Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 6

PERMEN Nomor 24 Tahun 2012 | Peraturan Menteri Nomor 24 Tahun 2012 tentang PENGELOLAAN DANA PEMELIHARAAN KESEHATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DAN TENTARA NASIONAL INDONESIA

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Mekanisme pengajuan DPK oleh Kapusku Kemhan kepada Kemenkeu sebagai berikut: a. Pusku TNI, Ditku/Disku Angkatan dan Bidkukem Pusku Kemhan mengajukan Surat Permohonan Pengembalian DPK ke Kapusku Kemhan atas perhitungan DPK yang telah dipotong dari Gaji Induk (gaji bulan berjalan atau susulan), dan Gaji Terusan oleh KPPN; b. Kapusku Kemhan mengajukan Surat Permohonan Pengembalian DPK kepada Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu dengan tembusan Dirjen Renhan Kemhan dalam hal ini Dirminlakgar Ditjen Renhan Kemhan; c. Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu mengeluarkan Keputusan Pembayaran (KP) tentang Pembayaran Pengembalian atas Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga dengan mencantumkan besaran DPK; d. Kapusku Kemhan menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Direktur Pengelolaan Kas Negara Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu sesuai Keputusan Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu; dan e. KPPN menerbitkan SP2D untuk DPK ke rekening Kapusku Kemhan. (2) Mekanisme penerbitan Keputusan DPK sebagai berikut: a. Kapusku Kemhan mengajukan Permohonan Penerbitan Surat Keputusan Pembayaran Pengembalian Penerimaan PFK 2% (dua persen) Gaji induk dan PFK 2% (dua persen) Gaji Terusan bulan bersangkutan kepada Dirjen Renhan Kemhan, dalam hal ini Dirminlakgar Ditjen Renhan Kemhan, dengan melampirkan Keputusan Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu; b. Dirjen Renhan Kemhan berdasarkan Surat Permohonan Penerbitan Keputusan DPK dari Kapusku Kemhan, selanjutnya menerbitkan Keputusan Menteri Pertahanan tentang DPK kepada Ka U.O; c. Ka U.O berdasarkan Keputusan Menhan menerbitkan Keputusan DPK sebagai berikut: 1. Ka U.O Kemhan kepada Ka Satker/Ka Subsatker; 2. Ka U.O Mabes TNI kepada Ka Satker; dan 3. Ka U.O Angkatan kepada Ka Kotama/Balakpus di jajarannya; d. Ka Kotama/Balakpus berdasarkan Keputusan DPK Ka U.O, menerbitkan Keputusan DPK kepada Ka Satker di jajarannya; e. Ka Satker/Ka Subsatker Kemhan berdasarkan Keputusan DPK Ka U.O, menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP); f. Ka Satker Mabes TNI berdasarkan Keputusan DPK Ka U.O, menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP); dan g. Ka Satker Angkatan berdasarkan Keputusan DPK Ka Kotama/Balakpus menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP). (3) Mekanisme penyaluran Pendanaan DPK sebagai berikut: a. Kapusku Kemhan berdasarkan Keputusan DPK Menhan, menyalurkan NPBM DPK kepada Kapusku TNI, Dirku/Kadisku Angkatan dan Kabidkukem Pusku Kemhan; b. Kapusku TNI, Dirku/Kadisku Angkatan berdasarkan NPBM Kapusku Kemhan dan Keputusan DPK Ka U.O, menerbitkan NPBP kepada Kaku/Kadisku Kotama/Lakpus; c. Kabidkukem Pusku Kemhan berdasarkan NPBM Kapusku Kemhan, menerbitkan NPBP kepada Pekas Kemhan; d. Kaku/Kadisku Kotama/Lakpus berdasarkan NPBP Kapusku TNI, Dirku/Kadisku Angkatan dan Keputusan DPK Pangkotama/Kabalakpus, menerbitkan NPB kepada Pekas yang melayani; e. Ka Satker Kemhan berdasarkan Keputusan DPK Ka U.O Kemhan mencairkan DPK ke Pekas Kemhan; f. Ka Satker Mabes TNI/Angkatan setelah menerima Keputusan DPK Kotama/Lakpus mencairkan DPK ke Pekas yang melayani; dan g. Ka Satker di lingkungan Kemhan dan TNI setelah menerima DPK dari Pekas, selanjutnya menyalurkan kepada Faskes di jajarannya.
Koreksi Anda