Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Desember 2011 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA, E. E. MANGINDAAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2011 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, AMIR SYAMSUDIN
Lampiran I Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 99 Tahun 2011 Tanggal : 19 Desember 2011 RAHASIA KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR………………………………… TENTANG PEMBENTUKAN MAJELIS KODE ETIK ATAS DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL A.N. …………………… NIP. …………………… DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang :
bahwa berdasarkan laporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Sdr.
………………………… NIP.
……………………, sebagaimana surat ………………………… Nomor ………………………… tanggal ………………………, maka perlu dibentuk Majelis Kode Etik dengan Keputusan Menteri;
Mengingat :
1. UNDANG-UNDANG Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan UNDANG-UNDANG Republik INDONESIA Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3890);
2. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/ Janji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1975 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3059);
3. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 2004 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 4450);
4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor ……. Tahun 2011 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
MEMUTUSKAN :
MENETAPKAN :
PERTAMA :
Membentuk Majelis Kode Etik untuk memeriksa dan mengambil keputusan atas dugaan pelanggaran kode etik pegawai negeri sipil a.n. ..................................... NIP. ......................................, dengan susunan anggota sebagai berikut:
a. Ketua merangkap Anggota Nama : ………………………………………..
NIP : ………………………………………..
Pangkat : ………………………………………..
Jabatan : ………………………………………..
b. Sekretaris merangkap Anggota Nama : ………………………………………..
NIP : ………………………………………..
Pangkat : ………………………………………..
Jabatan : ………………………………………..
c. Anggota 1) Nama : ………………………………………..
NIP : ………………………………………..
Pangkat : ………………………………………..
Jabatan : ………………………………………..
2) Nama : ………………………………………..
NIP : ………………………………………..
Pangkat : ………………………………………..
Jabatan : ………………………………………..
3) Nama : ………………………………………..
NIP : ………………………………………..
Pangkat : ………………………………………..
Jabatan : ………………………………………..
KEDUA :
Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
KETIGA :
Keputusan Menteri ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal MENTERI PERHUBUNGAN, NAMA....……………………… MENTERI PERHUBUNGAN, . MANGINDAAN
Lampiran II Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 99 Tahun 2011 Tanggal : 19 Desember 2011 RAHASIA KEPUTUSAN MAJELIS KODE ETIK NOMOR………………………………… TENTANG HASIL SIDANG MAJELIS KODE ETIK ATAS DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL A.N. …………………… NIP. …………………… DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MAJELIS KODE ETIK, Menimbang :
a. bahwa berdasarkan laporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Sdr. ………………………… NIP.
……………………, sebagaimana surat ………………… Nomor …………………… tanggal ………………, maka telah dilaksanakan Sidang Majelis Kode Etik pada tanggal …………………………;
b. bahwa untuk menegakkan kode etik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Perhubungan, perlu menjatuhkan sanksi moral terhadap pelanggaran kode etik;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu MENETAPKAN Keputusan Majelis Kode Etik;
Mengingat :
1. UNDANG-UNDANG Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan UNDANG-UNDANG Republik INDONESIA Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3890);
2. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1975 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3059);
3. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 2004 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 4450);
4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor ……. Tahun 2011 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
Memperhatikan :
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor………… tentang Pembentukan Majelis Kode Etik Atas Dugaan Pelanggaran Kode Etik Pegawai Negeri Sipil A.N. …………………… NIP.
…………………… MEMUTUSKAN :
MENETAPKAN :
PERTAMA :
Menyatakan bahwa Pegawai Negeri Sipil tersebut di bawah ini:
Nama :
………………………………………..
NIP :
………………………………………..
Pangkat :
………………………………………..
Jabatan :
………………………………………..
Unit Kerja :
………………………………………..
Terbukti melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal ………….…………. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor…………. tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Perhubungan.
KEDUA :
Memberikan rekomendasi kepada pejabat yang berwenang untuk menjatuhkan sanksi moral kepada Pegawai Negeri Sipil tersebut dalam Diktum PERTAMA.
KETIGA :
Terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut dalam Diktum PERTAMA dapat diproses lebih lanjut untuk dikenai hukuman disiplin atau tindakan administratif lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
KEEMPAT :
Keputusan Majelis Kode Etik ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
KELIMA :
Keputusan Majelis Kode Etik ini disampaikan kepada pihak yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di ………………… pada tanggal ………………… KETUA MAJELIS KODE ETIK, NAMA ………………………… NIP…….……………………… Pangkat/Gol…………………..
Diterima tanggal…………………………….
NAMA ………………………… NIP…….……………………… Pangkat/Gol…………………..
Tembusan Yth.:
1. ……………………. dst MENTERI PERHUBUNGAN, E. E. MANGINDAAN
Lampiran III Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 99 Tahun 2011 Tanggal : 19 Desember 2011 RAHASIA KEPUTUSAN MAJELIS KODE ETIK NOMOR………………………………… TENTANG HASIL SIDANG MAJELIS KODE ETIK ATAS DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL A.N. …………………… NIP. …………………… DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MAJELIS KODE ETIK, Menimbang :
a. bahwa berdasarkan laporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Sdr. ………………………… NIP.
……………………, sebagaimana surat ………………… Nomor …………………… tanggal ………………, maka telah dilaksanakan Sidang Majelis Kode Etik pada tanggal …………………………;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu MENETAPKAN Keputusan Majelis Kode Etik;
Mengingat :
1. UNDANG-UNDANG Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan UNDANG-UNDANG Republik INDONESIA Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3890);
2. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1975 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3059);
3. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 2004 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 4450);
4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor ……. Tahun 2011 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
Memperhatikan :
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor………… tentang Pembentukan Majelis Kode Etik Atas Dugaan Pelanggaran
Kode Etik Pegawai Negeri Sipil A.N. …………………… NIP.
…………………… MEMUTUSKAN :
MENETAPKAN :
PERTAMA :
Menyatakan bahwa Pegawai Negeri Sipil tersebut di bawah ini:
Nama :
………………………………………..
NIP :
………………………………………..
Pangkat :
………………………………………..
Jabatan :
………………………………………..
Unit Kerja :
………………………………………..
Tidak terbukti melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal ………….………….
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor…………. tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Perhubungan.
KEDUA :
Keputusan Majelis Kode Etik ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
KETIGA :
Keputusan Majelis Kode Etik ini disampaikan kepada pihak yang bersangkutan untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di ………………… pada tanggal ………………… KETUA MAJELIS KODE ETIK, NAMA ………………………… NIP…….……………………… Pangkat/Gol…………………..
Diterima tanggal…………………………….
NAMA ………………………… NIP…….……………………… Pangkat/Gol…………………..
Tembusan Yth.:
1. ……………………. dst.
Lampiran IV Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 99 Tahun 2011 Tanggal : 19 Desember 2011 RAHASIA KEPUTUSAN ……………………… NOMOR……………………… TENTANG PENJATUHAN SANKSI MORAL ATAS PELANGGARAN KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL A.N. …………………… NIP. …………………… DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ………………………………., Menimbang :
a. bahwa berdasarkan Keputusan Majelis Kode Etik Nomor …………………… tentang Hasil Sidang Majelis Kode Etik Atas Dugaan Pelanggaran Kode Etik Pegawai Negeri Sipil A.N.
…………………… NIP.
……………………, perlu dilakukan penjatuhan sanksi moral;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu MENETAPKAN Keputusan ……………… tentang Penjatuhan Sanksi Moral Atas Pelanggaran Kode Etik Pegawai Negeri Sipil A.N.
…………………… NIP. ……………………;
Mengingat :
1. UNDANG-UNDANG Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan UNDANG-UNDANG Republik INDONESIA Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3890);
2. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1975 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3059);
3. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 2004 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 4450);
4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor ……. Tahun 2011 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
MEMUTUSKAN :
MENETAPKAN :
PERTAMA :
Menjatuhkan sanksi moral kepada:
Nama :
………………………………………..
NIP :
………………………………………..
Pangkat :
………………………………………..
Jabatan :
………………………………………..
Unit Kerja :
………………………………………..
Karena terbukti melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal …………. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor …………. tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Perhubungan.
KEDUA :
Sanksi moral sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA dinyatakan secara tertutup/ terbuka.
KETIGA :
Keputusan …………………..
ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
KEEMPAT :
Keputusan ………………….
ini disampaikan kepada pihak terkait untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di ………………… pada tanggal ………………… Pejabat yang Berwenang NAMA ……………………… NIP…….…………………… Pangkat/Gol……………… Diterima tanggal…………………………….
NAMA ………………………… NIP…….……………………… Pangkat/Gol…………………..
Tembusan Yth.:
1. ……………………. dst MENTERI PERHUBUNGAN, E. E. MANGINDAAN
Lampiran V Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 99 Tahun 2011 Tanggal : 19 Desember 2011 RAHASIA KEPUTUSAN ……………………… NOMOR……………………… TENTANG REHABILITASI NAMA BAIK DARI DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL A.N. …………………… NIP. …………………… DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang :
bahwa berdasarkan surat .................
nomor ................
tanggal……………………tentang permohonan rehabilitasi nama baik dari dugaan pelanggaran kode etik pegawai negeri sipil a.n. …………………… NIP. ……………………, perlu MENETAPKAN Keputusan …………………;
Mengingat :
1. UNDANG-UNDANG Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan UNDANG-UNDANG Republik INDONESIA Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3890);
2. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 21 Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 1975 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 3059);
3. PERATURAN PEMERINTAH Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik INDONESIA Tahun 2004 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik INDONESIA Nomor 4450);
4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor ……. Tahun 2011 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Perhubungan;
Memperhatikan :
Keputusan Majelis Kode Etik Nomor …………………… tentang Hasil Sidang Majelis Kode Etik Atas Dugaan Pelanggaran Kode Etik Pegawai Negeri Sipil A.N.
…………………… NIP................................;
MEMUTUSKAN :
MENETAPKAN :
PERTAMA :
Merehabilitasi nama baik Pegawai Negeri Sipil yang tersebut di bawah ini:
Nama :
………………………………………..
NIP :
………………………………………..
Pangkat :
………………………………………..
Jabatan :
………………………………………..
Unit Kerja :
………………………………………..
dari dugaan pelanggaran ketentuan Pasal … Peraturan Menteri Perhubungan Nomor…………. tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Perhubungan.
KEDUA :
Keputusan ………………… ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
KETIGA :
Keputusan ………………… ini disampaikan kepada pihak terkait untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di ………………… Pada tanggal ………………… ………………………………… NAMA ……………………… NIP…….…………………… Pangkat/Gol……………… Diterima tanggal…………………………….
NAMA ………………………… NIP…….……………………… Pangkat/Gol…………………..
Tembusan Yth.:
1. ……………………. dst MENTERI PERHUBUNGAN,