Correct Article 6
PERMEN Nomor 109 Tahun 2023 | Peraturan Menteri Nomor 109 Tahun 2023 tentang MEKANISME PELAKSANAAN ANGGARAN ATAS PEKERJAAN YANG BELUM DISELESAIKAN PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN
Current Text
(1) Untuk melaksanakan pembayaran pekerjaan pada akhir tahun anggaran, PPK menghitung:
a. sisa pekerjaan yang belum diselesaikan; atau
b. perkiraan pekerjaan yang akan diselesaikan, di antara batas akhir pengajuan tagihan kepada negara sampai dengan 31 Desember tahun anggaran berkenaan, sebagai dasar perhitungan pembayaran melalui RPATA.
(2) Sisa pekerjaan yang belum diselesaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a termasuk nilai pekerjaan pemeliharaan.
(3) Berdasarkan perhitungan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), PPK menyusun SPP-penampungan guna keperluan pemindahbukuan dana dari RKUN ke RPATA dengan ketentuan:
a. menggunakan akun belanja (5xxxxx) pada sisi pengeluaran;
b. dipotong secara penuh dengan akun penerimaan nonanggaran (81xxxx) pada sisi penerimaan; dan
c. SPP neto bernilai nihil.
(4) PPK menyampaikan SPP-penampungan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada PPSPM, paling sedikit dilampiri dengan:
a. dokumen Kontrak;
b. kartu pengawasan pembayaran;
c. BAPP; dan
d. surat pernyataan tanggung jawab mutlak atas pengajuan pembayaran melalui RPATA, sesuai dengan format tercantum dalam Lampiran A yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(5) PPSPM melakukan pengujian SPP-penampungan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling sedikit meliputi:
a. kelengkapan dokumen pendukung SPP- penampungan;
b. kebenaran dan keabsahan tanda tangan PPK;
c. kebenaran pengisian format SPP-penampungan;
d. ketersediaan pagu sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS) pada SPP dengan DIPA/Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Satker;
e. kebenaran formal bukti yang menjadi persyaratan/kelengkapan pembayaran;
f. kebenaran perhitungan permintaan penampungan dana; dan
g. ketepatan penggunaan kode BAS antara SPP dengan DIPA/POK Satker.
(6) Terhadap SPP-penampungan yang memenuhi persyaratan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat
(5), PPSPM menerbitkan SPM-penampungan.
(7) PPSPM menyampaikan SPM-penampungan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kepada KPPN, paling sedikit dilampiri dengan:
a. fotokopi BAPP; dan
b. surat pernyataan tanggung jawab mutlak sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf d.
(8) KPPN melakukan pengujian SPM-penampungan sebagaimana dimaksud pada ayat (7), paling sedikit terhadap kesesuaian antara SPM-penampungan dengan kartu pengawasan Kontrak yang ada di KPPN meliputi:
a. kode BA, eselon I, dan Satker;
b. NRK/CAN;
c. nama supplier;
d. jumlah pembayaran yang telah dilakukan sampai dengan termin terakhir;
e. sisa termin yang belum dibayarkan;
f. jumlah dana yang diminta untuk dicadangkan; dan
g. ketersediaan pagu dana pada DIPA.
(9) Terhadap SPM-penampungan yang memenuhi persyaratan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat
(8), KPPN selaku Kuasa BUN Daerah menerbitkan SP2D- penampungan.
(10) Atas penerbitan SP2D-penampungan sebagaimana dimaksud pada ayat (9), Direktorat PKN selaku Kuasa BUN Pusat melakukan pemindahbukuan dana dari RKUN atau rekening lainnya milik BUN ke RPATA paling lambat hari kerja terakhir bulan Desember tahun anggaran berkenaan sesuai dengan SPM-penampungan.
(11) Pemindahbukuan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (10) dilakukan berdasarkan daftar rekapitulasi transaksi yang dihasilkan dari sistem informasi yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.
Your Correction
