Correct Article 5
PERMEN Nomor 18 Tahun 2023 | Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2023 tentang PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NOMOR 1 TAHUN 2022 TENTANG KURIKULUM PELATIHAN FUNGSIONAL PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Current Text
(1) Mata Pelatihan Fungsional Perancang dalam kelompok inti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b untuk jenjang Perancang Ahli Pertama terdiri atas:
a. pengantar filsafat hukum;
b. teori hukum;
c. konsensus kebangsaan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, meliputi Pancasila, UNDANG-UNDANG Dasar Negara Kesatuan Republik INDONESIA Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik INDONESIA;
d. pengantar sistem hukum dan politik hukum nasional;
e. jenis, hierarki, fungsi, dan materi muatan peraturan perundang-undangan;
f. metodologi penormaan;
g. pengantar proses pembentukan peraturan perundang-undangan;
h. perencanaan pembentukan peraturan perundang-undangan;
i. penyusunan naskah akademik;
j. pemahaman terhadap peraturan tentang pembentukan peraturan perundang-undangan;
k. proses penyusunan peraturan daerah;
l. teknik penyusunan peraturan perundang- undangan;
m. bahasa peraturan perundang-undangan;
n. pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan;
o. pembahasan rancangan peraturan perundang- undangan;
p. pengundangan peraturan perundang-undangan;
q. evaluasi peraturan perundang-undangan;
r. legislasi semu dan penetapan;
s. pengujian peraturan perundang-undangan;
t. pendapat hukum;
u. hak asasi manusia dalam penyusunan peraturan perundang-undangan;
v. perjanjian internasional;
w. bimbingan penyusunan tanggapan rancangan peraturan menteri atau yang sederajat, rancangan peraturan daerah dan rancangan peraturan kepala daerah yang materi muatannya bersifat teknis dan prosedural;
x. kunjungan praktik kerja Perancang di:
1. Dewan Perwakilan Rakyat;
2. Dewan Perwakilan Daerah;
3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
4. Mahkamah Konstitusi;
5. Mahkamah Agung;
6. kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang dalam negeri;
7. pemerintah daerah;
8. badan yang membidangi pembinaan hukum nasional;
9. direktorat jenderal yang membidangi peraturan perundang-undangan; atau
10. kementerian atau lembaga lain yang membidangi pembentukan peraturan perundang-undangan, dan
y. bimbingan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan; dan
z. seminar hasil penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan
(2) Mata Pelatihan Fungsional Perancang dalam kelompok inti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b untuk jenjang Perancang Ahli Muda terdiri atas:
a. filsafat hukum;
b. teori hukum;
c. konsensus kebangsaan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, meliputi Pancasila, UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik INDONESIA;
d. sistem hukum dan politik hukum nasional;
e. metodologi penormaan;
f. perencanaan pembentukan peraturan perundang-undangan;
g. penyusunan naskah akademik;
h. penyusunan rancangan peraturan perundang- undangan;
i. pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundan-gundangan;
j. pembahasan rancangan peraturan perundang- undangan;
k. evaluasi peraturan perundang-undangan;
l. legislasi semu dan penetapan;
m. pengujian peraturan perundang-undangan;
n. pendapat hukum;
o. peraturan perundang-undangan berperspektif hak asasi manusia;
p. perjanjian internasional; dan
q. bimbingan penyusunan tanggapan rancangan PERATURAN PEMERINTAH dan rancangan peraturan PRESIDEN, serta rancangan peraturan daerah yang materi muatannya bersifat lintas sektoral.
(3) Mata Pelatihan Fungsional Perancang dalam kelompok inti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b untuk jenjang Perancang Ahli Madya terdiri atas:
a. filsafat hukum;
b. teori peraturan perundang-undangan;
c. konsensus kebangsaan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, meliputi Pancasila, UNDANG-UNDANG Dasar Negara Kesatuan Republik INDONESIA Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik INDONESIA;
d. sistem hukum dan politik hukum nasional;
e. metodologi penormaan;
f. perencanaan pembentukan peraturan perundang-undangan;
g. penyusunan naskah akademik;
h. penyusunan rancangan peraturan perundang- undangan;
i. pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi rancangan peraturan perundang-undangan;
j. pembahasan rancangan peraturan perundang- undangan;
k. evaluasi peraturan perundang-undangan;
l. legislasi semu dan penetapan;
m. pengintegrasian prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam peraturan perundang- undangan;
n. perjanjian internasional; dan
o. bimbingan penyusunan tanggapan rancangan UNDANG-UNDANG dan rancangan PERATURAN PEMERINTAH pengganti UNDANG-UNDANG, serta rancangan peraturan daerah yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban, pembebanan kepada masyarakat, dan pemberian sanksi pidana.
(4) Mata Pelatihan Fungsional Perancang dalam kelompok inti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b untuk jenjang Perancang Ahli Utama terdiri atas:
a. filsafat hukum;
b. teori peraturan perundang-undangan;
c. konsensus kebangsaan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, meliputi Pancasila, UNDANG-UNDANG Dasar Negara
Kesatuan Republik INDONESIA Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik INDONESIA;
d. sistem hukum dan politik hukum nasional;
e. metodologi penormaan;
f. kebijakan publik;
g. perencanaan penyusunan peraturan perundang- undangan dalam beberapa perspektif;
h. pengharmonisasian, pembulatan dan pemantapan konsepsi peraturan perundang- undangan;
i. perjanjian internasional; dan
j. bimbingan penyempurnaan tanggapan rancangan UNDANG-UNDANG dan rancangan PERATURAN PEMERINTAH pengganti UNDANG-UNDANG, serta rancangan peraturan daerah yang materi muatannya berisi hak dan kewajiban, pembebanan kepada masyarakat, dan pemberian sanksi pidana.
4. Ketentuan Lampiran I Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Kurikulum Pelatihan Fungsional Perancang Peraturan Perundang- undangan diubah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
5. Ketentuan Lampiran II Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Kurikulum Pelatihan Fungsional Perancang Peraturan Perundang- undangan diubah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
6. Ketentuan Lampiran III Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Kurikulum Pelatihan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan diubah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
7. Ketentuan Lampiran IV Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Kurikulum Pelatihan Fungsional Perancang Peraturan Perundang-undangan diubah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Your Correction
