(1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) terdiri dari :
a. Pendapatan Asli Daerah sejumlah Rp.
155,636,249,862.00
b. Dana perimbangan sejumlah Rp.
1,385,906,149,200.00
c. Lain - lain Pendapatan Daerah yang sah sejumlah Rp.
590,576,001,540.00
(2) Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimasud pada ayat (1) huruf 1 terdiri dari jenis pendapatan :
a. Pajak Daerah sejumlah Rp.
35,083,033,385.00
b. Retribusi Daerah sejumlah Rp.
14,343,221,684.00
c. Hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan sejumlah Rp.
2,886,469,000.00
d. Lain - lain Pendapatan Asli Daerah sejumlah Rp.
103,323,525,793.00
(3) Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan :
a. Dana Bagi Hasil sejumlah Rp.
37,714,407,200.00
b. Dana Alokasi Umum sejumlah Rp.
1,088,618,062,000.00
c. Dana Alokasi Khusus sejumlah Rp.
259,573,680,000.00
(4) Lain – lain Pendapatan Daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan :
a. Hibah sejumlah Rp.
-
b. Dana darurat sejumlah Rp.
-
c. Dana Bagi Hasil Pajak sejumlah Rp.
55,829,114,500.00
d. Dana Penyesuaian & Otonomi Khusus sejumlah Rp.
497,402,068,000.00
e. Bantuan Keuangan dari Propinsi atau dari Pemerintah Daerah Lainnya sejumlah Rp.
37,344,819,040.00
(1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Belanja Tidak Langsung sejumlah Rp.
1,466,820,727,000.00
b. Belanja Langsung sejumlah Rp.
696,083,414,400.00
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai sejumlah Rp.
1,086,702,208,000.00
b. Belanja bunga sejumlah Rp.
3,310,970,000.00
c. Belanja subsidi sejumlah Rp.
45,761,192,000.00
d. Belanja hibah sejumlah Rp.
9,220,000,000.00
e. Belanja bantuan sosial sejumlah Rp.
780,000,000.00
f. Belanja bagi hasil sejumlah Rp.
-
g. Belanja bantuan keuangan sejumlah Rp.
320,046,357,000.00
h. Belanja tidak terduga sejumlah Rp.
1,000,000,000.00
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai sejumlah Rp.
22,052,330,250.00
b. Belanja barang dan jasa sejumlah Rp.
353,078,660,337.00
c. Belanja modal sejumlah Rp.
320,952,423,813.00
(1) Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Penerimaan sejumlah Rp.
39,136,812,798.00
b. Pengeluaran sejumlah Rp.
8,351,072,000.00
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan :
a. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya (SILPA) sejumlah Rp.
37,136,812,798.00
b. Pencairan dana cadangan sejumlah Rp.
0.00
c. Hasil penjualan kekayaan Daerah yang dipisahkan sejumlah Rp.
0.00
d. Penerimaan pinjaman Daerah sejumlah Rp.
0.00
e. Penerimaan kembali pemberian pinjaman sejumlah Rp.
0.00
f. Penerimaan piutang Daerah sejumlah Rp.
2,000,000,000.00
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari pembiayaan :
a. Pembentukan dana cadangan sejumlah Rp.
0.00
b. Penyertaan modal (Investasi) Pemerintah Daerah sejumlah Rp.
5,000,000,000.00
c. Pembayaran pokok utang sejumlah Rp.
3,047,072,000.00
d. Pemberian pinjaman Daerah sejumlah Rp.
0.00
e. Pembayaran Utang Pemda Rp.
304,000,000.00
Uraian lebih lanjut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari :
1. Lampiran I Ringkasan APBD;
2. Lampiran II
2. Lampiran II Ringkasan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organsasi ;
3. Lampiran III Rincian APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan ;
4. Lampiran IV Rekapitulasi Belanja menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan ;
5. Lampiran V Rekapitulasi Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara ;
6. Lampiran VI Daftar Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan;
7. Lampiran VII Daftar Piutang Daerah;
8. Lampiran VIII Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah;
9. Lampiran IX Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah ;
10. Lampiran X Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lainnya;
11. Lampiran XI Daftar Kegiatan – kegiatan Tahun Anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam Tahun Anggaran ini;
12. Lampiran XII Daftar Dana Cadangan Daerah; dan
13. Lampiran XIII Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.