Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 21

PERMEN Nomor 101 Tahun 2023 | Peraturan Menteri Nomor 101 Tahun 2023 tentang TATA CARA PERENCANAAN, PENCAIRAN, PERTANGGUNGJAWABAN, DAN PENGAWASAN ANGGARAN YANG BERSUMBER DARI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK BENDAHARA UMUM NEGARA PENGELOLAAN KAS NEGARA

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) MP PNBP BUN PKN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) ditetapkan dengan mempertimbangkan: a. realisasi penerimaan PNBP BUN PKN dan belanja sumber dana PNBP BUN PKN tahun anggaran berjalan; b. realisasi penerimaan PNBP BUN PKN dan belanja sumber dana PNBP BUN PKN tahun anggaran sebelumnya; c. proyeksi penerimaan PNBP BUN PKN tahun anggaran berjalan; d. rencana pelaksanaan program/kegiatan tahun anggaran berjalan; dan e. hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh Direktorat Pelaksanaan Anggaran. (2) Realisasi penerimaan PNBP BUN PKN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dengan memperhitungkan pengembalian PNBP BUN PKN. (3) MP PNBP BUN PKN, diatur dengan ketentuan: a. tahap I paling tinggi 60% (enam puluh persen) dari pagu DIPA BUN sumber dana PNBP BUN PKN; b. tahap II paling tinggi 80% (delapan puluh persen) dari pagu DIPA BUN sumber dana PNBP BUN PKN; dan c. tahap III paling tinggi 100% (seratus persen) dari pagu DIPA BUN sumber dana PNBP BUN PKN. (4) Permohonan penetapan atas MP PNBP BUN PKN tahap II sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dilakukan setelah realisasi penerimaan PNBP BUN PKN tahun anggaran berjalan telah mencapai paling rendah 40% (empat puluh persen) dari target penerimaan PNBP BUN PKN. (5) Permohonan penetapan atas MP PNBP BUN PKN tahap III sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan setelah realisasi penerimaan PNBP BUN PKN tahun anggaran berjalan telah mencapai paling rendah 60% (enam puluh persen) dari target penerimaan PNBP BUN PKN. (6) Permohonan Penetapan MP PNBP BUN PKN sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diajukan paling cepat: a. bulan Januari tahun anggaran berjalan, untuk MP PNBP BUN PKN tahap I sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a; b. bulan Juli tahun anggaran berjalan, untuk MP PNBP BUN PKN tahap II sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b; dan c. bulan Oktober tahun anggaran berjalan, untuk MP PNBP BUN PKN tahap III sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c. (7) Dalam hal Satker PPP BUN memerlukan kebutuhan dana PNBP BUN PKN lebih cepat dari batas waktu pengajuan permohonan MP PNBP BUN PKN, KPA BUN pada Satker PPP BUN dapat mengajukan permohonan percepatan penerbitan MP PNBP BUN PKN kepada Direktur Pelaksanaan Anggaran. (8) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (7), dapat diajukan dalam hal realisasi penerimaan PNBP BUN PKN telah mencapai paling sedikit sebesar: a. 60% (enam puluh persen) dari target penerimaan PNBP BUN PKN untuk percepatan penetapan MP PNBP BUN PKN tahap II; atau b. 80% (delapan puluh persen) dari target penerimaan PNBP BUN PKN untuk percepatan penetapan MP PNBP BUN PKN tahap III.
Your Correction