Correct Article 43
PP Nomor 17 Tahun 2015 | Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang KETAHANAN PANGAN DAN GIZI
Current Text
(1) Kesiapsiagaan Krisis Pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf b terdiri atas:
a. kesiapsiagaan Krisis Pangan tingkat nasional;
b. kesiapsiagaan Krisis Pangan tingkat provinsi; dan
c. kesiapsiagaan Krisis Pangan tingkat kabupaten/kota.
(2) Kesiapsiagaan Krisis Pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan berdasarkan program kesiapsiagaan Krisis Pangan.
(3) Program kesiapsiagaan Krisis Pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disusun dan ditetapkan oleh:
a. Kepala Lembaga Pemerintah, untuk program kesiapsiagaan Krisis Pangan nasional;
b. gubernur, untuk program kesiapsiagaan Krisis Pangan provinsi;
dan
c. bupati/wali kota, untuk program kesiapsiagaan Krisis Pangan kabupaten/kota.
(4) Program kesiapsiagaan Krisis Pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling sedikit memuat:
a. organisasi;
b. koordinasi;
c. fasilitas, sarana, dan prasarana;
d. pelatihan dan gladi kedaruratan Krisis Pangan;
e. prosedur penanggulangan;
f. tindakan mitigasi;
g. kegiatan penanggulangan Krisis Pangan; dan
h. pemberian informasi dan instruksi kepada masyarakat.
(5) Kepala Lembaga Pemerintah, gubernur, dan bupati/wali kota sesuai dengan kewenangannya sebelum menyusun program kesiapsiagaan Krisis Pangan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) melakukan kajian.
(6) Kajian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) paling sedikit meliputi:
a. analisis risiko;
b. perkiraan kebutuhan Pangan; dan
c. dampak Krisis Pangan.
(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan dan rincian kajian diatur dengan Peraturan Kepala Lembaga Pemerintah.
Your Correction
