Koreksi Pasal 4
PERPRES Nomor 21 Tahun 2009 | Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2009 tentang RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010
Teks Saat Ini
Ciri uang rupiah pecahan 2.000 (dua ribu) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah:
1. Warna bagian muka dan bagian belakang uang dicetak dengan warna dominan abu- abu.
2. Gambar
a. bagian muka 1) gambar utama berupa gambar Pahlawan Nasional Pangeran Antasari dan di bawahnya dicantumkan tulisan “PANGERAN ANTASARI”;
2) pada sebelah kiri gambar utama dan di tepi kiri dan kanan bagian tengah terdapat gambar ornamen daerah Kalimantan, serta pada bagian tepi kanan atas dan bawah terdapat garis melengkung berwarna kuning yang akan memendar hijau kekuningan di bawah sinar ultra violet;
3) pada sebelah kiri bawah gambar utama dengan arah horizontal terdapat tulisan “BANK INDONESIA” dan di bawah tulisan tersebut terdapat tulisan “DUA RIBU RUPIAH”;
4) pada sebelah kiri atas gambar utama dengan arah horizontal dan pada sebelah kanan tanda air dengan arah vertikal, terdapat angka nominal “2000”;
5) pada sebelah kiri gambar utama, di bawah angka nominal “2000” terdapat gambar saling isi (rectoverso) yang apabila diterawangkan ke arah cahaya akan terlihat logo Bank INDONESIA secara utuh;
6) pada sebelah kiri gambar utama, di bawah gambar saling isi (rectoverso) terdapat kode tuna netra yang berbentuk sebuah kotak persegi panjang;
7) pada sebelah kanan atas gambar utama terdapat gambar tersembunyi (latent image) tulisan BI dalam bingkai persegi panjang berbentuk ornamen daerah Kalimantan yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu;
8) pada sebelah kanan atas gambar utama terdapat gambar Lambang Negara Kesatuan Republik INDONESIA, yaitu Garuda Pancasila;
9) pada sebelah kanan bawah gambar utama terdapat angka tahun pencetakan “2009” (angka 2009 akan berubah sesuai dengan tahun pencetakan uang), tulisan “DEWAN GUBERNUR”, tanda tangan Deputi Gubernur Senior Bank INDONESIA beserta tulisan “DEPUTI GUBERNUR SENIOR”, dan tanda tangan Deputi Gubernur Bank INDONESIA beserta tulisan “DEPUTI GUBERNUR”;
10) sebagai latar belakang dan pengisi bidang terdiri dari garis-garis bergelombang, miring, dan rangkaian garis melengkung yang membentuk ornamen daerah Kalimantan;
11) mikroteks yaitu teks yang hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar terdapat:
a) pada sebelah kiri gambar utama yang mengisi angka nominal “2000” berupa tulisan BANK INDONESIA;
b) pada sebelah kiri atas dan bawah gambar utama berupa tulisan BANK INDONESIA membentuk ornamen daerah Kalimantan;
c) di tepi ornamen daerah Kalimantan berupa tulisan DUA RIBURUPIAH dalam bentuk melingkar;
d) di tepi kiri dan kanan bagian tengah berupa tulisan BANK INDONESIA yang tersusun horizontal;
12) miniteks yaitu teks dengan ukuran kecil yang dapat dibaca tanpa bantuan kaca pembesar terdapat di atas dan di bawah tanda air berupa tulisan BANK INDONESIA yang berbentuk lengkungan dengan ukuran teks yang berbeda.
b. bagian belakang 1) gambar utama berupa gambar Tarian Adat Dayak, Kalimantan dan pada sebelah kanannya dicantumkan tulisan “TARIAN ADAT DAYAK”;
2) pada sebelah kanan atas gambar utama terdapat tulisan “BANK INDONESIA”;
3) di bawah gambar utama terdapat tulisan “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BANK INDONESIA MENGELUARKAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI DUA RIBU RUPIAH”;
4) pada sebelah kanan bawah dengan arah horizontal dan pada sebelah kiri atas dengan arah vertikal terdapat angka nominal “2000”;
5) nomor seri yang terdiri dari 3 (tiga) huruf dan 6 (enam) angka terletak pada sebelah kiri bawah uang yang dicetak dengan tinta berwarna hitam yang akan memendar hijau di bawah sinar ultra violet dan pada sebelah kanan atas di bawah tulisan “BANK INDONESIA” dicetak dengan tinta berwarna merah yang akan memendar oranye di bawah sinar ultra violet;
6) pada sebelah kanan atas di bawah nomor seri terdapat gambar saling isi (rectoverso) yang apabila diterawangkan ke arah cahaya akan terlihat logo Bank INDONESIA secara utuh;
7) pada sebelah kanan bawah terdapat tulisan nama perusahaan percetakan uang atau pemasok uang, dan angka tahun emisi “2009”;
8) mikroteks yaitu teks yang hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar terdapat:
a) di tepi kiri dan kanan bagian tengah berupa tulisan BANK INDONESIA yang tersusun horizontal;
b) di tepi kanan gambar utama berupa tulisan BANK INDONESIA yang membentuk garis vertikal;
c) pada sebelah kanan bawah gambar utama yang mengisi angka nominal “2000” berupa tulisan BANK INDONESIA;
9) miniteks yaitu teks dengan ukuran kecil yang dapat dibaca tanpa bantuan kaca pembesar terdapat di atas dan di bawah tanda air berupa tulisan BANK INDONESIA yang berbentuk garis melengkung dengan warna dan ukuran teks yang berbeda.
3. Bahan kertas uang memiliki spesifikasi sebagai berikut:
a. terbuat dari serat kapas;
b. ukuran panjang 141 mm dan lebar 65 mm;
c. warna abu-abu;
d. tidak memendar di bawah sinar ultra violet;
e. tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional Pangeran Antasari;
f. benang pengaman tertanam dan memuat tulisan “BI2000” berulang- ulang.
Koreksi Anda
