Koreksi Pasal 21
PERBAN Nomor 5 Tahun 2022 | Peraturan Badan Nomor 5 Tahun 2022 tentang PEMBUATAN DAN PENYAMPAIAN SANDI CLIMAT
Teks Saat Ini
Peraturan Badan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Badan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Juli 2022
KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA, REPUBLIK INDONESIA,
ttd
DWIKORITA KARNAWATI
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 3 Agustus 2022
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd
YASONNA H. LAOLY
LAMPIRAN PERATURAN BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR 5 TAHUN 2022 TENTANG PEMBUATAN DAN PENYAMPAIAN SANDI CLIMAT
FORMAT PEMBUATAN SANDI CLIMAT
I.
Penjelasan Umum Sandi CLIMAT Sandi CLIMAT terdiri dari 5 seksi, mulai seksi 0 s.d seksi 4, seperti pada tabel di bawah ini:
Nomor Seksi Simbol Seksi Isi/Penjelasan 0 - CLIMAT adalah nama dari laporan bulanan Sandi CLIMAT, dan kelompok MMJJJ IIiii. Seksi ini wajib dilaporkan.
1 111 Data rata-rata bulanan dari bulan yang dilaporkan dalam MMJJJ termasuk hari-hari yang datanya hilang dalam catatan. Seksi ini wajib dilaporkan.
2 222 Nilai normal dari rata-rata bulanan yang berhubungan dalam MMJJJ termasuk tahun- tahun yang hilang dari Penghitungan dalam periode yang ditetapkan. Seksi ini tidak wajib dilaporkan jika data yang tersedia di stasiun kurang dari 10 tahun.
3 333 Jumlah hari dalam sebulan dengan parameter- parameter pada batas ambang tertentu (thresholds) dalam bulan yang dilaporkan dalam MMJJJ. Seksi ini opsional.
4 444 Nilai ekstrem dari parameter-parameter tertentu dalam bulan yang dilaporkan dalam MMJJJ termasuk jumlah hari kejadian badai guntur dan hujan es. Seksi ini opsional.
= Tanda “=” untuk menunjukan akhir dari laporan, ditempatkan setelah seksi terakhir dari laporan tanpa spasi. Tanda penutup ini wajib ditulis.
Format Sandi CLIMAT (WMO. 306) SEKSI 0 CLIMAT MMJJJ IIiii SEKSI 1 111 0 0 0 0 P P P P 1 PPPP 2
t t t n s s s TTT 3s
n n n n x x x n T T T s T T T 4s eee 5
r r d 1 1 1 1 n n R R R R 6R
s s s 1 1 1 p p p S S 7S
Tn Tx T T P P m m m m m 8m
S S R R e e m m m m m 9m
SEKSI 2 222 c c b b Y Y Y 0Y
0 0 0 0 P P P P 1 PPPP 2
t t t n s s s TTT 3s
n n n n x x x n T T T s T T T 4s eee 5
r r 1 1 1 1 n n R R R 6R
1 1 1 S S 7S Tx Tx T T P P y y y y y 8y
S S R R e e y y y y y 9y
SEKSI 3 333 30 30 25 25 T T T 0T
40 40 35 35 T T T 1T
x0 x0 n0 n0 T T T 2T
05 05 01 01 R R R 3R
50 50 10 10 R R R 4R
150 150 100 100 R R R 5R
01 01 00 00 s s s 6s
50 50 10 10 s s s 7s
30 30 20 20 10 10 f f f f f 8f
3 3 2 2 1 1 V V V V V 9V
SEKSI 4 444 x x xd xd xd n y y T T T 0s
n n nd nd nd n y y T T T 1s
ax ax ax ax ax n y y T T T 2s an an an an an n y y T T T 3s
r r x x x x y y R R R 4R
fx fx x x x w y y f f f 5i
gr gr ts ts D D D 6D n n x x y G G G G 7i
=
Perlu diketahui tentang sandi antar seksi, sebagai berikut:
- Dari seksi 0 ke seksi 1 akan diawali dengan angka sandi 111;
- Dari seksi 1 ke seksi 2 akan diawali dengan angka sandi 222;
- Dari seksi 2 ke seksi 3 akan diawali dengan angka sandi 333;
- Dari seksi 3 ke seksi 4 akan diawali dengan angka sandi 444; dan - Diakhiri tanda “=” setelah seksi terakhir dari laporan tanpa spasi.
1. Parameter/unsur cuaca yang akan diolah/dihitung secara statistik sederhana untuk keperluan pembuatan Sandi CLIMAT adalah:
a. Tekanan Udara (P);
b. Suhu Udara (T);
c. Kelembaban Udara (RH);
d. Jumlah Curah Hujan (RRR);
e. Lamanya Penyinaran Matahari (S);
f. Kecepatan angin (ff);
g. Penglihatan mendatar (V); dan
h. Cuaca (Badai Guntur dan Hujan Es) Kemudian dari data T dan RH serta tabel tekanan uap air jenuh dapat dihitung nilai/besaran dari e (tekanan uap air).
2. Jika semua parameter dari suatu seksi tidak ada kecuali seksi 0 dan 1 yang wajib dilaporkan, maka seksi tersebut tidak perlu dilaporkan atau dihilangkan.
Contoh: Bagi Stasiun yang baru beroperasi (belum 10 tahun), nilai normal dari rata-rata bulanan belum bisa dibuat, maka untuk seksi 2 tidak perlu dilaporkan. Jadi, dari seksi 1 bisa langsung ke seksi 3.
3. Jika satu atau beberapa parameter dalam satu grup/kelompok tidak ada, maka parameter yang hilang tersebut agar disandi garis miring atau solidi (/), dan jika semua parameter dalam satu grup/kelompok tidak ada, maka grup/kelompok tersebut tidak perlu dilaporkan atau dihilangkan.
Contoh: Kelompok (Seksi 1);
a. jika Tx = nil, maka disandi “/”;
b. jika Tn = nil, maka disandi “/”; dan
c. jika Tx dan Tn nil, maka kelompok ini tidak perlu dilaporkan.
4. Jika ada hari ekstrem yang tidak teramati/hilang, maka grup/kelompok pada seksi 4 parameter cuaca tidak perlu dilaporkan, karena akan menghasilkan informasi yang kurang akurat dalam data dan waktu kejadian kondisi ekstrem tersebut.
5. Data bulanan harus disandi dalam bentuk sandi yang berlaku pada bulan yang bersangkutan, sesuai dengan kelompok MMJJJ.
Contoh: Sandi CLIMAT untuk bulan Juli dibuat dan dilaporkan pada awal bulan Agustus (paling lambat tanggal 4 jam 03.00 UTC), dan selanjutnya untuk laporan Sandi CLIMAT bulan Agustus dibuat dan dilaporkan pada awal bulan September, dan seterusnya.
6. Data rata-rata bulanan yang dimasukan dalam seksi 1 merupakan hasil penjumlahan data rata-rata harian yang dibagi dengan jumlah hari di bulan tersebut.
7. Untuk mendapatkan nilai rata-rata harian dihitung dari hasil pengamatan pada waktu Jam Utama dalam UTC, atau ditambahkan dengan Jam Sela dalam UTC untuk pengamatan data permukaan pada masing – masing hari di waktu jam setempat (00.00 – 23.59 waktu setempat).
8. Untuk UPT yang melakukan pengamatan <24 jam, maka data rata- rata harian yang digunakan adalah dengan menggunakan 4 data pengamatan pada jam utama (00.00, 06.00, 12.00, 18.00 UTC) atau jam (03.00, 09.00, 15.00, 21.00 UTC) yang memenuhi waktu jam setempat. Tidak diperkenankan untuk menggunakan kurang dari 4 data di jam utama atau jam sela.
9. Parameter cuaca yang dilaporkan adalah data pada hari tertentu yang diamati jam 00.00 – 23.59 waktu setempat, kecuali parameter curah hujan.
10. Untuk parameter curah hujan, hari pengamatan curah hujan ditentukan dari jam 06.01 UTC hingga 06.00 UTC hari berikutnya.
Hal tersebut dikarenakan untuk enam jam pada hari UTC berikutnya akan dianggap sebagai hari UTC sebelumnya (Tabel 7).
11. Data normal bulanan harus berdasarkan pada Penghitungan yang sesuai dengan Penghitungan rata-rata harian. Misalkan jika data rata-rata bulanan berdasarkan 4 data pengamatan jam utama atau jam sela, maka data normal yang digunakan harus menggunakan data yang sama selama interval waktu normal.
II.
Penjelasan Teknis Penyandian Sandi CLIMAT
1. Seksi 0:
CLIMAT MMJJJ IIiii 1) CLIMAT ditulis dalam huruf besar/balok digunakan sebagai kata awal atau pembuka dalam melaporkan Sandi CLIMAT dari suatu stasiun pengamat udara permukaan/darat.
2) MMJJJ memiliki arti: MM=Bulan dan JJJ=Tahun, contoh: Bulan Juli 2020, ini diubah dalam bentuk angka menjadi: MM=07 dan JJJ=020 dimana untuk tahun disandi dalam 3 angka/digit, jadi angka ribuannya dihilangkan. Maka sandi untuk MMJJJ adalah
07020. 3) IIiii adalah nomor Stasiun dari pembuat Sandi CLIMAT, contoh:
pembuat Sandi CLIMAT dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta, nomor stasiunnya adalah 96749.
Jadi bentuk susunan Sandi CLIMAT seksi 0 pada contoh di atas sesuai ketentuan adalah: CLIMAT 07020 96749
2. Seksi 1:
111 0 0 0 0 P P P P 1 PPPP 2
t t t n s s s TTT 3s
n n n n x x x n T T T s T T T 4s eee 5
r r d 1 1 1 1 n n R R R R 6R
s s s 1 1 1 p p p S S 7S
Tn Tx T T P P m m m m m 8m
S S R R e e m m m m m 9m
1) Kelompok 0 0 0 0 P P P P 1
- 0 0 0 0 P P P P
: Tekanan udara pada permukaan Stasiun.
- 0 0 0 0 P P P P
: Nilai rata-rata tekanan udara selama 1 (satu) bulan dari nilai rata-rata hariannya, dilaporkan dalam persepuluhan mb.
- Jika 0 0 0 0 P P P P = 1000 mb atau lebih, maka angka pertamanya (angka ribuan) dihilangkan.
Contoh :
0 0 0 0 P P P P
= 1009,5 mb, ini disandi: 0095 Kelompok 0 0 0 0 P P P P 1 disandi 10095
2) Kelompok PPPP 2
- PPPP : Tekanan udara pada permukaan laut.
- PPPP : Nilai rata-rata tekanan udara selama 1 (satu) bulan dari nilai rata-rata hariannya, dilaporkan dalam persepuluhan mb.
- Contoh penyandiannya seperti yang tersebut pada kelompok 0 0 0 0 P P P P 1 di atas.
3) Kelompok t t t n s s s TTT 3s
- ns : Tanda dari suhu udara, dalam hal ini suhu udara yang merupakan nilai rata-rata suhu udara bulanan yang diperoleh dari nilai rata-rata hariannya.
Angka sandi 0: suhu positif atau 0 (nol).
Angka sandi 1: suhu negatif.
- TTT : Nilai rata-rata suhu udara bulanan yang diperoleh dari nilai rata-rata hariannya, dilaporkan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
- t t t s s s
: Nilai standard deviasi suhu udara dalam bulan yang dilaporkan, diperoleh dari nilai rata-rata hariannya dalam persepuluhan.
Contoh :
TTT = 27,6°C, sn = 0 t t t s s s
= 1,48 dibulatkan 1,5 Kelompok t t t n s s s TTT 3s disandi 30276015
4) Kelompok n n n n x x x n T T T s T T T 4s
- sn : Tanda dari suhu udara. Nilai sn dari suhu udara maksimum dan suhu udara minimum bergantung pada nilai suhu udara maksimum dan suhu udara minimum.
Angka sandi 0: suhu positif atau 0 (nol).
Angka sandi 1: suhu negatif.
- x x x T T T
: Nilai rata-rata suhu udara maksimum selama 1 (satu) bulan dari nilai maksimum hariannya, dilaporkan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
- n n n T T T
: Nilai rata-rata suhu udara minimum selama (satu) bulan dari nilai minimum hariannya, dilaporkan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
Contoh :
x x x T T T = 31,5°C, sn = 0 n n n T T T = -0,8°C, sn = 1 Kelompok n n n n x x x n T T T s T T T 4s disandi 403151248
5) Kelompok eee 5
- eee : Tekanan uap air.
- eee : Nilai rata-rata tekanan uap air selama 1 (satu) bulan dari nilai rata-rata hariannya, dilaporkan dalam persepuluhan mb.
- Penghitungan/cara mencari eee dapat dilihat pada penjelasan teknis Penghitungan (Tabel 7. Ilustrasi Penghitungan Curah Hujan Harian).
Contoh :
eee = 35,6 mb makan kelompok eee 5 disandi 5356
6) Kelompok r r d 1 1 1 1 n n R R R R 6R
- 1 1 1 1 R R R R
: - Jumlah endapan (curah hujan) selama 1 (satu) bulan, dilaporkan dalam milimeter (Tabel 1).
- Untuk jumlah endapan/curah hujan selama 1 (satu) bulan yang besarnya lebih besar dari 0 (nol) dan kurang dari 1 mm, tidak dibulatkan.
Misal 1 1 1 1 R R R R = 0,9 mm, ini disandi 9999.
- Pembulatan angka di belakang koma ditetapkan sebagai berikut:
Angka 0,1 s/d 0,4 dibulatkan ke bawah
Angka 0,5 s/d 0,9 dibulatkan ke atas.
Tabel 1 Keterangan Sandi Parameter Jumlah Endapan Angka Sandi Jumlah endapan (mm) 0000 0001 0002 Dstnya 8898 8899 9999 Tidak ada endapan 1 2 Dstnya 8898 8899 atau lebih Lebih besar dari nol kurang dari 1,0 mm.
- d R : Penunjuk golongan hujan dimana 1 1 1 1 R R R R
tercakup (Tabel 2).
Tabel 2 Keterangan Sandi Penunjuk Golongan Hujan (Rd) Angka Sandi Jumlah endapan (mm)
2 3 4 5 6 - Lebih kecil dari setiap nilai didalam periode 30 tahun.
- Dalam kuintil pertama - Dalam kuintil kedua - Dalam kuintil ketiga - Dalam kuintil keempat - Dalam kuintil kelima - Lebih besar dari setiap nilai didalam periode 30 tahun.
Penghitungan mencari nilai d R terdapat pada penjelasan teknis penghitungan.
- r rn n
: Jumlah hari hujan selama 1 (satu) bulan, dan yang dilaporkan adalah jumlah hari hujan yang jumlah curah hujannya per hari sedikitnya 1,0 mm atau lebih.
Contoh :
Misal Curah Hujan dalam satu bulan sebesar 160,4 mm maka 1 1 1 1 R R R R disandi 0160. Kejadian curah hujan ini terjadi dalam kuintil kedua maka Rd = 2. Jika dalam satu bulan tersebut ada 20 hari hujan dimana jumlah curah hujan yang kurang dari 1,0 mm ada 3 hari maka nrnr disandi 17 (20 – 3=17).
Kelompok r r d 1 1 1 1 n n R R R R 6R disandi 60160217
7) Kelompok s s s 1 1 1 p p p S S 7S
- 1 1 1 S S S
: Jumlah lamanya penyinaran matahari selama 1 (satu) bulan, dilaporkan dalam jam penuh.
Catatan:
Pembulatan dilakukan setelah penjumlahan selama 1 (satu) bulan selesai dikerjakan.
- S S S p p p
: Persentase perbandingan antara jumlah lamanya penyinaran matahari dalam 1 (satu) bulan terhadap normalnya pada bulan yang bersangkutan.
Contoh :
1 1 1 S S S
= 150,3 jam, dibulatkan menjadi 150 1 1 1 S S S Normal = 200 jam S S S p p p
= 75% x100% 200 150 =
Kelompok s s s 1 1 1 p p p S S 7S disandi 7150075 Catatan :
Data normal diperoleh berdasarkan nilai normal pada seksi 2.
Jika normalnya tidak ada (nol) maka S S S p p p disandi garis miring 3 kali “///”.
8) Kelompok Tn Tx T T P P m m m m m 8m
- P Pm m
: Jumlah hari yang tidak ada data rata-rata tekanan udara harian pada bulan yang dilaporkan.
- T Tm m
: Jumlah hari yang tidak ada data rata-rata suhu udara harian pada bulan yang dilaporkan.
- Tx m
: Jumlah hari yang tidak ada data suhu udara maksimum harian pada bulan yang dilaporkan.
Jika jumlah data yang hilang lebih dari 9, maka disandi 9.
- Tn m
: Jumlah hari yang tidak ada data suhu udara minimum harian pada bulan yang dilaporkan.
Jika jumlah data yang hilang lebih dari 9, maka disandi 9.
Contoh :
Misal dalam 1 (satu) bulan:
a. Tidak ada data rata-rata tekanan udara harian selama 5 hari ( P Pm m = 05),
b. Tidak ada data rata-rata suhu udara harian selama 3 hari ( T Tm m = 03),
c. Tidak ada data suhu udara maksimum harian selama 12 hari ( Tx m = 9),
d. Tidak ada data suhu udara minimum harian selama 20 hari ( Tn m = 9),
e. Maka kelompok Tn Tx T T P P m m m m m 8m disandi 8050399.
Catatan :
Hilangnya data-data tersebut di atas dapat terjadi oleh beberapa hal, antara lain alat rusak atau tidak ada pengamatan/pengukuran atau pencatatan.
9) Kelompok S S R R e e m m m m m 9m
- e em m
: Jumlah hari yang tidak ada data rata-rata tekanan uap air harian pada bulan yang dilaporkan.
- R Rm m
: Jumlah hari yang tidak ada data jumlah curah hujan harian pada bulan yang dilaporkan.
- S Sm m
: Jumlah hari yang tidak ada data jumlah lamanya penyinaran matahari pada bulan yang dilaporkan.
- Contoh maupun penjelasannya sama seperti pada kelompok Tn Tx T T P P m m m m m 8m yang tersebut di atas.
3. Seksi 2:
222 c c b b Y Y Y 0Y
0 0 0 0 P P P P 1 PPPP 2
t t t n s s s TTT 3s
n n n n x x x n T T T s T T T 4s eee 5
r r 1 1 1 1 n n R R R 6R
1 1 1 S S 7S Tx Tx T T P P y y y y y 8y
S S R R e e y y y y y 9y
1) Kelompok c c b b Y Y Y 0Y
b bY Y dan c cY Y : Tahun awal dan tahun akhir dari penghitungan periode normal yang digunakan dalam membuat Sandi CLIMAT.
Kelompok ini menunjukkan banyaknya/ lamanya waktu dari periode normal yang digunakan untuk melaporkan nilai normal dari setiap parameter yang tersebut pada seksi 2.
Catatan:
Data normal standar adalah rata-rata dari data klimatologis yang diperoleh selama 30 tahun, misalkan 1 Januari 1961 s.d.
31 Desember 1990. Jika tidak mencapai 30 tahun, dapat menggunakan data “normal sementara”, yaitu 20 tahun atau 10 tahun. Data “normal sementara” dimutakhirkan setiap 10 tahun. Penghitungan data normal terdapat pada penjelasan teknis penghitungan.
Contoh:
Jika suatu stasiun dalam membuat Sandi CLIMAT menggunakan Penghitungan periode normal untuk tahun awal 1961 dan tahun akhir 1990, maka kelompok ini disandi 06190 ( b bY Y = 61 dan c cY Y = 90).
2) Kelompok 0 0 0 0 P P P P 1
- 0 0 0 0 P P P P 1
: Nilai normal/rata-rata tekanan udara bulanan pada permukaan stasiun dalam periode yang dilaporkan (0YbYbYcYc) untuk bulan yang bersangkutan dalam persepuluhan mb.
Contoh:
Misal laporan/Sandi CLIMAT yang akan dibuat oleh Stasiun adalah untuk Sandi CLIMAT pada bulan Oktober.
Hasil Penghitungan selama periode 30 tahun pada bulan Oktober untuk data rata-rata tekanan udara bulanan pada permukaan Stasiun diperoleh nilai normalnya sebesar 998,2 mb, jadi untuk penyandian kelompok 0 0 0 0 P P P P 1 adalah 19982.
Cara penyandian tekanan udara seperti pada seksi 1.
3) Kelompok PPPP 2
- PPPP 2
: Nilai normal/rata-rata tekanan udara bulanan pada permukaan laut untuk bulan yang dilaporkan dalam persepuluhan mb.
- Contoh penyandiannya seperti yang tersebut pada kelompok 0 0 0 0 P P P P 1 pada seksi 1.
4) Kelompok t t t n s s s TTT 3s
- ns : Tanda dari suhu udara. Nilai sn dari suhu udara dalam hal ini nilai normal/rata-rata suhu udara bulanan.
Angka sandi 0: suhu positif atau 0 (nol).
Angka sandi 1: suhu negatif.
- TTT : Nilai normal/rata-rata suhu udara bulanan untuk bulan yang dilaporkan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
- t t t s s s
: Standar deviasi suhu bulanan selama periode normal yang digunakan. Penghitungan standar deviasi terdapat pada penjelasan teknis penghitungan.
Contoh :
TTT = 27,3°C;
ns =0;
t t t s s s
= 0,98, dibulatkan 1,0 Kelompok t t t n s s s TTT 3s disandi 30273010
5) Kelompok n n n n x x x n T T T s T T T 4s
- ns : Tanda dari suhu udara. Nilai sn dari suhu udara dalam hal ini nilai normal/rata-rata suhu udara bulanan.
Angka sandi 0: suhu positif atau 0 (nol).
Angka sandi 1: suhu negatif.
- x x x T T T
: Nilai normal/rata-rata suhu udara maksimum bulanan untuk bulan yang bersangkutan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
- n n n T T T
: Nilai normal/rata-rata suhu udara minimum bulanan untuk bulan yang bersangkutan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
Contoh:
x x x T T T = 32,5ºC x x x T T T = 23,2ºC } ns = 0 Kelompok n n n n x x x n T T T s T T T 4s disandi 403250232
6) Kelompok eee 5
- eee 5
: Nilai normal/rata-rata tekanan uap air bulanan untuk bulan yang bersangkutan dalam persepuluh mb.
Contoh :
eee = 36,3 mb maka kelompok eee 5 disandi 5363
7) Kelompok r r 1 1 1 1 n n R R R 6R
- r r 1 1 1 1 n n R R R 6R : Nilai normal/rata-rata jumlah curah hujan bulanan dan jumlah rata-rata hari hujan bulanan yang jumlah curah hujannya sedikitnya 1.0 mm atau lebih.
Contoh:
1 1 1 1 R R R R
: 103,6 mm (dibulatkan: 104) r rn n
: 15,4 (dibulatan: 15) Kelompok r r 1 1 1 1 n n R R R 6R disandi 6010415
8) Kelompok 1 1 1 S S 7S
- 1 1 1 S S 7S
: Nilai normal/rata-rata lama penyinaran matahari bulanan untuk bulan yang dilaporkan dalam jam penuh.
Contoh:
1 1 1 S S S
: 150,4 jam (dibulatkan: 150) Kelompok 1 1 1 S S 7S disandi 7150
9) Kelompok Tx Tx T T P P y y y y y 8y
- P Py y
: Melaporkan jumlah tahun yang tidak ada data rata-rata tekanan udara bulanan selama periode yang dilaporkan pada bulan yang bersangkutan.
- T Ty y
: Melaporkan jumlah tahun yang tidak ada data rata-rata suhu udara bulanan selama periode yang dilaporkan pada bulan yang bersangkutan.
- Tx Txy y
: Melaporkan jumlah tahun yang tidak ada data rata-rata suhu udara ekstrim bulanan selama periode yang dilaporkan pada bulan yang bersangkutan.
Contoh:
Misal untuk laporan/Sandi CLIMAT pada bulan Oktober, selama periode 30 tahun (dari 1961 – 1990), ternyata data rata-rata tekanan udara bulanan pada bulan Oktober 1962, 1965 dan 1970 hilang (tidak ada), maka P Py y adalah 03.
10) Kelompok S S R R e e y y y y y 9y
- e ey y
: Melaporkan jumlah tahun yang tidak ada rata-rata tekanan uap air bulanan selama periode yang dilaporkan pada bulan yang bersangkutan.
- R Ry y
: Melaporkan jumlah tahun yang tidak ada rata-rata jumlah curah hujan bulanan selama periode yang dilaporkan pada bulan yang bersangkutan.
- S Sy y
: Melaporkan jumlah tahun yang tidak ada rata-rata lamanya penyinaran matahari bulanan selama periode yang dilaporkan pada bulan yang bersangkutan.
Catatan:
a. Contoh maupun penjelasannya sama seperti yang tersebut pada kelompok Tx Tx T T P P y y y y y 8y ;
b. Apabila tidak ada jumlah tahun yang hilang untuk setiap parameter pada kelompok Tx Tx T T P P y y y y y 8y dan kelompok S S R R e e y y y y y 9y , maka kedua kelompok ini dilaporkan/disandi 8000000 dan 9000000.
4. Seksi 3:
333 30 30 25 25 T T T 0T
40 40 35 35 T T T 1T
x0 x0 n0 n0 T T T 2T
05 05 01 01 R R R 3R
50 50 10 10 R R R 4R
150 150 100 100 R R R 5R 01 01 00 00 s s s 6s 50 50 10 10 s s s 7s 30 30 20 20 10 10 f f f f f 8f
3 3 2 2 1 1 V V V V V 9V
1) Kelompok 30 30 25 25 T T T 0T dan 40 40 35 35 T T T 1T
- 25 25T T
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan suhu maksimum harian ≥ 25°C.
- 30 30T T
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan suhu maksimum harian ≥ 30°C.
- 35 35T T
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan suhu maksimum harian ≥ 35°C.
- 40 40T T
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan suhu maksimum harian ≥ 40°C.
Contoh :
Misal dalam bulan Oktober suhu maksimum harian yang ≥ 25°C ada 31 hari; yang ≥ 30°C ada 15 hari; yang ≥ 35°C ada 2 hari;
yang ≥ 40°C tidak ada (0 hari), data-data tersebut dapat ditulis/disusun sebagai berikut:
25 25T T = 31, 30 30T T
= 15, 35 35T T = 02,
40 40T T
= 00 Maka kelompok 30 30 25 25 T T T 0T disandi 03115 dan kelompok 40 40 35 35 T T T 1T disandi 10200. Penghitungan jumlah hari dengan suhu maksimum tersebut terdapat pada penjelasan teknis penghitungan.
2) Kelompok x0 x0 n0 n0 T T T 2T
- n0 n0T T
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan suhu minimum harian kurang dari 0°C.
- x0 x0T T
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan suhu maksimum harian kurang dari 0°C.
3) Kelompok 05 05 01 01 R R R 3R , 50 50 10 10 R R R 4R dan 150 150 100 100 R R R 5R
- 01 01R R
: Jumlah hari hujan dalam bulan yang dilaporkan dengan jumlah curah hujan ≥ 1,0 mm.
- 05 05R R
: Jumlah hari hujan dalam bulan yang dilaporkan dengan jumlah curah hujan ≥ 5,0 mm.
- 10 10R R
: Jumlah hari hujan dalam bulan yang dilaporkan dengan jumlah curah hujan ≥ 10,0 mm.
- 50 50R R
: Jumlah hari hujan dalam bulan yang dilaporkan dengan jumlah curah hujan ≥ 50,0 mm.
- 100 100R R
: Jumlah hari hujan dalam bulan yang dilaporkan dengan jumlah curah hujan ≥ 100,0 mm.
- 150 150R R
: Jumlah hari hujan dalam bulan yang dilaporkan dengan jumlah curah hujan ≥ 150,0 mm.
Contoh:
Misal dalam bulan Desember (31 hari) data jumlah curah hujan yang tersusun sebagai berikut:
a. Jumlah curah hujan ≥ 1,0 mm = 25 hari
b. Jumlah curah hujan ≥ 5,0 mm = 15 hari
c. Jumlah curah hujan ≥ 10,0 mm = 10 hari
d. Jumlah curah hujan ≥ 50,0 mm = 5 hari
e. Jumlah curah hujan ≥ 100,0 mm = 1 hari
f. Jumlah curah hujan ≥ 150,0 mm = 0 hari Data-data tersebut dapat ditulis/disusun sebagai berikut:
01 01R R = 25 ;
05 05R R
= 15 ;
10 10R R = 10 50 50R R = 05 ;
100 100R R = 01 ;
150 150R R = 00 Maka kelompok
05 05 01 01 R R R 3R
disandi 32515, kelompok 50 50 10 10 R R R 4R disandi 41005, dan kelompok 150 150 100 100 R R R 5R disandi
50100. Penghitungan jumlah hari hujan tersebut terdapat pada penjelasan teknis penghitungan.
4) Kelompok 01 01 00 00 s s s 6s dan 50 50 10 10 s s s 7s
- 00 00s s
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan ketebalan salju > 0,0 cm.
- 01 01s s
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan ketebalan salju > 1,0 cm.
- 10 10s s
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan ketebalan salju > 10,0 cm.
- 50 50s s
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan ketebalan salju > 50 cm.
5) Kelompok 30 30 20 20 10 10 f f f f f 8f
- 10 10f f
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan kecepatan angin maksimum > 10 m/detik atau > 20 kts.
- 20 20f f
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan kecepatan angin maksimum > 20 m/detik atau > 40 kts.
- 30 30f f
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan kecepatan angin maksimum > 30 m/detik atau > 60 kts.
Contoh:
Misal dalam bulan Nopember kecepatan angin maksimum yang > 20 kts ada 12 hari, yang > 40 kts ada 1 hari dan yang > 60 kts tidak ada (0 hari). Data–data tersebut dapat ditulis/disusun sebagai berikut:
10 10f f = 12;
20 20f f =1;
30 30f f =00 maka kelompok 30 30 20 20 10 10 f f f f f 8f disandi = 8120100
6) Kelompok 3 3 2 2 1 1 V V V V V 9V
- 1 1V V
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan visibility kurang dari 50 m (<50 m).
- 2 2V V
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan visibility kurang dari 100 m (<100 m).
- 3 3V V
: Jumlah hari dalam bulan yang dilaporkan dengan visibility kurang dari 1000 m (<1000 m).
Contoh:
Misal dalam bulan Desember visibility yang <50m ada 4 hari;
yang <100 m ada 8 hari; dan yang <1000 m ada 12 hari. Data- data tersebut dapat ditulis/disusun sebagai berikut:
1 1V V = 04;
2 2V V = 08;
3 3V V = 12;
Maka kelompok 3 3 2 2 1 1 V V V V V 9V disandi 9040812
5. Seksi 4:
444 x x xd xd xd n y y T T T 0s n n nd nd nd n y y T T T 1s
ax ax ax ax ax n y y T T T 2s an an an an an n y y T T T 3s
r r x x x x y y R R R 4R
fx fx x x x w y y f f f 5i
gr gr ts ts D D D 6D n n x x y G G G G 7i
1) Kelompok x x xd xd xd n y y T T T 0s , n n nd nd nd n y y T T T 1s , ax ax ax ax ax n y y T T T 2s , dan an an an an an n y y T T T 3s
- ns
: Lihat keterangan seksi 1 pada kelompok t t t n s s s TTT 3s seksi 1 dan 2.
- xd xd xd T T T
: Suhu rata–rata harian tertinggi pada bulan yang dilaporkan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
- x xy y
: Tanggal terjadinya suhu udara rata–rata harian tertinggi pada bulan yang dilaporkan (dalam 2 angka/digit).
- nd nd nd T T T
: Suhu udara rata-rata harian terendah pada bulan yang dilaporkan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
- n ny y
: Tanggal terjadinya suhu udara rata-rata harian terendah pada bulan yang dilaporkan (dalam 2 angka/digit).
- ax ax ax T T T
: Suhu udara tertinggi pada bulan yang dilaporkan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
- ax axy y
: Tanggal terjadinya suhu udara tertinggi pada bulan yang dilaporkan (dalam 2 angka/digit).
- an an an T T T
: Suhu udara terendah pada bulan yang dilaporkan dalam persepuluhan derajat Celcius (°C).
- an any y
: Tanggal terjadinya suhu udara terendah pada bulan yang dilaporkan (dalam 2 angka/digit).
- Jika kejadian pada kelompok tersebut diatas lebih dari satu kali (satu hari), maka penyandian pada sub-sub kelompoknya:
x xy y , n ny y , ax axy y , dan an any y diberi tambahan angka 50 pada hari/tanggal kejadian yang pertama kali.
Contoh:
Misalkan pada bulan Oktober:
a) Suhu udara rata-rata harian tertinggi 28,2°C terjadi tanggal 17, maka kelompok x x xd xd xd n y y T T T 0s disandi
0028217. Tetapi, jika suhu udara rata-rata harian tertinggi: 28,2oC terjadi tidak hanya tanggal 17 tetapi juga tanggal 22 dan 29, maka kelompok x x xd xd xd n y y T T T 0s disandi 0028267, dimana yxyx = 50 + 17 = 67.
b) Suhu udara rata-rata harian terendah 26,6°C terjadi tanggal 19, maka kelompok n n nd nd nd n y y T T T 1s disandi
1026619. Tetapi jika suhu rata-rata harian terendah 26,6oC terjadi pada tanggal 19, 21, 25, dan 30, maka kelompok n n nd nd nd n y y T T T 1s disandi 102669, dimana ynyn = 50+19= 69.
c) Suhu udara tertinggi 34,2°C terjadi tanggal 30, maka kelompok ax ax ax ax ax n y y T T T 2s disandi 2034230. Jika suhu
udara tertinggi 34,2oC terjadi pada tanggal 30 dan 31, maka kelompok ax ax ax ax ax n y y T T T 2s disandi 2034280, dimana yaxyax = 50 + 30 = 80.
d) Suhu udara terendah 23,2°C terjadi tanggal 15, maka kelompok an an an an an n y y T T T 3s disandi 3023215. Jika suhu udara terendah 23,2oC terjadi pada tanggal 15,20, dan 25 maka kelompok an an an an an n y y T T T 3s disandi 3023265, dimana yanyan = 50 + 15 = 65.
2) Kelompok r r x x x x y y R R R 4R
- x x x x R R R R : Jumlah curah hujan harian tertinggi pada bulan yang dilaporkan dalam persepuluhan mm.
- r ry y
: Tanggal terjadinya jumlah curah hujan harian tertinggi pada bulan yang dilaporkan.
Contoh:
a) Misal jumlah curah hujan tertinggi pada bulan Oktober = 56,4 mm terjadi pada tanggal 25, maka kelompok r r x x x x y y R R R 4R disandi 4056425.
b) Jika contoh pada kejadian tersebut diatas lebih dari satu kali (satu hari) yaitu misal selain tanggal 25 juga terjadi pada tanggal 30, maka tanggal kejadian yang pertama ditambah dengan angka 50, sehingga kelompok r r x x x x y y R R R 4R disandi 4056475, dimana yryr = 50 + 25 = 75.
3) Kelompok fx fx x x x w y y f f f 5i
- wi : Pengenal data kecepatan angin dan satuannya.
- x x x f f f
: Kecepatan angin tertinggi pada bulan yang dilaporkan dalam persepuluhan meter/detik atau knots sesuai sandi wi (Tabel 22).
- fx fx y y
: Tanggal terjadinya kecepatan angin tertinggi pada bulan yang dilaporkan.
Contoh:
a) Misal kecepatan angin tertinggi pada bulan Oktober melalui pembacaan anemometer: 25,2 kts terjadi pada tanggal 15, maka kelompok fx fx x x x w y y f f f 5i disandi 5425215 b) Jika contoh pada kejadian tersebut di atas lebih dari satu kali (satu hari) yaitu misal selain tanggal 15 juga terjadi pada tanggal 20, maka tanggal kejadian yang pertama ditambah dengan angka 50, sehingga kelompok fx fx x x x w y y f f f 5i disandi 5425265, dimana yfxyfx = 50 + 15 = 65
4) Kelompok gr gr ts ts D D D 6D
- ts tsD D
: Jumlah hari yang ada/terjadi badai guntur pada bulan yang dilaporkan (Termasuk sandi ww = 17).
- gr grD D
: Jumlah hari yang ada/terjadi hujan es pada bulan yang dilaporkan.
Contoh:
Misal pada bulan Januari selama 1 (satu) bulan terjadi badai guntur selama 15 hari dan hujan es tidak ada (nil), maka kelompok gr gr ts ts D D D 6D disandi 61500.
5) Kelompok n n x x y G G G G 7i
- yi : Pengenal data suhu maksimum dan minimum (Tabel 23) - x xG G
: Standard waktu pembacaan (dalam UTC) untuk suhu maksimum harian.
- n nG G
: Standard waktu pembacaan (dalam UTC) untuk suhu minimum harian.
Contoh:
a) Mengacu pada instruksi synop khususnya untuk pembacaan Termometer Maksimum/Minimum (alat konvensional) ditetapkan:
- Jam 12.00 UTC untuk Termometer Maksimum.
- Jam 00.00 UTC untuk Termometer Minimum.
maka kelompok n n x x y G G G G 7i disandi 711200, dimana x xG G = 12 dan n nG G = 00.
b) Jika suatu Stasiun tidak memiliki Termometer Maksimum dan Minimum (alat konvensional) namun memiliki Thermograph/Thermohygrograph dengan MENETAPKAN pembacaan suhu maksimum dan minimum pada jam 23.00 UTC, maka kelompok n n x x y G G G G 7i disandi 732323 dimana x xG G dan n nG G = 23.
III. Penjelasan Teknis Penghitungan
1. Seksi 1 1) Parameter yang diperlukan untuk membuat seksi 1 yaitu:
a) Tekanan rata-rata pada permukaan stasiun (P0) dengan akurasi 0,1 hPa;
b) Tekanan rata-rata pada permukaan laut (P) dengan akurasi 0,1 hPa atau 1 gpm;
c) Suhu udara rata-rata (T) dengan akurasi 1 °C;
d) Suhu udara maksimum rata-rata (Tx) dengan akurasi 0,1 °C;
e) Suhu udara minimum rata-rata (Tn) dengan akurasi 0,1°C;
f) Tekanan uap air rata-rata (e) dengan akurasi 0,1 hPa;
g) Curah hujan total (⅀R1) dengan akurasi 0,1 mm; dan h) Jumlah durasi penyinaran matahari (⅀S1) dengan akurasi 0,1 jam atau 6 menit.
2) Parameter cuaca yang dihitung rata-rata hariannya adalah Po, P, T, dan e.
3) Penghitungan rata-rata harian dari Po, P, T, dan e adalah sebagai berikut:
- Untuk Stasiun yang telah beroperasi selama 24 jam/hari, nilai rata-rata harian dihitung dengan menggunakan 8 data, yaitu data pada jam 00.00, 03.00, 06.00, 09.00,
12.00, 15.00, 18.00, dan 21.00 UTC yang masuk pada waktu setempat.
- Untuk Stasiun yang belum beroperasi selama 24 jam/hari, dapat menghitung nilai rata-rata harian dengan menggunakan data pengamatan pada 4 jam utama atau 4
jam sela (00.00, 06.00, 12.00 dan 18.00 UTC atau 03.00,
09.00, 15.00 dan 21.00 UTC).
- Perhatikan ilustrasi pada Tabel 3, 4, dan 5.
Tabel 3 Ilustrasi Penghitungan Rata-rata Harian Beberapa Parameter Pada Stasiun Yang Beroperasi 24 Jam a) Ilustrasi untuk wilayah waktu setempat WIB (UTC+7) Tanggal Report Jam Lokal Tanggal dan Jam Obs (UTC) P0 P T e 2 Jan 2020
01.00 1 Jan 2020
18.00 P0(18.00) P(18.00) T(18.00) e(18.00)
04.00 1 Jan 2020
21.00 P0(21.00) P(21.00) T(21.00) e(21.00)
07.00 2 Jan 2020
00.00 P0(00.00) P(00.00) T(00.00) e(00.00)
10.00 2 Jan 2020
03.00 P0(03.00) P(03.00) T(03.00) e(03.00)
13.00 2 Jan 2020
06.00 P0(06.00) P(06.00) T(06.00) e(06.00)
16.00 2 Jan 2020
09.00 P0(09.00) P(09.00) T(09.00) e(09.00)
19.00 2 Jan 2020
12.00 P0(12.00) P(12.00) T(12.00) e(12.00)
22.00 2 Jan 2020
15.00 P0(15.00) P(15.00) T(15.00) e(15.00)
Rata-rata harian
Penghitungan rata-rata harian P0 mengunakan data pengamatan pada jam utama dan jam sela (8 kali pengamatan) ( ) 8 P P P P P P P P P (15.00) 0 (12.00) 0 (09.00) 0 (06.00) 0 (03.00) 0 (00.00) 0 (21.00) 0 (18.00) 0 0 + + + + + + + =
Nilai rata-rata harian untuk P, T dan e dicari dengan menggunakan cara yang sama.
b) Ilustrasi untuk wilayah waktu setempat WITA (UTC+8) Tanggal Report Jam Lokal Tanggal dan Jam Obs (UTC) P0 P T e 2 Jan 2020
02.00 1 Jan 2020
18.00 P0(18.00) P(18.00) T(18.00) e(18.00)
05.00 1 Jan 2020
21.00 P0(21.00) P(21.00) T(21.00) e(21.00)
08.00 2 Jan 2020
00.00 P0(00.00) P(00.00) T(00.00) e(00.00)
11.00 2 Jan 2020
03.00 P0(03.00) P(03.00) T(03.00) e(03.00)
14.00 2 Jan 2020
06.00 P0(06.00) P(06.00) T(06.00) e(06.00)
17.00 2 Jan 2020
09.00 P0(09.00) P(09.00) T(09.00) e(09.00)
20.00 2 Jan 2020
12.00 P0(12.00) P(12.00) T(12.00) e(12.00)
23.00 2 Jan 2020
15.00 P0(15.00) P(15.00) T(15.00) e(15.00)
Rata-rata harian
Penghitungan rata-rata harian P0 menggunakan data pengamatan pada jam utama dan jam sela (8 kali pengamatan):
( ) 8 P P P P P P P P P (15.00) 0 (12.00) 0 (09.00) 0 (06.00) 0 (03.00) 0 (00.00) 0 (21.00) 0 (18.00) 0 0 + + + + + + + =
Nilai rata-rata harian untuk P, T dan e dicari dengan menggunakan cara yang sama.
c) Ilustrasi untuk wilayah waktu setempat WIT (UTC+9) Tanggal Report Jam Lokal Tanggal dan Jam Obs (UTC) P0 P T e 2 Jan 2020
00.00 1 Jan 2020
15.00 P0(15.00) P(15.00) T(15.00) e(15.00)
03.00 1 Jan 2020
18.00 P0(18.00) P(18.00) T(18.00) e(18.00)
06.00 1 Jan 2020
21.00 P0(21.00) P(21.00) T(21.00) e(21.00)
09.00 2 Jan 2020
00.00 P0(00.00) P(00.00) T(00.00) e(00.00)
12.00 2 Jan 2020
03.00 P0(03.00) P(03.00) T(03.00) e(03.00)
15.00 2 Jan 2020
06.00 P0(06.00) P(06.00) T(06.00) e(06.00)
18.00 2 Jan 2020
09.00 P0(09.00) P(09.00) T(09.00) e(09.00)
21.00 2 Jan 2020
12.00 P0(12.00) P(12.00) T(12.00) e(12.00)
Rata-rata harian
Penghitungan rata-rata harian P0 menggunakan data pengamatan pada jam utama dan jam sela (8 kali pengamatan):
( ) 8 P P P P P P P P P (12.00) 0 (09.00) 0 (06.00) 0 (03.00) 0 (00.00) 0 (21.00) 0 (18.00) 0 (15.00) 0 0 + + + + + + + =
Nilai rata-rata harian untuk P, T dan e dicari dengan menggunakan cara yang sama.
Tabel 4 Ilustrasi Penghitungan Rata-Rata Harian Beberapa Parameter Pada Stasiun Yang Belum Beroperasi 24 Jam Menggunakan Data Pengamatan Jam Utama a) Ilustrasi untuk wilayah waktu setempat WIB (UTC+7) Tanggal Report Jam Lokal Tanggal dan Jam Obs (UTC) P0 P T e 2 Jan 2020
01.00 1 Jan 2020
18.00 P0(18.00) P(18.00) T(18.00) e(18.00)
07.00 2 Jan 2020
00.00 P0(00.00) P(00.00) T(00.00) e(00.00)
13.00 2 Jan 2020
06.00 P0(06.00) P(06.00) T(06.00) e(06.00)
19.00 2 Jan 2020
12.00 P0(12.00) P(12.00) T(12.00) e(12.00)
Rata-rata harian
Penghitungan rata-rata harian P0 mengunakan data pengamatan pada jam utama (4 kali pengamatan) ( ) 4 P P P P P (12.00) 0 (06.00) 0 (00.00) 0 (18.00) 0 0 + + + =
Nilai rata-rata harian untuk P, T dan e dicari dengan menggunakan cara yang sama.
b) Ilustrasi untuk wilayah waktu setempat WITA (UTC+8) Tanggal Report Jam Lokal Tanggal dan Jam Obs (UTC) P0 P T e 2 Jan 2020
02.00 1 Jan 2020
18.00 P0(18.00) P(18.00) T(18.00) e(18.00)
08.00 2 Jan 2020
00.00 P0(00.00) P(00.00) T(00.00) e(00.00)
14.00 2 Jan 2020
06.00 P0(06.00) P(06.00) T(06.00) e(06.00)
20.00 2 Jan 2020
12.00 P0(12.00) P(12.00) T(12.00) e(12.00)
Rata-rata harian
Penghitungan rata-rata harian P0 menggunakan data pengamatan pada jam utama (4 kali pengamatan) ( ) 4 P P P P P (12.00) 0 (06.00) 0 (00.00) 0 (18.00) 0 0 + + + =
Nilai rata-rata harian untuk P, T dan e dicari dengan menggunakan cara yang sama.
c) Ilustrasi untuk wilayah waktu setempat WIT (UTC+9) Tanggal Report Jam Lokal Tanggal dan Jam Obs (UTC) P0 P T e 2 Jan 2020
03.00 1 Jan 2020
18.00 P0(18.00) P(18.00) T(18.00) e(18.00)
09.00 2 Jan 2020
00.00 P0(00.00) P(00.00) T(00.00) e(00.00)
15.00 2 Jan 2020
06.00 P0(06.00) P(06.00) T(06.00) e(06.00)
21.00 2 Jan 2020
12.00 P0(12.00) P(12.00) T(12.00) e(12.00)
Rata-rata harian
Penghitungan rata-rata harian P0 menggunakan data pengamatan pada jam utama (4 kali pengamatan) ( ) 4 P P P P P (12.00) 0 (06.00) 0 (00.00) 0 (18.00) 0 0 + + + =
Nilai rata-rata harian untuk P, T dan e dicari dengan menggunakan cara yang sama.
Tabel 5 Ilustrasi Penghitungan Rata-Rata Harian Beberapa Parameter Pada Stasiun Yang Belum Beroperasi 24 Jam Menggunakan Data Pengamatan Jam Sela a) Ilustrasi untuk wilayah waktu setempat WIB (UTC+7)
Tanggal Report Jam Lokal Tanggal dan Jam Obs (UTC) P0 P T e 2 Jan 2020
04.00 1 Jan 2020
21.00 P0(21.00) P(21.00) T(21.00) e(21.00)
10.00 2 Jan 2020
03.00 P0(03.00) P(03.00) T(03.00) e(03.00)
16.00 2 Jan 2020
09.00 P0(09.00) P(09.00) T(09.00) e(09.00)
22.00 2 Jan 2020
15.00 P0(15.00) P(15.00) T(15.00) e(15.00)
Rata-rata harian
Penghitungan rata-rata harian P0 menggunakan data pengamatan pada jam sela (4 kali pengamatan):
( ) 4 P P P P P (15.00) 0 (09.00) 0 (03.00) 0 (21.00) 0 0 + + + =
Nilai rata-rata harian untuk P, T dan e dicari dengan menggunakan cara yang sama.
b) Ilustrasi untuk wilayah waktu setempat WITA (UTC+8) Tanggal Report Jam Lokal Tanggal dan Jam Obs (UTC) P0 P T e 2 Jan 2020
05.00 1 Jan 2020
21.00 P0(21.00) P(21.00) T(21.00) e(21.00)
11.00 2 Jan 2020
03.00 P0(03.00) P(03.00) T(03.00) e(03.00)
17.00 2 Jan 2020
09.00 P0(09.00) P(09.00) T(09.00) e(09.00)
23.00 2 Jan 2020
15.00 P0(15.00) P(15.00) T(15.00) e(15.00)
Rata-rata harian
Penghitungan rata-rata harian P0 menggunakan data pengamatan pada jam sela (4 kali pengamatan) ( ) 4 P P P P P (15.00) 0 (09.00) 0 (03.00) 0 (21.00) 0 0 + + + =
Nilai rata-rata harian untuk P, T dan e dicari dengan menggunakan cara yang sama.
c) Ilustrasi untuk wilayah waktu setempat WIT (UTC+9) Tanggal Report Jam Lokal Tanggal dan Jam Obs (UTC) P0 P T e 2 Jan 2020
00.00 1 Jan 2020
15.00 P0(15.00) P(15.00) T(15.00) e(15.00)
06.00 1 Jan 2020
21.00 P0(21.00) P(21.00) T(21.00) e(21.00)
12.00 2 Jan 2020
03.00 P0(03.00) P(03.00) T(03.00) e(03.00)
18.00 2 Jan 2020
09.00 P0(09.00) P(09.00) T(09.00) e(09.00)
Rata-rata harian
Penghitungan rata-rata harian P0 menggunakan data pengamatan pada jam sela (4 kali pengamatan):
( ) 4 P P P P P (09.00) 0 (03.00) 0 (21.00) 0 (15.00) 0 0 + + + =
Nilai rata-rata harian untuk P, T dan e dicari dengan menggunakan cara yang sama.
4) Suhu udara maksimum (Tx) dan suhu udara minimum (Tn) harian yang dilaporkan adalah suhu udara yang diamati pada jam utama yang masuk pada waktu setempat.
5) Nilai tekanan uap air (e) tidak diperoleh secara langsung seperti T dan P, melainkan dengan mencari nilai kelembapan udara (RH) terlebih dahulu serta tekanan uap air jenuh (ew). Nilai ew ditentukan menggunakan rumus (ref. WMO Nomor 8 Vol.1 Tahun 2018):
ew= 6.112 exp [17,62 T/(243,12 + T)] sehingga diperoleh seperti pada tabel tekanan uap air jenuh yang terkait dengan besarnya suhu udara (Tabel 6).
Setelah itu digunakan rumus berikut untuk mencari nilai tekanan uap air (e): e = (RH x ew)
Contoh:
Pada tanggal 2 Januari 2020 jam 00.00 UTC tercatat T = 27,6°C dan RH = 82,4%. Dengan data suhu tersebut, diperoleh nilai tekanan uap air jenuh (ew) senilai 36,84 mb atau hPa (lihat tabel 4).
Kemudian nilai tekanan uap air dapat dihitung sebagai berikut:
e00.00 = (82,4 x 36,84)/100 = 30,36 mb = 30,4 mb
Nilai tekanan uap air pada jam pengamatan lain diperoleh dengan menggunakan cara yang sama. Kemudian dicari nilai tekanan uap air rata-rata harian menggunakan cara yang sudah dijelaskan pada bagian III.1. 2.
Tabel 6 Nilai Tekanan Uap Air Jenuh (ew) Pada Suhu Udara Tertentu Dalam Satuan hektoPascal T(0C) P(hPa= mb) 0,0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 15 17,017 17,126 17,237 17,348 17,459 17,572 17,684 17,798 17,912 18,027 16 18,142 18,258 18,375 18,492 18,610 18,729 18,849 18,969 19,089 19,211 17 19,333 19,455 19,579 19,703 19,828 19,953 20,079 20,206 20,334 20,462 18 20,591 20,721 20,851 20,983 21,115 21,247 21,380 21,515 21,649 21,785 19 21,921 22,058 22,196 22,335 22,474 22,614 22,755 22,896 23,039 23,182 20 23,326 23,471 23,616 23,762 23,910 24,057 24,206 24,356 24,506 24,657 21 24,809 24,962 25,115 25,270 25,425 25,581 25,738 25,896 26,054 26,214 22 26,374 26,535 26,697 26,860 27,024 27,189 27,354 27,521 27,688 27,856 23 28,025 28,195 28,366 28,538 28,710 28,884 29,059 29,234 29,410 29,588 24 29,766 29,945 30,125 30,306 30,488 30,671 30,855 31,040 31,226 31,413 25 31,601 31,789 31,979 32,170 32,362 32,554 32,748 32,943 33,139 33,336 26 33,533 33,732 33,932 34,133 34,335 34,538 34,742 34,947 35,153 35,361 27 35,569 35,778 35,989 36,200 36,413 36,627 36,841 37,057 37,274 37,492 28 37,711 37,932 38,153 38,376 38,600 38,824 39,050 39,278 39,506 39,735 29 39,966 40,198 40,431 40,665 40,900 41,137 41,374 41,613 41,853 42,095 30 42,337 42,581 42,826 43,072 43,320 43,568 43,818 44,069 44,322 44,575 31 44,830 45,087 45,344 45,603 45,863 46,124 46,387 46,651 46,916 47,183 32 47,450 47,720 47,990 48,262 48,535 48,810 49,086 49,363 49,642 49,922 33 50,203 50,486 50,770 51,056 51,343 51,631 51,921 52,212 52,504 52,798 34 53,094 53,391 53,689 53,989 54,290 54,593 54,897 55,203 55,510 55,818 35 56,128 56,440 56,753 57,068 57,384 57,701 58,021 58,341 58,664 58,987 36 59,313 59,640 59,968 60,298 60,630 60,963 61,298 61,634 61,972 62,312 37 62,653 62,996 63,340 63,687 64,034 64,384 64,735 65,088 65,442 65,798 38 66,156 66,515 66,876 67,239 67,604 67,970 68,338 68,708 69,079 69,452 39 69,827 70,204 70,583 70,963 71,345 71,729 72,114 72,502 72,891 73,282 40 73,675 74,069 74,466 74,864 75,264 75,666 76,070 76,476 76,883 77,293 41 77,704 78,118 78,533 78,950 79,369 79,790 80,213 80,638 81,065 81,493 42 81,924 82,357 82,791 83,228 83,667 84,107 84,550 84,995 85,441 85,890 43 86,341 86,794 87,249 87,706 88,165 88,626 89,089 89,554 90,022 90,491 44 90,963 91,436 91,912 92,390 92,870 93,353 93,837 94,324 94,813 95,304 45 95,797 96,293 96,790 97,290 97,792 98,297 98,803 99,312 99,823 100,337 46 100,852 101,370 101,891 102,413 102,938 103,465 103,995 104,527 105,061 105,598 47 106,137 106,678 107,222 107,768 108,317 108,868 109,421 109,977 110,535 111,096 48 111,659 112,224 112,793 113,363 113,936 114,512 115,090 115,670 116,254 116,839 49 117,427 118,018 118,611 119,207 119,806 120,407 121,011 121,617 122,226 122,837 50 123,452
6) Untuk menghitung jumlah curah hujan pada satu hari, interval pengamatan hujan adalah 06.01 – 06.00 UTC di hari setelahnya.
Hal tersebut karena nilai curah hujan selama 6 jam sejak 00.00 – 06.00 UTC dimasukan pada total jumlah curah hujan hari sebelumnya. Lebih jelasnya perhatikan Tabel 7.
Tabel 7 Ilustrasi Penghitungan Curah Hujan Harian Tanggal UTC Hari H Hari H + 1 Hujan dilaporkan 0601 UTC 061200 UTC 1800 UTC 0000 UTC 0600 UTC 1 Jan Hujan mulai dihitung 1 mm 0 mm 3 mm 1 mm 5 mm 2 Jan 0 mm 0 mm 0 mm 4 mm 4 mm 3 Jan 5 mm 2 mm 0 mm 0 mm 7 mm 4 Jan 0 mm 0 mm 0 mm 0 mm 0 mm
Penghitungan curah hujan di jam 00.00 UTC adalah curah hujan selama periode 6 jam (18.00 UTC s.d. 00.00 UTC [H+1]).
Curah hujan yang dilaporkan pada seksi 1 merupakan jumlah total curah hujan selama 1 bulan.
7) Jumlah lamanya penyinaran matahari selama satu bulan (S1) dilaporkan dalam satuan jam penuh, dan sehubungan data harian yang dikumpulkan dalam persepuluhan jam, maka harus ada pembulatan dan dilakukan pada saat penjumlahan yang terakhir.
Dapat dilihat pada contoh penghitungan di Tabel 8.
Tabel 8 Jumlah Lamanya Penyinaran Matahari Pada Bulan Januari 2020 Tgl Jml S1 Ket. Data Penjelasan 1
6.5
Jika ada data yang hilang (misal ada 2 hari), maka ini masuk dalam laporan pada kelompok 9mememRmRmSmS, dimana untuk msms=02 (tanggal 4 dan 29) 2
5.7
3
6.1
4 X Data hilang Dst Dst
… …
29 X Data hilang 30
7.6
31
8.2
Jml
121.7
- Jumlah penyinaran =121,7 jam, dibulatkan menjadi 122.
Sandi 1 1 1 S S S menjadi 122.
- Penentuan nilai/ besaran dari S S S p p p
Yang dimaksud dengan S S S p p p adalah persentase lamanya penyinaran matahari dibandingkan dengan nilai/nilai normalnya (ada di seksi 2), dan dirumuskan sebagai berikut:
% 100 )2 _ ( )1 _ ( p p p 1 1 S S S x seksi S seksi S =
Contoh:
Nilai rata–rata (normal) lamanya penyinaran matahari pada seksi 2 ( 1 1 1 S S 7S ) = 150,0 jam Jadi,
81.33% x100% 150 p p p S S S = = 122
Dengan demikian sandi lengkap untuk kelompok s s s 1 1 1 p p p S S 7S
menjadi 7122081, dan untuk kelompok S S R R e e m m m m m 9m
dilaporkan 9mememRmR02.
Catatan:
1. Jika pada seksi 2 tidak ada nilai rata-ratanya, maka S S S p p p
disandi ///, contoh: 7122///.
2. Jika pada seksi 2 nilai normalnya adalah nol jam, maka S S S p p p disandi 999, contoh: 7122999.
3. Jika pada seksi 2 nilai normalnya adalah tidak sama dengan nol jam (0 jam), tapi nilai S S S p p p ≤ 1%, maka sandi S S S p p p
disandi 001, contoh: 7122001.
8) Penghitungan nilai bulanan untuk parameter yang diamati (pelaporan pada seksi 1).
a) Nilai bulanan yang berupa rata-rata.
Parameter yang memiliki nilai bulanan berupa rata-rata adalah Po, P, T, Tx, Tn dan e. Dapat dilihat pada ilustrasi Tabel 9.
Tabel 9 Nilai rata-rata bulanan Po, P, T, Tx, Tn dan e Tanggal P0 P T Tx Tn e 1 2 3 dst .
.
N P0(1) P0(2) P0(3) dst .
.
P0(N) P(1) P(2) P(3) dst .
.
P(N) T(1) T(2) T(3) dst .
.
T(N) Tx(1) Tx(2) Tx(3) dst .
.
Tx(N) Tn(1) Tn(2) Tn(3) dst .
.
Tn(N) e(1) e(2) e(3) dst .
.
e(N) Rata-rata Po P T Tx Tn e
Untuk menghitung nilai bulanan parameter pada bulan yang bersangkutan digunakan rumus sebagai berikut:
N N P P P P P N N i n ) ( 0 ) 2 ( 0 ) 1 ( 0 1 ) ( 0 0 .... + + + = = =
dimana:
P0 : Nilai bulanan P0 bulan yang bersangkutan P P N ) ( 0 ) 1 ( 0 ....
: Nilai rata-rata harian P0. Untuk Tx dan Tn nilai harian merupakan suhu udara maksimum atau minimum yang diamati pada jam utama yang masuk pada waktu setempat.
N : Jumlah hari dalam bulan yang bersangkutan.
Catatan: Rumus yang sama digunakan untuk mencari nilai , , , , dan .
b) Nilai bulanan yang berupa jumlah Parameter yang memiliki nilai bulanan berupa jumlah adalah curah hujan (R1) dan lama penyinaran matahari (S1). Dapat dilihat pada ilustrasi Tabel 10.
Tabel 10 Nilai Bulanan R1 dan S1 Tanggal R1 S1 1 2 3 dst .
.
N R1(1) R1(2) R1(3) dst .
.
R1(N) S1(1) S1(2) S1(3) dst .
.
S1(N) Jumlah ⅀R1 ⅀S1
Untuk menghitung nilai bulanan parameter pada bulan yang bersangkutan digunakan rumus sebagai berikut:
R R R R N N i n ) ( 1 ) 2 ( 1 ) 1 ( 1 1 ) ( 1 .... + + + = =
dimana:
= N i n R 1 ) ( 1
: Nilai bulanan R1 bulan yang bersangkutan R R N ) ( 1 ) 1 ( 1 ....
: Nilai rata-rata harian R1 N
: jumlah hari dalam bulan yang bersangkutan Catatan :Rumus yang sama digunakan untuk mencari nilai ΣS1.
9) Jika ada data yang hilang atau nil, misal hilang 1 hari, maka nilai pembaginya harus dikurangi 1, dan tanggal atau hari yang hilang tersebut harus dilaporkan pada kelompok 8 atau 9 yang disesuaikan dengan parameternya. Jika datanya lengkap (tidak ada data yang hilang) maka kelompok 8 dan 9 disandi 8000000 & 9000000.
10) Menghitung nilai standar deviasi (SD atau ststst) Sandi dari ststst merupakan bagian dari kelompok t t t n s s s TTT 3s
baik yang ada di seksi 1 maupun seksi 2, dimana perbedaan dari keduanya bersumber dari periode kumpulan data yang akan diolah, dan penghitungannya menggunakan rumusan statistik sebagai berikut:
= − − = n 1 i 2 1)} (n x) (xi { SD
Keterangan:
SD : Standar deviasi;
xi : Nilai rata-rata suhu udara harian (T);
X : Nilai rata-rata suhu udara bulanan pada bulan yang dilaporkan ( T );
n : Banyaknya hari pengamatan dalam 1 (satu) bulan.
Untuk memudahkan penghitungan dapat menggunakan tabel bantu seperti berikut ini:
Tabel 11 Ilustrasi Untuk Menghitung Nilai Standar Deviasi Suhu Udara Tanggal T ( ) T T −
( ) 2 T T −
1 27,5 0,2 0,04 2 27,7 0,4 0,16 3 27,1 -0,2 0,04 4 27,4 0,1 0,01 5 .
.
.
dst dst dst dst .
.
.
.
30 27,2 0,1 0,01 T 27,3 Jumlah ( A )
SD 30 (A) =
11) Menghitung nilai d R Sandi d R merupakan bagian dari kelompok r r d 1 1 1 1 n n R R R R 6R yang dilaporkan pada seksi 1. Berikut langkah-langkah dalam menghitung nilai Rd.
a) Mengumpulkan data ΣCH selama 30 tahun.
Sebagai catatan untuk stasiun yang belum beroperasi selama 30 tahun, atau tidak memiliki data ΣCH selama 30 tahun, maka d R disandi “/”.
Data ΣCH selama 30 tahun yang sudah terkumpul disusun dalam suatu tabel, misal data yang dimaksud mulai dari tahun 1981 s.d 2010, seperti contoh sebagai berikut:
Tabel 12 Jumlah Curah Hujan Bulanan Periode 30 Tahun No Tahun Jan Feb Mar …… Des
1 1981 a b c …… l 2 1982 a’ b’ c’ …… l’ 3 1983 a’’ b’’ c’’ …… l’’ … ...
… … … …… ...
10 1990 ...
… … …… … … … … … … …… … … … … ...
… ......
… 30 2010 a* b* c* …… l*
Catatan:
Jika ada data yang hilang dalam periode tersebut, maka data yang tersedia baik sebelum maupun sesudah periode yang ditetapkan bisa digunakan sebagai pengganti dari data yang hilang tersebut. Misal data tahun 1990 & 1991 hilang, ini bisa diganti dengan data tahun-tahun sebelumnya (misal tahun 1979 & 1980), atau data tahun-tahun sesudahnya (misal tahun 2011 & 2012). Jadi penggantiannya bisa diambil dari data sebelumnya atau sesudahnya yang mendekati pada periode yang ditetapkan. Jika periode normal berubah maka Rd dihitung ulang sesuai dengan periode normalnya.
b) Menyusun/mengurutkan data tiap-tiap bulannya dari data yang telah tersusun pada tabel 12 mulai dari nilai/jumlah terendah sampai ke nilai/jumlah yang tertinggi.
Sebagai contoh pada langkah 2, di bawah ini terdapat tabel dimana datanya telah disusun secara berurutan dari nilai yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi.
Tabel 13 Urutan Curah Hujan Dari Yang Terkecil Hingga Yang Terbesar (Bulan Januari Dalam Periode 30 Tahun) No Bulan Nilai No Bulan Nilai No Bulan Nilai
(Januari) kuintil
(Januari) kuintil
(Januari) kuintil
1. 100
11. 200
21. 300
2. 110
12. 210 215
22. 310
3. 120
13. 220 (Q2-Q3)
23. 320
4. 130
14. 230
24. 330 335
5. 140
15. 240
25. 340 (Q4-Q5)
6. 150 155
16. 250
26. 350
7. 160 (Q1-Q2)
17. 260
27. 360
8. 170
18. 270 275
28. 370
9. 180
19. 280 (Q3-Q4)
29. 380
10. 190
20. 290
30. 390
Cara mencari nilai rata-rata atau nilai batas antar kuintil (Q):
• Batas antar Q1 dan Q2 adalah data urut 6 ditambah 7 dibagi 2, dirumuskan sebagai (no.6 + no.7)/2 = (150 +160)/2 = 155;
• Analog untuk batas antar Q2 dan Q3 adalah: 215, Q3 & Q4 =275, dan Q4 & Q5 =335.
c) Membuat tabel d R , misal untuk bulan Januari dicontohkan seperti berikut:
Tabel 14 Nilai Rd Periode Bulan Januari Berdasarkan Tabel 13 No Rd Interval (mm) kuintil Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 0 1 2 3 4 5 6 < 100 100 -155 156 – 215 216 – 275 276 – 335 336 – 390 > 390 - Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 - d R =0, memperlihatkan kejadian ΣCH terkecil selama periode 30 tahun.
d R =6, memperlihatkan kejadian ΣCH terbesar selama periode 30 tahun. Sedangkan untuk d R =3 memperlihatkan ΣCH yang terjadi masih dalam kategori normal.
Analogi dengan langkah-langkah yang sudah dikerjakan seperti tersebut di atas, maka langkah selanjutnya adalah meneruskan dalam pembuatan tabel d R untuk bulan Februari sampai dengan Desember.
d) Menyusun tabel d R untuk Unit Kerja/Stasiun.
Setelah nilai d R masing-masing bulan diperoleh, dapat disusun tabel d R selama periode data 30 tahun yang digunakan. Tabel d R lengkap dari bulan Januari sampai dengan Desember contohnya seperti di bawah ini:
PENETAPAN/PEMBAHARUAN DATA NORMAL HUJAN Tabel d R Stasiun ……………. Periode data thn …… s.d …… No Rd Jan Feb Mar … dst Des Kuintil Interval (mm) Int (mm) Int (mm) Int (mm) Int (mm)
1 2 3 4 5 6 7 0 1 2 3 4 5 6 < 100 100 -155 156 – 215 216 – 275 276 – 335 336 – 390 > 390
- Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 -
2. Seksi 2 1) Nilai parameter pada seksi 1 yang sudah terkumpul selama periode minimal 10 tahun, kemudian dihitung untuk dicari nilai normalnya yang akan dilaporkan pada seksi 2 ini, termasuk jumlah tahun yang hilang.
2) Berikut parameter yang diperlukan untuk membuat seksi 2:
a) Tekanan rata-rata pada permukaan stasiun ( ) dengan akurasi 0,1 hPa;
b) Tekanan rata-rata pada permukaan laut ( ) dengan akurasi 0,1 hPa atau 1gpm;
c) Suhu udara rata-rata ( ) dengan akurasi 1°C;
d) Standar deviasi temperature rata-rata harian dengan akurasi 1°C;
e) Suhu udara maksimum rata-rata ( ) dengan akurasi 0,1°C;
f) Suhu udara minimum rata-rata ( ) dengan akurasi 0,1°C;
g) Tekanan uap air rata-rata ( ) dengan akurasi 0,1 hPA;
h) Curah hujan total (⅀R1) dengan akurasi 0,1mm;
i) Jumlah hari hujan dengan curah hujan (nr) minimal 1 mm;
j) Jumlah durasi penyinaran matahari (⅀S1) dengan akurasi 0.1 jam atau 6 menit.
3) Berikut adalah tabel untuk membantu menentukan nilai normal.
Tabel 15 Tabel Bantu Dari Nilai/ Nilai Rata-rata Parameter- Parameter di Seksi 2 Bulan: Januari Dalam Periode Tahun 2001 s.d 2010 Tahun
⅀R1 ⅀S1
St nrnr 2001
⅀R1(1) ⅀S1(1)
(1) St(1) nrnr(1) 2002
⅀R1(2) ⅀S1(2)
(2) St(2) nrnr(2) 2003
⅀R1(3) ⅀S1(3)
(3) St(2) nrnr(3) 2004 Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst 2005 Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst 2006 Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst 2007 Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst 2008 Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst 2009 Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst Dst 2010
⅀R1(10) ⅀S1(10)
(10) St(10) nrnr(10)
Untuk menghitung nilai bulanan parameter pada bulan yang bersangkutan digunakan rumus sebagai berikut:
N N P P P P P N N i n Normal ) ( 0 ) 2 ( 0 ) 1 ( 0 1 ) ( 0 _ 0 .... + + + = = =
dimana:
P Normal _ 0
: Nilai normal P0 bulan yang bersangkutan.
P P N ) ( 0 ) 1 ( 0 ....
: Nilai rata-rata harian P0. Untuk Tx dan Tn nilai harian merupakan suhu udara maksimum atau minimum yang diamati pada jam utama yang masuk pada waktu setempat.
N : Jumlah tahun dalam bulan yang bersangkutan (minimal periode 10 tahun).
Catatan:
a) Rumus yang sama digunakan untuk mencari nilai normal dari , , , , R1, S1, St, , dan nrnr.
b) Penghitungan dilakukan masing-masing bulan Januari sampai Desember.
Tabel 16 Contoh Data Nilai Parameter Pada Seksi 1 Bulan Januari Periode 2001 Hingga 2010 Tahun (mb) (mb) (0C) (0C) (0C) ⅀R1 (mm) ⅀S1 (jam)
(mb) St (0C) nrnr (hari) 2001 1011 1013 27 32 24 313 105 29,8 0,7 14 2002 1010 1014 26 34 23 290 110 28,9 0,8 15 2003 1010 1013 25 33 22 217 120 29,7 0,7 16 2004 1011 1014 28 32 25 160 100 29,9 0,7 15 2005 1011 1013 27 34 23 270 95 30 0,6 14 2006 1010 1013 28 32 25 300 130 29,8 0,7 13 2007 1009 1014 27 31 24 250 125 29,7 0,6 16 2008 1010 1013 25 32 22 200 115 29,6 0,7 14 2009 1009 1014 26 32 23 200 127 29,9 0,7 20 2010 1010 1014 28 31 25 320 98 29,8 0,8 23 Jumlah 10101 10135 267 323 236 2520 1125 297,1 7 160 Rata-rata 1010,1 1013,5 26,7 32,3 23,6 252,0 112,5 29,71 0,7 16,0
Dari contoh di atas, jika dimasukkan ke sandi seksi 2 :
222 c c b b Y Y Y 0Y
0 0 0 0 P P P P 1 PPPP 2
t t t n s s s TTT 3s
n n n n x x x n T T T s T T T 4s eee 5
r r 1 1 1 1 n n R R R 6R
1 1 1 S S 7S Tx Tx T T P P y y y y y 8y
S S R R e e y y y y y 9y
Menjadi:
222 00110 10101 20135 30267007 403230236 5297 6025216 7125 8000000 9000000
Contoh di atas menunjukan tidak ada data hilang, sehingga untuk kelompok 8 dan 9 dilaporkan 8000000 dan 9000000.
Nilai sn ditentukan sesuai dengan penentuan sn pada seksi 1.
Berikutnya dengan cara yang sama membuat/mengolah data untuk bulan Februari hingga Desember.
Setelah lengkap, data dari hasil-hasil pengolahan dari bulan Januari sampai dengan Desember dijadikan data normal pada periode yang ditetapkan, contohnya sebagai berikut:
Tabel 17 Data Normal Stasiun ………… periode tahun …….. s.d ……… No.
Parameter Bulan Ket Jan Feb Mar ..dst..
….
Des 1 PoPoPo
1011.3 mb
2 PPP
1013.3 mb
3 TTT
27.3°C
4 ststst
0.7°C
5 TxTxTx
32.6°C
6 TnTnTn
24.7°C
7 eee
29.8 mb
8 R1R1R1 313 mm
9 nrnr 14 hari
10 S1S1S1 105 jam
11 YnYn 00
12 YtYt 00
13 YtxYtx 00
14 YeYe 00
15 YRYR 00
16 YsYs 00
3. Seksi 3 1) Seksi ini memiliki arti melaporkan jumlah hari dalam sebulan dengan parameter-parameter pada batas ambang tertentu (thresholds) dalam bulan yang dilaporkan dalam MMJJJ.
2) Berikut parameter yang diperlukan untuk membuat seksi 3:
a) Suhu udara maksimum ( ) dengan akurasi 0,1 °C;
b) Suhu udara minimum ( ) dengan akurasi 0,1 °C;
c) Curah hujan total (R) dengan akurasi 0,1 mm;
d) Ketebalan endapan salju total (s) dengan akurasi 1 cm;
e) Kecepatan angin maksimum (f) dengan akurasi 1 m/s atau 1 knot;
f) Jarak pandang mendatar minimum (V) dengan akurasi 10 m.
3) Jika jumlah hari dalam suatu kelompok pada seksi 3 adalah 0 maka kelompok tersebut tidak perlu dilaporkan. Tetapi jika hanya sebagian dari dua atau tiga jumlah hari bernilai 0, maka kelompok tersebut tetap dilaporkan.
4) Untuk menentukan jumlah hari pada parameter yang ditetapkan gunakan tabel bantu agar terhindar dari kesalahan dalam Penghitungan.
a) Kelompok 30 30 25 25 T T T 0T dan 40 40 35 35 T T T 1T
Pengisian untuk kedua kelompok ini datanya diambil dari kumpulan data suhu max (Tx) (Tabel 9).
Untuk mempermudah pengelompokan suhu maksimum dapat dibuat tabel bantu. (Tabel 18).
Dari contoh tabel bantu tersebut, berdasarkan batas ambang yang dijelaskan pada Bagian II Seksi 3 diperoleh data sebagai berikut:
− 25 25T T : terdapat 30 hari kejadian.
− 30 30T T : terdapat 25 hari kejadian.
− 30 30T T : terdapat 3 hari kejadian.
− 40 40T T : terdapat 0 hari kejadian.
sehingga kelompok 30 30 25 25 T T T 0T 40 40 35 35 T T T 1T disandi menjadi 03025 10300.
Tabel 18 Tabel Bantu Pengelompokan Nilai Suhu Maksimum Tgl.
Tx T25T25 T30T30 T35T35 T40T40 1 27,3 1
2 24,2
3 27,1 1
4 28,6 1
5 29,7 1
6 30,2 1 1
7 31,4 1 1
8 33,2 1 1
9 35,7 1 1 1
10 33,4 1 1
11 32,3 1 1
12 33,3 1 1
13 33,7 1 1
14 33,8 1 1
15 33,9 1 1
16 34,5 1 1
17 34,2 1 1
18 34,5 1 1
19 35,2 1 1 1
20 35,5 1 1 1
21 33,6 1 1
22 33,8 1 1
23 32,9 1 1
24 33,0 1 1
25 32,7 1 1
26 32,3 1 1
27 32,7 1 1
28 31,9 1 1
29 29,9 1
30 32,8 1 1
31 33,1 1 1
JML 30 25 3 0
b) Kelompok x0 x0 n0 n0 T T T 2T
Melaporkan jumlah hari yang memiliki besaran suhu udara minimum harian dan suhu udara maksimum harian yang kurang dari nol derajat Celcius (<0°C). Sebagai contoh misalnya di INDONESIA kejadian seperti ini belum pernah terjadi maka kelompok ini disandi 20000. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, jika jumlah hari dalam suatu kelompok pada seksi 3 adalah 0 maka kelompok tersebut tidak perlu dilaporkan. Oleh karena itu sandi ini tidak perlu dilaporkan.
c) Kelompok 05 05 01 01 R R R 3R , 50 50 10 10 R R R 4R dan 150 150 100 100 R R R 5R
Melaporkan jumlah hari yang memiliki jumlah curah hujan pada batas ambang yang ditetapkan, untuk penyelesaiannya gunakan tabel bantu (untuk menghindari kekeliruan). Nilai R1 adalah nilai curah hujan yang dilaporkan pada seksi 1.
Tabel 19 Tabel Bantu Pengelompokan Nilai Batas Ambang Curah Hujan Tgl.
1 R (mm) 01 01R R
05 05R R
10 10R R
50 50R R
100 100R R
150 150R R
1 10,0 1 1 1
2 0,6
3 0,8
4
6 0,4
7 TTU
8
10 11,8 1 1 1
11 -
12
5.0 1 1
13
15 1,5 1
16 15,8 1 1 1
17 44,0 1 1 1
18 8,5 1 1
19 TTU
20 0,3
21 6,2 1 1
22 4,8 1
23 0,6
24 -
25 24,9 1 1 1
26 18,4 1 1 1
27
29 -
30 54,9 1 1 1 1
31 TTU
JML 12 10 7 1 0 0
Dari contoh tabel bantu di atas, berdasarkan batas ambang yang dijelaskan pada Bagian II Seksi 3 diperoleh data sebagai berikut:
− 01 01R R : terdapat 12 hari kejadian.
− 01 01R R : terdapat 10 hari kejadian.
− 10 10R R : terdapat 7 hari kejadian.
− 50 50R R : terdapat 1 hari kejadian.
− 100 100R R : terdapat 0 hari kejadian.
− 150 150R R : terdapat 0 hari kejadian.
sehingga kelompok 05 05 01 01 R R R 3R 50 50 10 10 R R R 4R
150 150 100 100 R R R 5R disandi menjadi 31210 40701. Kelompok 5 tidak dilaporkan karena R100R100 dan R150R150 ini 0.
b) Kelompok 01 01 00 00 s s s 6s dan 50 50 10 10 s s s 7s
Melaporkan jumlah hari yang memiliki ketinggian salju pada batas ambang yang ditetapkan, Mengingat di INDONESIA tidak ada pengamatan salju maka kelompok tersebut tidak perlu dilaporkan atau dihilangkan.
c) Kelompok 30 30 20 20 10 10 f f f f f 8f
Melaporkan jumlah hari dalam satu bulan dengan kecepatan angin pada batas ambang yang ditetapkan.
Tabel 20 Tabel Bantu Pengelompokan Nilai Batas Ambang Kecepatan Angin Tgl.
f (m/s) 10 10f f
20 20f f
30 30f f
1 2
2 3
3 4
4 1
5 11 1
6 2
7 1
8 3
9 1
10 2
11 4
12 5
13 2
14 4
15 6
16 3
17 2
18 1
19 6
20 5
21 10 1
22 3
23 5
24 1
25 1
26 2
27 5
28 20 1 1
29 3
30 5
31 2
JML 3 1 0
Dari contoh tabel bantu di atas, berdasarkan batas ambang yang dijelaskan pada Bagian II Seksi 3 diperoleh data sebagai berikut:
− f10f10: terdapat 3 hari kejadian.
− f20f20: terdapat 1 hari kejadian.
− f30f30: terdapat 0 hari kejadian.
sehingga kelompok 30 30 20 20 10 10 f f f f f 8f disandi menjadi 8030100.
d) Kelompok 3 3 2 2 1 1 V V V V V 9V
Melaporkan jumlah hari dalam satu bulan dengan visibility pada batas ambang yang ditetapkan.
Tabel 21 Tabel Bantu Pengelompokan Nilai Batas Ambang Visibilitas Tgl.
V (meter) 1 1V V
2 2V V
3 3V V
1 10000
2 9000
3 8000
4 5000
5 4000
6 10000
7 2000
8 5000
9 8000
10 1000
11 500
1 12 2000
13 5000
14 8000
15 9000
16 10000
17 10000
18 10000
19 9000
20 500
1 21 1000
22 2000
23 3000
24 5000
25 8000
26 8000
27 9000
28 10000
29 40 1 1 1 30 20 1 1 1 31 90
1 1
JML 2 3 5
Dari contoh tabel bantu di atas, berdasarkan batas ambang yang dijelaskan pada Bagian II Seksi 3 didapat sebagai berikut:
− 1 1V V : terdapat 2 hari kejadian.
− 2 2V V : terdapat 3 hari kejadian.
− 3 3V V : terdapat 5 hari kejadian.
sehingga kelompok 3 3 2 2 1 1 V V V V V 9V disandi menjadi 9020305.
4. Seksi 4 1) Seksi ini melaporkan nilai ekstrem dari parameter-parameter tertentu dalam bulan yg dilaporkan dalam MMJJJ termasuk jumlah hari kejadian Badai Guntur dan Hujan Es.
2) Berikut parameter yang diperlukan untuk membuat seksi 3:
a) Suhu udara rata-rata (T) dengan akurasi 0,1 °C;
b) Suhu udara maksimum ( ) dengan akurasi 0,1 °C;
c) Suhu udara minimum ( ) dengan akurasi 0,1 °C;
d) Curah hujan total (R) dengan akurasi 0,1 mm;
e) Kecepatan angin maksimum (f) dengan akurasi 0,1 m/s atau 0,1 knot.
3) Penjelasan kelompok pada seksi 4 a) Kelompok x x xd xd xd n y y T T T 0s , n n nd nd nd n y y T T T 1s , ax ax ax ax ax n y y T T T 2s , an an an an an n y y T T T 3s , dan r r x x x x y y R R R 4R sudah cukup jelas.
b) Kelompok fx fx x x x w y y f f f 5i :
- Melaporkan kecepatan angin dalam persepuluhan m/s atau knots.
- Satuan yang dilaporkan ditentukan oleh indikator alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan angin (iw). Pengenal sandi wi seperti yang digunakan dalam pengamatan udara permukaan darat (synoptik) yaitu:
Tabel 22 Indikator Alat Penentuan Kecepatan Angin iw Keterangan 0 kecepatan angin diperkirakan dalam satuan m/s 1 kecepatan angin dibaca dari alat dalam satuan m/s 3 kecepatan angin diperkirakan dalam satuan knot 4 kecepatan angin dibaca dari alat dalam knot
- Data jumlah kecepatan angin tertinggi dilihat dari hasil pengamatan selama satu bulan pada bulan yang dilaporkan.
c) Kelompok gr gr ts ts D D D 6D sudah cukup jelas.
d) Kelompok n n x x y G G G G 7i merupakan kelompok terakhir pada seksi 4 yang melaporkan tentang waktu pembacaan dari suhu maksimum dan suhu minimum yang diperlihatkan oleh alat yang digunakan untuk pengamatan.
Indikator alat yang digunakan membaca Tmax dan Tmin sebagai berikut:
Tabel 23 Indikator Alat Pembacaan Suhu Maksimum dan Minimum No Angka sandi iy Alat yang digunakan Keterangan 1 1 Termometer max dan min Air raksa/Hg 2 2 Termometer max dan min AWS 3 3 Termometer max dan min Thermograph
Contoh:
Jika pembacaan termometer maksimum dan minimum dengan menggunakan Termometer Air Raksa berarti iy = 1, untuk Tmax dibaca jam 00.00 UTC dan Tmin jam 13.00 UTC, ini disandi 710013.
e) Untuk kelompok n n x x G G G G adalah melaporkan waktu pembacaan suhu maksimum dan suhu minimum, jika menggunakan standard waktu pembacaan Suhu Maksimum adalah jam 12.00 UTC, dan Suhu Minimum adalah jam 00.00 UTC maka kelompok 7 tidak perlu dilaporkan.
f) Kelompok n n x x y G G G G 7i dilaporkan jika pembacaan termometer maksimum dan minimum di luar jam pembacaan yang standard (WMO).
g) Pada akhir kelompok dari seksi 4 diberi tanda “sama dengan” (=) tanpa spasi yang menandakan laporan Sandi CLIMAT secara real time diakhiri/ditutup. Contoh : Untuk kelompok 7 (7iyGxGxGnGn=), jika kelompok 7 tidak dilaporkan maka diganti dengan kelompok 6 (6DtsDtsDgrDgr= ), dan seterusnya.
KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA, REPUBLIK INDONESIA,
ttd
DWIKORITA KARNAWATI
Koreksi Anda
