Correct Article 19
PERPRES Nomor 77 Tahun 2014 | Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2014 tentang RENCANA TATA RUANG KEPULAUAN MALUKU
Current Text
(1) Strategi operasionalisasi perwujudan tatanan kebandarudaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (4) huruf a meliputi:
a. mengembangkan dan memantapkan fungsi bandar udara untuk melayani kawasan perkotaan nasional sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan guna mendorong perekonomian di Kepulauan Maluku;
b. mengembangkan dan memantapkan bandar udara yang terpadu dengan jaringan jalan nasional;
c. mengembangkan bandar udara pengumpul yang melayani www.djpp.kemenkumham.go.id
angkutan udara keperintisan guna meningkatkan aksesibilitas Kawasan Perbatasan, kawasan tertinggal dan terisolasi, termasuk Pulau Kecil berpenghuni; dan
d. memanfaatkan bersama bandar udara untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara.
(2) Pengembangan dan pemantapan fungsi bandar udara untuk melayani kawasan perkotaan nasional sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan guna mendorong perekonomian di Kepulauan Maluku sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan pada:
a. Bandar Udara Pattimura yang berada di Kota Ambon pada Gugus Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk melayani PKN Ambon, PKW Kairatu, PKW Masohi, PKW Wahai, PKW Bula, dan PKW Werinama sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Seram;
b. Bandar Udara Olilit yang berada di Kota Saumlaki pada Gugus Kepulauan Tanimbar untuk melayani PKSN Saumlaki sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Kei-Aru-Pulau Wetar- Pulau Tanimbar; dan
c. Bandar Udara Sultan Babullah yang berada di Kota Ternate pada Gugus Pulau Ternate-Tidore untuk melayani PKN Ternate-Sofifi sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Ternate-Tidore-Sidangoli-Sofifi-Weda dan Sekitarnya.
(3) Pengembangan dan pemantapan bandar udara yang terpadu dengan jaringan jalan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf b dilakukan pada:
a. Bandar Udara Pattimura yang terpadu dengan Jaringan Jalan Lintas Pulau Ambon;
b. Bandar Udara Olilit yang terpadu dengan Jaringan Jalan Lintas Kepulauan Tanimbar; dan
c. Bandar Udara Sultan Babullah yang terpadu dengan Jaringan Jalan Lintas Pulau Ternate.
(4) Pengembangan bandar udara pengumpul yang melayani angkutan udara keperintisan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan di Bandar Udara Pattimura, Bandar Udara Olilit, dan Bandar Udara Sultan Babullah.
(5) Pemanfaatan bersama bandar udara untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan di Bandar Udara Pattimura, Bandar Udara Olilit, dan Bandar Udara Sultan Babullah.
www.djpp.kemenkumham.go.id
(6) Strategi operasionalisasi perwujudan tatanan kebandarudaraan di Kepulauan Maluku secara lebih rinci tercantum dalam Lampiran I.B.4 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan PRESIDEN ini.
Your Correction
