Correct Article II
PERMEN Nomor 2 Tahun 2025 | Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas
Current Text
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 15 Januari 2025
MENTERI KOMUNIKASI DAN DIGITAL REPUBLIK INDONESIA,
Œ
MEUTYA VIADA HAFID
Diundangkan di Jakarta pada tanggal Д
DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM REPUBLIK INDONESIA,
Ѽ
DHAHANA PUTRA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025 NOMOR Ж
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN DIGITAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2025 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR 2 TAHUN 2023 TENTANG PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO BERDASARKAN IZIN KELAS
SPEKTRUM FREKUENSI RADIO BERDASARKAN IZIN KELAS UNTUK KELOMPOK ALAT TELEKOMUNIKASI DAN/ATAU PERANGKAT TELEKOMUNIKASI
NO.
SPEKTRUM FREKUENSI RADIO KELOMPOK ALAT TELEKOMUNIKASI DAN/ATAU PERANGKAT TELEKOMUNIKASI
1. 3–315 kHz SRD
2. 315–405 kHz SRD
3. 510–1600 kHz SRD
4. 1700–1800 kHz SRD
5. 6765–6795 kHz SRD
6. 7400–8800 kHz SRD
7. 10,2–11 MHz SRD
8. 13,553–13,567 MHz SRD
9. 26,957–27,283 MHz SRD
10. 29,7–50 MHz SRD
11. 72,08 MHz SRD
12. 72,20 MHz SRD
13. 72,40 MHz SRD
14. 72,60 MHz SRD
15. 72,61–73,91 MHz SRD
16. 74–74,8 MHz SRD
17. 75,4–76 MHz SRD
18. 84–87 MHz SRD
19. 87,5–108 MHz SRD
20. 138,2–138,45 MHz SRD
21. 146,35–146,50 MHz SRD
22. 158,275 berpasangan dengan 162,875 MHz SRD
23. 158,325 berpasangan dengan 162,925 MHz SRD
24. 169,4–169,8125 MHz SRD
25. 170,275 MHz SRD
26. 170,375 MHz SRD
27. 173,575 MHz SRD
28. 173,675 MHz SRD
29. 173,965–225 MHz SRD
30. 230–242 MHz SRD
31. 244–250 MHz SRD
32. 266,75–267,25 MHz SRD
NO.
SPEKTRUM FREKUENSI RADIO KELOMPOK ALAT TELEKOMUNIKASI DAN/ATAU PERANGKAT TELEKOMUNIKASI
33. 300–322 MHz SRD
34. 380,2125–381,3125 MHz SRD
35. 402–405 MHz SRD
36. 407–425 MHz SRD
37. 409,74375–409,99375 MHz PMR
38. 430–432 MHz SRD
39. 433–434,79 MHz SRD, LPWAN
40. 444,40–444,80 MHz SRD
41. 470–806 MHz SRD
42. 863–865 MHz SRD
43. 868,6–868,7 MHz SRD
44. 869,2–869,3 MHz SRD
45. 916,1–916,5 MHz SRD
46. 917,3–917,7 MHz SRD
47. 918,5–918,9 MHz SRD
48. 919,5–920 MHz SRD
49. 920–923 MHz SRD, LPWAN
50. 2400–2483,5 MHz SRD, RLAN, LPWAN
51. 3100–10600 MHz SRD
52. 5150–5250 MHz SRD, RLAN, IMT Berbasis Izin Kelas
53. 5250–5350 MHz SRD, RLAN, IMT Berbasis Izin Kelas
54. 5725–5825 MHz RLAN, IMT Berbasis Izin Kelas
55. 5725–5850 MHz SRD
56. 5850–5925 MHz SRD
57. 5925–6425 MHz RLAN, SRD
58. 10,50–10,55 GHz SRD
59. 24–24,25 GHz SRD
60. 57–64 GHz RLAN
61. 57–61 GHz SRD
62. 61–61,5 GHz SRD
63. 61,5–64 GHz SRD
64. 76–77 GHz SRD
MENTERI KOMUNIKASI DAN DIGITAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
MEUTYA VIADA HAFID
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN DIGITAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2025 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR 2 TAHUN 2023 TENTANG PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO BERDASARKAN IZIN KELAS
KETENTUAN TEKNIS OPERASIONAL ALAT TELEKOMUNIKASI DAN/ATAU PERANGKAT TELEKOMUNIKASI BERDASARKAN IZIN KELAS
I.
Radio Local Area Network (RLAN)
No.
Spektrum Frekuensi Radio Penggunaan Daya Pancar Maksimum Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) Bandwidth Maksimum per Kanal Frekuensi Radio Penempatan Perangkat
1. 2400–2483,5 MHz Akses tipe 1:
500 mW (27 dBm)
40 MHz Di dalam ruangan Akses tipe 2:
4 Watt (36 dBm)
20 MHz Digunakan di luar ruangan* Backhaul:
4 Watt (36 dBm)
2. 5150–5250 MHz Akses tipe 1:
200 mW (23 dBm) 80 MHz Di dalam ruangan dan dilarang ditempatkan di luar ruangan
3. 5250–5350 MHz Akses tipe 1:
200 mW (23 dBm) 80 MHz Di dalam ruangan dan dilarang ditempatkan di luar ruangan
4. 5150–5350 MHz Akses tipe 1:
200 mW (23 dBm) 160 MHz Di dalam ruangan dan dilarang ditempatkan di luar ruangan
No.
Spektrum Frekuensi Radio Penggunaan Daya Pancar Maksimum Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) Bandwidth Maksimum per Kanal Frekuensi Radio Penempatan Perangkat
5. 5725–5825 MHz Akses tipe 1:
200 mW (23 dBm) 80 MHz Di dalam ruangan Akses tipe 2:
4 Watt (36 dBm) 20 MHz Digunakan di luar ruangan* Backhaul:
4 Watt (36 dBm)
6. 5925–6425 MHz Akses tipe 1:
Low Power Indoor (LPI) 200 mW (23 dBm) 320 MHz Di dalam ruangan dan dilarang ditempatkan di luar ruangan Akses tipe 1:
Very Low Power (VLP) 25 mW (14 dBm) Di dalam ruangan dan di luar ruangan
7. 57–64 GHz 10 Watt (40 dBm) 2,16 GHz Dilarang ditempatkan di luar ruangan
Keterangan:
*) Untuk RLAN yang digunakan di luar ruangan, daya pancar maksimum Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) merupakan daya pancar maksimum yang dapat dipancarkan RLAN, baik dengan antena yang menyatu dengan RLAN maupun antena yang terpisah dari RLAN.
RLAN yang belum disertai dengan antena maka antena yang akan digunakan untuk melengkapi RLAN tersebut memenuhi batasan antenna gain maksimum, dengan formula penghitungan sebagai berikut:
Ant Gain (dBisotropic) = Max EIRP (dBm) – RF Out RLAN (dBm) dimana:
1) Nilai max EIRP sesuai dengan nilai daya pancar maksimum Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) dalam tabel ketentuan teknis operasional RLAN.
2) Nilai RF Out RLAN (dBm) sesuai informasi yang tertera pada Sertifikat atau spesifikasi teknis RLAN.
Contoh perhitungan antenna gain maksimum:
RLAN dengan spesifikasi teknis RF Out sebesar 20 dBm dan antena yang diperoleh secara terpisah, akan digunakan di luar ruangan sebagai Backhaul dan beroperasi pada Pita Frekuensi Radio 5725– 5825 MHz berdasarkan Izin Kelas, maka antena yang dapat digunakan memiliki spesifikasi teknis antenna gain maksimum sebesar:
Ant Gain (dBisotropic) = 36 dBm EIRP – 20 dBm
= 16 dBisotropic
RLAN yang dapat digunakan di luar ketentuan teknis operasional dalam kondisi tertentu dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. menggunakan Spektrum Frekuensi Radio pada pita frekuensi radio 5725 - 5825 MHz; dan
b. hanya dapat menggunakan RLAN tipe connectorized, yaitu radio unit yang antenanya terpisah, sehingga antena tidak terintegrasi dengan radio unit dalam 1 (satu) perangkat yang sama.
Ilustrasi RLAN tipe connectorized tercantum dalam Gambar 1 sebagai berikut:
Gambar 1. Ilustrasi RLAN Tipe Connectorized Radio Unit Port untuk koneksi ke antena Antena terpisah Port untuk koneksi ke radio unit
Topologi RLAN untuk keperluan Akses dan Backhaul tercantum dalam Gambar 2 sebagai berikut:
Gambar 2. Ilustrasi topologi RLAN untuk Akses dan Backhaul
Keterangan Gambar 2:
1. Akses tipe 1 merupakan Akses menggunakan RLAN untuk keperluan pengguna akhir (end user). Contoh perangkat RLAN akses tipe 1 antara lain, modem Wi-Fi portabel, Home Router, Repeater RLAN, telepon genggam, laptop, atau perangkat rumah tangga. Khusus untuk penggunaan pita frekuensi radio 5925–6425 MHz, perangkat akses tipe 1 terbagi menjadi Low Power Indoor (LPI) dan Very Low Power (VLP).
2. Akses tipe 2 merupakan Akses menggunakan RLAN dengan konfigurasi dari satu titik ke banyak titik (point to multipoint), untuk dapat langsung memberikan akses ke Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi di sisi pelanggan (Customer Premises Equipment/CPE). Contoh penggunaan RLAN Akses tipe 2 yaitu akses internet di fasilitas umum atau area publik, seperti taman kota, stadion, atau area komplek perumahan.
3. Backhaul merupakan Backhaul yang menggunakan RLAN. Contoh penggunaan RLAN Backhaul antara lain wireless bridge dan sebagai Backhaul untuk jaringan bergerak seluler.
II.
Low Power Wide Area Network (LPWAN)
No.
Spektrum Frekuensi Radio Penggunaan Daya Pancar Maksimum Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) Bandwidth Maksimum per Kanal Frekuensi Radio Duty Cycle Maksimum
1. 433,05– 434,79 MHz 16,4 mW (12,15 dBm) 125 kHz Tidak diatur
2. 920–923 MHz Gateway/Base Station:
400 mW (26 dBm) 250 kHz Downlink:
1% Uplink:
1% End Node/ Subscriber Station:
100 mW (20 dBm)
3. 2400–2483,5 MHz 1 Watt (30 dBm) 1 MHz Tidak diatur
III. Short Range Device (SRD)
No.
Spektrum Frekuensi Radio Penggunaan Daya Pancar Maksimum dan/atau Kuat Medan Maksimum
1. 3–315 kHz
Sesuai dengan standar teknis yang berlaku
2. 315–405 kHz
3. 510–1600 kHz
4. 1700–1800 kHz
5. 6765–6795 kHz
6. 7400–8800 kHz
7. 10,2–11 MHz
8. 13,553–13,567 MHz
9. 26,957–27,283 MHz
10. 29,7–50 MHz
11. 72,08 MHz
12. 72,20 MHz
13. 72,40 MHz
14. 72,60 MHz
No.
Spektrum Frekuensi Radio Penggunaan Daya Pancar Maksimum dan/atau Kuat Medan Maksimum
15. 72,61–73,91 MHz
Sesuai dengan Standar Teknis yang berlaku
16. 74–74,8 MHz
17. 75,4–76 MHz
18. 84–87 MHz
19. 87,5–108 MHz
20. 138,2–138,45 MHz
21. 146,35–146,50 MHz
22. 158,275 berpasangan dengan 162,875 MHz
23. 158,325 berpasangan dengan 162,925 MHz
24. 169,4–169, 8125 MHz
25. 170,275 MHz
26. 170,375 MHz
27. 173,575 MHz
28. 173,675 MHz
29. 173,965–225 MHz
30. 230–242 MHz
31. 244–250 MHz
32. 266,75–267,25 MHz
33. 300 - 322 MHz
34. 380,2125 - 381,3125 MHz
35. 402–405 MHz
36. 407–425 MHz
37. 430–432 MHz
38. 433–434,79 MHz
No.
Spektrum Frekuensi Radio Penggunaan Daya Pancar Maksimum dan/atau Kuat Medan Maksimum
39. 444,40–444,80 MHz
Sesuai dengan Standar Teknis yang berlaku
40. 470–806 MHz
41. 863–865 MHz
42. 868,6–868,7 MHz
43. 869,2–869,3 MHz
44. 916,1–916,5 MHz
45. 917,3–917,7 MHz
46. 918,5–918,9 MHz
47. 919,5–920 MHz
48. 920–923 MHz
49. 2400–2483,5 MHz
50. 3100–10600 MHz
51. 5150–5250 MHz
52. 5250–5350 MHz
53. 5725–5850 MHz
54. 5850–5925 MHz
55. 5925-6425 MHz
56. 10,50–10,55 GHz
57. 24–24,25 GHz
58. 57–61 GHz
59. 61–61,5 GHz
60. 61,5–64 GHz
61. 76–77 GHz
IV. Telekomunikasi Bergerak Internasional (International Mobile Telecommunications/IMT) Berbasis Izin Kelas
No.
Spektrum Frekuensi Radio Penggunaan Daya Pancar Maksimum Effective Isotropic Radiated Power (EIRP) Bandwidth Maksimum per Kanal Frekuensi Radio Penempatan Perangkat
1. 5150–5250 MHz 200 mW (23 dBm) 20 MHz Dilarang ditempatkan di luar ruangan
2. 5250–5350 MHz 200 mW (23 dBm) 20 MHz Dilarang ditempatkan di luar ruangan
3. 5725–5825 MHz 200 mW (23 dBm) 20 MHz Dilarang ditempatkan di luar ruangan 4 Watt (36 dBm) 20 MHz Digunakan di luar ruangan
V.
Private Mobile Radio (PMR) Spektrum Frekuensi Radio Penggunaan Daya Pancar Maksimum Jumlah Maksimum Kanal Frekuensi Radio Penggunaan Perangkat 409,74375 - 409,99375 MHz 500 mW (27 dBm) Effective Radiated Power (ERP) 20 Kanal Frekuensi Radio.
• Kanal frekuensi radio yang dapat digunakan telah ditentukan oleh penyedia perangkat (Channel Preset), dan tidak dapat ditentukan oleh pengguna perangkat.
Selain itu, perangkat juga tidak memiliki numeric keypad.
• Dilarang menggunakan penguat daya pancar (booster) dan/atau penguat sinyal (repeater).
MENTERI KOMUNIKASI DAN DIGITAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
MEUTYA VIADA HAFID
Your Correction
