1. Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini:
a) Kepala Kantor MENETAPKAN kembali tarif cukai dengan ketentuan sebagai berikut:
1) tarif cukai yang ditetapkan kembali tidak boleh lebih rendah dari tarif cukai yang berlaku; dan/ atau 2) harga jual eceran tidak boleh lebih rendah dari Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram yang berlaku, sebagaimana tercantum dalam Lampiran II atau Lampiran III Peraturan Menteri ini.
b) Dalam rangka kegiatan pelayanan pita cukai berlaku ketentuan sebagai berikut:
1) penetapan kembali sebagaimana dimaksud pada huruf a dapat digunakan untuk kegiatan penyediaan pita cukai yang dilaksanakan setelah diundangkannya Peraturan Menteri ini dengan tetap memperhatikan ketentuan mengenai penyediaan dan pemesanan pita cukai yang berlaku; dan 2) batas waktu pelekatan pita cukai yang telah dipesankan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 198/PMK.010/2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau adalah sampai dengan tanggal 1 Februari 2017.
2. Ketentuan mengenai:
a. Batasan Jumlah Produksi Pabrik sebagaimana tercantum dalam Lampiran I;
b. Batasan Harga Jual Eceran per Batang atau Gram dan Tarif Cukai per batang atau gram sebagaimana tercantum dalam Lampiran II; dan
c. Tarif cukai dan batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram untuk setiap jenis hasil tembakau yang diimpor sebagaimana tercantum dalam Lampiran III, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini, mulai berlaku pada tanggal l Januari 2017.
3. Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 September 2016
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 4 Oktober 2016
DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd
WIDODO EKATJAHJANA
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 147/PMK.010/2016 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 179/PMK.011/2012 TENTANG TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU
GOLONGAN PENGUSAHA PABRIK HASIL TEMBAKAU
No.
Urut Pengusaha Pabrik Batasan Jumlah Produksi Pabrik Jenis Golongan
1. SKM I Lebih dari 3 miliar batang II Tidak lebih dari 3 miliar batang
2. SPM I Lebih dari 3 miliar batang II Tidak lebih dari 3 miliar batang
3. SKT atau SPT I Lebih dari 2 miliar batang II Lebih dari 500 juta batang tetapi tidak lebih dari 2 miliar batang IIIA Lebih dari 10 juta batang tetapi tidak lebih dari 500 juta batang IIIB Tidak lebih dari 10 juta batang
4. SKTF atau SPTF I Lebih dari 3 miliar batang II Tidak lebih dari 3 miliar batang
5. TIS Tanpa Golongan Tanpa batasan jumlah produksi
6. KLM atau KLB Tanpa Golongan Tanpa batasan jumlah produksi
7. CRT Tanpa Golongan Tanpa batasan jumlah produksi
8. HPTL Tanpa Golongan Tanpa batasan jumlah produksi
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
SRI MULYANI INDRAWATI
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 147/PMK.010/2016 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 179/PMK.011/2012 TENTANG TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU
BATASAN HARGA JUAL ECERAN DAN TARIF CUKAI PER BATANG ATAU GRAM HASIL TEMBAKAU BUATAN DALAM NEGERI
No.
Urut Golongan pengusaha pabrik hasil tembakau Batasan harga jual eceran per batang atau gram Tarif cukai per batang atau gram Jenis Golongan
1. SKM I Paling rendah Rp 1.120,00 Rp 530,00 II Lebih dari Rp 820,00 Rp 365,00 Paling rendah Rp 655,00 sampai dengan Rp 820,00 Rp 335,00
2. SPM I Paling rendah dari Rp 1.030,00 Rp 555,00 II Lebih dari Rp 900,00 Rp 330,00 Paling rendah Rp 585,00 sampai dengan Rp 900,00 Rp 290,00
3. SKT atau SPT I Lebih dari Rp 1.215,00 Rp 345,00 Paling rendah Rp 860,00 sampai dengan Rp 1.215,00 Rp 265,00 II Lebih dari Rp 730,00 Rp 165,00 Paling rendah Rp 470,00 sampai dengan Rp 730,00 Rp 155,00 IIIA Paling rendah Rp 465,00 Rp 100,00 IIIB Paling rendah Rp 400,00 Rp 80,00
4. SKTF atau SPTF I Paling rendah Rp 1.120,00 Rp 530,00 II Lebih dari Rp 820,00 Rp 365,00 Paling rendah Rp 655,00 sampai dengan Rp 820,00 Rp 335,00
5. TIS Tanpa Golongan Lebih dari Rp 275,00 Rp 28,00 Lebih dari Rp 180,00 sampai dengan Rp 275,00 Rp 22,00 Paling rendah Rp 55,00 sampai dengan Rp 180,00 Rp 6,00
6. KLB Tanpa Golongan Lebih dari Rp 290,00 Rp 28,00 Paling rendah Rp 200,00 sampai dengan Rp 290,00 Rp 22,00
7. KLM Tanpa Golongan Paling rendah Rp 200,00 Rp 22,00
8. CRT Tanpa Golongan Lebih dari Rp 198.000,00 Rp
110.000,00 Lebih dari Rp 55.000,00 sampai dengan Rp 198.000,00 Rp
22.000,00 Lebih dari Rp 22.000,00 sampai dengan Rp 55.000,00 Rp
11.000,00 Lebih dari Rp 5.500,00 sampai dengan Rp 22.000,00 Rp
1.320,00 Paling rendah Rp 495,00 sampai dengan Rp 5.500,00 Rp 275,00
9. HPTL Tanpa Golongan Paling rendah Rp 305,00 Rp 110,00
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
SRI MULYANI INDRAWATI
LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 147/PMK.010/2016 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 179/PMK.011/2012 TENTANG TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU
TARIF CUKAI DAN HARGA JUAL ECERAN MINIMUM HASIL TEMBAKAU YANG DIIMPOR No. Urut Jenis Hasil Tembakau Batasan HJE terendah per batang atau gram Tarif Cukai per batang atau gram
1. SKM Rp
1.120,00 Rp 530,00
2. SPM Rp
1.030,00 Rp 555,00
3. SKT atau SPT Rp
1.215,00 Rp 345,00
4. SKTF atau SPTF Rp
1.120,00 Rp 530,00
5. TIS Rp 276,00 Rp 28,00
6. KLB Rp 291,00 Rp 28,00
7. KLM Rp 200,00 Rp 22,00
8. CRT Rp
198.001,00 Rp 110.000,00
9. HPTL Rp 305,00 Rp 110,00
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
SRI MULYANI INDRAWATI