Koreksi Pasal 29
PERPRES Nomor 40 Tahun 2022 | Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2022 tentang RENCANA ZONASI KAWASAN ANTARWILAYAH LAUT MALUKU
Teks Saat Ini
(1) Tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf a berupa Pelabuhan Laut.
(2) Pelabuhan Laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:
a. Pelabuhan Torosik di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara;
b. Pelabuhan Kotabunan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara;
c. Pelabuhan Buhias di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara;
d. Pelabuhan Sawang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara;
e. Pelabuhan Ulu Siau di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara;
f. Pelabuhan Dapalan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara;
g. Pelabuhan Lirung di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara;
h. Pelabuhan Melonguane di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara;
i. Pelabuhan Belang di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara;
j. Pelabuhan Bitung di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara;
k. Pelabuhan Bataka di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara;
l. Pelabuhan Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara;
m. Pelabuhan Matui di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara;
n. Pelabuhan Babang di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
o. Pelabuhan Guruapin di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
p. Pelabuhan Indari di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
q. Pelabuhan Koititi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
r. Pelabuhan Labuha di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
s. Pelabuhan Laiwui di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
t. Pelabuhan Loleo Jaya di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
u. Pelabuhan Makian di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
v. Pelabuhan Pigaraja di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
w. Pelabuhan Posi-Posi Gane di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
x. Pelabuhan Pulau Kayoa di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
y. Pelabuhan Saketa di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
z. Pelabuhan Wayaua di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
aa. Pelabuhan Yaba di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara;
bb. Pelabuhan Dama di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara;
cc. Pelabuhan Wayabula di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara;
dd. Pelabuhan Falabisahaya di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara;
ee. Pelabuhan Tikong di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara;
ff.
Pelabuhan Bastiong di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara;
gg. Pelabuhan Mangga Dua di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara;
hh. Pelabuhan Moti di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara;
ii.
Pelabuhan Tifure di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara;
jj.
Pelabuhan Ternate/A.Yani di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara;
kk. Pelabuhan Gita/Payahe di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara;
ll.
Pelabuhan Maidi/Lifofa di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara;
mm. Pelabuhan Soasio/Goto di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara; dan nn. Pelabuhan Sofifi di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.
(3) Dalam hal terdapat perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), lokasi, hierarki, pembangunan, pengoperasian, dan pengembangan Pelabuhan dilaksanakan sesuai dengan perubahan Rencana Induk Pelabuhan Nasional.
Koreksi Anda
