Article 1
(1) Kegiatan pengadaan barang/jasa dilakukan dengan cara:
a. swakelola; dan/atau
b. penyedia.
(2) Pengadaan barang/jasa melalui swakelola sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a diatur dengan Peraturan Menteri tersendiri.
(3) Pengadaan barang/jasa melalui penyedia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi kegiatan:
a. persiapan pengadaan barang/jasa;
b. persiapan pemilihan penyedia;
c. pelaksanaan pemilihan penyedia melalui tender/seleksi;
d. pelaksanaan pemilihan penyedia selain tender/seleksi;
e. pelaksanaan kontrak; dan
f. serah terima hasil pekerjaan.