Koreksi Pasal II
PERMEN Nomor 6 Tahun 2024 | Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2024 tentang PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN NOMOR 7 TAHUN 2021 TENTANG PERUBAHAN DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL
Teks Saat Ini
Peraturan Menteri Koordinator ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Koordinator ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 15 Mei 2024
MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
AIRLANGGA HARTARTO
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Mei 2024
DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
ASEP N. MULYANA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2024 NOMOR 257
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2024 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN NOMOR 7 TAHUN 2021 TENTANG PERUBAHAN DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL
PERUBAHAN DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL
I.
PROYEK NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI A. Sektor Jalan dan Jembatan
1. Jalan Tol Serang - Panimbang Provinsi Banten
2. Jalan Tol Pandaan - Malang Provinsi Jawa Timur
3. Jalan Tol Manado - Bitung Provinsi Sulawesi Utara
4. Jalan Tol Balikpapan - Samarinda Provinsi Kalimantan Timur
5. Jalan Tol Medan - Binjai - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Sumatera Utara
6. Jalan Tol Pekanbaru - Kandis - Dumai - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Riau
7. Jalan Tol Kisaran - Tebing Tinggi - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Sumatera Utara
8. Jalan Tol Sigli - Banda Aceh - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Aceh
9. Jalan Tol Binjai - Langsa - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Aceh dan Sumatera Utara
10. Jalan Tol Bukittinggi - Padang Panjang - Lubuk Alung - Padang - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Sumatera Barat
11. Jalan Tol Pekanbaru - Bangkinang - Payakumbuh - Bukittinggi - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau
12. Jalan Tol Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Prapat - Tarutung - Sibolga - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Sumatera Utara
13. Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) - Tempino - Jambi - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan
14. Jalan Tol Jambi - Rengat - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Jambi dan Riau
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI
15. Jalan Tol Rengat - Pekanbaru - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Riau
16. Jalan Tol Simpang Indralaya - Muara Enim - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Sumatera Selatan
17. Jalan Tol Lubuk Linggau - Curup - Bengkulu - bagian dari Trans Sumatera Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu
18. Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung Provinsi Sumatera Selatan
19. Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan Provinsi Jawa Barat
20. Jalan Tol Ciawi - Sukabumi - Ciranjang - Padalarang Provinsi Jawa Barat
21. Jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Provinsi Banten
22. Jalan Tol Serpong - Cinere Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat
23. Jalan Tol Cinere - Jagorawi Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat
24. Jalan Tol Cimanggis - Cibitung Provinsi Jawa Barat
25. Jalan Tol Cibitung - Cilincing Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat
26. Jalan Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat
27. Jalan Tol Serpong - Balaraja Provinsi Banten
28. Jalan Tol Semanan - Sunter - bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta Provinsi DKI Jakarta
29. Jalan Tol Sunter - Pulo Gebang - bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta Provinsi DKI Jakarta
30. Jalan Tol Duri Pulo - Kampung Melayu - bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta Provinsi DKI Jakarta
31. Jalan Tol Kemayoran - Kampung Melayu - bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta Provinsi DKI Jakarta
32. Jalan Tol Ulujami - Tanah Abang - bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta Provinsi DKI Jakarta
33. Jalan Tol Pasar Minggu - Casablanca - bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta Provinsi DKI Jakarta
34. Jalan Tol Pasuruan - Probolinggo Provinsi Jawa Timur
35. Jalan Tol Probolinggo - Banyuwangi (Target Penyelesaian Tahun 2024 Ruas Jalan Tol Probolinggo - Besuki) Provinsi Jawa Timur
36. Jalan Tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar Provinsi Jawa Timur
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI
37. Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Sisi Selatan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat
38. Jalan Tol Semarang - Demak Provinsi Jawa Tengah
39. Jalan Tol Yogyakarta - Bawen Provinsi Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah
40. Pembangunan Fly Over dari dan Menuju Terminal Teluk Lamong Provinsi Jawa Timur
41. Jalan Tol Ngawi - Kertosono - Kediri Provinsi Jawa Timur
42. Jalan Tol Depok - Antasari (termasuk Bojonggede - Salabenda) Provinsi Jawa Barat
43. Jalan Tol Solo - Yogyakarta - Kulon Progo Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi D.I.
Yogyakarta
44. Jalan Tol Bogor Ring Road (termasuk Caringin - Salabenda) Provinsi Jawa Barat
45. Jalan Tol Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap (Target Penyelesaian Tahun 2024 Ruas Jalan Tol Gedebage - Tasikmalaya) Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah
46. Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Provinsi Jawa Barat
47. Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk - Negara - Pekutatan - Soka - Mengwi Provinsi Bali
48. Pembangunan Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru/New Priok Eastern Access (NPEA) Provinsi DKI Jakarta
49. Pengembangan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, M.Sc. Section Harbour Road II (Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur - Pluit (Elevated)) Provinsi DKI Jakarta
50. Pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung:
a. North - South Link Bandung; dan
b. Bandung Inter Urban Toll Road Provinsi Jawa Barat B. Sektor Pelabuhan
51. Pelabuhan KEK Maloy Provinsi Kalimantan Timur
52. Pelabuhan Sanur - Nusa Ceningan/Lembongan Provinsi Bali
53. Pelabuhan Likupang Provinsi Sulawesi Utara
54. Makassar New Port Provinsi Sulawesi Selatan
55. Terminal Multipurpose Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur
56. Pembangunan Pelabuhan Patimban Provinsi Jawa Barat
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI
57. Pengembangan Pelabuhan Terminal Kijing Provinsi Kalimantan Barat
58. Pengembangan Pelabuhan Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur
59. Pengembangan Pelabuhan Sorong Provinsi Papua Barat
60. Pengembangan Pelabuhan Teluk Palu Provinsi Sulawesi Tengah
61. Pengembangan Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung Provinsi Sumatera Utara
62. Pengembangan Pelabuhan Hub Internasional Bitung Provinsi Sulawesi Utara
63. Pengembangan Pelabuhan Benoa (Bali Maritime Tourism Hub) Provinsi Bali
64. Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru/New Palembang Provinsi Sumatera Selatan
65. Pembangunan Pelabuhan Terminal Peti Kemas Muaro Jambi Provinsi Jambi C. Sektor Bandar Udara
66. Bandar Udara Baru Yogyakarta - Kulon Progo Provinsi D.I. Yogyakarta
67. Bandar Udara Kediri Provinsi Jawa Timur
68. Bandar Udara Komodo - Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur
69. Pengembangan Bandar Udara Internasional Lombok Praya Provinsi Nusa Tenggara Barat
70. Pembangunan Bandar Udara Nabire Baru Provinsi Papua
71. Pembangunan Bandar Udara Siboru Fak Fak Provinsi Papua Barat
72. Pengembangan Bandar Udara Raja Haji Abdullah Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau D. Sektor Kereta
73. Kereta Api Makassar - Parepare (Tahap I dari Pengembangan Jalur Lintas Barat Sulawesi Bagian Selatan) Provinsi Sulawesi Selatan
74. Kereta Api Tebing Tinggi - Kuala Tanjung (mendukung KEK Sei Mangkei, bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera) Provinsi Sumatera Utara
75. Kereta Api Rantau Prapat - Kota Pinang (Target Penyelesaian Tahun 2024 hingga Pondok S5) Provinsi Sumatera Utara
76. Kereta Api Akses Bandar Udara Baru Yogyakarta - Kulon Progo Provinsi D.I. Yogyakarta
77. Double Track Jawa Selatan Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi D.I. Yogyakarta, dan Provinsi Jawa Timur
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI
78. High Speed Railway Jakarta - Bandung Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat
79. Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat
80. Kereta Api Logistik Lahat - Kertapati Provinsi Sumatera Selatan
81. Infrastruktur Kereta Api Logistik di Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Timur
82. Light Rail Transit (LRT) Provinsi Sumatera Selatan (Metro Palembang) Provinsi Sumatera Selatan
83. Light Rail Transit (LRT) Jakarta Segmen Velodrome - Manggarai Provinsi DKI Jakarta
84. Jakarta Mass Rapid Transit (MRT) North - South (Bundaran HI - Kota - Ancol Barat) Provinsi DKI Jakarta
85. Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta East - West Phase I Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, dan Provinsi Jawa Barat E. Sektor Kawasan
86. Kawasan Industri Kuala Tanjung Provinsi Sumatera Utara
87. Kawasan Industri Landak Provinsi Kalimantan Barat
88. Kawasan Industri Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
89. Kawasan Industri Jorong Provinsi Kalimantan Selatan
90. Kawasan Industri Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan
91. Kawasan Industri Morowali Provinsi Sulawesi Tengah
92. Kawasan Industri Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara
93. Kawasan Industri Teluk Bintuni dan Pengembangan Industri Metanol, Amonia, dan Pemanfaatan Karbon dari hasil CCUS/CCS di Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat
94. Kawasan Industri Tanah Kuning Provinsi Kalimantan Utara
95. Kawasan Industri Wilmar Serang Provinsi Banten
96. Kawasan Industri Pulau Obi Provinsi Maluku Utara
97. Kawasan Industri Weda Bay Provinsi Maluku Utara
98. Kawasan Industri Takalar Provinsi Sulawesi Selatan
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI
99. Kawasan Industri Tanjung Enim Provinsi Sumatera Selatan
100. Kawasan Terintegrasi Bakauheni Provinsi Lampung
101. Kawasan Industri Terpadu Batang Provinsi Jawa Tengah
102. Kawasan Industri INDONESIA Konawe Industrial Park (IKIP) Provinsi Sulawesi Tenggara
103. Kawasan Industri Tanjung Sauh Provinsi Kepulauan Riau
104. Kawasan Industri INDONESIA Pomalaa Industry Park Provinsi Sulawesi Tenggara
105. Kawasan Industri Motui Provinsi Sulawesi Tenggara
106. Kawasan Industri Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara
107. Kawasan Industri Pulau Ladi Provinsi Kepulauan Riau
108. Kawasan Industri Pupuk Fakfak Provinsi Papua Barat
109. Kawasan Industri INDONESIA Huabao Industrial Park Provinsi Sulawesi Tengah
110. Kawasan Industri INDONESIA Dahuaxing Industry Park (IDIP) Provinsi Sulawesi Tengah
111. Kawasan Industri INDONESIA Huali Industry Park (IHIP) Provinsi Sulawesi Selatan
112. Kawasan Pengembangan Pangan dan Energi Merauke Provinsi Papua Selatan
113. Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy & Smart-Eco Industrial Park (GESEIP) Provinsi Kepulauan Riau
114. Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate (NEPIE) Provinsi Sulawesi Tengah
115. Kawasan Industri Patimban Industrial Estate Provinsi Jawa Barat
116. Kawasan Industri INDONESIA Giga Industry Park (IGIP) Provinsi Sulawesi Tenggara
117. Kawasan Industri Kolaka Resources Industrial Park (KRIP) Provinsi Sulawesi Tenggara
118. Kawasan Industri ASPIRE Stargate (ASPR) Provinsi Sulawesi Tenggara
119. Kawasan Industri Neo Energy Morowali Industrial Estate (NEMIE) Provinsi Sulawesi Tengah
120. Pengembangan Kawasan Industri Toapaya, Pulau Poto, dan Kampung Masiran Provinsi Kepulauan Riau
121. Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land (SWL)
Provinsi Jawa Timur
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI
122. Kawasan Pengembangan Terpadu Bumi Serpong Damai (Kawasan Khusus Pendidikan, Riset, Ekonomi Digital, dan Pengembangan Teknologi, Industri Kreatif, Kesehatan dan Biomedical Terpadu) Provinsi Banten F. Sektor Perumahan
123. Pembangunan Rumah Susun Provinsi DKI Jakarta
124. Pembangunan Bantuan Rumah Swadaya Nasional G. Sektor Bendungan dan Irigasi
125. Bendungan Marangkayu Provinsi Kalimantan Timur
126. Bendungan Kuningan Provinsi Jawa Barat
127. Bendungan Bendo Provinsi Jawa Timur
128. Bendungan Gongseng Provinsi Jawa Timur
129. Bendungan Tukul Provinsi Jawa Timur
130. Bendungan Pidekso Provinsi Jawa Tengah
131. Bendungan Tugu Provinsi Jawa Timur
132. Bendungan Karalloe Provinsi Sulawesi Selatan
133. Bendungan Keureuto Provinsi Aceh
134. Bendungan Tapin Provinsi Kalimantan Selatan
135. Bendungan Passeloreng Provinsi Sulawesi Selatan
136. Bendungan Lolak Provinsi Sulawesi Utara
137. Bendungan Bintang Bano Provinsi Nusa Tenggara Barat
138. Bendungan Karian Provinsi Banten
139. Bendungan Rukoh dan Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh Provinsi Aceh
140. Bendungan Way Sekampung Provinsi Lampung
141. Bendungan Kuwil Kawangkoan Provinsi Sulawesi Utara
142. Bendungan Ladongi Provinsi Sulawesi Tenggara
143. Bendungan Ciawi Provinsi Jawa Barat
144. Bendungan Sukamahi Provinsi Jawa Barat
145. Bendungan Leuwikeris Provinsi Jawa Barat
146. Bendungan Cipanas Provinsi Jawa Barat
147. Bendungan Tiga Dihaji Provinsi Sumatera Selatan
148. Bendungan Semantok Provinsi Jawa Timur
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI
149. Bendungan Pamukkulu Provinsi Sulawesi Selatan
150. Bendungan Bener Provinsi Jawa Tengah
151. Bendungan Sadawarna Provinsi Jawa Barat
152. Bendungan Lausimeme Provinsi Sumatera Utara
153. Bendungan Sidan Provinsi Bali
154. Bendungan Marga Tiga Provinsi Lampung
155. Bendungan Bagong Provinsi Jawa Timur
156. Bendungan Randugunting Provinsi Jawa Tengah
157. Bendungan Mbay Provinsi Nusa Tenggara Timur
158. Bendungan Bulango Ulu Provinsi Gorontalo
159. Bendungan Napun Gete Provinsi Nusa Tenggara Timur
160. Bendungan Temef Provinsi Nusa Tenggara Timur
161. Bendungan Way Apu Provinsi Maluku
162. Bendungan Meninting Provinsi Nusa Tenggara Barat
163. Bendungan Tamblang Provinsi Bali
164. Bendungan Beringin Sila Provinsi Nusa Tenggara Barat
165. Bendungan Tiu Suntuk Provinsi Nusa Tenggara Barat
166. Bendungan Manikin Provinsi Nusa Tenggara Timur
167. Bendungan Jlantah Provinsi Jawa Tengah
168. Bendungan Jragung Provinsi Jawa Tengah
169. Bendungan Sepaku Semoi Provinsi Kalimantan Timur
170. Bendungan Budong-Budong Provinsi Sulawesi Barat
171. Bendungan Ameroro Provinsi Sulawesi Tenggara
172. Bendungan Karangnongko Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur
173. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Lhok Guci Provinsi Aceh
174. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Jambo Aye Kanan Provinsi Aceh
175. Pembangunan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Lematang Provinsi Sumatera Selatan
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI
176. Pembangunan Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Baliase Provinsi Sulawesi Selatan
177. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Gumbasa Provinsi Sulawesi Tengah
178. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Rentang Provinsi Jawa Barat
179. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Glapan Provinsi Jawa Tengah
180. Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Komering Provinsi Sumatera Selatan H. Sektor Air Bersih dan Sanitasi
181. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat Provinsi Jawa Tengah
182. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan Provinsi Jawa Timur
183. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung
184. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur Provinsi Jawa Barat dan Provinsi DKI Jakarta
185. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Wosusokas Provinsi Jawa Tengah
186. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian - Serpong Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta
187. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Benteng - Kobema (Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, dan Seluma) Provinsi Bengkulu
188. Sarana dan Prasarana Air Baku Karian
Provinsi Banten
189. Jakarta Sewerage System (JSS)
Provinsi DKI Jakarta I.
Sektor Tanggul Pantai
190. Tanggul Pantai Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Banten J. Sektor Energi
191. Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela Provinsi Maluku
192. Pengembangan Lapangan Gendalo, Gandang, Gehem, dan Bangka (INDONESIA Deepwater Development Project/IDD) Provinsi Kalimantan Timur
193. Proyek Tangguh LNG Train 3 Provinsi Papua Barat
194. Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran - Tiung Biru Provinsi Jawa Timur
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI
195. Pengembangan Lapangan Ubadari, CCUS, dan Compresion (UCC Project) di Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat
196. Pengembangan Lapangan Gas Asap, Kido, dan Merah (AKM) Provinsi Papua Barat
197. Kilang Minyak Tuban (Ekspansi) Provinsi Jawa Timur
198. Upgrading Kilang-Kilang Eksisting/Refinery Development Master Plan (RDMP) Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Riau, dan Provinsi Sumatera Selatan
199. Upgrading Kilang Eksisting (RDMP) dan Industri Petrokimia Balongan Provinsi Jawa Barat
200. Konstruksi Tangki Penyimpanan BBM INDONESIA Bagian Timur
201. Konstruksi Tangki Penyimpanan LPG INDONESIA Bagian Timur
202. Pembangunan Jaringan Gas Kota Nasional
203. Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Cirebon - Semarang (Tahap I Ruas Semarang - Batang dan Tahap II Ruas Batang - Indramayu) serta Ruas Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei - Dumai Provinsi Jawa Barat - Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Sumatera Utara - Provinsi Riau
204. Pembangunan Bahan Bakar Hijau (Green Refinery RU IV Cilacap, Hidrogenasi CPO RU IV Cilacap, Green Refinery RU III Plaju, Katalis Merah Putih Pupuk Kujang Cikampek) Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Sumatera Selatan, dan Provinsi Jawa Barat
205. Pengembangan Biofuel dari Metanol dan Etanol di Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur
206. Gasifikasi Batubara di Tanjung Enim Provinsi Sumatera Selatan
207. Gasifikasi Batubara di Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur
208. North Hub Development Project Selat Makassar
Provinsi Kalimantan Timur K. Sektor Teknologi
209. Percepatan Pembangunan Technopark Nasional
210. Proyek Satelit Multifungsi Nasional
211. Pengembangan Drone Male Kombatan (Male Unmaned Combat Aerial Vehicle) Nasional
212. Pengembangan Teknologi Produksi IVO dan Bensin Sawit dengan Katalis Merah Putih yang Terintegrasi dengan Kebun Rakyat Nasional
213. Pengembangan Industri Garam Nasional
214. Palapa Ring Integrasi Nasional
NO.
DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL LOKASI L. Sektor Pendidikan
215. Pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional INDONESIA Provinsi Jawa Barat
M. Sektor Pariwisata
216. Proyek Pariwisata Seribu Pulau di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta
217. Proyek Pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Tropical Coastland Provinsi Banten
N. Sektor Perkebunan
218. Pembangunan Kelapa Dalam dan Industri Turunannya Provinsi Papua Barat
II. PROGRAM NO.
DAFTAR PROGRAM STRATEGIS NASIONAL KETERANGAN PROGRAM STRATEGIS NASIONAL
1. Program Ketenagalistrikan Program Ketenagalistrikan terdiri dari:
a. Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) (daftar proyek diatur dalam Peraturan
tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan);
b. Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Nasional;
c. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Skala Besar di Kepulauan Riau; dan
d. Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Sungai Mentarang di Kalimantan Utara.
2. Program Pemerataan Ekonomi Percepatan Penyelesaian Pengukuhan Kawasan Hutan, Perhutanan Sosial, Reforma Agraria, Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, Peremajaan Kebun Rakyat, dan Lahan Pertanian bagi Masyarakat Korban Konflik di Provinsi Aceh.
3. Program Pengembangan Kawasan Perbatasan 10 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Jalan Perbatasan Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Paralel Perbatasan Provinsi Kalimantan Utara dan Jalan Akses Perbatasan Kalimantan Utara.
4. Program Pengembangan Jalan Akses Exit Toll 58 lokasi Exit tol pada 10 Provinsi.
5. Program Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Fokus lokasi di DPSP Danau Toba, DPSP Borobudur, DPSP Mandalika, DPSP Labuan Bajo, dan DPSP Likupang.
6. Program Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Daftar proyek diatur dalam Peraturan
tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
7. Program Pembangunan Smelter
Program Pembangunan Smelter terdiri dari:
a. Pembangunan 8 (delapan) Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Komoditas Nikel oleh:
1) PT Artabumi Sentra Industri di Morowali, Sulawesi Tengah;
2) PT Wanxiang Nickel INDONESIA di Morowali, Sulawesi Tengah;
NO.
DAFTAR PROGRAM STRATEGIS NASIONAL KETERANGAN PROGRAM STRATEGIS NASIONAL 3) PT Artha Mining Industry di Bombana, Sulawesi Tenggara;
4) PT Ceria Nugraha Indotama di Kolaka, Sulawesi Tenggara;
5) PT Macika Mineral Industri di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara;
6) PT Virtue Dragon Nickel Industry di Konawe, Sulawesi Tenggara;
7) PT Aneka Tambang P3FH di Halmahera Timur, Maluku Utara; dan 8) PT Aneka Tambang Niterra Haltim di Halmahera Timur, Maluku Utara.
b. Pembangunan 4 (empat) Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Komoditas Bauksit oleh:
1) PT Dinamika Sejahtera Mandiri di Sanggau, Kalimantan Barat;
2) PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (ekspansi) di Ketapang, Kalimantan Barat;
3) PT Borneo Alumina INDONESIA di Mempawah, Kalimantan Barat;
dan 4) PT Tianshan Alumina INDONESIA di Lingga, Kepulauan Riau.
c. Pembangunan 2 (dua) Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Komoditas Tembaga oleh:
1) PT Freeport INDONESIA di Gresik, Jawa Timur; dan 2) PT Amman Mineral Industri di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
d. Pembangunan 1 (satu) Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Komoditas Pasir Besi dan Vanadium oleh PT Alchemist Metal Industry di Halmahera Utara, Maluku Utara.
e. Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Komoditas Nikel Terintegrasi dengan Penambangan:
NO.
DAFTAR PROGRAM STRATEGIS NASIONAL KETERANGAN PROGRAM STRATEGIS NASIONAL 1) Smelter PT Bahodopi Nickel Smelting INDONESIA dan Tambang PT Vale INDONESIA Blok Bahodopi di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah; dan 2) Smelter PT Kolaka Nikel INDONESIA dan Tambang PT Vale INDONESIA Blok Pomala di Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.
f. Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Komoditas Nikel Terintegrasi dengan Penambangan serta Kawasan Industri dalam rangka Pengembangan EV Battery Nasional PT Aneka Tambang Group, PT Industri Baterai INDONESIA, serta mitranya di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.
8. Program Peningkatan Penyediaan Pangan Nasional/Food Estate
Daftar proyek diatur dalam Peraturan PRESIDEN tentang Program Peningkatan Penyediaan Pangan Nasional Melalui Pengembangan Kawasan Food Estate.
9. Program Pengembangan Superhub Bali - Nusa Tenggara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Integrasi PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III, dan PT Pelindo IV ke dalam PT Pelindo II.
10. Program Percepatan Pengembangan Wilayah yang ditetapkan dalam Peraturan
mengenai Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan dan Peraturan mengenai Ibu Kota Negara Program terdiri dari:
a. Percepatan Pembangunan Kawasan Strategis Nasional Ibu Kota Negara dan Infrastruktur Pendukung Ibu Kota Negara yang berpedoman pada UNDANG-UNDANG Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara dan Peraturan
Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara beserta perubahannya;
b. Percepatan Pengembangan Wilayah yang ditetapkan dalam Peraturan
tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal - Semarang - Salatiga - Demak - Grobogan, Kawasan Purworejo - Wonosobo - Magelang - Temanggung, dan Kawasan Brebes - Tegal - Pemalang;
NO.
DAFTAR PROGRAM STRATEGIS NASIONAL KETERANGAN PROGRAM STRATEGIS NASIONAL
c. Percepatan Pengembangan Wilayah yang ditetapkan dalam Peraturan
tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan;
d. Percepatan Pengembangan Wilayah yang ditetapkan dalam Peraturan PRESIDEN tentang Rencana Induk Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun;
e. Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan; dan
f. Percepatan Pengembangan Wilayah Lainnya yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang- undangan.
11. Program Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Kawasan Ekonomi Khusus yang ditetapkan oleh PRESIDEN.
12. Program Revitalisasi Industri Gula Nasional dan Hilirisasi Industri Kelapa Sawit Integrasi Grup PT Perkebunan Nusantara melalui pembentukan SugarCo, PalmCo, dan SupportingCo.
13. Program Pengembangan Kawasan Eco-City Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City di Provinsi Kepulauan Riau sesuai dengan masterplan.
14. Program Pertumbuhan Industri Pariwisata dan Penerbangan Peningkatan Konektivitas Udara dalam rangka Pertumbuhan Industri Pariwisata dan Penerbangan
15. Program Pengoperasian dan Modernisasi Jalan Tol Penerapan Multi-Lane Free Flow (MLFF) untuk Pengoperasian dan Modernisasi Jalan Tol
MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
AIRLANGGA HARTARTO
Koreksi Anda
