Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 26

PERPRES Nomor 13 Tahun 2012 | Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang RENCANA TATA RUANG PULAU SUMATERA

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Strategi operasionalisasi perwujudan alur pelayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (3) huruf b meliputi: a. mengoptimalkan pemanfaatan Alur Laut Kepulauan INDONESIA sebagai alur pelayaran internasional; b. mengembangkan alur pelayaran yang menghubungkan antarpelabuhan; c. mengembangkan sarana bantu navigasi pelayaran pada kawasan konservasi perairan yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi; dan d. memanfaatkan bersama alur pelayaran guna kepentingan pertahanan dan keamanan negara. (2) Pengoptimalan pemanfaatan Alur Laut Kepulauan INDONESIA sebagai alur pelayaran internasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan pada Alur Laut Kepulauan INDONESIA I yang melintasi Selat Malaka, Laut Cina Selatan, dan Selat Karimata. (3) Pengembangan alur pelayaran yang menghubungkan antarpelabuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan pada alur pelayaran yang menghubungkan Pelabuhan Sabang, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Api-api dalam satu sistem dengan Pelabuhan Palembang, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Lhokseumawe (Krueng Geukeuh), Pelabuhan Meulaboh, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Pelabuhan Perawang, Pelabuhan Sungai Pakning, Pelabuhan Kuala Enok, Pelabuhan Tanjung Kedabu, Pelabuhan Buatan, Pelabuhan Pulau Kijang, Pelabuhan Tembilahan, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Pulau Sambu, Pelabuhan Dabo-Singkep, Pelabuhan Ranai, Pelabuhan Moro Sulit, Pelabuhan Kuala Tungkal, Pelabuhan Tanjung Pandan, Pelabuhan Pulau Baai, Pelabuhan Muara Sabak, dan Pelabuhan Kuala Tanjung. (4) Pengembangan sarana bantu navigasi pelayaran pada kawasan konservasi perairan yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan di: a. Cagar Alam Laut Pulau Anak Krakatau (Kabupaten Lampung Selatan); b. Taman Nasional Laut Anambas (Kabupaten Kepulauan Anambas); dan c. Taman Wisata Alam Pantai Panjang-Pulau Baai (Kota Bengkulu), Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh (Kota Sabang), Taman Wisata Alam Laut Kepulauan Banyak (Kabupaten Aceh Selatan), Taman Wisata Alam Laut Perairan Pulau Pinang, Siumat, dan Simanaha/Pisisi (Kabupaten Simeuleu), Taman Wisata Alam Laut Sabang (Kota Sabang), Taman Wisata Alam Laut Enggano (Kabupaten Bengkulu Utara), Taman Wisata Perairan Kepulauan Pieh/Taman Wisata Alam Laut Kepulauan Pieh (Kabupaten Padang Pariaman), Taman Wisata Alam Laut Perairan Belitung (Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka), dan Taman Wisata Alam Laut Lampung Barat (Kabupaten Lampung Barat). (5) Pemanfaatan bersama alur pelayaran guna kepentingan pertahanan dan keamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan di seluruh alur pelayaran di Pulau Sumatera.
Your Correction