PEMBENTUKAN PERATURAN BPIP
Pengusulan rancangan Peraturan BPIP ke dalam program penyusunan Peraturan BPIP berdasarkan:
a. arahan Ketua Dewan Pengarah melalui Kepala; dan/atau
b. usulan dari Pemrakarsa kepada Kepala setelah berkonsultasi dan mendapat persetujuan Ketua Dewan Pengarah.
Dalam hal usulan perencanaan Peraturan BPIP merupakan arahan Ketua Dewan Pengarah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a, Kepala menunjuk unit kerja terkait dengan ruang lingkup peraturan sebagai Pemrakarsa.
(1) Perencanaan Peraturan BPIP dilakukan dalam suatu program penyusunan Peraturan BPIP.
(2) Pemrakarsa mengajukan usulan program penyusunan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Kepala melalui Sekretaris Utama paling lambat bulan Oktober setiap tahunnya.
(3) Pengajuan usulan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) memuat:
a. judul;
b. dasar hukum;
c. latar belakang penyusunan;
d. materi pokok, ruang lingkup, dan obyek yang akan diatur;
e. sasaran; dan
f. target waktu penyusunan.
(4) Sekretaris Utama menugaskan Biro Hukum dan Organisasi untuk menyusun program penyusunan Peraturan BPIP berdasarkan pengajuan usulan sebagaimana dimaksud pada ayat (3).
(5) Progam penyusunan sebagaimana dimaksud pada ayat
(4) disusun berdasarkan skala prioritas.
(6) Format progam penyusunan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Badan ini.
Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan rapat koordinasi dalam rangka program penyusunan Peraturan BPIP.
Program penyusunan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ditetapkan oleh Kepala untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.
(1) Dalam keadaan tertentu Sekretaris Utama dapat melakukan perubahan jangka waktu penyusunan rancangan Peraturan BPIP yang telah ditetapkan dalam program penyusunan Peraturan BPIP.
(2) Dalam keadaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. usulan Pemrakarsa; dan/atau
b. arahan dan/atau penugasan unsur pimpinan.
(3) Penyampaian usulan Pemrakarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a disertai dengan pertimbangan dan alasan perubahan yang menjadi dasar perubahan jangka waktu penyusunan Peraturan BPIP.
(4) Pertimbangan dan alasan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan secara tertulis kepada Sekretaris Utama.
(5) Dalam hal perubahan jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diusulkan oleh Sekretaris Utama, Sekretaris Utama menyampaikan usulan kepada Pemrakarsa untuk menyusun pertimbangan dan alasan perubahan.
(1) Pemrakarsa dapat mengajukan Rancangan Peraturan BPIP di luar program penyusunan Peraturan BPIP.
(2) Pengajuan rancangan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilakukan dalam hal:
a. melaksanakan arahan dari Ketua Dewan Pengarah melalui Kepala;
b. melaksanakan penugasan dari Kepala;
c. usulan pertimbangan Pemrakarsa; dan/atau
d. melaksanakan keputusan rapat pleno unsur pimpinan.
(3) Dalam hal pengajuan rancangan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, huruf b, dan huruf d, Kepala menunjuk unit kerja terkait dengan materi pengaturan sebagai Pemrakarsa.
(4) Dalam hal pengajuan rancangan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) huruf c, Pemrakarsa wajib mengajukan izin prakarsa kepada Kepala.
(5) Kepala memberikan izin prakarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (4) setelah berkonsultasi dan mendapat persetujuan Ketua Dewan Pengarah.
(1) Penyusunan Peraturan BPIP mencakup:
a. penyusunan rancangan Peraturan BPIP oleh Pemrakarsa; dan
b. penyelarasan internal oleh Biro Hukum dan Organisasi.
(2) Pemrakarsa melakukan penyusunan rancangan Peraturan BPIP berdasarkan program penyusunan Peraturan BPIP atau di luar program sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
(1) Dalam menyusun rancangan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf a, Pemrakarsa mengikutsertakan Biro Hukum dan Organisasi dan pejabat fungsional perancang peraturan perundang-undangan serta unsur kedeputian.
(2) Dalam menyusun rancangan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemrakarsa dapat mengadakan rapat koordinasi untuk meminta masukan atau saran dari kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan/atau komponen masyarakat lainnya.
(1) Dalam hal rancangan Peraturan BPIP telah selesai dilakukan penyusunan, Pemrakarsa menyampaikan rancangan Peraturan BPIP kepada Sekretaris Utama.
(2) Penyampaian rancangan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) disampaikan dengan melampirkan:
a. naskah digital rancangan Peraturan BPIP; dan
b. naskah urgensi atau gambaran umum arah pengaturan dan ruang lingkup materi muatan.
(3) Sekretaris Utama menugaskan Biro Hukum dan Organisasi untuk melakukan penyelarasan internal terhadap rancangan Peraturan BPIP yang disampaikan oleh Pemrakarsa.
(1) Biro Hukum dan Organisasi melakukan penyelarasan internal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3), dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tanggal penugasan dari Sekretaris Utama kepada Kepala Biro Hukum dan Organisasi.
(2) Penyelarasan internal terhadap rancangan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi:
a. penyelarasan terhadap nilai dasar Pancasila;
b. penyelarasan terhadap peraturan perundang- undangan yang lebih tinggi atau sederajat dan Produk Hukum BPIP serta putusan pengadilan;
c. penyelarasan teknik penyusunan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) Dalam melaksanakan penyelarasan internal sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Biro Hukum dan Organisasi melibatkan:
a. Pemrakarsa;
b. pejabat fungsional perancang peraturan perundang- undangan;
c. Deputi Bidang Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi;
d. kementerian/lembaga; dan/atau
e. pemerintahan daerah.
(4) Selain melaksanakan penyelarasan internal oleh Biro Hukum dan Organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(3), Biro Hukum dan Organisasi dapat melibatkan organisasi sosial politik dan/atau komponen masyarakat lainnya.
(5) Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan rapat penyelarasan internal dengan mengundang Pemrakarsa, kementerian/lembaga, dan/atau pemerintahan daerah.
Biro Hukum dan Organisasi menyiapkan rancangan Peraturan BPIP yang telah selesai dilakukan penyelarasan internal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 untuk
mendapat paraf Sekretaris Utama dan pimpinan unit kerja Pemrakarsa.
(1) Dalam hal rancangan Peraturan BPIP telah selesai dilakukan penyelarasan internal, Sekretaris Utama menyampaikan rancangan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 kepada Kepala.
(2) Kepala menyampaikan rancangan Peraturan BPIP kepada Ketua Dewan Pengarah untuk memperoleh persetujuan dilakukan pengharmonisasian oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
(3) Dalam hal rancangan Peraturan BPIP telah mendapat persetujuan Ketua Dewan Pengarah sebagaimana dimaksud pada ayat
(2), Sekretaris Utama menyampaikan surat permohonan pengharmonisasian kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan melampirkan:
a. naskah digital rancangan Peraturan BPIP; dan
b. naskah urgensi atau gambaran umum arah pengaturan dan ruang lingkup materi muatan.
(1) Sekretaris Utama dan Pemrakarsa menghadiri rapat pengharmonisasian yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
(2) Sekretaris Utama menyampaikan pemberitahuan kepada Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi untuk melakukan penyelarasan nilai dasar Pancasila dalam rapat pengharmonisasian.
(3) Pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan melampirkan rancangan Peraturan BPIP yang akan dilakukan pengharmonisasian.
(4) Lampiran rancangan Peraturan BPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berupa salinan cetak dan/atau salinan digital.
Dalam rapat pengharmonisasian Rancangan Peraturan BPIP, dapat mengikutsertakan ahli atau pemangku kepentingan lainnya.
Tata cara pengharmonisasian rancangan Peraturan BPIP dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
(1) Rancangan Peraturan BPIP yang telah selesai dilakukan pengharmonisasian, dimohonkan paraf persetujuan kepada Pemrakarsa dan Sekretaris Utama.
(2) Rancangan Peraturan BPIP yang telah diparaf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Kepala untuk mendapatkan penetapan.
Naskah Peraturan BPIP yang telah ditetapkan oleh Kepala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) disampaikan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk diundangkan dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Tata cara pengundangan Peraturan BPIP dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(1) Biro Hukum dan Organisasi mendokumentasikan berkas asli pembentukan dan membuat salinan Peraturan BPIP yang telah diundangkan dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
(2) Penyebarluasan Peraturan BPIP mencakup :
a. pendistribusian salinan Peraturan BPIP kepada seluruh unit kerja di lingkungan BPIP oleh Biro Hukum dan Organisasi;
b. pengunggahan salinan Peraturan BPIP dalam sistem jaringan dokumentasi dan informasi hukum BPIP oleh Biro Hukum dan Organisasi;
c. sosialisasi Peraturan BPIP kepada seluruh unit kerja di lingkungan BPIP, pemangku kepentingan, dan/atau masyarakat oleh Biro Hukum dan Organisasi dan/atau Pemrakarsa.
(1) Sekretaris Utama melakukan monitoring dan evaluasi setiap tahun terhadap:
a. program penyusunan Peraturan BPIP; dan
b. pelaksanaan Peraturan BPIP.
(2) Hasil monitoring dan evaluasi dapat berupa rekomendasi tindak lanjut yang meliputi:
a. Peraturan BPIP masih tetap berlaku;
b. Peraturan BPIP dilakukan perubahan;
c. pencabutan Peraturan BPIP; dan
d. perlu dibentuk Peraturan BPIP yang baru.