(1) APBD terdiri atas Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah.
(2) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kerinci Tahun Anggaran 2023 berjumlah Rp.1.116.416.345.204,00,- tercliri atas pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah dengan rincian sebagai berikut :
1. Pendapatan Daerah Rp. 1.214.492.251.204,00,-
2. Belanja Daerah : Rp. 1.257.042.522.028,00,- Surplus/ (Defisit) : Rp.
(42.550.270.824,00,-)
.345.204,00,- yang bersumber Rp.
37.927.152.866,00,- Rp. 1.173.565.098.338,00,- Rp.
3.000.000.000,00,- dalam Pasal 3 huruf a,
14.144.036.641,00,-
4.621.000.000,00,-
8.962.116.225,00,-
10.200.000.000,00,-
3. Pembiayaan Daerah
a. Penerimaan
b. Pengeluaran Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan
(1) Pendapatan Daerah sebesar Rp. 1.116.416 dari :
a. Pendapatan Ash i Daerah
b. Pendapatan Transfer
c. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah : Rp.
53.550.270.824,00,- : Rp.
11.000.000.000,00,- : Rp.
42.550.270.824,00,- : Rp.
00,00,-
(1) Pendapatan Ash i Daerah sebagaimana dimaksud sebesar Rp.37.927.152.866,00,-, yang terdiri atas :
a. Pajak Daerah Rp.
b. Retribusi Daerah Rp.
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Rp.
yang dipisahkan
d. Lain-lain Pendapatan Ash i Daerah Rp.
yang Sah
(2) Pajak Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sebesar Rp.14.144.036.641,00,-
(3) Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sebesar Rp.4.621.000.000,00,-
(4) Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c sebesar Rp. 8.962.116.225,00,-
(5) Lain - lain Pendapatan Ash i Daerah Yang Sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d direncanakan sebesar Rp.10.200.000.000,00,-
(1) Pendapatan Transfer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b sebesar Rp.1.173.565.098.338,00,-, yang terdiri dari atas :
a. Transfer Pemerintah Pusat : Rp. 1.084.171.437.000,00,-
b. Transfer antar-daerah : Rp.
89.393.661.338,00,-
(2) Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a sebesar Rp. 1.084.171.437.000,00,-
(3) Pendapatan Transfer Antar Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, sebesar Rp.89.393.661.338,00,-
(1) Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c sebesar Rp.3.000.000.000,00,-, yang terdiri atas :
a. Pendapatan Hibah : Rp.
3.000.000.000,00,-
b. Dana Darurat : Rp.
000.00,-
c. Lain - lain Pendapatan sesuai dengan : Rp.
000,00,- peraturan perundang-undangan.
(2) Pendapatan Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sebesar Rp.3.000.000.000,00,-
(3) Dana Darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, Rp. Nihil.
(4) Lain - lain Pendapatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan sebagaimana pada ayat (1) huruf 2 sebesar Rp.Nihil
(1) Anggaran Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp.1.257.042.522.028,00,- yang terdiri atas •
a. Belanja Operasi : Rp.
725.838.531.141,00,-
b. Belanja Modal : Rp.
221.398.115.362,00,-
c. Belanja Tidak Terduga : Rp.
10.000.000.000,00,-
d. Belanja Transfer : Rp.
299.805.875.525,00,-
(1) Anggaran Belanja Operasi sebagaimana yang terdiri atas :
dimaksud pada ayat (1) huruf a
a. Belanja Pegawai • Rp.
477.097.443.979,00,-
b. Belanja Baran.g dan Jasa • Rp.
233.011.907.162,00,-
c. Belanja Bunga • Rp.
00,00,-
d. Belanja Subsidi • Rp.
00,00,-
e. Belanja Hibah • Rp.
15.724.180.000,00,-
f. Belanja Bantuan Sosial Rp.
5.000.000,00,-
(2) Belanja Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, sebesar Rp.477.097.443.979,00,-
(3) Belanja Barang dan Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, sebesar Rp. 233.011.907.162,00,-
(4) Belanja Bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, Rp.Nihil
(5) Belanja Subsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, Rp.Nihil
(6) Belanja Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e, sebesar Rp. 15.724.180.000,00,-
(7) Belanja Bantuan Sosial sebagaiman dimaksud pada ayat (1) huruf f, sebesar Rp.5.000.000,00,-
(1) Anggaran belanja modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b sebesar Rp.221.398.115.362,- yang terdiri atas :
a. Belanja modal tanah.
Rp.
3.350.000.000,00,-
b. Belanja modal peralatan dan mesin.
Rp.
45.215.159.579,00,-
c. Belanja modal bangunan dan gedung.
Rp.
101.695.557.803,00,-
d. Belanja modal jalan, jaringan dan irigasi Rp.
70.768.772.980,00,-
e. Belanja modal aset tetap lainnya: dan Rp.
208.625.000,00,-
f. Belanja modal aset lainnya.
Rp.
160.000.000,00,-
(2) Belanja modal tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sebesar Rp.3.350.000.000,00,-
(3) Belanja modal peralatan dan mesin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sebesar Rp.45.215.159.579,00,-
(4) Belanja modal bangunan dan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c sebesar Rp.101.695.557.803,00,-
(5) Belanja modal jalan, jaringan dan irigasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf d sebesar Rp.70.768.772.980,00,-
(6) Belanja modal aset tetap lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e sebesar Rp.208.625.000,00,-
(7) Belanja modal aset lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f sebesar Rp.160.000.000,00,-
(1) Anggaran belanja transfer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf d sebesar Rp.299.805.875.525,- yang terdiri dan:
a. Belanja bagi hasil; dan Rp.
1.432.003.665,00,-
b. Belanja bantuan keuangan.
Rp.
298.373.871.860,00,-
(2) Belanja bagi hasil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sebesar Rp. 1.432.003.665,00,-
(3) Belanja bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sebesar Rp.298.373.871.860,00,-
(1) Anggaran penerimaan pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf a Rp. 53.550.270.824,00,- yang terdiri atas :
a. Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya;
b. Pencairan dana cadangan;
c. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan;
d. Penerimaan pinjaman daerah;
e. Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah; dan
f. Penerimaan pembiayaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sebesar Rp.53.550.270.824,00,-
(3) Pencairan dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sebesar Rp.00,00,-
(4) Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c sebesar Rp.00,00,-
(5) Penerimaan pinjaman daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d sebesar Rp.00,00,-
(6) Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e sebesar Rp.00,00,-
(7) Penerimaan pembiayaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f sebesar Rp. 00,00,-
(1) Anggaran pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf b sebesar Rp.11.000.000.000,00,- yang terdiri atas :
a. Pembentukan dana cadangan;
b. Penyertaan modal daerah;
c. Pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo;
d. Pemberian pinjaman daerah; dan
e. Pengeluaran pembiayaan lainnya seuai dengan ketentuan peraturan.
perundang-undangan;
(2) Pembentukan dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sebesar Rp.00,00,-
(3) Penyertaan modal daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b sebesar Rp. 11.000.000.000,00,-
(4) Pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c sebesar Rp.00,00,-
(5) Pemberian pinjaman daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d sebesar Rp.00,00,-
(6) Pengeluaran pembiayaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e sebesar Rp.00,00,-
(1) Dalam keadaan darurat termasuk keperluan mendesak, Pemerintah Daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan/atau pengeluaran melebihi pagu yang ditetapkan dalam peraturan daerah ini, yang selanjutnya dimasukan dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023, dengan tata cara sesuai dengan cara terlebih dahulu melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang Penjabaran Perubahan APBD, dan pemberitahuan kepada Pimpinan DPRD selanjutnya disampaikan dan Laporan. Realisasi Anggaran
(2) Keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
a. Bencana alam, bencana non-alam, bencana sosial dan/atau kejadian luar biasa;
b. Pelaksanaan operasi pencairan dan pertolongan; dan/atau
c. Kerusakan sarana/prasarana yang dapat mengganggu kegiatan pelayanan publik
(3) Keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
a. Kebutuhan daerah dalam rangka pelayanan dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia dalam anggaran belanja;
b. Belanja daerah yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib;
c. Pengeluaran daerah yang berada diluar kendali Pemerintah Daerah tidak dapat diprediksikan sebelumnya, serta amanat peraturan perundang- undangan; dan/atau
d. Pengeluaran daerah lainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat.