Correct Article 10
PERMEN Nomor 15 Tahun 2024 | Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2024 tentang PERCEPATAN PENGISIAN JABATAN APARATUR SIPIL NEGARA PADA MASA TRANSISI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DAN LEMBAGA
Current Text
(1) Pengisian Jabatan Manajerial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) untuk jabatan pimpinan tinggi
madya dari pejabat pimpinan tinggi pratama atau pejabat fungsional ahli utama dilakukan dengan mekanisme:
a. pejabat pembina kepegawaian memetakan pejabat pimpinan tinggi pratama atau pejabat fungsional ahli utama yang sesuai dengan persyaratan jabatan;
b. pejabat pembina kepegawaian MENETAPKAN minimal 1 (satu) orang pejabat sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
c. pejabat pembina kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk melakukan uji kompetensi minimal melalui wawancara;
d. pejabat pembina kepegawaian mengusulkan kepada PRESIDEN;
e. pejabat pembina kepegawaian mengangkat dan melantik pejabat pimpinan tinggi pratama atau pejabat fungsional ahli utama yang telah mendapat persetujuan PRESIDEN dalam jabatan pimpinan tinggi madya; dan
f. pejabat pembina kepegawaian melaporkan hasil pengisian jabatan ASN kepada Badan Kepegawaian Negara.
(2) Pengisian Jabatan Manajerial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) untuk jabatan pimpinan tinggi pratama dari pejabat administrator, pejabat fungsional ahli utama, atau pejabat fungsional ahli madya dilakukan dengan mekanisme:
a. pejabat pembina kepegawaian memetakan kebutuhan pejabat administrator, pejabat fungsional ahli utama, atau pejabat fungsional ahli madya yang sesuai dengan persyaratan jabatan;
b. pejabat pembina kepegawaian MENETAPKAN minimal 1 (satu) orang pejabat sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
c. pejabat pembina kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk melakukan uji kompetensi minimal melalui wawancara;
d. pejabat pembina kepegawaian mengangkat dan melantik pejabat administrator, pejabat fungsional ahli utama, atau pejabat fungsional ahli madya yang terpilih dalam jabatan pimpinan tinggi pratama; dan
e. pejabat pembina kepegawaian melaporkan hasil pengisian jabatan ASN kepada Badan Kepegawaian Negara.
(3) Pengisian Jabatan Manajerial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) untuk jabatan administrator dari pejabat pengawas atau pejabat fungsional ahli muda dilakukan dengan mekanisme:
a. pejabat pembina kepegawaian memetakan pejabat pengawas atau pejabat fungsional ahli muda yang sesuai dengan persyaratan jabatan;
b. pejabat pembina kepegawaian MENETAPKAN minimal 1 (satu) orang pejabat pengawas atau pejabat fungsional ahli muda sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
c. pejabat pembina kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk melakukan uji kompetensi minimal melalui wawancara;
d. pejabat pembina kepegawaian mengangkat dan melantik pejabat pengawas atau pejabat fungsional ahli muda yang terpilih dalam jabatan administrator;
dan
e. pejabat pembina kepegawaian melaporkan hasil pengisian jabatan ASN kepada Badan Kepegawaian Negara.
(4) Pengisian Jabatan Manajerial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) untuk jabatan pengawas dari pejabat fungsional ahli pertama atau pejabat pelaksana dilakukan dengan mekanisme:
a. pejabat pembina kepegawaian memetakan pejabat fungsional ahli pertama atau pejabat pelaksana yang sesuai dengan persyaratan jabatan;
b. pejabat pembina kepegawaian MENETAPKAN minimal 1 (satu) orang pejabat fungsional ahli pertama atau pejabat pelaksana sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
c. pejabat pembina kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk melakukan uji kompetensi minimal melalui wawancara;
d. pejabat pembina kepegawaian mengangkat dan melantik pejabat fungsional ahli pertama atau pejabat pelaksana yang terpilih dalam jabatan administrator;
dan
e. pejabat pembina kepegawaian melaporkan hasil pengisian jabatan ASN kepada Badan Kepegawaian Negara.
(5) Dalam melakukan pemetaan kebutuhan pejabat sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a, ayat (2) huruf a, ayat (3) huruf a, dan ayat (4) huruf a, pejabat pembina kepegawaian berkoordinasi dengan pejabat pembina kepegawaian pada kementerian dan lembaga induknya.
Your Correction
