(1) Batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Maluku meliputi:
a. sebelah utara, yaitu sebagai berikut:
1. garis yang menghubungkan Tanjung Punguwatu Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 20’ Lintang Utara-125 36’ Bujur Timur ke arah timur laut sepanjang pantai timur Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara menuju bagian timur Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 20’ Lintang Utara–125° 37’ Bujur Timur;
2. garis yang menghubungkan bagian timur Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 20’ Lintang Utara–125° 37’ Bujur Timur ke arah timur laut ke Tanjung Pallo Pulau Kaburuang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 43’ Lintang Utara–126° 49’ Bujur Timur;
3. garis yang menghubungkan Tanjung Pallo Pulau Kabaruan, Kabupaten Kepulauan
Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 43’ Lintang Utara–126° 49’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara menuju bagian utara Pulau Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 51’ Lintang Utara–126° 45’ Bujur Timur;
4. garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 51’ Lintang Utara–126° 45’ Bujur Timur ke arah barat menuju bagian selatan Pulau Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 49’ Lintang Utara–126° 4’ Bujur Timur;
5. garis yang menghubungkan bagian selatan Pulau Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 49’ Lintang Utara–126° 4’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Salebabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara menuju bagian timur Pulau Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 58’ Lintang Utara–126° 38’ Bujur Timur;
6. garis yang menghubungkan bagian timur Pulau Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 58’ Lintang Utara–126° 38’ Bujur Timur ke arah timur laut menuju bagian selatan Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4° 0’ Lintang Utara–126° 40’
Bujur Timur;
7. garis yang menghubungkan bagian selatan Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4° 0’ Lintang Utara–26° 40’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Anderuwo Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4° 29’ Lintang Utara–126° 51’ Bujur Timur;
8. garis yang menghubungkan Tanjung Anderuwo Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 4° 29’ Lintang Utara–126° 51’ Bujur Timur ke arah tenggara menuju Tanjung Sopi Pulau Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 2° 38’ Lintang Utara–128° 34’ Bujur Timur; dan
9. garis yang menghubungkan Tanjung Sopi Pulau Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 2° 38’ Lintang Utara–128° 34’ Bujur Timur ke arah tenggara sepanjang pantai barat Pulau Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara menuju Tanjung Wayabula, Pulau Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 16’ Lintang Utara–128° 11’ Bujur Timur;
b. sebelah timur, yaitu sebagai berikut:
1. garis yang menghubungkan Tanjung Wayabula Pulau Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 16’ Lintang Utara–128° 11’ Bujur Timur ke arah tenggara menuju
Tanjung Jojefa Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 2° 11’ Lintang Utara–128° 4’ Bujur Timur;
2. garis yang menghubungkan Tanjung Jojefa Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 2° 11’ Lintang Utara–128° 4’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara menuju Tanjung Rotan Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 0° 50’ Lintang Selatan–128° 13’ Bujur Timur;
3. garis yang menghubungkan Tanjung Rotan Pulau Halmahera, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 0° 50’ Lintang Selatan–128° 13’ Bujur Timur ke arah tenggara menuju Tanjung Pasiitam Pulau Bisa, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 10’ Lintang Selatan–127° 33’ Bujur Timur;
4. garis yang menghubungkan Tanjung Pasiitam Pulau Bisa, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 10’ Lintang Selatan–127° 33’ Bujur Timur ke arah selatan sepanjang pantai barat Pulau Bisa, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara menuju bagian selatan Pulau Bisa, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 17’ Lintang Selatan–127° 40’ Bujur Timur;
5. garis yang menghubungkan bagian selatan Pulau Bisa, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 17’
Lintang Selatan–127° 40’ Bujur Timur ke arah selatan menuju bagian utara Pulau Obimayor, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 20’ Lintang Selatan–127° 40’ Bujur Timur; dan
6. garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Obimayor, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 20’ Lintang Selatan–127° 40’ Bujur Timur ke arah barat sepanjang pantai utara Pulau Obimayor, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara menuju Tanjung Kawassi Pulau Obimayor, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 37’ Lintang Selatan–127° 23’ Bujur Timur;
c. sebelah selatan, yaitu sebagai berikut:
1. garis yang menghubungkan Tanjung Kawassi Pulau Obimayor, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 37’ Lintang Selatan–127° 23’ Bujur Timur ke arah barat menuju Tanjung Dehokolano Pulau Lifmatola, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 49’ Lintang Selatan – 126° 29’ Bujur Timur;
2. garis yang menghubungkan Tanjung Dehokolano Pulau Lifmatola, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 49’ Lintang Selatan–126° 29’ Bujur Timur ke arah barat sepanjang pantai utara Pulau Lifmatola, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara menuju bagian barat Pulau Lifmatola, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 49’ Lintang Selatan–126° 21’ Bujur Timur;
3. garis yang menghubungkan bagian barat Pulau Lifmatola, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 49’ Lintang Selatan–126° 21’ Bujur Timur ke arah barat laut menuju bagian timur Pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 49’ Lintang Selatan–126° 20’ Bujur Timur;
4. garis yang menghubungkan bagian timur Pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 49’ Lintang Selatan–126° 20’ Bujur Timur ke arah barat sepanjang pantai utara Pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara menuju Tanjung Dofa Pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 49’ Lintang Selatan– 125° 19’ Bujur Timur;
5. garis yang menghubungkan Tanjung Dofa Pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 49’ Lintang Selatan–125° 19’ Bujur Timur ke arah barat laut menuju Tanjung Fatokombu Pulau Taliabu, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 47’ Lintang Selatan–125° 19’ Bujur Timur;
6. garis yang menghubungkan Tanjung Fatokombu Pulau Taliabu, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 47’ Lintang Selatan–125° 19’ Bujur Timur ke arah barat sepanjang pantai utara Pulau Taliabu, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara menuju Tanjung Marikasu Pulau Taliabu, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 39’ Lintang Selatan–124° 24’ Bujur Timur; dan
7. garis yang menghubungkan Tanjung Marikasu Pulau Taliabu, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara pada koordinat 1° 39’ Lintang Selatan–124° 24’ Bujur Timur ke arah barat menuju Tanjung Balast Pulau Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 43’ Lintang Selatan–123° 34’ Bujur Timur;
d. sebelah barat, yaitu sebagai berikut:
1. garis yang menghubungkan Tanjung Balast Pulau Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 43’ Lintang Selatan–123° 34’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah menuju Tanjung Sumbolumbol Pulau Banggai, Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 28’ Lintang Selatan–123° 31’ Bujur Timur;
2. garis yang menghubungkan menuju Tanjung Sumbolumbol Pulau Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 28’ Lintang Selatan–123° 31’ Bujur Timur ke arah barat laut menuju Tanjung Keleko Pulau Peling, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 27’ Lintang Selatan–123° 30’ Bujur Timur;
3. garis yang menghubungkan Tanjung Keleko Pulau Peling, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 27’ Lintang Selatan–123° 30’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Peling, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah menuju Tanjung
Paisubatu Pulau Peling, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 13’ Lintang Selatan–123° 21’ Bujur Timur;
4. garis yang menghubungkan menuju Tanjung Paisubatu Pulau Peling, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 13’ Lintang Selatan–123° 21’ Bujur Timur ke arah barat laut menuju bagian utara Pulau Bakalan Pauno, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 8’ Lintang Selatan–123° 18’ Bujur Timur;
5. garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Bakalan Pauno, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 8’ Lintang Selatan–123° 18’ Bujur Timur ke arah utara menuju Tanjung Botok Pulau Sulawesi, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 3’ Lintang Selatan–123° 18’ Bujur Timur;
6. garis yang menghubungkan Tanjung Botok Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 1° 3’ Lintang Selatan–123° 18’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Sulawesi, Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah menuju Tanjung Pasirpanjang Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 0° 39’ Lintang Selatan–123° 24’ Bujur Timur;
7. garis yang menghubungkan Tanjung Pasirpanjang, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah pada koordinat 0° 39’ Lintang Selatan – 123° 24’ Bujur Timur ke arah utara menuju Tanjung Tombalilatu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
pada koordinat 0° 18’ Lintang Utara–123° 24’ Bujur Timur;
8. garis yang menghubungkan Tanjung Tombalilatu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada koordinat 0° 18’ Lintang Utara–123° 24’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Sulawesi menuju Tanjung Puisan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 1° 41’ Lintang Utara–125° 9’ Bujur Timur;
9. garis yang menghubungkan Tanjung Puisan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 1° 41’ Lintang Utara – 125° 9’ Bujur Timur ke arah utara menuju Tanjung Buang Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 4’ Lintang Utara–125° 20’ Bujur Timur;
10. garis yang menghubungkan Tanjung Buang Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 4’ Lintang Utara–125° 20’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Meoh Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 8’ Lintang Utara–125° 20’ Bujur Timur;
11. garis yang menghubungkan Tanjung Meoh Pulau Biaro, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 8’ Lintang Utara–125° 20’ Bujur Timur ke arah utara menuju Tanjung
Toka Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 18’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur;
12. garis yang menghubungkan Tanjung Toka Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 18’ Lintang Utara- 125° 25’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Tokanbamba Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 23’ Lintang Utara–125° 26’ Bujur Timur;
13. garis yang menghubungkan Tanjung Tokanbamba Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 23’ Lintang Utara–125° 26’ Bujur Timur ke arah utara menuju Tanjung Tinokolang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 38’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur;
14. garis yang menghubungkan Tanjung Tinokolang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 38’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara menuju Tanjung Nameng Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi
Sulawesi Utara pada koordinat 2° 48’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur;
15. garis yang menghubungkan Tanjung Nameng Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 2° 48’ Lintang Utara–125° 25’ Bujur Timur ke arah utara menuju bagian selatan Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 3’ Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur;
16. garis yang menghubungkan bagian selatan Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 3’ Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara menuju bagian utara Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 5’ Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur;
17. garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Para, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 5’ Lintang Utara–125° 30’ Bujur Timur ke arah utara menuju bagian selatan Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 9’ Lintang Utara–125° 31’ Bujur Timur;
18. garis yang menghubungkan bagian selatan Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 9’ Lintang Utara–125° 31’ Bujur Timur ke arah utara sepanjang pantai timur Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara menuju bagian utara Pulau Kahakitang, Kabupaten
Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 10’ Lintang Utara–125° 31’ Bujur Timur; dan
19. garis yang menghubungkan bagian utara Pulau Kahakitang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3° 10’ Lintang Utara–125° 31’ Bujur Timur ke arah timur laut menuju Tanjung Punguwatu Pulau Batunderang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara pada koordinat 3 20’ Lintang Utara-125 36’ Bujur Timur.
(2) Peta batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Maluku sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan PRESIDEN ini.
(3) Wilayah perencanaan rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Maluku berada di dalam batas rencana zonasi Kawasan Antarwilayah Laut Maluku sebagaimana dimaksud pada ayat (1).