PENGESAHAN DAN PENGUNDANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
(1) Rancangan UNDANG-UNDANG yang telah disetujui bersama oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan PRESIDEN, disampaikan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat kepada PRESIDEN untuk disahkan menjadi UNDANG-UNDANG.
(2) Penyampaian rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal persetujuan bersama.
Menteri Sekretaris Negara melakukan penyiapan naskah rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) guna disahkan oleh PRESIDEN.
Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan http://www.djpp.depkumham.go.id
http://www.djpp.depkumham.go.id
(1) Naskah rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 disahkan oleh PRESIDEN untuk menjadi UNDANG-UNDANG dengan membubuhkan tanda tangan.
(2) Penandatanganan oleh PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak rancangan UNDANG-UNDANG tersebut disetujui bersama oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan PRESIDEN.
(3) Naskah UNDANG-UNDANG yang telah disahkan oleh PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibubuhi nomor dan tahun oleh Menteri Sekretaris Negara, dan selanjutnya disampaikan kepada Menteri untuk diundangkan.
(1) Dalam hal rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) tidak ditandatangani oleh PRESIDEN dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2), rancangan UNDANG-UNDANG tersebut sah menjadi UNDANG-UNDANG dan wajib diundangkan.
(2) Kalimat pengesahan bagi rancangan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbunyi: "UNDANG-UNDANG ini dinyatakan sah berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat (5) UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945.
(3) Kalimat pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dibubuhkan pada halaman terakhir UNDANG-UNDANG sebelum pengundangan naskah UNDANG-UNDANG ke dalam Lembaran Negara Republik INDONESIA.
(4) Naskah UNDANG-UNDANG yang telah dibubuhi kalimat pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibubuhi nomor dan tahun oleh Menteri Sekretaris Negara dan selanjutnya disampaikan kepada Menteri untuk diundangkan.
(1) Menteri mengundangkan UNDANG-UNDANG dengan menempatkannya dalam Lembaran Negara Republik INDONESIA.
(2) Penjelasan UNDANG-UNDANG sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditempatkan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA.
(3) Menteri membubuhi:
a. Lembaran Negara Republik INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan nomor dan tahun; dan
b. Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan nomor.
(1) Menteri menandatangani pengundangan UNDANG-UNDANG dengan membubuhkan tanda tangan pada naskah UNDANG-UNDANG.
(2) Naskah UNDANG-UNDANG yang telah ditandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan oleh Menteri kepada Menteri Sekretaris Negara untuk disimpan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(1) PRESIDEN MENETAPKAN rancangan PERATURAN PEMERINTAH pengganti UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH dan rancangan peraturan PRESIDEN yang telah disusun berdasarkan ketentuan mengenai tata cara mempersiapkan rancangan UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH pengganti UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH dan rancangan peraturan PRESIDEN.
(2) Guna penetapan rancangan peraturan perundang-undangan oleh PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
a. Menteri Sekretaris Negara melakukan penyiapan naskah rancangan PERATURAN PEMERINTAH pengganti UNDANG-UNDANG, dan rancangan PERATURAN PEMERINTAH; dan
b. Sekretaris Kabinet melakukan penyiapan naskah rancangan peraturan PRESIDEN.
(3) Naskah rancangan PERATURAN PEMERINTAH pengganti UNDANG-UNDANG, rancangan PERATURAN PEMERINTAH dan rancangan peraturan PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh PRESIDEN menjadi PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG, PERATURAN PEMERINTAH, dan Peraturan PRESIDEN dengan membubuhkan tanda tangan.
(4) Terhadap naskah peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat
(3):
a. Menteri Sekretaris Negara membubuhkan nomor dan tahun pada naskah PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG dan PERATURAN PEMERINTAH; dan
b. Sekretaris Kabinet membubuhkan nomor dan tahun pada naskah Peraturan PRESIDEN.
guna disampaikan kepada Menteri untuk diundangkan.
(1) Menteri mengundangkan PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG, PERATURAN PEMERINTAH dan Peraturan PRESIDEN dengan menempatkannya dalam Lembaran Negara Republik INDONESIA.
(2) Penjelasan PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG, PERATURAN PEMERINTAH dan Peraturan PRESIDEN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditempatkan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA.
(3) Menteri membubuhi:
a. Lembaran Negara Republik INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan nomor dan tahun; dan
b. Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan nomor.
(4) Pengundangan Peraturan PRESIDEN dilakukan sepanjang mengenai:
a. pengesahan perjanjian antara Republik INDONESIA dan negara lain atau badan internasional; atau
b. pernyataan keadaan bahaya.
http://www.djpp.depkumham.go.id
(1) Menteri menandatangani pengundangan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dengan membubuhkan tanda tangan pada naskah peraturan perundang-undangan tersebut.
(2) Menteri menyampaikan naskah peraturan perundang-undangan yang telah ditandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada:
a. Menteri Sekretaris Negara, untuk PERATURAN PEMERINTAH Pengganti UNDANG-UNDANG dan PERATURAN PEMERINTAH; dan
b. Sekretaris Kabinet, untuk Peraturan PRESIDEN;
guna disimpan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pimpinan Lembaga yang MENETAPKAN peraturan perundang-undangan selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (1) huruf d UNDANG-UNDANG MENETAPKAN peraturan perundang-undangan tersebut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(1) Peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 yang menurut peraturan perundang-undangan harus diundangkan, pengundangannya dilakukan oleh Menteri.
(2) Pimpinan Lembaga yang MENETAPKAN peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 menyampaikan naskah peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan dan telah diberi nomor dan tahun kepada Menteri untuk diundangkan.
(1) Menteri mengundangkan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), dengan menempatkannya dalam Lembaran Negara Republik INDONESIA.
(2) Penjelasan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditempatkan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA.
(3) Menteri membubuhi:
a. Lembaran Negara Republik INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan nomor dan tahun; dan
b. Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan nomor.
(1) Menteri menandatangani pengundangan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) dengan membubuhkan tanda tangan pada naskah peraturan perundang-undangan tersebut.
(2) Naskah yang telah ditandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan oleh Menteri kepada sekretariat Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) untuk disimpan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(1) Rancangan peraturan daerah yang telah disetujui bersama oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Kepala Daerah disampaikan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kepada Kepala Daerah untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.
(2) Rancangan peraturan daerah yang telah disetujui bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan oleh Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal persetujuan bersama.
Sekretaris Daerah melakukan penyiapan naskah rancangan peraturan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 guna penetapannya oleh Kepala Daerah.
(1) Naskah rancangan peraturan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan membubuhkan tanda tangan.
(2) Penandatanganan oleh Kepala Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak rancangan peraturan daerah tersebut disetujui bersama oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Kepala Daerah.
(3) Naskah peraturan daerah yang telah ditandatangani oleh Kepala Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibubuhi nomor dan tahun di sekretariat Daerah dan diundangkan oleh Sekretaris Daerah.
(1) Dalam hal rancangan peraturan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) tidak ditandatangani oleh Kepala
http://www.djpp.depkumham.go.id Daerah dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2), rancangan peraturan daerah tersebut sah menjadi peraturan daerah dan wajib diundangkan.
(2) Kalimat pengesahan bagi peraturan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbunyi: "Peraturan Daerah ini dinyatakan sah".
(3) Kalimat pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dibubuhkan pada halaman terakhir Peraturan Daerah sebelum pengundangan naskah Peraturan Daerah ke dalam Lembaran Daerah.
(4) Naskah Peraturan Daerah yang telah dibubuhi kalimat pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibubuhi nomor dan tahun di Sekretariat Daerah dan diundangkan oleh Sekretaris Daerah.
(1) Sekretaris Daerah mengundangkan Peraturan Daerah dengan menempatkannya dalam Lembaran Daerah.
(2) Penjelasan Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditempatkan dalam Tambahan Lembaran Daerah.
(3) Sekretaris Daerah membubuhi:
a. Lembaran Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan nomor dan tahun; dan
b. Tambahan Lembaran Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan nomor.
(1) Sekretaris Daerah menandatangani pengundangan Peraturan Daerah dengan membubuhkan tanda tangan pada naskah Peraturan Daerah tersebut.
(2) Naskah Peraturan Daerah ayng telah ditandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disimpan oleh Sekretaris Daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(1) Kepala Daerah MENETAPKAN rancangan peraturan Kepala Daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Sekretaris Daerah melakukan penyiapan naskah rancangan peraturan Kepala Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) guna penetapannya oleh Kepala Daerah.
(3) Naskah rancangan peraturan Kepala Daerah ditetapkan oleh Kepala Daerah dengan membubuhkan tanda tangan.
(4) Naskah Peraturan Kepala Daerah yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibubuhi nomor dan tahun di Sekretariat Daerah dan diundangkan oleh Sekretaris Daerah.
(1) Sekretaris Daerah mengundangkan Peraturan Kepala Daerah dengan menempatkannya dalam Berita Daerah.
(2) Penjelasan Peraturan Kepala Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditempatkan dalam Tambahan Berita Daerah.
(3) Sekretaris Daerah membubuhi:
a. Berita Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan nomor dan tahun; dan
b. Tambahan Berita Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan nomor.
(1) Sekretaris Daerah menandatangani pengundangan Peraturan Kepala Daerah dengan membubuhkan tanda tangan pada naskah Peraturan Kepala Daerah tersebut.
(2) Naskah Peraturan Kepala Daerah yang telah ditandatangani sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disimpan oleh Sekretaris Daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(1) Peraturan di bawah Peraturan Kepala Daerah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku bagi peraturan perundang- undangan tersebut.
(2) Peraturan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diundangkan oleh sekretaris lembaga yang MENETAPKAN peraturan tersebut dengan menempatkannya dalam Berita Daerah.