PENGGOLONGAN RUMAH NEGARA
(1) Penggolongan Rumah Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a diatur dengan mempertimbangkan kebutuhan dan ketersediaan Rumah Negara yang ada di lingkungan Kemhan dan TNI.
(2) Penggunaan lebih lanjut dari Rumah Negara ditentukan berdasarkan kriteria:
a. tipe Rumah Negara;
b. bentuk Rumah Negara; dan
c. fungsi dan kegunaan Rumah Negara.
Penggolongan Rumah Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) terdiri atas:
a. Rumah Negara Golongan I;
b. Rumah Negara Golongan II; dan
c. Rumah Negara Golongan III.
Rumah Negara Golongan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a terdiri atas:
a. Rumah Negara yang digunakan oleh pemegang jabatan tertentu dan karena sifat jabatannya harus bertempat tinggal di rumah tersebut serta hak penghuniannya terbatas selama pejabat yang bersangkutan masih memegang jabatan tersebut; dan
b. Rumah Negara yang berfungsi secara langsung melayani dan/atau terletak dalam lingkungan kantor, kesatrian, rumah sakit, instansi pendidikan dan latihan, pangkalan laut militer, pangkalan udara militer, laboratorium atau instansi penelitian dan pengembangan, serta diperuntukkan bagi Anggota yang masih aktif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rumah Negara Golongan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b yaitu Rumah Negara yang mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dari instansi Kemhan dan/atau TNI dan hanya disediakan untuk dihuni oleh Anggota aktif di lingkungan Kemhan dan TNI dan apabila telah berhenti dan/atau pensiun Rumah Negara dikembalikan kepada Kemhan dan/atau TNI.
Rumah Negara Golongan III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c adalah Rumah Negara yang tidak termasuk Golongan I dan Golongan II yang dapat dijual kepada penghuninya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
Tipe Rumah Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a sebagai berikut:
a. tipe Rumah Negara Golongan I;
b. tipe Rumah Negara Golongan II;
Tipe Rumah Negara Golongan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a diperuntukkan bagi Anggota yang menjabat di lingkungan Kemhan dan/atau TNI sebagai rumah jabatan terdiri atas:
a. rumah jabatan tipe khusus, diperuntukkan bagi Menteri, Wakil Menteri, Panglima TNI, atau Kepala Staf Angkatan;
b. rumah jabatan tipe A-1, diperuntukkan bagi Sekretaris Jenderal Kemhan, Kepala Staf Umum TNI, Inspektur Jenderal Kemhan, Inspektur Jenderal TNI, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI, Komandan Komando Pendidikan dan Latihan, atau Pejabat lain yang setingkat;
c. rumah jabatan tipe A-2, diperuntukkan bagi Direktur Jenderal Kemhan, Asisten Panglima TNI, Asisten Kepala Staf Angkatan, Inspektur Jenderal Angkatan, Kepala Badan Pembinaan Hukum TNI, Komandan Jenderal Akademi TNI, Pejabat Pejabat eselon I, atau Pejabat lain yang setingkat;
d. rumah jabatan tipe A-3, diperuntukkan bagi Pejabat yang berpangkat Brigadir Jenderal/Laksamana Pertama/Marsekal Pertama, Pejabat eselon II, atau Pejabat lain yang setingkat;
e. rumah jabatan Tipe B, diperuntukkan bagi Pejabat yang berpangkat Kolonel, Pejabat eselon III, atau Pejabat lain yang setingkat;
f. rumah jabatan tipe C, diperuntukkan bagi Pejabat yang berpangkat Letnan Kolonel, Mayor, Pejabat eselon IV, atau pejabat lain yang setingkat;
g. rumah jabatan tipe D, diperuntukkan bagi Pejabat yang berpangkat Perwira Pertama, atau Pejabat lain yang setingkat; dan
h. rumah jabatan tipe E, diperuntukkan bagi Pejabat yang berpangkat Bintara, atau Pejabat lain yang setingkat.
Tipe Rumah Negara Golongan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b diperuntukkan bagi Anggota yang berdinas di lingkungan Kemhan dan/atau TNI sebagai Rumah Negara terdiri atas:
a. Rumah Negara tipe A diperuntukkan bagi Anggota yang berpangkat Perwira Tinggi atau Anggota lain yang setingkat;
b. Rumah Negara tipe B diperuntukkan bagi Anggota yang berpangkat Kolonel, atau Anggota lain yang setingkat;
c. Rumah Negara tipe C diperuntukkan bagi Anggota yang berpangkat Letnan Kolonel, Mayor atau Anggota lain yang setingkat;
d. Rumah Negara tipe D diperuntukkan bagi Anggota yang berpangkat Perwira Pertama atau Anggota lain yang setingkat; dan
e. Rumah Negara tipe E diperuntukkan bagi Anggota yang berpangkat Bintara, Tamtama atau Anggota lain yang setingkat.
Dalam hal rumah negara yang belum ditetapkan tipe dan peruntukannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dan Pasal 11 penetapannya diatur sebagai berikut:
a. Rumah Negara di lingkungan Kemhan dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal Kemhan selaku KPB;
b. Rumah Negara di lingkungan Markas Besar TNI dilaksanakan oleh Kepala Staf Umum TNI yang ditunjuk oleh Panglima TNI selaku KPB; dan
c. Rumah Negara di lingkungan Angkatan dilaksanakan oleh Kepala Staf Angkatan selaku PPB-E1.
Bangunan Rumah Negara dapat berbentuk:
a. bangunan Rumah Susun;
b. bangunan rumah flat/maisonette; dan
c. bangunan rumah tapak.
(1) Bangunan Rumah Susun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf a merupakan bangunan bertingkat yang berhubungan erat dengan kepentingan instansi/kesatuan di lingkungan Kemhan dan TNI dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi.
(2) Penggunaan Rumah Susun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi Anggota aktif atas izin dari PPB-E1 dan/atau Pejabat yang ditunjuk di lingkungan masing-masing.
(3) Segala biaya yang timbul atas pemeliharaan bangunan Rumah Susun dibebankan kepada penghuni yang diatur oleh PPB-E1 dan/atau Pejabat yang ditunjuk di lingkungan masing-masing.
(1) Bangunan rumah flat/maisonette sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf b merupakan bangunan bertingkat yang dapat dihuni oleh 1 (satu) keluarga atau lebih.
(2) Penggunaan bangunan flat/maisonette sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh PPB-E1dan/atau Pejabat yang ditunjuk di lingkungan masing-masing.
(1) Bangunan rumah tapak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf c merupakan bangunan Rumah Negara yang tidak bertingkat yang dapat dihuni oleh 1 (satu) keluarga.
(2) Penggunaan bangunan rumah tapak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh PPB-E1 dan/atau Pejabat yang ditunjuk di lingkungan masing-masing.
Rumah Negara sesuai fungsi dan kegunaannya dapat dibedakan sebagai berikut:
a. asrama/kesatrian;
b. kompleks Rumah Negara;
c. mess;
d. rumah peristirahatan; dan
e. guest house/wisma.
(1) Asrama/kesatrian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf a yaitu Rumah Negara Golongan I yang berada dalam lingkungan kesatrian diperuntukkan bagi Anggota kesatuan sesuai dengan pangkat dan jabatannya.
(2) Asrama/kesatrian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi anggota aktif atas izin dari PPB-E1 dan/atau pejabat yang ditunjuk di lingkungannya masing-masing.
(3) Penggunaan Rumah Negara Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh pimpinan/komandan kesatuan.
(1) Kompleks Rumah Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf b merupakan bangunan Rumah Negara Golongan II yang berhubungan erat dengan kepentingan instansi/kesatuan di lingkungan Kemhan dan/atau TNI dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi.
(2) Kompleks Rumah Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi anggota aktif atas izin dari
PPB-E1 dan/atau Pejabat yang ditunjuk di lingkungannya masing-masing.
(3) Penggunaan kompleks Rumah Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh PPB-E1 dan/atau Pejabat yang ditunjuk di lingkungannya masing-masing.
(1) Mess sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf c merupakan Rumah Negara yang digunakan bersama, khusus diperuntukkan bagi Anggota tanpa keluarga untuk sementara waktu atau tetap.
(2) Penggunaan Mess sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi anggota aktif disesuaikan dengan golongan dan kepangkatan.
(3) Penggunaan Mess diatur oleh PPB-E1 dan/atau Pejabat yang ditunjuk di lingkungan masing-masing.
(1) Rumah peristirahatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf d merupakan Rumah Negara yang digunakan bersama untuk keperluan istirahat atau rekreasi bagi anggota Kemhan dan TNI beserta keluarga.
(2) Penggunaan Rumah Peristirahatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperuntukkan bagi anggota aktif disesuaikan dengan golongan dan kepangkatan.
(3) Penggunaan rumah peristirahatan diatur oleh PPB-E1 dan/atau Pejabat yang ditunjuk di lingkungannya masing-masing.
(1) Guest house/wisma sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf e merupakan Rumah Negara yang disediakan untuk tamu-tamu Kemhan dan TNI yang sedang melaksanakan tugas kedinasan; dan
(2) Penggunaan guest house/wisma sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) diperuntukkan bagi anggota aktif disesuaikan dengan golongan dan kepangkatan.
(3) Penggunaan guest house/wisma diatur oleh PPB-E1 dan/atau Pejabat yang ditunjuk di lingkungannya masing-masing.