(1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
a. Pendapatan Asli Daerah
1. Semula Rp. 610.373.869.673,00
2. Berkurang Rp 239.078.369.216,00
Jumlah Pendapatan
Asli Daerah
Setelah Perubahan Rp. 371.295 .500.457,00
b. Dana Perimbangan
1. Semula Rp. 1.148.576.963.000,00
2. Berkurang Rp 94.403.576.625,00
Jumlah Dana Perimbangan
Setelah Perubahan Rp. 1.054.173.386.375,00
c. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
1. Semula Rp.
260.910.316.286,00
2. Bertambah Rp
27.211.480.835,00
Jumlah Lain-Lain Pendapatan
Daerah Yang Sah
Setelah Perubahan Rp.
288.121.797.121,00
(2) Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan:
a. Pajak Daerah
1. Semula Rp.
370.000.000.000,00
2. Berkurang Rp
148.000.000.000,00
Jumlah Pajak Daerah
Setelah Perubahan Rp.
222.000.000.000,00
b. Retribusi Daerah
1. Semula Rp.
78.025.943.210,00
2. Berkurang Rp.
24.615.530.069,00
Jumlah Retribusi Daerah
Setelah Perubahan Rp.
53.410.413.141,00
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
1. Semula Rp.
14.262.172.969,00
2. Berkurang Rp.
1.729.121.611,00
Jumlah Hasil
Pengelolaan Kekayaan
Daerah yang Dipisahkan
Setelah Perubahan Rp.
12.533.051.358,00
d. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
1. Semula Rp.
148.085.753.494,00
2. Berkurang Rp.
64.733.717.536,00
Jumlah Lain-Lain Pendapatan
Asli Daerah Yang Sah
Setelah Perubahan Rp.
83.352.035.958,00
(3) Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan:
a. Dana Bagi Hasil Pajak /Bagi Hasil Bukan Pajak
1. Semula Rp.
45.845.888.000,00
2. Bertambah Rp.
12.738.873.375,00
Jumlah Dana Bagi
Hasil Pajak/ Bagi
Hasil Bukan Pajak
Setelah Perubahan Rp.
58.584.761.375,00
b. Dana Alokasi Umum
1. Semula Rp.
880.832.566.000,00
2. Berkurang Rp.
67.112.256.000,00
Jumlah Dana Alokasi
Umum
Setelah Perubahan Rp.
813.720.310.000,00
c. Dana Alokasi Khusus
1. Semula Rp.
221.898.509.000,00
2. Berkurang Rp.
40.030.194.000,00
Jumlah Dana Alokasi
Khusus
Setelah Perubahan Rp.
181.868.315.000,00
(4) Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan:
a. Pendapatan Hibah
1. Semula Rp.
44.928.492.218,00
2. Bertambah Rp.
3.321.353.090,00
Jumlah Pendapatan Hibah
Setelah Perubahan Rp.
48.249.845.308,00
b. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya :
1. Semula Rp.
159.394.436.068,00
2. Berkurang Rp.
4.063.478.255,00
Jumlah Bagi Hasil
Pajak dari Provinsi
Setelah Perubahan Rp.
155.330.957.813,00
c. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
1. Semula Rp.
56.587.388.000,00
2. Berkurang Rp.
4.599.394.000,00
Jumlah Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
Setelah Perubahan Rp.
51.987.994.000,00
d. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau dari Pemerintah Daerah lainnya
1. Semula Rp.
0,00
2. Bertambah Rp.
32.553.000.000,00
Jumlah Bantuan Keuangan
Dari Provinsi
Setelah Perubahan Rp.
32.553.000.000,00
(1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
a. Belanja Tidak Langsung
1. Semula Rp.
919.650.687.209,00
2. Bertambah Rp.
21.713.825.868,00
Jumlah Belanja
Tidak Langsung
Setelah Perubahan Rp.
941.364.513.077,00
b. Belanja Langsung
1. Semula Rp.
1.189.639.989.750,00
2. Berkurang Rp.
320.173.426.553,00
Jumlah Belanja Langsung
Setelah Perubahan Rp.
869.466.563.197,00
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja:
a. Belanja Pegawai
1. Semula Rp.
823.070.525.209,00
2. Berkurang
Rp.
91.544.435.419,00
Jumlah Belanja Pegawai
Setelah Perubahan Rp.
731.526.089.790,00
b. Belanja Bunga
1. Semula Rp.
28.000.000,00
2. Bertambah /
Berkurang Rp.
0,00
Jumlah Belanja Bunga
Setelah Perubahan Rp.
28.000.000,00
c. Belanja Hibah
1. Semula Rp.
68.090.900.000,00
2. Berkurang Rp.
20.606.800.000,00
Jumlah Belanja Hibah
Setelah Perubahan Rp.
47.484.100.000,00
d. Belanja Bantuan Sosial
1. Semula Rp.
25.461.762.000,00
2. Berkurang Rp.
17.368.600.000,00
Jumlah Belanja Sosial
Setelah Perubahan Rp.
8.093.162.000,00
e. Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/ Kabupaten/Kota/Pemerintahan Desa dan Partai Politik
1. Semula Rp.
999.500.000,00
2. Bertambah /
Berkurang Rp 0,00
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/ Kabupaten/Kota/ Pemerintahan Desa dan Partai Politik
Setelah Perubahan Rp.
999.500.000,00
f. Belanja Tidak Terduga
1. Semula Rp.
2.000.000.000,00
2. Bertambah Rp.
151.233.661.287,00
Jumlah Tidak Terduga
Setelah Perubahan Rp.
153.233.661.287,00
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
a. Belanja Pegawai
1. Semula Rp.
30.813.266.000,00
2. Berkurang Rp.
13.361.596.000,00
Jumlah Belanja Pegawai
Setelah Perubahan Rp.
17.451.670.000,00
b. Belanja Barang dan Jasa
1. Semula Rp.
733.536.750.750,00
2. Berkurang Rp.
130.372.037.553,00
Jumlah Belanja
Barang dan Jasa
Setelah Perubahan Rp.
603.164.713.197,00
c. Belanja Modal
1. Semula Rp.
425.289.973.000,00
2. Berkurang Rp.
176.439.793.000,00
Jumlah Belanja Modal
Setelah Perubahan Rp.
248.850.180.000,00
(1) Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
a. Penerimaan
1. Semula Rp.
100.000.000.000,00
2. Bertambah Rp.
5.310.864.321,00
Jumlah Penerimaan
Setelah Perubahan Rp.
105.310.864.321,00
b. Pengeluaran
1. Semula Rp.
10.570.472.000,00
2. Berkurang Rp
2.500.000.000,00
Jumlah Pengeluaran
Setelah Perubahan Rp.
8.070.472.000,00
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan:
a. SiLPA tahun anggaran sebelumnya
1. Semula Rp.
100.000.000.000,00
2. Bertambah Rp
5.310.864.321,00
Jumlah SiLPA tahun
anggaran sebelumnya
Setelah Perubahan Rp.
105.310.864.321,00
b. Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman/Dana Bergulir
1. Semula Rp.
0,00
2. Bertambah /
Berkurang Rp 0,00
Jumlah Penerimaan Pinjaman
Daerah dan Obligasi Daerah
Setelah Perubahan Rp.
0,00
c. Penerimaan dari Pihak Ketiga
1. Semula Rp.
0,00
2. Bertambah /
Berkurang Rp.
0,00
Jumlah Penerimaan
dari Pihak Ketiga
Setelah Perubahan Rp.
0,00
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:
a. Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah
1. Semula Rp.
10.126.000.000,00
2. Berkurang Rp.
2.500.000.000,00
Jumlah Penyertaan Modal
(Investasi) Pemerintah Daerah
Setelah Perubahan Rp.
7.626.000.000,00
b. Pembayaran pokok utang
1. Semula Rp.
444.472.000,00
2. Bertambah /
Berkurang Rp.
0,00
Jumlah pokok utang
Setelah Perubahan Rp.
444.472.000,00
c. Pemberian pinjaman daerah
1. Semula Rp.
0,00
2. Bertambah /
Berkurang Rp.
0,00
Jumlah Pemberian
pinjaman daerah
Setelah Perubahan Rp.
0,00
d. Pengembalian Kepada Pihak Ketiga
1. Semula Rp.
0,00
2. Bertambah Rp.
0,00
Jumlah Pengembalian
dari Pihak Ketiga
Setelah Perubahan Rp.
0,00
(1) Dalam rangka mengantisipasi pendanaan keadaan darurat termasuk belanja untuk keperluan mendesak, Pemerintah Kota Surakarta dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, yang selanjutnya diusulkan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran.
(2) Keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) meliputi:
a. bencana alam, bencana non alam, bencana sosial dan/atau kejadian luar biasa;
b. pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan;
dan/atau
c. kerusakan sarana/prasarana yang dapat mengganggu kegiatan pelayanan publik.
(3) Belanja untuk keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup:
a. kebutuhan daerah dalam rangka pelayanan dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia dalam tahun anggaran berjalan;
b. belanja daerah yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib;
c. pengeluaran daerah yang berada di luar kendali Pemerintah Kota Surakarta dan tidak dapat diprediksikan sebelumnya, serta amanat peraturan perundang-undangan;
d. pengeluaran daerah lainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pemerintah daerah dan/atau masyarakat; dan/atau
e. program dan kegiatan yang sumber dananya dari Dana Transfer Pemerintah Pusat, Kebijakan Pemerintah Pusat, Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah dan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dananya diterima setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ditetapkan beserta dana pendamping dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
(4) Pendanaan keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Pemerintah Kota Surakarta dapat menggunakan Belanja Tidak Terduga, menggunakan dana dari hasil penjadwalan ulang capaian target kinerja program dan kegiatan lainnya dalam tahun anggaran berjalan dan/atau memanfaatkan uang kas yang tersedia.
(5) Penyediaan anggaran untuk pendanaan keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilaksanakan dengan terlebih dahulu melakukan perubahan Peraturan Walikota Tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 dengan pemberitahuan kepada Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, untuk selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020.
(6) Dalam hal penyediaan anggaran untuk pendanaan keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) dan keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terjadi setelah Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ditetapkan, maka ditampung dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2020.
Uraian lebih lanjut tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari:
a. Lampiran I Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
b. Lampiran II Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi.
c. Lampiran IIa Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Menurut Organisasi dan Urusan Pemerintahan.
d. Lampiran III Rincian Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan.
e. Lampiran IV Rekapitulasi Perubahan Belanja menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan.
f. Lampiran IVa Rekapitulasi Perubahan Penggunaan Sumber Dana Menurut Jenis Pendapatan dan Jenis Penerimaan Terhadap Jenis Belanja dan Jenis Pengeluaran.
g. Lampiran V Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk keselarasan dan keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara.
h. Lampiran VI Daftar Jumlah Pegawai per Golongan dan Per Jabatan.
i. LampiranVII Daftar Piutang Daerah
j. Lampiran VIII Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah
k. Lampiran IX Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah.
l. Lampiran X Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lainnya.
m. Lampiran XI Daftar Kegiatan–kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini.
n. Lampiran XII Daftar Dana Cadangan Daerah
o. Lampiran XIII Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.