selain anggota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Kepala BSSN dapat mengikutsertakan kementerian atau lembaga, ahli hukum, praktisi, dan/atau akademisi yang menguasai substansi yang diatur.
(5) Selain menyusun rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tim penyusun internal bertugas menyusun naskah akademik rancangan UNDANG-UNDANG.
(1) Terhadap rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan rancangan peraturan PRESIDEN yang telah disusun oleh tim penyusun internal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, Kepala BSSN mengoordinasikan penyusunan antarkementerian dan/atau antarnonkementerian.
(2) Penyusunan antarkementerian dan/atau antarnonkementerian rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan rancangan peraturan PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(1) Rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan rancangan peraturan PRESIDEN yang telah melalui penyusunan antarkementerian dan/atau antarnonkementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, disampaikan oleh Kepala BSSN kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum untuk dilakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi.
(2) Pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi atas rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH, dan rancangan peraturan
sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(1) Penyusunan rancangan peraturan BSSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) huruf d dilakukan oleh Penggagas.
(2) Dalam penyusunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) unit kerja Penggagas harus mengikutsertakan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan.
(3) Dalam penyusunan rancangan peraturan BSSN sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) unit kerja Penggagas dapat mengusulkan pembentukan tim penyusun yang paling sedikit terdiri atas:
a. unit kerja Penggagas; dan
b. unit kerja terkait.
(4) Tim penyusun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BSSN.
(5) Dalam penyusunan rancangan peraturan BSSN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Penggagas dapat mengikutsertakan kementerian atau lembaga, ahli hukum, praktisi, dan/atau akademisi yang menguasai substansi yang diatur.
Rancangan peraturan BSSN yang telah disusun Penggagas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 harus dimintakan masukan dari unit kerja yang terkait dengan substansi pengaturan.
(1) Rancangan peraturan BSSN yang telah dimintakan masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 disampaikan oleh Penggagas kepada unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan untuk mendapatkan tanggapan hukum.
(2) Unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) membuat dan menyampaikan hasil tanggapan hukum rancangan Peraturan BSSN kepada Penggagas.
(1) Setelah mendapatkan hasil tanggapan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Penggagas menyesuaikan rancangan peraturan BSSN dengan hasil tanggapan hukum.
(2) Setelah penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) penggagas menyampaikan kepada unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan untuk permohonan harmonisasi dengan melampirkan rancangan peraturan BSSN yang
telah disesuaikan.
(3) Dalam hal rancangan peraturan BSSN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdapat permasalahan, unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan melakukan pembahasan dengan unit kerja Penggagas.
(1) Rancangan peraturan BSSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 disampaikan oleh Kepala BSSN kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum untuk dilakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi.
(2) Pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi atas rancangan peraturan BSSN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(1) Penyusunan rancangan peraturan Kepala BSSN, rancangan peraturan kepala unit kerja, dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) dilaksanakan oleh Penggagas.
(2) Dalam penyusunan rancangan peraturan Kepala BSSN, rancangan peraturan kepala unit kerja, dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) Penggagas dapat mengikutsertakan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan.
(3) Dalam penyusunan rancangan peraturan Kepala BSSN, rancangan peraturan kepala unit kerja, dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Penggagas dapat mengusulkan pembentukan tim penyusun yang paling sedikit terdiri atas:
a. unit kerja Penggagas; dan
b. unit kerja terkait.
(4) Tim penyusun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BSSN.
(5) Dalam penyusunan rancangan peraturan Kepala BSSN, rancangan peraturan kepala unit kerja, dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) Penggagas dapat mengikutsertakan kementerian atau lembaga, ahli hukum, praktisi, dan/atau akademisi yang menguasai substansi yang diatur.
Rancangan peraturan Kepala BSSN, rancangan peraturan kepala unit kerja, dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis yang telah selesai disusun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 harus dimintakan masukan dari unit kerja yang terkait dengan substansi pengaturan.
(1) Rancangan peraturan Kepala BSSN, rancangan peraturan kepala unit kerja, dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis yang telah dimintakan masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 disampaikan oleh Penggagas kepada unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan untuk mendapatkan tanggapan hukum.
(2) Unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) membuat dan menyampaikan hasil tanggapan hukum rancangan peraturan Kepala BSSN, rancangan peraturan kepala unit kerja, dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis kepada Penggagas.
(1) Setelah mendapatkan hasil tanggapan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 Penggagas menyesuaikan rancangan peraturan Kepala BSSN, rancangan peraturan kepala unit kerja, dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis dengan hasil tanggapan hukum.
(2) Setelah penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) Penggagas peraturan Kepala BSSN menyampaikan permohonan penetapan kepada unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan dengan melampirkan rancangan peraturan Kepala BSSN yang telah disesuaikan.
(3) Setelah penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) Penggagas peraturan kepala unit kerja dan peraturan kepala unit pelaksana teknis menyampaikan permohonan pemeriksaan akhir kepada unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang peraturan perundang-undangan dengan melampirkan rancangan peraturan Kepala Unit Kerja dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis yang telah disesuaikan.
Format rancangan peraturan BSSN, rancangan peraturan Kepala BSSN, rancangan peraturan Kepala Unit Kerja, dan rancangan peraturan kepala unit pelaksana teknis tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Badan ini.