Correct Article 8
PERMEN Nomor 109 Tahun 2023 | Peraturan Menteri Nomor 109 Tahun 2023 tentang MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN ATAS PEKERJAAN YANG BELUM DISELESAIKAN PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN
Current Text
(1) PPK dan Penyedia membuat BAST untuk pekerjaan yang telah terselesaikan 100% (seratus persen) sampai dengan tanggal 31 Desember tahun anggaran berkenaan.
(2) Dalam hal pekerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mensyaratkan masa pemeliharaan, Penyedia menyampaikan surat jaminan pemeliharaan.
(3) Berdasarkan BAST sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan surat jaminan pemeliharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), PPK membuat SPP-pembayaran yang ditujukan kepada rekening Penyedia dengan ketentuan:
a. menggunakan akun pengeluaran nonanggaran (82xxxx) pada sisi pengeluaran; dan
b. dipotong dengan akun penerimaan pajak (41xxxx) serta kewajiban lainnya dari Penyedia pada sisi penerimaan.
(4) PPK menyampaikan SPP-pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada PPSPM, paling sedikit dilampiri dengan:
a. dokumen Kontrak;
b. referensi bank yang menunjukkan nama dan nomor rekening Penyedia;
c. BAST;
d. berita acara pembayaran;
e. kuitansi pembayaran;
f. kartu pengawasan pembayaran;
g. asli surat jaminan pemeliharaan dalam hal pekerjaan mensyaratkan masa pemeliharaan; dan
h. surat pernyataan tanggung jawab mutlak atas pembayaran dana kepada rekening Penyedia sesuai dengan format tercantum dalam Lampiran B yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(5) PPSPM melakukan pengujian SPP-pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meliputi:
a. kelengkapan dokumen pendukung SPP;
b. kebenaran dan keabsahan tanda tangan PPK;
c. kebenaran pengisian format SPP;
d. kesesuaian antara SPP-pembayaran dengan SPM- penampungan untuk memastikan nilai pembayaran tidak melebihi nilai penampungan dana;
e. kebenaran formal bukti yang menjadi persyaratan/kelengkapan pembayaran;
f. kebenaran perhitungan tagihan serta kewajiban di bidang perpajakan;
g. kepastian telah terpenuhinya kewajiban pembayaran kepada negara oleh Penyedia;
h. kesesuaian prestasi pekerjaan dengan ketentuan pembayaran dalam Kontrak;
i. ketepatan nilai pembayaran pada SPP-pembayaran;
j. kebenaran surat jaminan pemeliharaan terhadap pekerjaan yang mensyaratkan masa pemeliharaan paling kurang meliputi:
1. keaslian dan keabsahan surat jaminan pemeliharaan;
2. ketepatan nilai surat jaminan pemeliharaan;
dan
3. ketepatan masa berlaku surat jaminan pemeliharaan; dan
k. ketepatan penggunaan kode BAS pada SPP- pembayaran.
(6) Terhadap SPP-pembayaran yang memenuhi persyaratan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (5), PPSPM menerbitkan SPM-pembayaran dengan menggunakan tanggal aktual.
(7) SPM-pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dibuat dengan memperhatikan SPM-penampungan dan SP2D-penampungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (6) dan ayat (9) yang sebelumnya telah diterbitkan.
(8) PPSPM mengajukan SPM-pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada KPPN paling cepat 1 (satu) hari kerja sejak tanggal SP2D-penampungan terbit dan paling lama 5 (lima) hari kerja setelah tanggal BAST dengan dilampiri paling sedikit:
a. fotokopi BAST;
b. fotokopi surat jaminan pemeliharaan dalam hal pekerjaan mensyaratkan masa pemeliharaan; dan
c. surat pernyataan tanggung jawab mutlak atas pembayaran dana kepada rekening Penyedia sesuai dengan format tercantum Lampiran B yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(9) KPPN melakukan pengujian SPM-pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (8) paling sedikit terhadap:
a. kesesuaian SPM dengan kartu pengawasan RPATA atas:
1. kode BA, eselon I, dan Satker;
2. NRK/CAN;
3. nama supplier;
4. jumlah dana yang dicadangkan;
5. jumlah dana yang dicairkan; dan
6. sisa penampungan dana;
b. kebenaran penulisan dan perhitungan yang tercantum dalam SPM-pembayaran;
c. kesesuaian tagihan dengan data Kontrak;
d. ketepatan nilai tagihan sesuai dengan prestasi pekerjaan; dan
e. ketepatan nilai dan masa berlaku surat jaminan pemeliharaan dalam hal pekerjaan mensyaratkan masa pemeliharaan.
(10) Terhadap SPM-pembayaran yang memenuhi persyaratan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (9), KPPN menerbitkan SPPT.
(11) Atas penerbitan SPPT sebagaimana dimaksud pada ayat
(10), Direktorat PKN melakukan PPR yang digunakan sebagai dasar penerbitan SP2D-pembayaran.
(12) Atas penerbitan SP2D-pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (11):
a. Direktorat PKN selaku Kuasa BUN Pusat melakukan penyediaan dana (dropping) dari RKUN ke RPKBUNP;
dan
b. Bank Operasional melakukan penyaluran dana dari RPKBUNP ke rekening Penyedia.
(13) Atas penyaluran dana sebagaimana dimaksud pada ayat
(12) huruf b, Direktorat PKN selaku Kuasa BUN Pusat melakukan pemindahbukuan dana dari RPATA ke RKUN paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal SP2D- pembayaran terbit.
(14) Penyediaan dana sebagaimana dimasud pada ayat (12) huruf a dan pemindahbukuan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (13) dilakukan berdasarkan daftar rekapitulasi transaksi yang dihasilkan dari sistem informasi yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.
Your Correction
