Peraturan Menteri Koordinator ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Koordinator ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 Januari 2018
MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
PUAN MAHARANI
Di undangkan di Jakarta pada tanggal 7 Februari 2018
DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd
WIDODO EKATJAHJANA
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN NOMOR 2 TAHUN 2018 TENTANG PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
BESARAN TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR NO KELAS JABATAN TUNJANGAN KINERJA PER KELAS JABATAN 1 2 3
1. 17 Rp 29.085.000,00
2. 16 Rp 20.695.000,00
3. 15 Rp 14.721.000,00
4. 14 Rp 11.670.000,00
5. 13 Rp 8.562.000,00
6. 12 Rp 7.271.000,00
7. 11 Rp 5.183.000,00
8. 10 Rp 4.551.000,00
9. 9 Rp 3.781.000,00
10. 8 Rp 3.319.000,00
11. 7 Rp 2.928.000,00
12. 6 Rp 2.702.000,00
MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
PUAN MAHARANI
13. 5 Rp 2.493.000,00
14. 4 Rp 2.350.000,00
15. 3 Rp 2.216.000,00
16. 2 Rp 2.089.000,00
17. 1 Rp 1.968.000,00
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN NOMOR 2 TAHUN 2018 TENTANG PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A. PENGHITUNGAN PENILAIAN TUNJANGAN KINERJA TRIWULAN I DAN TRIWULAN II TAHUN 2018 Bobot masing-masing komponen penilaian Tunjangan Kinerja pada Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2018, yaitu:
a) Kinerja memiliki bobot 0% (nol perseratus);
b) Integritas memiliki bobot 0% (nol perseratus); dan c) Kehadiran memiliki bobot 100% (seratus perseratus).
Adapun penghitungan pengurangan Tunjangan Kinerja dari komponen kehadiran adalah sebagai berikut:
Tabel 1 Persentase Pemotongan Tunjangan Kinerja bagi Pegawai yang Terlambat Masuk Kerja Tingkat Keterlambatan (TL) Waktu Keterlambatan (menit) Jumlah Potongan (%) Keterangan TL 1 60 0 Dengan mengganti keterlambatan TL 2 30 0,5 Tidak Mengganti
Keterlambatan TL 3 31 – 60 1 - TL 4 61 – 90 1,25 - TL 5 91 – 240 2,5 - TL 6 > 240 5 -
Tabel 2 Persentase Pemotongan Tunjangan Kinerja bagi Pegawai yang Pulang Sebelum Waktunya Tingkat Pulang Sebelum Waktunya (PSW) Durasi Pulang Sebelum Waktunya (menit) Jumlah Potongan (%) PSW 1 30 0,5 PSW 2 31 - 60 1 PSW 3 61 - 90 1,25 PSW 4 91 – 240 2,5
B. PENGHITUNGAN PENILAIAN TUNJANGAN KINERJA MULAI TRIWULAN III TAHUN 2018 DAN SETERUSNYA Bobot masing-masing komponen penilaian Tunjangan Kinerja pada Triwulan III Tahun 2018 dan seterusnya, yaitu:
a) Kinerja memiliki bobot 50% (lima puluh perseratus);
b) Integritas memiliki bobot 30% (tiga puluh perseratus); dan c) Kehadiran memiliki bobot 20% (dua puluh perseratus).
1. Penilaian Komponen Capaian Kinerja Penilaian Tunjangan Kinerja dari aspek komponen capaian kinerja bagi Pegawai pada unit utama Kementerian Koordinator dihitung berdasarkan:
a. hasil penilaian capaian SKP; dan
b. hasil penilaian capaian kinerja Unit Kerja pada 2 (dua) triwulan sebelumnya.
Penilaian komponen kinerja merupakan hasil rata-rata dari penilaian capaian SKP dan penilaian capaian kinerja Unit Kerja. Penilaian capaian SKP adalah sebagai berikut:
Tabel 3 Penilaian Capaian SKP No.
Nilai SKP Nilai Capaian SKP (%)
1. 85 ke atas 100
2. 80-84,99 90
3. 75-79,99 80
4. 70-74,99 70
5. 65-69,99 60
6. 64,99 ke bawah 50
Penilaian capaian kinerja Unit Kerja adalah sebagai berikut:
Tabel 4 Penilaian Kinerja Unit Kerja (KUK) Eselon 2 Unit Kerja : …………..……………… No Komponen Penilaian Bobot Penilaian Nilai Rata- rata Nilai Kinerja Unit Kerja
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6) I Orientasi Pelayanan
33.33%
…….
…….
1. Katalog Kebijakan
…….
2. Laporan Kinerja
…….
II Disiplin
33.33%
…….
…….
1. Penyampaian LKKB dan RKB
…….
2. Penyampaian Laporan Triwulan
…….
3. Logbook
…….
III Komitmen
33.33%
…….
…….
1. Penyerapan Anggaran
…….
2. Kesesuaian LKKB dan RKB
…….
NILAI TOTAL 100%
…….
Jakarta, …………..…………..
Pejabat yang berwenang,
TTD (…………..…………..)
Keterangan:
1. Diisi dengan Nomor Urut Komponen Penilaian
2. Diisi dengan Komponen Penilaian
3. Diisi dengan Besaran Bobot Komponen Penilaian
4. Diisi dengan Nilai dari Indikator Komponen Penilaian
5. Diisi dengan Rata-rata dari Indikator Komponen Penilaian
6. Diisi dengan Nilai Kinerja Unit Kerja
Tabel 5 Kriteria Penilaian Kinerja Unit Kerja (KUK) Eselon 2 NO.
KRITERIA PENILAIAN NILAI
1. ORIENTASI PELAYANAN
a. Katalog Kebijakan (khusus unit kerja deputi) (i) 3 Naskah Kebijakan (ii) 2 Naskah Kebijakan (iii) 1 Naskah Kebijakan (iv) 0 Naskah Kebijakan
b. Laporan Triwulan (i) Sangat Sesuai (ii) Sesuai (iii) Agak Sesuai (iv) Tidak Sesuai (v) Sangat Tidak Sesuai
100 80 60 0
100 90 80 70 60
2. DISIPLIN
a. Penyampaian RKB/LKKB (i) Tepat Waktu tanggal 5 (ii) Terlambat 1 hari (iii) Terlambat 2 hari (iv) Terlambat 3 hari (v) Terlambat 4 hari ke atas
b. Laporan Triwulan (i) Tepat Waktu tanggal 15 (ii) Terlambat 1 hari (iii) Terlambat 2 hari (iv) Terlambat 3 hari (v) Terlambat 4 hari ke atas
100 90 80 70 60
100 90 80 70 60
c. Logbook (i) 4,5 jam ke atas (ii) 3,00 – 4,49 jam (iii) 1,50 – 2,99 jam (iv) 0,50 – 1,49 jam (v) kurang dari 0,5 jam
100 90 80 70 60
3. KOMITMEN DISIPLIN
a. Penyerapan Anggaran (i) 90,01-100% (ii) 80,01- 90% (iii) 70,01- 80% (iv) 60,01- 70% (v) 50,01- 60% (vi) 50% ke bawah (vii) 0%
b. Kesesuaian RKB dengan LKKB (i) 90,01-100% (ii) 80,01- 90% (iii) 70,01- 80% (iv) 60,01- 70% (v) 50,01- 60% (vi) 50% ke bawah (vii) 0%
100 95 90 85 80 75 0
100 95 90 85 80 75 0
Adapun penilaian capaian kinerja pejabat eselon 1 (satu) pada unit utama Kementerian Koordinator (Sekretaris Kementerian Koordinator dan Deputi) dihitung berdasarkan penilaian rata-rata capaian kinerja unit eselon 2 (dua) di bawahnya.
Tabel 6 Penilaian Kinerja Unit Kerja (KUK) Eselon 1 Eselon I Eselon II Nilai Nilai Rata-Rata Kinerja Unit Kerja
(1)
(2)
(3)
(4) Sekretariat Kementerian Koordinator
1. Biro Ren & KS
2. Biro HIP
3. Biro Umum
4. Inspektorat
1. …………………
2. …………………
3. …………………
4. ………………… …….
Deputi ...
1. Asisten Deputi I
2. Asisten Deputi II
3. Asisten Deputi III
4. Asisten Deputi IV
5. Asisten Deputi V
1. …………………
2. …………………
3. …………………
4. …………………
5. ………………… …….
Jakarta, ……………………………….
Pejabat yang berwenang,
TTD (…………..…………..)
Keterangan:
1. Diisi dengan Nama/Nomenklatur Eselon I
2. Diisi dengan Nama/Nomenklatur Eselon II
3. Diisi dengan Besaran Nilai Eselon II
4. Diisi dengan Besaran Nilai Rata-Rata per Eselon I
Penilaian capaian kinerja Unit Kerja dihitung sebagai berikut:
Tabel 7 Penilaian Capaian Kinerja Unit Kerja (KUK) No.
Nilai KUK Nilai Capaian KUK (%)
1. 90 ke atas 100
2. 85-89,99 95
3. 80-84,99 90
4. 75-79,99 85
5. 70-74,99 80
6. 65-69,99 75
7. 60-64,99 70
8. 59,99 ke bawah 65
Formulir penilaian capaian kinerja Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri dilakukan oleh Menteri Koordinator dengan menggunakan formulir sebagai berikut:
Tabel 8 Penilaian Capaian Kinerja Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Koordinator No.
Kriteria Penilaian Bobot Skor Nilai (Bobot x Skor)
1. Pelaksanaan Tugas Pokok 70
2. Pelaksanaan Tugas Tambahan 30
Total 100
Nilai capaian komponen kinerja direkapitulasi oleh Unit Kerja yang menangani urusan perencanaan dan disahkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator dengan menggunakan formulir sebagai berikut:
Tabel 9 Rekapitulasi Nilai Koefisien Capaian Kinerja Pegawai Unit Kerja : …………..……………… No Nama Pegawai Nilai Capaian SKP (50%) Nilai Capaian KUK (50%) Nilai Koefisien Kinerja Pegawai
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
1. …….
…….
…….
…….
dst.
…….
…….
…….
…….
Jakarta, …………..…………..
Mengetahui:
Pejabat yang Berwenang, Sekretaris Kementerian Koordinator, TTD
TTD (…………..…………..)
(…………..…………..)
Keterangan:
1. Diisi dengan Nomor Urut
2. Diisi dengan Nama Pegawai
3. Diisi dengan Nilai Capaian SKP
4. Diisi dengan Nilai Capaian KUK
5. Diisi dengan Nilai Koefisien Kinerja Pegawai
2. Penilaian Komponen Integritas Penilaian Tunjangan Kinerja dari aspek komponen integritas bagi Pegawai, dihitung berdasarkan:
a. penilaian terhadap keputusan penjatuhan sanksi disiplin di luar kehadiran; dan
b. ketaatan terhadap penyampaian LHKPN/LHKASN pada 2 (dua) triwulan sebelumnya.
Penilaian komponen integritas merupakan rata-rata dari penilaian terhadap keputusan penjatuhan sanksi disiplin di luar kehadiran dan ketaatan terhadap penyampaian LHKPN/LHKASN.
Adapun Penilaian terhadap keputusan penjatuhan sanksi disiplin di luar kehadiran adalah sebagai berikut:
Tabel 10 Penilaian terhadap Keputusan penjatuhan Sanksi Disiplin di Luar Kehadiran NO. JENIS SANKSI DISIPLIN PENGURANGAN NILAI (%)
1. Hukuman Disiplin Ringan
a. Teguran Lisan
b. Teguran Tertulis
c. Tidak Puas
10 15 20
2. Hukuman Disiplin Sedang
a. Penundaan gaji berkala
b. Penundaan naik pangkat
c. Penurunan pangkat (1 tahun)
25 35 45
3. Hukuman Disiplin Berat
a. Penurunan pangkat (3 tahun)
b. Mutasi dan turun jabatan
55 70
c. Pembebasan dari Jabatan
d. Pemberhentian 85 100
Penilaian terhadap ketaatan terhadap penyampaian LHKPN atau LHKASN adalah sebagai berikut:
Tabel 11 Penilaian terhadap Ketaatan terhadap Penyampaian LHKPN/LHKASN No Bukti Penyampaian Laporan Nilai
1. Menyerahkan bukti penyampaian laporan LHKPN/ LHKASN 100
2. Tidak Menyerahkan bukti penyampaian laporan LHKPN/ LHKASN 0
Nilai capaian komponen integritas direkapitulasi oleh Unit Kerja yang menangani urusan pengawasan internal dan disahkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator menggunakan formulir sebagai berikut:
Tabel 12 Rekapitulasi Nilai Koefisien Integritas Pegawai Unit Kerja : …………..……………… No Nama Pegawai Kepatuhan Disiplin di Luar Kehadiran (50%) Penyampaian Laporan Kekayaan (50%) Nilai Koefisien Integritas Pegawai
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
1. …….
…….
…….
…….
2. …….
…….
…….
…….
dst.
…….
…….
…….
…….
NILAI TOTAL 100%
…….
Jakarta, …………..……… Mengetahui:
Pejabat yang Berwenang, Sekretaris Kementerian Koordinator, TTD
TTD (…………..…………..)
(…………..…………..)
Keterangan:
1. Diisi dengan Nomor Urut
2. Diisi dengan Nama Pegawai
3. Diisi dengan Nilai Kepatuhan Disiplin di Luar Kehadiran
4. Diisi dengan Nilai Penyampaian Laporan Kekayaan
5. Diisi dengan Nilai Koefisien Integritas Pegawai
3. Penilaian Komponen Kehadiran Penghitungan pengurangan Tunjangan Kinerja dari komponen kehadiran adalah sebagai berikut:
Tabel 13 Persentase Pemotongan Tunjangan Kinerja bagi Pegawai yang Terlambat Masuk Kerja Tingkat Keterlambatan (TL) Waktu Keterlambatan (menit) Jumlah Potongan (%) Keterangan TL 1 60 0 Dengan mengganti keterlambatan TL 2 30 0,5 Tidak Mengganti Keterlambatan
TL 3 31 - 60 1 - TL 4 61 - 90 1,25 - TL 5 91 - 240 2,5 - TL 6 > 240 5 -
Tabel 14 Persentase Pemotongan Tunjangan Kinerja bagi Pegawai yang Pulang Sebelum Waktunya Tingkat Pulang Sebelum Waktunya (PSW) Durasi Pulang Sebelum Waktunya (menit) Jumlah Potongan (%) PSW 1 30 0,5 PSW 2 31 - 60 1 PSW 3 61 - 90 1,25 PSW 4 91 – 240 2,5
Nilai capaian komponen kehadiran direkapitulasi oleh Unit Kerja yang menangani urusan kepegawaian dan disahkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator menggunakan formulir sebagai berikut:
Tabel 15 Rekapitulasi Nilai Koefisien Kehadiran Pegawai Unit Kerja : …………..……………… No Nama Jumlah Keterlambatan (%) Jumlah PSW (%) Prosentase Kehadiran Nilai Koefisien Kehadiran Pegawai
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
1. …….
…….
…….
…….
…….
dst.
…….
…….
…….
…….
…….
NILAI TOTAL
…….
Jakarta, …………………..
Pejabat yang Berwenang,
TTD (…………..…………..) Keterangan:
1. Diisi dengan Nomor Urut
2. Diisi dengan Nama Pegawai
3. Diisi dengan jumlah prosentase keterlambatan selama 1 (satu) bulan
4. Diisi dengan jumlah prosentase PSW selama 1 (satu) bulan
5. Diisi dengan jumlah prosentase kehadiran selama 1 (satu) bulan yang dihitung berdasarkan 100% (seratus perseratus) dikurangi jumlah pada kolom (3) dan (4).
6. Diisi dengan nilai koefisien kehadiran pegawai yang dihitung dari nilai pada kolom (5) dibagi 100.
C. RUMUS PENGHITUNGAN TUNJANGAN KINERJA Tunjangan Kinerja yang diterima Pegawai merupakan hasil perkalian dari nilai total koefisien tunjangan kinerja dengan besaran tunjangan kinerja pada kelas jabatannya, sebagai berikut:
TK = KTK x BTK
Keterangan:
TK : Tunjangan Kinerja
KTK : Nilai Total Koefisien Tunjangan Kinerja
BTK : Besaran Tunjangan Kinerja
Rumus Penghitungan KTK
Keterangan:
k : koefisien kinerja
i : koefisien integritas
h : koefisien kehadiran
Nilai total koefisien tunjangan kinerja direkapitulasi oleh Unit Kerja yang menangani urusan kepegawaian menggunakan formulir sebagai berikut:
KTK = (0,5 k) + (0,3 i) + (0,2 h)
Tabel 16 Rekapitulasi Nilai Total Koefisien Tunjangan Kinerja Unit Kerja : …………..……………… No Nama Koefisien Kinerja Koefisien Integritas Koefisien Kehadiran Nilai KTK
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
1. …….
…….
2. …….
…….
3. …….
…….
4. …….
…….
5. …….
…….
dst.
…….
…….
NILAI TOTAL
Jakarta, …………..…………..
Pejabat yang Berwenang, TTD
(…………..…………..)
D. FORMAT DAFTAR HADIR MANUAL DAN SURAT KETERANGAN KEHADIRAN
Tabel 17 Format Daftar Hadir Manual
DAFTAR HADIR PEGAWAI UNIT KERJA: ...................................
Jakarta, ……………………………..
………………………………………… NIP....................................
(Penanggung jawab/Koordinator)
NO.
NAMA JABATAN JAM TANDA TANGAN MASUK KERJA PULANG KERJA
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Dengan ini menyatakan bahwa pada hari ......... tanggal ......... terlambat masuk kerja/pulang sebelum waktunya/tidak masuk kerja/tidak melakukan absen dengan menggunakan absensi kehadiran elektronik*) karena mengikuti/menghadiri/alasan lain*) .......................................
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya apabila dikemudian hari ternyata pernyataan ini tidak benar yang mengakibatkan kerugian negara, maka saya bersedia menanggung Tabel 18 Format Surat Keterangan Kehadiran
SURAT KETERANGAN Yang bertanda tangan di bawah ini,
MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
PUAN MAHARANI
Nama :
...
NIP :
...
Jabatan :
...
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
JALAN MEDAN MERDEKA BARAT NO.3 JAKARTA PUSAT 10110