Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 17

PERMEN Nomor 109 Tahun 2023 | Peraturan Menteri Nomor 109 Tahun 2023 tentang MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN ATAS PEKERJAAN YANG BELUM DISELESAIKAN PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Dalam hal setelah dilakukan pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2) huruf b masih terdapat saldo dalam RPATA atas sisa pekerjaan yang tidak terselesaikan, PPK membuat SPP-penihilan sebesar selisih antara nilai SPM-penampungan dengan nilai SPM- pembayaran. (2) Dalam hal hasil penilaian PPK menyatakan pekerjaan tidak terselesaikan dan tidak terdapat kemajuan pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2) huruf c, PPK membuat SPP-penihilan sebesar nilai SPM- penampungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (6). (3) Terhadap pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), PPK MENETAPKAN denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan yang harus dibayarkan oleh Penyedia berdasarkan jumlah hari keterlambatan penyelesaian pekerjaan. (4) Penyedia harus menyetorkan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling lama 5 (lima) hari kerja sejak sejak tanggal surat pernyataan wanprestasi. (5) PPK membuat SPP-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dengan ketentuan: a. menggunakan akun pengeluaran nonanggaran (82xxxx) pada sisi pengeluaran; b. dipotong dengan akun penerimaan kembali belanja tahun anggaran yang lalu (4259xx) pada sisi penerimaan; dan c. SPP neto bernilai nihil. (6) PPK menyampaikan SPP-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ke PPSPM dan dalam hal SPP- penihilan dibuat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), SPP-penihilan dilampiri dengan bukti penerimaan negara atas penyetoran denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan. (7) PPSPM melakukan pengujian SPP-penihilan sebagaimana dimaksud ayat (6). (8) Terhadap SPP-penihilan yang memenuhi persyaratan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (7), PPSPM menerbitkan SPM-penihilan. (9) PPSPM menyampaikan SPM-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) kepada KPPN dan dalam hal SPM-penihilan dibuat berdasarkan SPP-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), SPM-penihilan dilampiri dengan bukti penerimaan negara atas penyetoran denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan. (10) SPM-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (9) disampaikan paling lama 5 (lima) hari kerja setelah jangka waktu pemberian kesempatan penyelesaian sisa pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) berakhir. (11) Ketentuan mengenai dokumen lampiran SPP-penihilan dan SPM-penihilan, dan pengujian SPP-penihilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (9), ayat (10), dan ayat (12) berlaku mutatis mutandis terhadap dokumen lampiran SPP-penihilan dan SPM-penihilan, pengujian SPP-penihilan dan SPM-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (6), ayat (7), dan ayat (9).
Your Correction