Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 47

PERMEN Nomor 28 Tahun 2025 | Peraturan Menteri Nomor 28 Tahun 2025 tentang Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengelolaan Dana Bersama Penanggulangan Bencana

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Berdasarkan ketersediaan anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (5) dan realisasi pembayaran kegiatan penanggulangan bencana oleh BPDLH sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46, PPK Dana Bersama menyampaikan SPP belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan non anggaran kepada PPSPM pada Kementerian Negara/Lembaga, dengan dilengkapi dokumen minimal: a. surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari KPA pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan format yang tercantum dalam huruf E Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini; dan b. surat persetujuan pembayaran dari BPDLH. (2) Pengajuan SPP belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan non anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah realisasi pembayaran penanggulangan bencana oleh BPDLH diterima. (3) SPP belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan non anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun dengan mencantumkan nilai pengesahan belanja yang sama dengan nilai realisasi pembayaran penanggulangan bencana oleh BPDLH. (4) PPSPM pada Kementerian Negara/Lembaga melakukan pengujian secara formil terhadap kelengkapan dan kesesuaian administrasi tagihan. (5) Dalam hal SPP belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan non anggaran dinyatakan tidak lengkap dan/atau tidak benar, PPSPM pada Kementerian Negara/Lembaga mengembalikan SPP pengesahan belanja dan penerimaan non anggaran secara tertulis dilengkapi dengan alasan penolakan/pengembalian paling lama 1 (satu) hari kerja setelah SPP pengesahan belanja dan penerimaan non anggaran diterima. (6) Dalam hal SPP belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan pembiayaan dinyatakan lengkap dan benar, PPSPM pada Kementerian Negara/Lembaga menerbitkan SPM belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan non anggaran dan menyampaikannya kepada KPPN mitra kerja paling lama 2 (dua) hari kerja setelah SPP belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan non anggaran diterima. (7) Penyampaian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (6) disertai dengan surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari KPA pada Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan format tercantum dalam huruf E Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (8) Dalam hal penyampaian SPM belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan non anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (6) lebih dari 2 (dua) hari kerja setelah SPP belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan non anggaran diterima, KPA mengajukan surat permohonan dispensasi penyampaian SPM kepada pimpinan BPDLH sesuai dengan format yang tercantum dalam huruf G Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (9) BPDLH menerbitkan surat persetujuan dispensasi SPM atas permohonan dispensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (8) sesuai dengan format yang tercantum dalam huruf H Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (10) Surat persetujuan dispensasi SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (8) menjadi lampiran penyampaian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (7) disampaikan. (11) SPM belanja yang bersifat pengesahan dengan potongan penerimaan non anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (6) disusun dengan mencatat: a. pengesahan belanja pada Kementerian Negara/Lembaga sebesar nilai realisasi pembayaran penanggulangan bencana oleh BPDLH; b. penerimaan non anggaran pada BA 015 Kementerian Keuangan sebesar nilai realisasi pembayaran penanggulangan bencana oleh BPDLH; dan c. jumlah total nilai pengesahan belanja sebagaimana dimaksud pada huruf a dan jumlah total nilai penerimaan non anggaran sebagaimana dimaksud pada huruf b bernilai sama besar.
Your Correction