(1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Pendapatan asli daerah
1) Semula Rp. 4.212.569.176.921,-
2) Bertambah Rp. 497.076.369.122,-
Jumlah pendapatan asli daerah setelah perubahan
Rp. 4.709.645.546.043,-
b. Dana Perimbangan
1) Semula Rp. 2.267.796.097.195,-
2) Berkurang (Rp. 93.317.171.017,-)
Jumlah dana perimbangan setelah perubahan
Rp. 2.174.478.926.178,-
c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah
1) Semula Rp. 1.101.721.824.316,-
2) Berkurang (Rp. 80.951.327.179,-)
Jumlah lain-lain pendapatan daerah yang sah setelah perubahan
Rp. 1.020.770.497.137,-
(2) Pendapatan asli daerah sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan :
a. Hasil pajak daerah
1) Semula Rp. 3.127.522.197.439,-
2) Bertambah Rp. 138.433.225.828,-
Jumlah hasil pajak daerah setelah perubahan
Rp. 3.265.955.423.267,-
b. Hasil retribusi daerah
1) Semula Rp. 318.061.505.925,-
2) Bertambah Rp. 74.336.474.876,-
Jumlah hasil retribusi daerah setelah perubahan
Rp. 392.397.980.801,-
c. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
1) Semula Rp. 166.311.576.799,-
2) Berkurang (Rp. 28.329.718.060,-)
Jumlah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
Rp. 137.981.858.739,-
d. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
1) Semula Rp. 600.673.896.758,-
2) Bertambah Rp. 312.636.386.478,-
Jumlah lain-lain pendapatan asli daerah yang sah setelah perubahan
Rp. 913.310.283.236,-
(3) Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan :
a. Bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak
1) Semula Rp. 463.766.025.103,-
2) Bertambah Rp. 32.301.521.075,-
Jumlah dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak setelah perubahan
Rp. 496.067.546.178,-
b. Dana alokasi umum
1) Semula Rp.1.345.040.944.092,-
2) Berkurang (Rp. 133.327.068.092,-)
Jumlah dana alokasi umum setelah perubahan
Rp. 1.211.713.876.000,-
c. Dana alokasi khusus
1) Semula Rp. 458.989.128.000,-
2) Bertambah Rp. 7.708.376.000,-
Jumlah dana alokasi khusus setelah perubahan
Rp. 466.697.504.000,-
(4) Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan:
a. Pendapatan hibah
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah/ (berkurang) Rp. 0,-
Jumlah pendapatan hibah setelah perubahan
Rp. 0,-
b. Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya
1) Semula Rp. 1.051.700.059.316,-
2) Berkurang (Rp. 84.116.037.179,-)
Jumlah dana bagi hasil pajak setelah perubahan
Rp. 967.584.022.137,-
c. Dana penyesuaian dan otonomi khusus
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah/ (berkurang) Rp. 0,-
Jumlah dana penyesuaian dan otonomi khusus setelah perubahan
Rp. 0,-
d. Bantuan keuangan dari provinsi atau dari
pemerintah daerah lainnya
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah Rp. 3.164.710.000,-
Jumlah bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya setelah perubahan
Rp. 3.164.710.000,-
e. Bagi hasil lainnya
1) Semula Rp. 0,-
2) Bertambah/ (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah bagi hasil lainnya Rp. 0,-
f. Lain-lain pendapatan daerah yang sah
1) Semula Rp. 50.021.765.000,-
2) Bertambah/ (berkurang)
Rp. 0,-
Jumlah lain-lain pendapatan daerah yang sah setelah perubahan
Rp. 50.021.765.000,-
(1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Belanja Tidak Langsung
1) Semula Rp. 2.274.681.651.124,-
2) Berkurang (Rp. 1.017.205.079,-)
Jumlah belanja tidak langsung setelah perubahan
Rp. 2.273.664.446.045,-
b. Belanja Langsung
1) Semula Rp. 6.287.166.496.276,-
2) Bertambah Rp. 403.099.743.739,-
Jumlah belanja langsung setelah perubahan Rp. 6.690.266.240.015,-
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai
1) Semula Rp. 2.065.242.895.087,-
2) Bertambah Rp. 10.763.942.851,-
Jumlah belanja pegawai setelah perubahan
Rp.2.076.006.837.938,-
b. Belanja subsidi
1) Semula Rp. 19.005.408.000,-
2) Berkurang (Rp. 19.005.408.000,-)
Jumlah belanja subsidi setelah perubahan Rp. 0,-
c. Belanja hibah
1) Semula Rp. 177.606.478.734,-
2) Bertambah/ (berkurang) Rp. 0,-
Jumlah belanja hibah setelah perubahan
Rp. 177.606.478.734,-
d. Belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa
1) Semula Rp. 750.000.000,-
2) Bertambah Rp. 7.224.260.070,-
Jumlah belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa setelah perubahan
Rp. 7.974.260.070,-
e. Belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa
1) Semula Rp. 2.076.869.303,-
2) Bertambah/ (berkurang) Rp. 0,-
Jumlah belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa setelah perubahan
Rp. 2.076.869.303,-
f. Belanja tidak Terduga
1) Semula Rp. 10.000.000.000,-
2) Bertambah/ (berkurang) Rp. 0,-
Jumlah belanja tidak terduga setelah perubahan
Rp. 10.000.000.000,-
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja pegawai
1) Semula Rp. 470.316.573.929,-
2) Bertambah Rp. 15.207.222.707,-
Jumlah belanja pegawai setelah perubahan
Rp. 485.523.796.636,-
b. Belanja barang dan jasa
1) Semula Rp. 3.153.463.390.147,-
2) Bertambah Rp. 206.907.241.705,-
Jumlah belanja barang dan jasa setelah perubahan
Rp. 3.360.370.631.852,-
c. Belanja modal
1) Semula Rp. 2.663.386.532.200,-
2) Bertambah Rp. 180.985.279.327,-
Jumlah belanja modal setelah perubahan Rp. 2.844.371.811.527,-
(1) Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
a. Penerimaan pembiayaan daerah
1) Semula Rp. 998.767.926.303,-
2) Bertambah Rp. 70.267.790.399,-
Jumlah penerimaan pembiayaan daerah setelah perubahan
Rp. 1.069.035.716.702,-
b. Pengeluaran pembiayaan daerah
1) Semula Rp. 19.006.877.335,-
2) Berkurang (Rp. 9.006.877.335,-)
Jumlah pengeluaran pembiayaan daerah setelah perubahan
Rp. 10.000.000.000,-
(2) Penerimaan pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan :
SiLPA tahun sebelumnya
1) Semula Rp. 998.767.926.303,-
2) Bertambah Rp. 70.267.790.399,-
Jumlah SiLPA tahun sebelumnya setelah perubahan
Rp. 1.069.035.716.702,-
(3) Pengeluaran pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan :
a. Penyertaan modal (investasi) daerah
1) Semula Rp. 19.006.877.335,-
2) Berkurang (Rp. 9.006.877.335,-)
Jumlah penyertaan modal (investasi) daerah setelah perubahan
Rp. 10.000.000.000,-