Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 23

PERPRES Nomor 6 Tahun 2022 | Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2022 tentang RENCANA ZONASI KAWASAN ANTARWILAYAH TELUK BONE

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) huruf a berupa pelabuhan Laut. (2) Pelabuhan Laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. Pelabuhan Bajoe satu sistem dengan pelabuhan penyeberangan Bajo’e di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan; b. Pelabuhan Barebbo/Kading di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan; c. Pelabuhan Belopa di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan; d. Pelabuhan Bira/Tanah Beru satu sistem dengan pelabuhan penyeberangan Bira di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan; e. Pelabuhan Bone Pute di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan; f. Pelabuhan Butung/Kasuso di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan; g. Pelabuhan Cappasalo/Malangke di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan; h. Pelabuhan Cappa Ujung Sinjai di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan; i. Pelabuhan Cenrana di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan; j. Pelabuhan Danggae di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan; k. Pelabuhan Doping di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan; l. Pelabuhan Jalang/Cendrane di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan; m. Pelabuhan Kajang di Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan; n. Pelabuhan Lampia di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan; o. Pelabuhan Lapangkong/Salameko di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan; p. Pelabuhan Larompong di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan; q. Pelabuhan Malili di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan; r. Pelabuhan Munte di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan; s. Pelabuhan Palopo/Tg. Ringgit di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan; t. Pelabuhan Pattirobajo di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan; u. Pelabuhan P. Burung Lohe di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan; v. Pelabuhan P. Kambuno di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan; w. Pelabuhan Sinjai/Larea-rea di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan; x. Pelabuhan Siwa/Bangsalae satu sistem dengan pelabuhan penyeberangan Siwa di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan; y. Pelabuhan Tuju-Tuju di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan; z. Pelabuhan Uloe di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan; aa. Pelabuhan Waetuo di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan; bb. Pelabuhan Wotu di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan; cc. Pelabuhan Boepinang di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara; dd. Pelabuhan Kolaka satu sistem dengan pelabuhan penyeberangan Kolaka di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara; ee. Pelabuhan Lasusua satu sistem dengan pelabuhan penyeberangan Lasusua di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara; ff. Pelabuhan Malandahi di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara; gg. Pelabuhan Malombo di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara; hh. Pelabuhan Olo-oloho di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara; ii. Pelabuhan Paria di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara; jj. Pelabuhan Pomalaa/Dawi-Dawi di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara; kk. Pelabuhan Watunohu di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara; dan ll. Pelabuhan Wollo di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. (3) Dalam hal terdapat perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), lokasi, hierarki, pembangunan, pengoperasian, dan pengembangan pelabuhan dilaksanakan sesuai dengan perubahan Rencana Induk Pelabuhan Nasional.
Your Correction