Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 12

PERMEN Nomor 109 Tahun 2023 | Peraturan Menteri Nomor 109 Tahun 2023 tentang MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN ATAS PEKERJAAN YANG BELUM DISELESAIKAN PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Dalam hal KPA MEMUTUSKAN tidak memberikan kesempatan untuk melanjutkan penyelesaian sisa pekerjaan ke tahun anggaran berikutnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (4) huruf b, KPA/PPK melakukan penilaian atas kemajuan pekerjaan sampai dengan tanggal 31 Desember tahun anggaran berkenaan. (2) Dalam hal hasil penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdapat kemajuan pekerjaan, dilakukan pembayaran kepada Penyedia sesuai dengan hak-haknya paling lama 5 (lima) hari kerja sejak berakhirnya masa Kontrak. (3) Pembayaran kepada Penyedia atas prestasi pekerjaan yang telah dilakukan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan melalui pembuatan, pengujian, pengajuan, dan penerbitan SPP-pembayaran, SPM-pembayaran dan SP2D-pembayaran. (4) Atas penerbitan SP2D-pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3): a. Direktorat PKN selaku Kuasa BUN Pusat melakukan penyediaan dana (dropping) dari RKUN ke RPKBUNP; dan b. Bank Operasional melakukan penyaluran dana dari RPKBUNP ke rekening Penyedia. (5) Atas penyaluran dana sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b, Direktorat PKN selaku Kuasa BUN Pusat melakukan pemindahbukuan dana dari RPATA ke RKUN paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal SP2D- pembayaran terbit. (6) Ketentuan mengenai tata cara pembuatan, pengujian, pengajuan, dan penerbitan SPP-pembayaran, SPM- pembayaran dan SP2D-pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (3) sampai dengan ayat (11) berlaku mutatis mutandis terhadap pembuatan, pengujian, pengajuan, dan penerbitan SPP-pembayaran, SPM-pembayaran dan SP2D-pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (7) Dalam hal setelah dilakukan pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) masih terdapat saldo dalam RPATA atas sisa pekerjaan yang tidak terselesaikan, PPK membuat SPP-penihilan sebesar selisih antara nilai SPM- penampungan dengan nilai SPM-pembayaran. (8) SPP-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dibuat dengan ketentuan: a. menggunakan akun pengeluaran nonanggaran (82xxxx) pada sisi pengeluaran sebesar nilai pekerjaan yang tidak terselesaikan; b. dipotong dengan akun: 1. pengembalian belanja (5xxxxx), dalam hal SPM/SP2D-penihilan akan diterbitkan pada tahun anggaran berjalan; atau 2. penerimaan kembali belanja tahun anggaran yang lalu (4259xx), dalam hal SPM/SP2D- penihilan akan diterbitkan pada tahun anggaran berikutnya, pada sisi penerimaan; dan c. SPP neto bernilai nihil. (9) PPK menyampaikan SPP-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) ke PPSPM paling sedikit dilampiri dengan: a. dokumen Kontrak; b. surat pernyataan wanprestasi; dan c. kartu pengawasan pembayaran. (10) PPSPM melakukan pengujian formal terhadap SPP- penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (8), yang paling sedikit meliputi: a. kelengkapan dokumen pendukung SPP; b. kebenaran dan keabsahan tanda tangan PPK; c. kebenaran pengisian format SPP; d. ketepatan penggunaan kode BAS; e. kebenaran formal bukti yang menjadi persyaratan/kelengkapan pembayaran; f. kebenaran perhitungan prestasi pekerjaan dan sisa pekerjaan yang tidak terselesaikan; g. kebenaran jumlah dana pada RPATA berdasarkan SPM-penampungan dan SP2D-penampungan; dan h. kebenaran nilai saldo RPATA yang harus dinihilkan. (11) Terhadap SPP-penihilan yang memenuhi persyaratan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (9), PPSPM menerbitkan SPM-penihilan. (12) PPSPM menyampaikan SPM-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (10) kepada KPPN paling lama 5 (lima) hari kerja sejak berakhirnya masa Kontrak yang paling sedikit dilampiri dengan surat pernyataan wanprestasi dan fotokopi BAPP. (13) KPPN melakukan pengujian formal atas SPM-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (11) yang paling sedikit meliputi: a. kesesuaian SPM dengan kartu pengawasan RPATA yang meliputi: 1. kode BA, eselon I, dan Satker; 2. NRK/CAN; 3. nama supplier; 4. jumlah dana yang dicadangkan; dan 5. jumlah dana yang telah disalurkan; b. kebenaran perhitungan prestasi pekerjaan dan sisa pekerjaan yang tidak terselesaikan; c. kebenaran saldo dana pada RPATA berdasarkan SPM-penampungan dan SP2D-penampungan; dan d. kebenaran nilai saldo RPATA yang harus dinihilkan. (14) Terhadap SPM-penihilan yang memenuhi persyaratan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (12), KPPN selaku Kuasa BUN Daerah menerbitkan SP2D-penihilan. (15) Berdasarkan SP2D-penihilan sebagaimana dimaksud pada ayat (13), Direktorat PKN selaku Kuasa BUN Pusat melakukan pemindahbukuan dana dari RPATA ke RKUN atau rekening lainnya milik BUN paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal SP2D-penihilan terbit. (16) Pemindahbukuan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (14) dilakukan berdasarkan daftar rekapitulasi transaksi yang dihasilkan dari sistem informasi yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.
Your Correction