Koreksi Pasal 26
PERDA Nomor 17 Tahun 2019 | Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan Dan Kawasan Pemukiman Tahun 2019-2039
Teks Saat Ini
(1) Jaringan transportasi sungai dan penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf c, terdiri atas:
a. pelabuhan dan alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai; dan
b. pelabuhan dan lintas penyeberangan.
(2) Pelabuhan sungai sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi:
a. pelabuhan Tanjung Selor (Pesawan), Ancam, Sekatak, dan Bunyu di Kabupaten Bulungan;
b. pelabuhan Liem Hie Jung, Sebuku, Seimanggaris, Sembakung, Mensalong, Binter, Tau Lumbis, dan Sei Ular di Kabupaten Nunukan;
c. pelabuhan Malinau Kota di Kabupaten Malinau;
d. pelabuhan Sesayap, Tideng Pale, Bebatu, Sebawang, Tanah Merah, Sambungan, di Kabupaten Tana Tidung; dan
e. pelabuhan Tengkayu I di Kota Tarakan.
(3) Alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf a, meliputi:
a. alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai di Kabupaten Bulungan, meliputi:
1. Sekatak - Tarakan;
2. Tanjung Selor - Tarakan;
3. Tanjung Selor - Bunyu;
4. Bunyu - Tarakan;
5. Ancam - Tarakan; dan
6. Long Bia - Long Tungu - Long Beluah - Tanjung Selor.
b. alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai di Kabupaten Nunukan, meliputi:
1. Nunukan - Sebatik (Nunukan - Bambangan, Sedadap - Mantikas, Nunukan - Sungai Nyamuk);
2. Nunukan - Seimanggaris;
3. Nunukan - Sei Ular;
4. Nunukan – Tanjung Selor;
5. Mensalong - Binter - Tau Lumbis;
6. Mensalong - Tarakan;
7. Sebuku - Tarakan;
8. Nunukan - Pembeliangan; dan
9. Nunukan - Atap - Tarakan.
c. alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai di Kabupaten Malinau, meliputi:
1. Long Alango - Long Pujungan - Tanjung Selor (Kabupaten Bulungan);
2. Long Ampung - Long Nawang dan Data Dian;
3. Malinau Kota ke arah hulu Sungai Sesayap dan Sungai Mentarang menuju Pulau Sapi dan Long Berang;
4. Malinau kota ke arah hilir Sungai Sesayap dan Sungai Sesayap menuju Lidung Kemenci, Setulang, dan Long Loreh;
5. Malinau Kota - Malinau Utara - Tidung Pale (Kabupaten Tana Tidung) - Sesayap Hilir (Kabupaten Tana Tidung) – Tarakan; dan
6. Mensalong – Binter – Tau Lumbis.
d. alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai di Kabupaten Tana Tidung, meliputi:
1. Tideng Pale - Tarakan;
2. Tideng Pale - Malinau Kota;
3. Tideng Pale - Tanjung Selor;
4. Tideng Pale - Nunukan; dan
5. Tideng Pale - Tana Lia.
(4) Pelabuhan penyeberangan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:
a. pelabuhan penyeberangan Kayan II, pelabuhan penyeberangan Bunyu, dan pelabuhan penyeberangan Ancam di Kabupaten Bulungan;
b. pelabuhan penyeberangan Liem Hie Jung di Pulau Nunukan, pelabuhan penyeberangan Seimanggaris, pelabuhan penyeberangan Sei Jepun dan pelabuhan penyeberangan Sebatik di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan.
c. pelabuhan penyeberangan Juata di Kota Tarakan; dan
d. Pelabuhan penyeberangan Bebatu di Kabupaten Tana Tidung.
(5) Lintas penyeberangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:
a. lintas penyeberangan antar negara, terdiri atas:
1. Nunukan - Tawau (Sabah Malaysia);
2. Pulau Sebatik - Tawau (Sabah Malaysia); dan
3. Tarakan - Tawau (Sabah Malaysia).
b. lintas penyeberangan antarprovinsi, terdiri atas:
1. Tanjung Selor – Surabaya;
2. Tarakan – Nunukan - Bitung;
3. Tarakan – Toli Toli (Provinsi Sulawesi Tengah);
4. Tarakan – Mamuju (Provinsi Sulawesi Barat);
5. Nunukan – Pare-Pare (Provinsi Sulawesi Selatan);
6. Tarakan – Balikpapan (Provinsi Kalimantan Timur); dan
7. Tarakan – Maratua (Provinsi Kalimantan Timur).
c. lintas penyeberangan dalam provinsi, meliputi:
1. Nunukan – Sebatik;
2. Tarakan – Tanjung Selor; dan
3. Tarakan – Nunukan.
d. lintas penyeberangan lintas kabupaten/kota, meliputi:
1. Tanjung Selor - Tarakan;
2. Ancam - Tarakan - Nunukan;
3. Tarakan – Sembakung;
4. Tarakan – Sebuku;
5. Malinau Kota - Tarakan;
6. Tana Tidung – Tarakan;
7. Tarakan - Sebatik; dan
8. Tarakan - Pulau Bunyu.
e. Lintas penyeberangan antar moda berupa Juwata Tarakan – Tanjung Selor.
(6) Rencana pengembangan jaringan sungai, danau dan penyeberangan sebagaimana dimaksud ayat
(1) berupa penyediaan dermaga sebagai pusat-pusat pergantian antar moda untuk mengintegrasikan jalur transportasi sungai antara angkutan sungai dengan angkutan jalan serta angkutan sungai dengan angkutan laut.
Koreksi Anda
