Correct Article 19
PERPRES Nomor 57 Tahun 2014 | Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2014 tentang RENCANA TATA RUANG PULAU PAPUA
Current Text
(1) Strategi operasionalisasi perwujudan tatanan kebandarudaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (4) huruf a meliputi:
www.djpp.kemenkumham.go.id
a. mengembangkan dan memantapkan fungsi bandar udara untuk melayani kawasan perkotaan nasional sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan serta mendukung kegiatan perikanan, industri, dan pariwisata;
b. mengembangkan bandar udara yang terpadu dengan jaringan transportasi darat;
c. mengembangkan bandar udara pengumpul yang melayani angkutan udara keperintisan guna meningkatkan aksesibilitas Kawasan Perbatasan, kawasan tertinggal dan terisolasi termasuk PPKT dan Kampung Masyarakat Adat; dan
d. memanfaatkan bersama bandar udara guna kepentingan pertahanan dan keamanan negara.
(2) Pengembangan dan pemantapan fungsi bandar udarauntuk melayani kawasan perkotaan nasional sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan serta mendukung kegiatan perikanan, industri, dan pariwisata sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
a. Bandar Udara Sentani yang berada di Kabupaten Jayapura untuk melayani PKN Jayapura sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Mamberamo-Lereh (Jayapura) dan Sekitarnya serta Kawasan Andalan Laut Jayapura-Sarmi;
b. Bandar Udara Mopah yang berada di Kabupaten Merauke untuk melayani PKW Merauke sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Merauke dan Sekitarnya;
c. Bandar Udara Waisai/Marindayang berada di Kabupaten Raja Ampat untuk melayani Raja Ampat dan pengembangan Kawasan Andalan Laut Raja Ampat dan Sekitarnya;
d. Bandar Udara Domine Eduard Osok yang berada di Kota Sorong untuk melayani PKN Sorong sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Sorong dan Sekitarnya serta Kawasan Andalan Laut Raja Ampat Bintuni;
e. Bandar Udara Rendani yang berada di Kabupaten Manokwari melayani PKW Manokwari sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Bintuni;
f. Bandar Udara Frans Kaisepo yang berada di Kabupaten Biak Numfor untuk melayani PKW Biak sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Biak serta Kawasan Andalan Laut Teluk Cendrawasih-Biak dan Sekitarnya;
g. Bandar Udara Wamena yang berada di Kabupaten Jayawijayauntuk melayani PKW Wamena sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Wamena dan Sekitarnya;
www.djpp.kemenkumham.go.id
h. Bandar Udara Nabire yang berada di Kabupaten Nabire untuk melayani PKW Nabire sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Nabire dan Sekitarnya (Aran Moswaren, dan Legare) serta Kawasan Andalan Laut Teluk Cendrawasih-Biak dan Sekitarnya; dan
i. Bandar Udara Mozes Kilangin yang berada di Kabupaten Mimika untuk melayani PKN Timika sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Timika (Tembagapura) dan Sekitarnya serta Kawasan Andalan Nabire dan Sekitarnya (Aran Moswaren, dan Legare).
(3) Pengembangan bandar udara yang terpadu dengan sistem jaringan transportasi darat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi bandar udara yang terpadu dengan:
a. Jaringan Jalan Lintas Utara Pulau Papua, Jaringan Jalan Lintas Tengah Pulau Papua, dan Jaringan Jalan Lintas Perbatasan Pulau Papua; dan
b. Jaringan Jalur Kereta Api Lintas Pulau Papua dan Jaringan Jalur Kereta Api Jalur Pengumpan di Pulau Papua.
(4) Pengembangan bandar udara pengumpul yang melayani angkutan udara keperintisan guna meningkatkan aksesibilitas Kawasan Perbatasan, kawasan tertinggal dan terisolasi termasuk PPKT dan Kampung Masyarakat Adat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan diBandar Udara Sentani, Bandar Udara Mopah, Bandar Udara Waisai/Marinda, Bandar Udara Domine Eduard Osok, Bandar Udara Rendani, Bandar Udara Frans Kaisepo, Bandar Udara Wamena, Bandar Udara Nabire, dan Bandar Udara Mozes Kilangin.
(5) Pemanfaatan bersama bandar udara guna kepentingan pertahanan dan keamanan negarasebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan diBandar Udara Sentani, Bandar Udara Mopah, Bandar Udara Waisai/Marinda, Bandar Udara Domine Eduard Osok, Bandar Udara Rendani, Bandar Udara Frans Kaisepo, Bandar Udara Wamena, Bandar Udara Nabire, dan Bandar Udara Mozes Kilangin.
(6) Strategi operasionalisasi perwujudan tatanan kebandarudaraan di Pulau Papua secara lebih rinci tercantum dalam LampiranI.E.5 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan PRESIDEN ini.
Your Correction
