Langsung ke konten utama
Langsung ke konten utama

Koreksi Pasal 122

PERDA Nomor 1 Tahun 2018 | Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang PEDOMAN PENGELOL.AAN BARANG MILIK DAERAH (a) PEDOMAN PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH (b) PEDOMAN PEN\GELOLAAN BARANG MILIK DAERAH (c) PEDOMAN PEN\GELOLAAN BARANG MILIK DAERAH (d)

PDF Sumber
100%
Hal. 1
Hal. 1
Teks Saat Ini
(1) Faktor variabel sewa bangunan sebagaimana diraksud dalam Pasal 121ayat (1) huruf a ditetapkan oleh Bupati. (2) Luas bangunan sebagairmana dimaksud dalam Pasal 121 a,-t Ill buruf b merupakan luas lantai bangunan sesuai gambar dalam meter persegi. (3) Nilai bangunan sebagaimana dimaksud dalamPasal121 ayat (1) hurufc mrrupekan nll•I ........ •• banpina,n. Pual 123 (1) Dalam hal bangunan yang discwakan hanya sebagian dari bangunan, maka luas bangunan scbagaimana dimaksud dalam Pua! 121 ayat fl) huNl'b edeleh eebew luu lantai dari begiar •• buJCWWl yang diaewakan. (2) Dalam hal pemanfaatan bagian bangunan yang disewakan memiliki dampak terhadap bagian bangunan yang Jalnnya, malca luaa bangunan rt-op:tmer,. dimabud da1am Pua!. 121 ayat (I) huruf b dapat ditambahkan jumlah tertentu dari Juu bangunan yang diyakini lerkcn- dempek dari pcmen&etan tcracbut. (31 Nilai bangunan aebapimw dimeke•>d delem Pual 121 ayat fl) buruf C clihitun& dalam rupiah per meter persegi. Pua! 124 Ill Tarif polDok - untulr: bGno&; millk dlle1'ab benapo, Khejpc--i tanah dan b&nguaan scbagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (2J huruf c merupakan hMil penjumlahan dari: a. tarif pokok sewa tanah;dan b. tarif pokok scwa bangunan. (2) Peaghltunpa taril pomk sewa tanah scbagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf a berlaku mutatis mutandis ketentuan dalam Pual 119 clan Pual 120. (3) Penghitungan tarif pokok sewa bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (II huru.rb berlalcu muu.tt. mutandla ketcntuan delam Pasal 121, Pasal 122 dan Pasal 123. Pual 125 (I) 1'llriC pokok --. untuk pnwarana banpnan aebaalinMlM dimabud d■Jem l'ua1 121 ayat 12) merupaJum hail perblbm dari: a. faktor variabel sewa prasarana bangunun;dan b. aUal. p,-ruw. banplnan (Hpj. (2) Faktor variabel sewa prasarana bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf a ditetapkan sama besar dengan faktor variabel sewa bangunan. (3) Nilai prasarana bangunan scbagaimana dimaksud pada ayat (I) huruf b merupakan nilai wajar atas pr sarana bangunan (4) Nilai prasarana bangunan dihitung dalam rupiah. ..... , .. ( 11 Faktor penyauai aewa aeb I bner'I dimabud deletn Pual 117 huruf b meliputi: a. jeml, kqiatan uaaha pcryewc; b. bentuk kelembagaan penyewa;dan c. periodesitas sewa. ('ll Faktor pmye11uai - IICbap1maoa dimabucl pada ayat (I) cUbituag daJan. pe,:amtue. (31 Fektar penyauai aewa aebapimana dimabud pada ayat (I) ditetapkan dengan Keputusan Bupati. Puqraf Keempat Jenis Kegiatan Usaha Penyewa Paul ll7 Jenis kegiatan usaha penycwa scbagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (I) huruf a dikelompokkan atas: a. Kegiatan bisnis; b. kegiatan non bisnis;dan c. kegiatan sosial Paaal 128 (l) Kelompok kegiatan bisnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 huruf a diperuntukkan bagi kegiatan yang berorientasi untuk mencari keuntunpn, antara lain: a. perdapnpn; b,jua;dan c. lnduatn. (2) Kelompok kegiatan non bwlia 1ebagJaimana dimekaud dawn Pual 127 huruf b diperuntukkan bagi kegiatan yang menanlr: imbalan atas barang atau jasa yang diberikan namun tidak mencari keuntunpn, antara lain: a. pelayanan kepentingan umum yang memungut biaya dalam jumlah tertentu atau terdapat potenlli keuntungan, baJk materil maupun lmmateril; b. penyclenggaraan pendidikan nasional; c. upaya pr.rrwmuhlln kr.hutuhan pepwal atau l'aaUltaa YIU1& diperlukan dalam rangka menunjang tugas dan fungsi Pengguna Barang;dan d. kcgiatan lainnya yang mcmenuhi kriterianon bisnis. (3) Kclompok kegiatan sosial sebagaimans dimaksud dalam Pasal 127 huruf c dlpenintukkan bqt ke&latan yang tidak mcnarik imbalan atas barang/jasa yang diberikan dan/atau tidak berorlcntaal mcncari keuntunpn, antaraliun: a. pelayanan kepentingan umum yang tidak memungut biaya dan/atau tidak terdapat potensi keuntungan; b. kegiatan sosial; c. kegiatan keagaraan; d. kqlatan kemanulliu.n; c. kegiatan penunjang penyelenggaraan kegiatan pemerintahan;dan f. kegiatan lainnya yang memenuhi kriteriasosial. Paragraf Kclime Perjanjian Sewa Pue! 129 (1 Penycwaan barang milik daerah dituangkan dalam perjanjian sewa yang ditandatangani oleh penyewa dan; a. Bupati, untuk barang milik daen:i.h yangbemda.pada Penae)ola Ba.rang; dan b. Pengelola Darang, untuk barang milik dacrah yang ben:ada. pada Pengguna Barang. (2) Pajanjilln aewa aebqalma.na dlrnalc8ud pada ayat (I), paling Mdikit memuat: a. Dasar perjanjian; b. para plhak yang terikac dalarn perjanjian; c. jenis, luas atau jumlah barang, besaran sewa, dan jangka waklu; d. besaran dan jangka waktu sewa, termasuk periodcsitas sewa; c. taft&IWI& jawab peii)t!W& atu blaya operaaional dan pemelihoraan selama jangka waktu sewa; a. peruntukan sewa, termasuk kelompok jenis kegiatan usaha dan kategori bentuk kelembagaan penyewa; b. hak dan kewajiban para pihak;dan c. bal lain yaoa dienapp pedu. (3) Peoendetanpnan perjaltjian 11eWa l"'bepimeM dimaksud pada ayat Ill dilelo1kan di kertas bermaterai ses ael keteutuan peraturan perundang-undangan. 141 Sduruh blaya yang timbul dalam rangka pembuatan perjanjian sewa ditanggung penyewa.
Koreksi Anda