Peraturan Badan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Badan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Desember 2025
KEPALA BADAN PANGAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
Œ
ANDI AMRAN SULAIMAN
Diundangkan di Jakarta pada tanggal Д
DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM REPUBLIK INDONESIA,
Ѽ
DHAHANA PUTRA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025 NOMOR Ж
LAMPIRAN I PERATURAN BADAN PANGAN NASIONAL
NOMOR 12 TAHUN 2025 TENTANG BAHAN TAMBAHAN PANGAN DAN BAHAN PENOLONG DALAM PANGAN SEGAR
JENIS BAHAN TAMBAHAN PANGAN DAN BATAS MAKSIMAL PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN DALAM PANGAN SEGAR
1. Jenis Pangan : Buah segar (dikupas dan/atau dipotong) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Kalsium askorbat/ Calcium ascorbate 302 not specified Antioksidan CPPB
2. Karbon dioksida/ Carbon dioxide 290 not specified Gas untuk kemasan CPPB
3. L-Sistein Hidroklorida Monohidrat/ L-Cysteine Hydrochloride Monohydrate - - Antioksidan CPPB
4. Natrium askorbat/ Sodium ascorbate 301 not specified Antioksidan CPPB
5. Nitrogen/Nitrogen 941 no ADI necessary Gas untuk kemasan CPPB
6. Kalsium hidroksida/ Calsium hydroxide (kapur sirih) 526 not limited Pengeras CPPB
2. Jenis Pangan : Buah segar beku No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Senyawa sulfit/ Sulfites 220 221 222 223 224 225 539 0-0,7 - Antioksidan - Pengawet 5001 (untuk apel potong beku)
3001 (untuk alpukat beku)
1)sebagai residu SO2
3. Jenis Pangan :
Buah segar dengan perlakuan permukaan (seperti mangga, anggur, alpukat, apel, jeruk, kelengkeng, stroberi, ceri) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Agar/Agar 406 not limited - Pengemulsi, pengental, humektan atau penstabil pada pelapis;
- Pelapis CPPB
2. Amonium alginate/ Ammonium alginate 403 not specified Pengemulsi, pengental, humektan, atau penstabil pada pelapis CPPB
3. Asam alginat/ Alginic acid 400 not limited Pengemulsi, pengental, humektan, atau penstabil pada pelapis CPPB
4. Ester asetat dan asam lemak dari gliserol/Acetic and fatty acid esters of glycerol 472a not limited Pengemulsi atau penstabil pada pelapis CPPB
5. Ester gliserol dari damar kayu/Glycerol ester of wood rosin 445(iii) 0 – 25 Pengemulsi atau penstabil pada pelapis 110
6. Formula turunan minyak sawit*)
*) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan - - Pelapis CPPB
7. Gom arab/Gum arabic 414 not specified - Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis;
- Pelapis CPPB
8. Hidroksipropil selulosa/Hydroxypropyl cellulose 463 not specified Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis CPPB
9. Hidroksipropil metil selulosa/Hydroxypropyl methyl cellulose 464 not specified Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis CPPB
10. Kalsium alginat/ Calcium alginate 404 not specified Pengental, humektan, atau penstabil pada pelapis CPPB
11. Karagen/ Carragenan 407 not specified Pengemulsi, pengental, humektan, atau penstabil pada pelapis CPPB
12. Kitosan / Chitosan -
-
Pelapis 1% (batas maksimal penggunaan dalam bentuk larutan kitosan)
13. Lesitin/Lecithin 322(i) not limited Pengemulsi pada pelapis CPPB
14. Lilin Kandelila / Candelilla wax 902 not specified Pelapis CPPB
15. Lilin lebah / Beeswax 901 not specified Pelapis CPPB
16. Lilin mikrokristalin/ Microcrystalline wax 905c(i) 0 – 20
Pelapis 50
17. Mono dan digliserida asam lemak/Mono-and di-glycerides of fatty acids 471 not limited Pelapis CPPB
18. Natrium alginat/Sodium alginate 401 not specified - Pengemulsi, penstabil, humektan, atau pengental pada pelapis;
- Pelapis CPPB
19. Pektin/Pectins 440 not specified Pengemulsi, penstabil, atau pengental pada pelapis CPPB
20. Polietilen glikol/Polyethylene glycol 1521 0 – 10
Pelapis CPPB
21. Sellak, diputihkan/Shellac, bleached 904 Acceptable Pelapis CPPB (hanya untuk buah berkulit)
22. Senyawa sulfit/ Sulfites 220 221 222 223 224 225 539 0-0,7
- Antioksida - Pengawet 301
501 (untuk kelengkeng dan leci)
1)sebagai residu SO2
4. Jenis Pangan : Buah kering (dikecualikan untuk aprikot, kurma, raisin, kelengkeng, kesemek) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Askorbil stearate/ Ascorbyl stearate 305 0 – 1,25
Antioksidan 80
2. Kalsium dinatrium etilen diamin tetra asetat / Calcium disodium ethylene diamine tetra acetate 385 0-2,5 Sekuestran 2652
2)dalam bentuk anhidrous, kristal tanpa air
3. Poli-1-dekena terhidrogenasi/ Hydrogenated Poly-1- Decenes 907 0 – 6
Pelapis 2000
4. Senyawa Sulfit 220 221 222 223 224 225 539 0-0,7
Pengawet 10001
15001 (untuk raisin yang diputihkan)
20001 (untuk buah aprikot kering)
2001 (untuk kelapa kering/ dessicated coconut)
1)sebagai residu SO2
5. Tokoferol/ Tocopherols
307a 307b 307c 0,15 – 2
Antioksidan 200
6. Jenis Pangan : Sayur segar (dipotong dan/atau dikupas) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Natrium askorbat/Sodium ascorbate 301 not specified Antioksidan CPPB
(tidak untuk sayuran beku
/quick frozen vegetables)
2. Senyawa Sulfit/ Sulfites 220 221 222 223 224 225 539 0-0,7 Antioksidan 501 (hanya untuk kentang beku)
1)sebagai residu SO2
3. Kalsium hidroksida/ Calsium hydroxide (kapur sirih) 526 not limited Pengeras CPPB
7. Jenis Pangan :
Sayur segar, umbi segar, kacang-kacangan segar, polong-polongan segar, biji-bijian segar, dan rumput laut segar dengan perlakuan permukaan (seperti: labu, mentimun, paprika hijau, dan kacang pistaschio) - tidak untuk sayuran beku (quick frozen vegetables) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Agar/Agar 406 not limited - Pengemulsi, pengental, humektan, atau penstabil pada pelapis;
- Pelapis.
CPPB
2. Ester gliserol dari damar kayu/Glycerol ester of wood rosin 445(iii) 0 – 25
Pengemulsi, atau penstabil pada pelapis 110
3. Formula turunan minyak sawit*)
*) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan - - Pelapis CPPB
4. Kitosan / Chitosan - - Pelapis 1%
(batas maksimal penggunaan dalam bentuk larutan kitosan)
5. Lesitin/Lecithin 322(i) not limited - Pengemulsi pada pelapis;
- Pelapis.
CPPB
6. Lilin Kandelila / Candelilla wax 902 not specified Pelapis CPPB
(hanya untuk
kacang- kacangan)
7. Lilin lebah/ Beeswax 901 not specified Pelapis CPPB
8. Lilin mikrokristalin/Microcrystalline wax 905c(i) 0 – 20
Pelapis 50
9. Mono dan digliserida asam lemak/Mono-and di-glycerides of fatty acids 471 not limited Pelapis CPPB
10. Natrium alginat/Sodium alginate 401 not specified - Pengemulsi, penstabil, humektan, atau pengental pada pelapis;
- Pelapis CPPB
11. Sellak, diputihkan/Shellac, bleached 904 Acceptable Pelapis CPPB
8. Jenis Pangan : Jamur segar (dikecualikan untuk jamur dari jenis Chanterelle) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Asam sitrat/Citric acid 330 not limited Antioksidan CPPB
2. L-Asam askorbat/ Ascorbic acid, L- 300 not specified Antioksidan 500
3. Natrium dihidrogen sitrat/Sodium dihydrogen citrate 331(i) not limited Sekuestran CPPB
4. Trinatrium sitrat/Trisodium citrate 331(iii) not limited Sekuestran CPPB
9. Jenis Pangan : Sayur kering, umbi kering, kacang-kacangan kering, polong-polongan kering, biji-bijian kering, dan rumput laut kering (dikecualikan rumput laut laver) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Askorbil stearate / Ascorbyl stearate 305 0 – 1,25
Antioksidan 80
2. Kalsium dinatrium etilen diamin tetra asetat / Calcium disodium ethylene diamine tetra acetate 385 0-2,5
Antioksidan 2652) (hanya untuk polong- polongan kering)
2002) (hanya untuk polong- polongan kering siap konsumsi)
2)dalam bentuk anhidrous, kristal tanpa air
3. Senyawa Sulfit/ Sulfites 220 221 222 223 224 225 539 0-0,7
- Antioksidan - Pengawet 5001
50001 (hanya untuk kanpyo)
1)sebagai residu SO2
4. Tokoferol/ Tocopherols
307a 307b 307c 0,15-2
Antioksidan 200 (dikecualikan untuk jamur)
10. Jenis Pangan : Sari sayur segar, sari buah segar (termasuk air kelapa) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Asam sitrat/ Citric acid 330 not limited Antioksidan CPPB (untuk sari sayur segar)
3000 (untuk sari buah segar, termasuk air kelapa)
2. Kalsium askorbat/ Calcium ascorbate 302 not specified Antioksidan CPPB (hanya untuk sari buah segar, termasuk air kelapa)
3. L-Asam askorbat/ Ascorbic acid, L- 300 not specified Antioksidan CPPB
4. Natrium askorbat/ Sodium ascorbate 301 not specified Antioksidan CPPB (hanya untuk sari buah segar, termasuk air kelapa)
11. Jenis Pangan : Rempah daun dan rempah lainnya (dikecualikan untuk lada hitam, lada putih, lada hijau, jinten, dan thyme kering) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Askorbil stearate/ Ascorbyl stearate 305 0 – 1,25 Antioksidan 500
2. Kalsium dinatrium etilen diamin tetra asetat/Calcium disodium ethylene diamine tetra acetate 385 0 – 2,5 Antioksidan 702
2)dalam bentuk anhidrous, kristal tanpa air
3. Senyawa sulfit/ Sulfites 220 221 222 223 224 225 539 0 – 0,7 - Antioksidan - Pengawet 1501
1)sebagai residu SO2
4. Senyawa sulfit/ Sulfites 220 0 – 0,7 - Antioksidan - Pengawet 1501 (untuk lada hijau)
1)sebagai residu SO2
12. Jenis Pangan :
Rempah bubuk No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Bubuk selulosa/Powdered cellulose 460(ii) not specified - Anti kempal Peningkat volume CPPB
2. Hidroksipropil distarch fosfat/Hydroxypropyl distarch phosphate 1442 not specified Anti kempal CPPB
3. Kalsium karbonat/Calcium carbonate 170(i) not limited Anti kempal CPPB
4. Kalsium silikat / Calcium silicate 552 not specified Anti kempal CPPB
5. Magnesium hidroksida karbonat/ Magnesium hydroxide carbonate
504(ii) not specified Anti kempal CPPB
6. Magnesium karbonat/Magnesium carbonate 504(i) not limited Anti kempal CPPB
7. Magnesium oksida/Magnesium oxide 530 not limited Anti kempal CPPB
8. Magnesium silikat (sintetis)/Magnesium silicate (synthetic) 553(i) not specified Anti kempal CPPB
9. Magnesium stearate/Magnesium stearate 470 (iii) not specified Anti kempal CPPB
10. Manitol/Mannitol 421 not specified - Anti kempal - Peningkat volume CPPB
11. Natrium hidrogen karbonat/Sodium hydrogen carbonate 500(ii) not limited Anti kempal CPPB
12. Natrium karbonat/Sodium carbonate 500(i) not limited Anti kempal CPPB
13. Natrium seskuikarbonat/ Sodium sesquicarbonates 500 (iii) not specified Anti kempal CPPB
14. Selulosa mikrokristalin/Microcrystalline cellulose 460(i) not specified - Anti kempal - Peningkat volume CPPB
15. Silikon dioksida, amorfous/Silicon dioxide, amorphous 551 not specified Anti kempal CPPB
16. Talk/Talc 553 (iii) not specified Anti kempal CPPB
13. Jenis Pangan : Biji – bijian utuh, pecah atau pipih (hanya untuk beras fortifikasi) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Basis Kopolimer metakrilat/ Methacrylate copolymer, basic (BMC) 1205 not specified Pembawa
(sebagai pembawa zat gizi)
CPPB
14. Jenis Pangan :
Daging segar No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Agar/Agar 406 not limited - Pengemulsi, pengental, humektan, atau penstabil pada pelapis - Pelapis CPPB
2. Bubuk selulosa/ Powdered cellulose 460(ii) not specified Pengemulsi, humektan, penstabil atau pengental pada pelapis CPPB
3. Dinatrium 5’- inosinat/Disodium 5’-inosinate 631 not specified Penguat rasa pada pelapis CPPB
4. Dipati fosfat terasetilasi/ Acetylated distarch phosphate 1414 not specified Pengemulsi, pengental CPPB
atau penstabil pada pelapis
5. Ester asetat dan asam lemak dari gliserol/ Acetic and fatty acid esters of glycerol 472a not limited Pengemulsi atau penstabil pada pelapis CPPB
6. Gliserol / Glycerol 422 not specified Pengental, atau humektan pada pelapis CPPB
7. Gom arab/Gum arabic 414 not specified Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis CPPB
8. Gom xantan/ Xanthan gum 415 not specified Pengemulsi, pengental atau penstabil pada pelapis CPPB
9. Hidroksipropil selulosa/ Hydroxypropyl cellulose 463 not specified Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis CPPB
10. Hidroksipropil metil selulosa/ Hydroxypropyl methyl cellulose 464 not specified Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis CPPB
11. Kalsium karbonat/ Calcium carbonate 170(i) not limited Pewarna**)
**)hanya untuk penandaan CPPB
12. Kalsium klorida/ Calcium chloride 509 not limited Pengental, atau penstabil pada pelapis.
CPPB
13. Karagen/ Carragenan 407 not specified Pengemulsi, pengental, humektan, atau penstabil pada pelapis CPPB
14. Kitosan / Chitosan
Pelapis 1%
(batas maksimal penggunaan dalam bentuk
larutan kitosan)
15. Lesitin/Lecithin 322(i) not limited Pengemulsi pada pelapis CPPB
16. Manitol/Mannitol 421 not specified Humektan, penstabil atau pengental pada pelapis CPPB
17. Mono dan digliserida asam lemak/Mono-and di-glycerides of fatty acids 471 not limited Pengemulsi atau penstabil dalam pelapis CPPB
18. Mononatrium L-glutamat/ Monosodium L-glutamate 621 not specified Penguat rasa pada pelapis CPPB
19. Natrium alginat/ Sodium alginate 401 not specified Pengemulsi, penstabil, humektan, atau pengental pada pelapis CPPB
20. Natrium dihidrogen sitrat/Sodium dihydrogen citrate 331(i) not limited Pengemulsi, atau penstabil pada pelapis CPPB
21. Natrium karboksimetil selulosa /Sodium carboxymethyl cellulose 466 not specified Pengemulsi, humektan, penstabil atau pengental pada pelapis CPPB
22. Pati teroksidasi/ Oxidized Starch 1404 not specified Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis CPPB
23. Pektin/Pectins 440 not specified Pengemulsi, penstabil, atau pengental pada pelapis CPPB
24. Selulosa mikrokristalin/Microcrystalline cellulose 460(i) not specified Pengemulsi, penstabil atau pengental pada pelapis CPPB
25. Tara gum/Tara gum 417 not specified - Pengemulsi - Penstabil CPPB
26. Tepung konjak/ Konjac flour 425 not specified Pengemulsi, pengental, humektan, atau penstabil pada pelapis CPPB
27. Tragakan gom/ Tragacanth gum 413 not specified Pengemulsi, pengental atau penstabil pada pelapis CPPB
28. Trinatrium sitrat/ Trisodium citrate 331 (iii) not limited Pengemulsi, atau penstabil pada pelapis CPPB
15. Jenis Pangan : Daging segar yang dihaluskan (hanya untuk yang ditambahkan bahan lain selain daging halus) No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Agar/Agar 406 not limited - Pengemulsi;
- Pengental;
- Humektan;
- Penstabil;
- Pelapis.
CPPB
2. Asam eritorbat/ Erythorbic acid 315 not specified Antioksidan CPPB
3. Bubuk selulosa/ Powdered cellulose 460(ii) not specified - Pengemulsi;
- Humektan;
- Penstabil;
- Pengental;
- Pelapis CPPB
4. Dipati fosfat terasetilasi/ Acetylated distarch phosphate 1414 not specified - Pengemulsi;
- Pengental;
- Penstabil CPPB
5. Ester asetat dan asam lemak dari gliserol/Acetic and fatty acid esters of glycerol 472a not limited - Pengemulsi;
- Penstabil CPPB
6. Gliserol/Glycerol 422 not specified - Humektan;
- Pengental CPPB
7. Gom arab/Gum arabic 414 not specified - Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis;
- Pelapis CPPB
8. Gom xantan/ Xanthan gum 415 not specified - Pengemulsi;
- Penstabil;
atau - Pengental CPPB
9. Hidroksipropil selulosa/ Hydroxypropyl cellulose 463 not specified - Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis - Pelapis CPPB
10. Hidroksipropil metil selulosa/ Hydroxypropyl methyl cellulose 464 not specified - Pengemulsi, pengental, atau penstabil pada pelapis - Pelapis CPPB
11. Kalsium karbonat/ Calcium carbonate 170(i) not limited Pewarna*
*)hanya untuk penandaan CPPB
12. Kalsium laktat/ Calcium lactate 327 not limited - Pengeras;
- Pengental CPPB
13. Karagen/ Carragenan 407 not specified - Pengemulsi;
- Pengental;
- Humektan;
- Penstabil;
- Pelapis CPPB
14. L-Asam askorbat/ Ascorbic acid, L- 300 not specified Antioksidan CPPB
15. Lesitin/Lecithin 322(i) not limited Pengemulsi pada pelapis CPPB
16. Manitol/Mannitol 421 not specified - Humektan;
- Penstabil;
- Pengental;
atau - Pelapis CPPB
17. Mono dan digliserida asam lemak/Mono- and di-glycerides of fatty acids 471 not limited - Pengemulsi;
- Penstabil;
- Pelapis CPPB
18. Natrium alginat/ Sodium alginate 401 not specified - Pengemulsi;
- Penstabil;
- Humektan;
- Pengental;
- Pelapis CPPB
19. Natrium askorbat/ Sodium ascorbate 301 not specified Antioksidan CPPB
20. Natrium dihidrogen sitrat/Sodium dihydrogen citrate 331(i) not limited - Pengemulsi;
- Penstabil.
CPPB
21. Natrium karboksimetil selulosa /Sodium carboxymethyl cellulose 466 not specified - Pengemulsi;
- Humektan;
- Penstabil;
- Pengental;
- Pelapis.
CPPB
22. Pati teroksidasi/ Oxidized Starch 1404 not specified - Pengemulsi;
- Penstabil;
- Pengental.
CPPB
23. Pektin/Pectins 440 not specified - Pengemulsi;
- Penstabil;
- Pengental;
- Pelapis.
CPPB
24. Selulosa mikrokristalin/ Microcrystalline cellulose 460(i) not specified - Pengemulsi;
- Penstabil;
- Pengental;
- Pelapis CPPB
25. Tara gum/Tara gum 417 not specified Pengemulsi, atau penstabil pada pelapis CPPB
26. Tepung konjak/ Konjac flour 425 not specified - Pengemulsi, pengental, humektan atau penstabil pada pelapis;
- Pelapis.
CPPB
27. Tragakan gom/ Tragacanth gum 413 not specified - Pengemulsi;
- Pengental;
- Penstabil.
CPPB
28. Trikalsium sitrat/ Tricalcium citrate 333 (iii) not limited Sekuestran CPPB
29. Trinatrium sitrat/ Trisodium citrate 331 (iii) not limited - Pengemulsi;
- Penstabil;
- Sekuestran CPPB
16. Jenis Pangan : Telur segar No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Kitosan / Chitosan - - Pelapis 1% (batas maksimal penggunaan dalam bentuk larutan kitosan)
17. Jenis Pangan : Ikan segar No.
Jenis Bahan Tambahan Pangan INS Acceptable Daily Intake/ADI (mg/kg BB per hari) Golongan BTP Batas Maksimal (mg/kg)
1. Kitosan / Chitosan - - Pelapis 1% (batas maksimal penggunaan dalam bentuk larutan kitosan)
KEPALA BADAN PANGAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
ANDI AMRAN SULAIMAN
LAMPIRAN II PERATURAN BADAN PANGAN NASIONAL
NOMOR 12 TAHUN 2025 TENTANG BAHAN TAMBAHAN PANGAN DAN BAHAN PENOLONG DALAM PANGAN SEGAR
CONTOH PERHITUNGAN PENJUMLAHAN CAMPURAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN
Ketentuan berikut mengatur perhitungan penggunaan BTP apabila dalam suatu produk digunakan lebih dari 1 (satu) BTP dengan golongan yang sama. Dalam hal ini, total penggunaan BTP harus dihitung berdasarkan rasio terhadap Batas Maksimal masing-masing.
Misalnya buah kering ditambahkan BTP antioksidan askorbil stearat dan tokoferol, dikarenakan kedua BTP tersebut memiliki golongan BTP yang sama maka rasio penggunaan BTP terhadap Batas Maksimal masing-masing tidak boleh lebih dari sama dengan satu (≤1). Perhitungan penjumlahan campuran BTP antioksidan tersebut sebagai berikut:
1. Perhitungan kasus 1:
Jenis BTP Batas Maksimal (mg/kg) Penggunaan pada Pangan Segar (mg/kg) Rasio (penggunaan/batas maksimum) Askorbil stearat 80 20 20/80 = 0,25 Tokoferol 200 25 25/200 = 0,125 Total rasio - - 0,25 + 0,125 = 0,375 (memenuhi syarat)
2. Perhitungan kasus 2:
Jenis BTP Batas Maksimal (mg/kg) Penggunaan pada Pangan Segar (mg/kg) Rasio (penggunaan/ batas maksimum) Askorbil stearat 80 60 60/80 = 0,75 Tokoferol 200 100 100/200 = 0,50 Total rasio - - 0,75 + 0,50 = 1,25 (tidak memenuhi syarat)
KEPALA BADAN PANGAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
ANDI AMRAN SULAIMAN
LAMPIRAN III PERATURAN BADAN PANGAN NASIONAL
NOMOR 12 TAHUN 2025 TENTANG BAHAN TAMBAHAN PANGAN DAN BAHAN PENOLONG DALAM PANGAN SEGAR
JENIS BAHAN PENOLONG DAN BATAS MAKSIMAL RESIDU BAHAN PENOLONG UNTUK JENIS PANGAN SEGAR
A. Bahan Pemucat, Pencuci, Pengelupas Kulit (Bleaching, Washing, Peeling Agents) Senyawa yang digunakan dalam perlakuan permukaan Pangan Segar untuk memutihkan, memucatkan atau menghilangkan warna melalui pencucian, pengelupasan kulit, dan pengupasan. Penggunaan bahan pemucat, pencuci, dan pengelupas kulit untuk penanganan Pangan Segar asal tumbuhan harus menggunakan bahan yang food grade dan disertai dengan upaya untuk menghilangkan residu pada produk akhir.
No.
Jenis Bahan Penolong CAS No.
Batas Maksimal Residu (mg/kg) Jenis Pangan Segar
1. Hidrogen peroksida/ Hydrogen peroxide 7722-84-1 5 Rempah daun dan rempah lainnya
2. Natrium hidroksida/ Sodium hydroxide 1310-73-2 CPPB Rempah daun dan rempah lainnya
3. Natrium hipoklorit/ Sodium hypochlorite 7681-52-9 1 (sebagai klorin) Pangan Segar asal tumbuhan
4. Natrium bikarbonat/ Sodium bicarbonate/ Sodium hydrocarbonate 144-55-8
CPPB Pangan Segar asal tumbuhan
5. Natrium peroksida/ Sodium peroxide 1313-60-6 5 Umbi-umbian
6. Natrium metabisulfit/ Sodium metabisulphite 7681-57-4 25 Umbi-umbian
B. Bahan Pematang (Ripening Agents) Bahan pematangan buah dapat digunakan sebagai bahan untuk mempercepat pematangan buah (ripening), dan/atau degreening. Senyawa calcium carbide/calcium acetylide atau dikenal sebagai gas karbid dilarang digunakan sebagai bahan pematang. Bahan yang diizinkan digunakan sebagai pematang sebagaimana pada tabel.
No.
Jenis Bahan Penolong CAS No.
Maksimal Penggunaan (mg/kg) Jenis Pangan Segar
1. Gas etilen/ Ethylene gas***) 74-85-1 100
Buah klimaterik (misal: apel, pir, aprikot, mangga, alpukat, pisang, tomat) ***) sumber gas etilen tidak boleh bersentuhan langsung dengan buah.
C. Bahan Penghambat Pertunasan (Sprouting inhibitors) Bahan penghambat pertunasan (sprouting inhibitor) berfungsi untuk mencegah atau menunda munculnya tunas pada komoditas umbi-umbian dan bawang selama penyimpanan guna menjaga mutu dan memperpanjang umur simpan. Penggunaan bahan penghambat pertunasan dilakukan dengan menerapkan cara penanganan Pangan Segar yang baik untuk menjaga keamanan produk bagi konsumen.
No.
Jenis Bahan Penolong CAS No.
Maksimal Penggunaan (mg/kg) Jenis Pangan Segar
1. Gas etilen/ Ethylene gas***) 74-85-1 100
Kentang, Bawang.
***) sumber gas etilen tidak boleh bersentuhan langsung dengan buah.
D. Enzim yang diizinkan digunakan pada Pangan Segar Enzim dapat digunakan pada penanganan Pangan Segar, diantaranya untuk pengempukan daging atau sebagai katalis untuk mempercepat reaksi kimia.
Enzim yang digunakan harus berasal dari sumber yang diizinkan pada tabel.
No.
Jenis Bahan Penolong EC No.
Sumber Batas Maksimal Penggunaan (mg/kg)
1. Katalase/ Catalase EC No. 1.11.1.6 Aspergillus niger Micrococcus luteus CPPB
2. Protease/ Protease EC No. 3.4 Bacillus amyloliquefaciens Bacillus licheniformis Bacillus subtilis Geobacilluscaldopr oteolyticus Aspergillus niger Aspergillus oryzae CPPB
3. Papain/ Papain EC No 3.4.22.2 Carica papaya CPPB
4. Bromelin/ Bromelain EC No 3.4.22.33 INS 1101(iii) Ananascomosus/ bracteatus CPPB
KEPALA BADAN PANGAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
ANDI AMRAN SULAIMAN