Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 1

UU Nomor 22 Tahun 1957 | Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1957 tentang PENYELESAIAN PERSELISIHAN PERBURUHAN

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Dalam UNDANG-UNDANG ini yang dimaksudkan dengan: a. buruh, ialah barangsiapa bekerja pada majikan dengan menerima upah; b. majikan... b. majikan, ialah orang atau badan hukum yang mempekerjakan buruh; c. perselisihan perburuhan, ialah pertentangan antara majikan atau perkumpulan majikan dengan serikat buruh atau gabungan serikat buruh berhubung dengan tidak adanya persesuaian paham mengenai hubungan kerja, syarat-syarat kerja dan/atau keadaan perburuhan; d. tindakan tersebut pada Pasal 6 UNDANG-UNDANG ini, ialah salah satu dari perbuatan-perbuatan sebagai berikut: 1. dari pihak majikan: menolak buruh-buruh seluruhnya atau sebahagian untuk menjalankan pekerjaan sebagai akibat perselisihan perburuhan, dilakukan dengan maksud untuk menekan atau membantu majikan lain menekan supaya buruh menerima hubungan kerja, syarat-syarat kerja dan/ atau keadaan perburuhan; 2. dari pihak buruh: secara kolektif menghentikan pekerjaan atau memperlambat jalannya pekerjaan, sebagai akibat perselisihan perburuhan, dilakukan dengan maksud untuk menekan atau membantu golongan buruh lain menekan supaya majikan menerima hubungan kerja, syarat-syarat kerja dan/atau keadaan perburuhan; e. Pegawai, ialah pegawai Kementerian Perburuhan yang ditunjuk oleh Menteri Perburuhan untuk memberikan perantaraan dalam perselisihan perburuhan; f. Panitia Daerah, ialah Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah tersebut pada Pasal 5; g. Panitia Pusat, ialah Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat tersebut pada Pasal 12. (2) Termasuk... (2) Termasuk perbuatan-perbuatan secara kolektif ialah perbuatan- perbuatan yang pada lahirnya tersendiri, tetapi sebenarnya mempunyai hubungan sedemikian, sehingga dapat dianggap sebagai pernyataan dari kehendak bersama. (3) Termasuk majikan ialah wakilnya di INDONESIA daripada majikan di luar negeri. BAGIAN II Tentang penyelesaian di daerah.
Your Correction