(1) Batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Sulawesi meliputi:
a. sebelah utara, yaitu sebagai berikut:
1. garis yang menghubungkan batas darat sisi timur Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 10’ Lintang Utara-117 32’ Bujur Timur ke arah timur sepanjang pesisir Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 10’ Lintang Utara- 117 35’ Bujur Timur;
2. garis yang menghubungkan pesisir Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 10’ Lintang Utara- 117 35’ Bujur Timur ke arah timur menuju Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 9’ Lintang Utara-117 41’ Bujur Timur;
3. garis yang menghubungkan pesisir barat Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi
Kalimantan Utara pada koordinat 4 9’ Lintang Utara-117 41’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang garis pantai menuju titik Garis Batas Klaim Maksimum dengan Negara Malaysia pada koordinat 4 9’ Lintang Utara- 117 54’ Bujur Timur;
4. Garis Batas Klaim Maksimum pada koordinat 4 9’ Lintang Utara–117 54’ Bujur Timur, 4 11’ Lintang Utara–117 57’ Bujur Timur, 4 10’ Lintang Utara–117 59’ Bujur Timur, 4 10’ Lintang Utara–118 6’ Bujur Timur, 4 5’ Lintang Utara–118 15’ Bujur Timur, 4 0’ Lintang Utara–118 27’ Bujur Timur, 3 57’ Lintang Utara–118 46’ Bujur Timur, 4 10’ Lintang Utara–119 4’ Bujur Timur, 4 10’ Lintang Utara–119 8’ Bujur Timur, dan 3 6’ Lintang Utara–119 55’ Bujur Timur; dan
5. garis batas zona ekonomi eksklusif antara Negara INDONESIA dengan Negara Filipina pada koordinat 3 6’ Lintang Utara–119 55’ Bujur Timur, 3 26’ Lintang Utara–121 21’ Bujur Timur, 3 48’ Lintang Utara–122 56’ Bujur Timur, 4 57’ Lintang Utara–124 51’ Bujur Timur, dan 5 2’ Lintang Utara–125 28’ Bujur Timur;
b. sebelah timur, yaitu sebagai berikut:
1. batas zona ekonomi eksklusif antara Negara INDONESIA dengan Negara Filipina pada koordinat 5 2’ Lintang Utara–125 28’ Bujur Timur ke arah selatan menuju bagian utara Pulau Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4 45’ Lintang Utara–125 29’ Bujur Timur;
2. garis yang menghubungkan Pulau Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4 45’ Lintang Utara–125 29’ Bujur Timur ke arah selatan menuju pantai barat Pulau Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4 43’ Lintang Utara–125 29’ Bujur Timur;
3. garis yang menghubungkan Pulau Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4 43’ Lintang Utara–125 29’ Bujur Timur ke arah selatan menuju Tanjung Tendabalu, Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 44’ Lintang Utara–125 27’ Bujur Timur;
4. garis yang menghubungkan Tanjung Tendabalu, Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 44’ Lintang Utara–125 27’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara menuju bagian selatan Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 22’ Lintang Utara–125 36’ Bujur Timur;
5. garis yang menghubungkan bagian selatan Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 22’ Lintang Utara–125 36’ Bujur Timur ke arah selatan menuju bagian utara Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 22’ Lintang Utara–125 36’ Bujur Timur;
6. garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 22’ Lintang Utara–125 36’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara ke Tanjung Punguwatu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 20’ Lintang Utara–125 36’ Bujur Timur;
7. garis yang menghubungkan Tanjung Punguwatu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 20’ Lintang Utara–125 36’ Bujur Timur ke arah barat daya menuju bagian utara Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 10’ Lintang Utara–125° 32’ Bujur Timur;
8. garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 10’ Lintang Utara–125° 32’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara menuju bagian selatan Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 9’ Lintang Utara–125° 31’ Bujur Timur;
9. garis yang menghubungkan bagian selatan Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 9’ Lintang Utara–125° 31’ Bujur Timur ke arah selatan menuju bagian utara Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 5’
Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur;
10. garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 5’ Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara menuju bagian selatan Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 3’ Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur;
11. garis yang menghubungkan bagian selatan Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 3’ Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur ke arah selatan ke Tanjung Nameng, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 48’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur;
12. garis yang menghubungkan Tanjung Nameng, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 48’ Lintang Utara– 125° 25’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Tinokolang, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 38’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur;
13. garis yang menghubungkan Tanjung Tinokolang, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 38’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur ke arah selatan
menuju Tanjung Tokanbamba, Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 23’ Lintang Utara–125° 26’ Bujur Timur;
14. garis yang menghubungkan Tanjung Tokanbamba, Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 23’ Lintang Utara–125° 26’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Toka, Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 18’ Lintang Utara– 125° 25’ Bujur Timur;
15. garis yang menghubungkan Tanjung Toka, Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 18’ Lintang Utara– 125° 25’ Bujur Timur ke arah selatan menuju Tanjung Meoh, Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 8’ Lintang Utara–125° 24’ Bujur Timur;
16. garis yang menghubungkan Tanjung Meoh, Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 8’ Lintang Utara–125° 24’ Bujur Timur ke arah barat sepanjang pantai barat Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Buang, Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang
Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 4’ Lintang Utara–125° 20’ Bujur Timur;
17. garis yang menghubungkan Tanjung Buang, Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 4’ Lintang Utara–125° 20’ Bujur Timur ke arah selatan menuju Tanjung Puisan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 1 41’ Lintang Utara– 125 9’ Bujur Timur;
c. sebelah selatan, yaitu sebagai berikut:
1. garis yang menghubungkan Tanjung Puisan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 1 41’ Lintang Utara– 125 9’ Bujur Timur ke arah barat sepanjang pantai utara Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Besar, Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1 19’ Lintang Utara–120 48’ Bujur Timur;
2. garis yang menghubungkan Tanjung Besar, Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1 19’ Lintang Utara– 120 48’ Bujur Timur ke arah barat menuju Tanjung Mangkalihat, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada koordinat 1 2’ Lintang Utara–118 59’ Bujur Timur;
d. sebelah barat, yaitu garis yang menghubungkan Tanjung Mangkalihat, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada koordinat 1 2’ Lintang Utara–118 59’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Kalimantan menuju pesisir Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada koordinat 4 10’ Lintang
Utara–117 35’ Bujur Timur.
(2) Peta batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Sulawesi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan PRESIDEN ini.
(3) Wilayah perencanaan rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Sulawesi berada di dalam batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Sulawesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).