Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 25

PERPRES Nomor 13 Tahun 2012 | Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang RENCANA TATA RUANG PULAU SUMATERA

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Strategi operasionalisasi perwujudan tatanan kepelabuhanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (3) huruf a meliputi: a. mengembangkan atau memantapkan pelabuhan untuk meningkatkan akses kawasan perkotaan nasional sebagai pusat pengembangan kawasan andalan menuju tujuan-tujuan pemasaran produk unggulan, baik ke kawasan sub-regional ASEAN, Asia Pasifik, maupun kawasan internasional lainnya; b. mengembangkan pelabuhan utama dan pengumpul dengan memanfaatkan Alur Laut Kepulauan INDONESIA; c. mengembangkan pelabuhan yang terpadu dengan pengembangan jaringan jalan nasional, jaringan jalur kereta api dan jaringan penyeberangan; dan d. memanfaatkan bersama pelabuhan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara. (2) Pengembangan atau pemantapan pelabuhan untuk meningkatkan akses kawasan perkotaan nasional sebagai pusat pengembangan kawasan andalan menuju tujuan-tujuan pemasaran produk unggulan, baik ke kawasan sub-regional ASEAN, Asia Pasifik, maupun kawasan internasional lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. Pengembangan Pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Banda Aceh dan PKW Sabang sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Banda Aceh dan Sekitarnya; b. Pemantapan Pelabuhan Belawan sebagai pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Kawasan Perkotaan Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo (Mebidangro), PKW Tebing Tinggi, PKW Pematang Siantar, PKW Rantau Prapat, PKW Kisaran, PKW Sidikalang, dan PKW Balige sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Perkotaan Metropolitan Medan- Binjai-Deli Serdang-Karo (Mebidangro), Kawasan Andalan Pematang Siantar dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Rantau Prapat-Kisaran, Kawasan Andalan Laut Lhokseumawe-Medan dan Sekitarnya, serta Kawasan Andalan Laut Selat Malaka dan Sekitarnya; c. Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Pematang Siantar sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Pematang Siantar dan Sekitarnya; d. Pengembangan Pelabuhan Sibolga sebagai pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Sibolga, PKW Padang Sidempuan, PKW Sidikalang, PKW Gunung Sitoli, dan PKW Balige sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Tapanuli dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Nias dan Sekitarnya, serta Kawasan Andalan Laut Nias dan Sekitarnya; e. Pemantapan Pelabuhan Teluk Bayur sebagai pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Padang, PKW Pariaman, PKW Sawahlunto, PKW Muarasiberut, PKW Bukitinggi, dan PKW Solok sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Padang Pariaman, Kawasan Andalan Agam- Bukittinggi (PLTA Kuto Panjang), Kawasan Andalan Laut Mentawai dan Sekitarnya, serta Kawasan Andalan Solok dan Sekitarnya (Danau Kembar Diatas/Dibawah-PIP Danau Singkarak-Lubuk Alung-Ketaping); f. Pengembangan Pelabuhan Dumai sebagai pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Dumai, PKN Pekanbaru, PKW Bagan Siapi-api, dan PKW Pasir Pangarayan sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Pekanbaru dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Duri-Dumai dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Ujung Batu-Bagan Batu, serta Kawasan Andalan Laut Selat Malaka dan Sekitarnya; g. Pemantapan Pelabuhan Batam sebagai pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Batam, PKW Tanjung Pinang, PKW Terempa, PKW Daik Lingga, PKW Dabo-Pulau Singkep, dan PKW Tanjung Balai Karimun sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Zona Batam-Tanjung Pinang, Kawasan Andalan Natuna dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Laut Batam dan Sekitarnya, serta Kawasan Andalan Laut Natuna dan Sekitarnya; h. Pemantapan Pelabuhan Tanjung Api-api dalam satu sistem dengan Pelabuhan Palembang sebagai pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Palembang, PKW Muara Enim, PKW Kayuagung, PKW Baturaja, PKW Prabumulih, PKW Lubuk Lingkau, PKW Sekayu, dan PKW Lahat sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Muara Enim dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Lubuk Linggau dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Palembang dan Sekitarnya, serta Kawasan Andalan Laut Bangka dan Sekitarnya; i. Pemantapan Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Bandar Lampung, PKW Liwa, PKW Kalianda, PKW Metro, PKW Kotabumi, dan PKW Kota Agung sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Bandar Lampung-Metro, Kawasan Andalan Mesuji dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Kotabumi, Kawasan Andalan Liwa- Krui, serta Kawasan Andalan Laut Krakatau dan Sekitarnya; j. Pemantapan Pelabuhan Lhokseumawe (Krueng Geukeuh) sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Lhokseumawe, PKW Langsa, PKW Takengon, dan PKW Banda Aceh sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Banda Aceh dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Lhokseumawe dan Sekitarnya, serta Kawasan Andalan Laut Lhokseumawe-Medan dan Sekitarnya; k. Pengembangan Pelabuhan Meulaboh sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Meulaboh, PKW Takengon, dan PKW Banda Aceh sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Pantai Barat Selatan; l. Pemantapan Pelabuhan Tanjung Balai Asahan sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Tebing Tinggi, PKW Pematang Siantar, PKW Rantau Prapat, dan PKW Kisaran sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Pematang Siantar dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Rantau Prapat Kisaran, serta Kawasan Andalan Laut Selat Malaka dan Sekitarnya; m. Pemantapan Pelabuhan Perawang sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Pekanbaru dan PKW Pasir Pangarayan sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Pekanbaru dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Ujung Batu-Bagan Batu, serta Kawasan Andalan Laut Selat Malaka dan Sekitarnya; n. Pemantapan Pelabuhan Sungai Pakning sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Pekanbaru, PKW Pasir Pangarayan, PKW Bangkinang dan PKW Bengkalis sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Pekanbaru dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Duri-Dumai dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Ujung Batu-Bagan Batu, serta Kawasan Andalan Laut Selat Malaka dan Sekitarnya; o. Pemantapan Pelabuhan Kuala Enok sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Taluk Kuantan dan PKW Rengat sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Rengat-Kuala Enok-Taluk Kuantan-Pangkalan Kerinci; p. Pemantapan Pelabuhan Tanjung Kedabu sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Pekanbaru dan PKW Siak Sri Indrapura sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Pekanbaru dan Sekitarnya serta Kawasan Andalan Laut Selat Malaka dan Sekitarnya; q. Pemantapan Pelabuhan Buatan sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Pekanbaru dan PKW Bengkalis sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Pekanbaru dan Sekitarnya serta Kawasan Andalan Laut Selat Malaka dan Sekitarnya; r. Pemantapan Pelabuhan Pulau Kijang sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Rengat sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Rengat-Kuala Enok-Taluk Kuantan-Pangkalan Kerinci; s. Pemantapan Pelabuhan Tembilahan sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Tembilahan sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Rengat-Kuala Enok-Taluk Kuantan-Pangkalan Kerinci t. Pemantapan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Tanjung Balai Karimun sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Zona Batam-Tanjung Pinang serta Kawasan Andalan Laut Batam dan Sekitarnya; u. Pemantapan Pelabuhan Tanjung Pinang sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Tanjung Pinang sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Zona Batam-Tanjung Pinang serta Kawasan Andalan Laut Batam dan Sekitarnya; v. Pemantapan Pelabuhan Pulau Sambu sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Tembilahan sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Rengat-Kuala Enok-Taluk Kuantan-Pangkalan Kerinci; w. Pemantapan Pelabuhan Dabo-Singkep sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Daik Lingga dan PKW Dabo-Singkep sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Laut Batam dan Sekitarnya; x. Pemantapan Pelabuhan Ranai sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKSN Ranai dan PKW Terempa sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Natuna dan Sekitarnya serta Kawasan Andalan Laut Natuna dan Sekitarnya; y. Pemantapan Pelabuhan Moro Sulit sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Tanjung Balai Karimun sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Zona Batam-Tanjung Pinang serta Kawasan Andalan Laut Batam dan Sekitarnya; z. Pemantapan Pelabuhan Kuala Tungkal dan Pelabuhan Muara Sabak sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Jambi, PKW Muara Bungo, PKW Kuala Tungkal, PKW Muara Bulian, dan PKW Sarolangun sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Muara Bulian Timur Jambi dan Sekitarnya serta Kawasan Andalan Muara Bungo dan Sekitarnya; å. Pemantapan Pelabuhan Tanjung Pandan sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Pangkal Pinang, PKW Muntok, PKW Tanjungpandan, dan PKW Manggar sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Bangka, Kawasan Andalan Belitung, serta Kawasan Andalan Laut Bangka dan Sekitarnya; dan ä. Pemantapan Pelabuhan Pulau Baai sebagai pelabuhan pengumpul yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKW Bengkulu, PKW Mukomuko, PKW Manna, dan PKW Curup sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Bengkulu dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Manna dan Sekitarnya, serta Kawasan Andalan Laut Bengkulu. (3) Pengembangan pelabuhan utama dan pengumpul dengan memanfaatkan Alur Laut Kepulauan INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan di Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Api-api dalam satu sistem dengan Pelabuhan Palembang, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Lhokseumawe (Krueng Geukeuh), Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Pelabuhan Perawang, Pelabuhan Sungai Pakning, Pelabuhan Kuala Enok, Pelabuhan Tanjung Kedabu, Pelabuhan Buatan, Pelabuhan Pulau Kijang, Pelabuhan Tembilahan, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Pulau Sambu, Pelabuhan Dabo-Singkep, Pelabuhan Ranai, Pelabuhan Moro Sulit, Pelabuhan Kuala Tungkal, Pelabuhan Tanjung Pandan, Pelabuhan Muara Sabak, dan Pelabuhan Kuala Tanjung. (4) Pengembangan pelabuhan yang terpadu dengan pengembangan jaringan jalan nasional, jaringan jalur kereta api, dan jaringan penyeberangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c meliputi pengembangan pelabuhan di Pulau Sumatera yang terpadu dengan: a. jaringan Jalan Lintas Timur Pulau Sumatera, Jaringan Jalan Lintas Barat Pulau Sumatera, dan jaringan jalan pengumpan Pulau Sumatera; b. jaringan Jalur Kereta Api Lintas Timur Pulau Sumatera Bagian Utara, Jaringan Jalur Kereta Api Lintas Tengah Pulau Sumatera Bagian Selatan, dan Jaringan Jalur Kereta Api Lintas Barat Pulau Sumatera Bagian Utara; c. jaringan jalur kereta api perkotaan di PKN Kawasan Perkotaan Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo (Mebidangro), PKN Padang, PKN Pekanbaru, PKN Batam, PKN Palembang, dan PKN Bandar Lampung; dan d. jaringan penyeberangan sabuk selatan, sabuk utara, sabuk tengah, jaringan penyeberangan penghubung sabuk. (5) Pemanfaatan bersama pelabuhan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan di sekitar Pelabuhan Sabang, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Api-api dalam satu sistem dengan Pelabuhan Palembang, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Lhokseumawe (Krueng Geukeuh), Pelabuhan Meulaboh, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Pelabuhan Perawang, Pelabuhan Sungai Pakning, Pelabuhan Kuala Enok, Pelabuhan Tanjung Kedabu, Pelabuhan Buatan, Pelabuhan Pulau Kijang, Pelabuhan Tembilahan, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Pulau Sambu, Pelabuhan Dabo-Singkep, Pelabuhan Ranai, Pelabuhan Moro Sulit, Pelabuhan Kuala Tungkal, Pelabuhan Tanjung Pandan, Pelabuhan Pulau Baai, Pelabuhan Muara Sabak, dan Pelabuhan Kuala Tanjung. (6) Strategi operasionalisasi perwujudan tatanan kepelabuhanan di Pulau Sumatera secara lebih rinci tercantum dalam Lampiran VII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan PRESIDEN ini.
Your Correction