Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 29

PERPRES Nomor 40 Tahun 2022 | Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2022 tentang RENCANA ZONASI KAWASAN ANTARWILAYAH LAUT MALUKU

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf a berupa Pelabuhan Laut. (2) Pelabuhan Laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. Pelabuhan Torosik di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara; b. Pelabuhan Kotabunan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara; c. Pelabuhan Buhias di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara; d. Pelabuhan Sawang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara; e. Pelabuhan Ulu Siau di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara; f. Pelabuhan Dapalan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara; g. Pelabuhan Lirung di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara; h. Pelabuhan Melonguane di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara; i. Pelabuhan Belang di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara; j. Pelabuhan Bitung di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara; k. Pelabuhan Bataka di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara; l. Pelabuhan Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara; m. Pelabuhan Matui di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara; n. Pelabuhan Babang di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; o. Pelabuhan Guruapin di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; p. Pelabuhan Indari di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; q. Pelabuhan Koititi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; r. Pelabuhan Labuha di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; s. Pelabuhan Laiwui di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; t. Pelabuhan Loleo Jaya di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; u. Pelabuhan Makian di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; v. Pelabuhan Pigaraja di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; w. Pelabuhan Posi-Posi Gane di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; x. Pelabuhan Pulau Kayoa di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; y. Pelabuhan Saketa di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; z. Pelabuhan Wayaua di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; aa. Pelabuhan Yaba di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara; bb. Pelabuhan Dama di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara; cc. Pelabuhan Wayabula di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara; dd. Pelabuhan Falabisahaya di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara; ee. Pelabuhan Tikong di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara; ff. Pelabuhan Bastiong di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara; gg. Pelabuhan Mangga Dua di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara; hh. Pelabuhan Moti di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara; ii. Pelabuhan Tifure di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara; jj. Pelabuhan Ternate/A.Yani di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara; kk. Pelabuhan Gita/Payahe di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara; ll. Pelabuhan Maidi/Lifofa di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara; mm. Pelabuhan Soasio/Goto di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara; dan nn. Pelabuhan Sofifi di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. (3) Dalam hal terdapat perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam tatanan kepelabuhanan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), lokasi, hierarki, pembangunan, pengoperasian, dan pengembangan Pelabuhan dilaksanakan sesuai dengan perubahan Rencana Induk Pelabuhan Nasional.
Your Correction