Correct Article 9
PERMEN Nomor 12 Tahun 2025 | Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah
Current Text
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Juli 2025
MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA,
Œ
ABDUL MU'TI
Diundangkan di Jakarta pada tanggal Д
DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM REPUBLIK INDONESIA,
Ѽ
DHAHANA PUTRA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025 NOMOR Ж
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
NOMOR 12 TAHUN 2025 TENTANG STANDAR ISI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
RUANG LINGKUP MATERI PAUD
A.
Latar Belakang Mengacu pada PERATURAN PEMERINTAH Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan PERATURAN PEMERINTAH Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas PERATURAN PEMERINTAH Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, Standar Isi PAUD dikembangkan untuk menentukan kriteria ruang lingkup materi yang sesuai dengan capaian perkembangan yang telah dirumuskan pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak.
Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak difokuskan pada aspek perkembangan anak yang mencakup nilai agama dan moral, nilai Pancasila, fisik motorik, kognitif, bahasa, dan sosial emosional.
Ruang lingkup materi PAUD dalam Standar Isi mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak yang memuat aspek perkembangan anak dan dirumuskan secara terpadu dalam bentuk deskripsi capaian perkembangan.
B.
Ruang Lingkup Materi PAUD Ruang lingkup materi diturunkan dari bentuk deskripsi capaian perkembangan anak dalam Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak yang meliputi hal-hal berikut:
1. mengenal ajaran agama yang dianut dan mempraktikkan ibadah sesuai agama/kepercayaannya, menunjukkan perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap kasih sayang, kejujuran, kedisiplinan, keadilan, dan tanggung jawab dalam berinteraksi dengan sesama dengan bimbingan orang dewasa, serta mengenal konsep hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya:
a. keyakinan bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah pencipta segalanya serta pengenalan terhadap ajaran agama dan kepercayaan masing-masing; dan
b. kesadaran bahwa setiap manusia dan alam adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang perlu dihargai dan sebagai dasar terbangunnya perilaku baik dan berakhlak mulia.
2. mengenali identitas diri, mengetahui kebiasaan di keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat, mengetahui dan membiasakan diri mentaati aturan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mengenali pentingnya dan membiasakan diri menjaga lingkungan, mengetahui dirinya merupakan bagian dari warga INDONESIA, serta mengetahui keberadaan negara lain di dunia:
a. pemahaman terhadap identitas dirinya yang terbentuk berdasarkan berbagai karakteristik fisik, minat, dan sosial budaya agar dapat mengenali diri, mengembangkan diri, serta menjalankan peran di lingkungannya; dan
b. pemahaman bahwa salah satu identitas diri anak adalah sebagai warga negara INDONESIA, pengenalan terhadap simbol kenegaraan, dan keberadaan negara lain di dunia.
3. mengenali sikap peduli, berbagi, dan bekerja sama dengan teman sebaya melalui bimbingan dalam kegiatan bermain dan interaksi di lingkungan satuan pendidikan dan keluarga:
a. pengenalan terhadap ragam emosi dan cara mengelolanya, serta pengenalan terhadap kebiasaan dan aturan yang berlaku dalam kehidupan anak sehari-hari; dan
b. pemahaman tentang manfaat dan cara bersikap peduli, berbagi, dan bekerja sama di keluarga, satuan pendidikan, dan lingkungan sekitar.
4. menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam kegiatan pembelajaran dan pengembangan diri dan menunjukkan usaha untuk mencapai tahapan perkembangannya secara terbimbing:
a. pengenalan manfaat dari kegiatan belajar dan pengembangan diri melalui bimbingan secara bertahap agar memiliki keterampilan hidup dan dapat berkegiatan secara mandiri; dan
b. penanaman kesadaran pada anak bahwa merupakan tanggung jawabnya untuk terus berusaha agar dapat memperoleh suatu kemampuan.
5. menunjukkan daya imajinasi dan proses berpikir yang fleksibel melalui tindakan dan/atau karya sederhana yang dihasilkan sesuai dengan perkembangan kognitif, afektif, serta keterampilan motorik halus dan kasar:
a. pengenalan ragam cara untuk mengekspresikan ide dan menyelesaikan masalah yang diperoleh melalui pengalaman belajar langsung; dan
b. pengembangan keterampilan motorik kasar, halus dan taktil untuk keberdayaan diri.
6. memiliki rasa ingin tahu, mengenali persamaan dan perbedaan berbagai objek dan situasi, mampu menyelesaikan masalah sederhana, dan menggunakan pra-literasi dan pra-numerasi yang terkait dengan diri sendiri dan lingkungan terdekat:
a. pemahaman tentang hubungan sebab akibat, persamaan dan perbedaan berbagai objek dan situasi serta fenomena alam dan sosial serta pengenalan tentang teknologi yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-sehari; dan
b. penyelesaian masalah sederhana dengan menggunakan kemampuan pra-literasi (kemampuan bertutur, pengetahuan latar, kosakata, kesadaran teks, kesadaran fonemik dan keaksaraan) dan pra-numerasi (konsep bilangan, pola, pengukuran, geometri, dan analisis data) dalam kehidupan sehari-sehari.
7. mengenali kemampuan menyimak, berbicara, pra-membaca dan pra-menulis dalam konteks pengalaman pribadi dan hubungan sosial dengan menggunakan berbagai moda komunikasi verbal dan nonverbal:
a. penanaman kemampuan menyimak gagasan, pertanyaan, informasi, dan lainnya yang disampaikan oleh orang lain dalam kehidupan sehari-hari melalui bimbingan; dan
b. pengenalan cara mengutarakan gagasan, pertanyaan, informasi, dan lainnya kepada orang lain yang sesuai dengan norma dan konteks kebiasaan dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari, melalui komunikasi verbal maupun nonverbal.
8. mengenal dan memiliki kebiasaan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebugaran, kesehatan fisik dan mental, serta mengenal pentingnya kesehatan lingkungan:
a. pemahaman bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan yang perlu dihargai sehingga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat adalah bentuk rasa syukur; dan
b. manfaat dan cara merawat diri dalam konteks kesehatan fisik dan mental, menjaga kebugaran, dan menjaga kesehatan lingkungan dalam kegiatan sehari-hari.
C.
Ruang Lingkup Materi Program Kebutuhan Khusus Taman Kanak- Kanak Luar Biasa dan Bentuk Program Lain yang Memiliki Anak Usia Dini Berkebutuhan Khusus Penyandang Disabilitas Ruang lingkup materi program kebutuhan khusus pada Taman Kanak- Kanak Luar Biasa dan bentuk program lain yang memiliki anak usia dini berkebutuhan khusus penyandang disabilitas terbagi menjadi dua, yakni materi umum dan materi khusus. Materi umum diberikan kepada seluruh Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas.
Sementara itu, materi khusus diberikan kepada Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas sesuai dengan kekhususannya.
1. Materi Umum
a. pembinaan hidup sehat;
b. adaptasi;
c. keselamatan diri;
d. pemanfaatan alat bantu/media adaptif dan teknologi bantu penglihatan, alat bantu gerak, dan/atau alat bantu pendengaran; dan
e. pengembangan kemandirian.
2. Materi Khusus
a. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas sensorik meliputi:
1) Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas netra yang mencakup materi orientasi dan mobilitas, sikap sosial, dan sistem simbol braille; dan 2) Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas rungu yang mencakup materi pengembangan komunikasi, dan pengembangan persepsi bunyi dan irama,
b. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas intelektual mencakup pengembangan diri;
c. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas fisik mencakup pengembangan gerak; dan
d. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas mental mencakup hal-hal:
1) pengembangan interaksi, komunikasi, dan perilaku; dan 2) pengembangan sensorik motorik.
MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
ABDUL MU'TI
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
NOMOR 12 TAHUN 2025 TENTANG STANDAR ISI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
RUANG LINGKUP MATERI JENJANG PENDIDIKAN DASAR
A.
Latar Belakang Mengacu pada PERATURAN PEMERINTAH Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan PERATURAN PEMERINTAH Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas PERATURAN PEMERINTAH Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, Standar Isi dikembangkan untuk menentukan kriteria ruang lingkup materi yang sesuai dengan kompetensi lulusan yang telah dirumuskan pada standar kompetensi lulusan. Penyusunan Standar Isi dilakukan dengan merumuskan ruang lingkup materi pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan kompetensi Murid sesuai standar kompetensi lulusan, melakukan penyesuaian dengan kemajuan pembelajaran (learning progression) Murid pada setiap jenjang, merumuskan ruang lingkup materi pembelajaran yang memberikan fleksibilitas kepada pendidik untuk memfasilitasi Murid mengembangkan kompetensinya, serta mengadopsi prinsip diferensiasi dalam mengembangkan ruang lingkup materi pembelajaran.
Pengembangan Standar Isi mengacu pada standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan jenjang Pendidikan Dasar yang difokuskan pada hal-hal:
1. persiapan Murid menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia;
2. penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; dan
3. penumbuhan kompetensi literasi dan numerasi Murid untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Standar Isi ini mencakup ruang lingkup materi Pendidikan Dasar pada jalur pendidikan formal dan nonformal. Standar Isi sekolah dasar luar biasa/paket A/bentuk lain yang sederajat sama dengan Standar Isi sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan Standar Isi sekolah menengah pertama luar biasa/paket B/bentuk lain yang sederajat sama dengan Standar Isi sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah.
Standar Isi pendidikan kesetaraan (paket A, paket B, dan paket C) mengacu pada muatan wajib sesuai jenjangnya dengan menekankan muatan pemberdayaan dan keterampilan, memperhatikan konteks dan potensi lingkungan setempat, dan mempertimbangkan hal yang dapat dilakukan secara terintegrasi melalui projek atau pendekatan lain yang relevan.
Muatan pemberdayaan dan keterampilan dapat diberikan melalui projek dan diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian Murid baik dalam kehidupan individu maupun bermasyarakat. Ruang lingkup materi pada Standar Isi dikemas untuk memperkuat pengembangan diri, pengembangan kapasitas, dan penguatan sosial ekonomi. Muatan keterampilan dapat dikembangkan dengan memperhatikan ragam potensi sumber daya alam dan sosial budaya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan/atau kesempatan bekerja dan berusaha.
Standar Isi pada pendidikan khusus, selain berisi muatan wajib sesuai jenjangnya, juga ditambah dengan ruang lingkup materi program kebutuhan khusus dan keterampilan. Murid berkebutuhan khusus dapat mengikuti Standar Isi, dengan memperhatikan profil Murid berkebutuhan khusus.
B.
Ruang Lingkup Materi Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa/Paket A/Bentuk Lain yang Sederajat
1. Pendidikan Agama
a. Pendidikan Agama Islam 1) Al-Qur'an dan hadis meliputi ayat-ayat, surat pendek, dan hadis pilihan;
2) akidah meliputi rukun iman, dan asmaulhusna;
3) akhlak meliputi akhlak terhadap Allah Swt., diri sendiri, sesama, dan makhluk lainnya;
4) fikih meliputi rukun Islam, ibadah wajib dan sunnah, serta makanan dan minuman halal; dan 5) sejarah peradaban Islam meliputi kisah para nabi dan rasul, Nabi Muhammad saw., serta khulafaurasyidin.
b. Pendidikan Agama Kristen 1) Allah berkarya a) Allah menciptakan Murid sebagai pribadi yang istimewa;
b) tanggung jawab manusia meliputi konsep dan praktik hidup berpihak pada keselamatan dan pelestarian alam dan manusia;
c) Allah menyelamatkan manusia dalam diri Yesus Kristus yang menjadi juru selamat manusia; dan d) Allah membarui hidup manusia dan manusia menyatakan dalam praktik sikap hidup manusia baru.
2) Manusia dan Nilai-nilai Kristiani a) hakikat manusia meliputi makhluk individu, makhluk sosial, makhluk berdosa yang membutuhkan pertobatan dan keselamatan; dan b) nilai-nilai Kristiani meliputikonsep nilai dan praktik nilai kristiani.
3) Gereja dan Masyarakat Majemuk a) tugas gereja meliputibersekutu, bersaksi, melayani;
dan
b) masyarakat majemuk meliputi keberagaman, solidaritas, kerukunan.
4) Alam dan Lingkungan Hidup a) alam dan lingkungan hidup meliputi fakta alam, flora, fauna; dan b) tanggung jawab manusia meliputi pencegahan, pemeliharaan, dan pelestarian.
c. Pendidikan Agama Katolik 1) Pribadi Murid a) manusia diciptakan Allah sebagai citra-Nya;
b) tanggung jawab untuk mengembangkan diri sebagai citra Allah; dan c) lingkungan tempat bertumbuh dan berkembang.
2) Yesus Kristus a) penciptaan manusia dan alam semesta;
b) bapa-bapa bangsa Israel dalam Kitab Suci Perjanjian Lama;
c) para nabi dan perannya dalam nubuat tentang kedatangan Mesias bagi keselamatan manusia; dan d) Yesus Kristus sebagai pemenuhan janji Allah.
3) Gereja a) doa-doa dalam gereja Katolik;
b) sakramen-sakramen dalam gereja Katolik;
c) peran Roh Kudus dalam kehidupan gereja;
d) makna beriman dalam gereja Katolik; dan e) sifat-sifat gereja: satu, kudus, katolik, apostolik.
4) Masyarakat a) hidup bersama dengan tetangga dan masyarakat;
b) hidup bersama sebagai warga bangsa;
c) hidup bersama dengan penganut agama dan kepercayaan lain, tanpa kehilangan identitasnya;
d) relasi dengan alam ciptaan Allah;
e) sepuluh perintah Allah sebagai pedoman hidup; dan f) tuntunan suara hati sebagai suara Tuhan.
b. Pendidikan Agama Hindu 1) Kitab Suci Weda yang meliputiRamayana, Mahabharata, Purana, Weda Sruti, dan Weda Smerti;
2) Sraddha dan Bhakti yang meliputi Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta dan sumber hidup, Tri Murti, Cadu Sakti, Bhuana Agung, dan Bhuana Alit;
3) Susila yang meliputi Subha Karma, Asubha Karma, Tri Kaya Parisudha, Tri Parartha, Catur Paramitha, Catur Guru, dan Catur Asrama;
4) acara Agama Hindu yang meliputi Dainika Upasana, Sarana Persembahyangan, Hari Suci, Tempat Suci, Panca Yadnya, dan Manggalaning Yadnya; dan 5) sejarah Agama Hindu yang meliputi tokoh-tokoh kerajaan Hindu, tokoh penyebar agama Hindu, dan sejarah perkembangan agama Hindu di INDONESIA.
c. Pendidikan Agama Buddha 1) sejarah tentang identitas diri Murid, Buddha, Bodhisattva, dan tokoh Buddhis. Buddha Sakyamuni, budaya, dan bahasa dalam agama Buddha;
2) ritual tentang simbol-simbol, agama dan kepercayaan, doa, identitas, tradisi agama Buddha, upacara puja, meditasi ketenangan, sikap bersatu, moderasi beragama.
Nilai-nilai Buddhadharma, Pancasila Buddhis, Pancasila dasar negara; dan 3) etika tentang sopan-santun, pergaulan, dan musyawarah.
Nilai-nilai Pancasila Buddhis, pāramitā, tolong-menolong, hak dan kewajiban, permasalahan dan solusi.
d. Pendidikan Agama Khonghucu 1) Keimanan meliputi Tian, Nabi Kŏngzĭ (孔子), peran leluhur, persembahyangan, iman, nilai-nilai delapan keimanan, hukum Yīnyáng (阴阳), dan Tiga Dasar Kenyataan (sāncái 三才).;
2) Kitab Suci meliputi ayat-ayat suci sederhana tentang berbakti (Xiao 孝) dalam Kitab Bakti (Xiaojing 孝经), Sìshū (四书) dan Wŭjīng (五经);
3) Tata Ibadah meliputi sikap hormat, doa, sembahyang dan hari raya keagamaan;
4) Perilaku Junzi meliputi sikap bakti, berdoa, teladan Nabi Kŏngzĭ (孔子) dan murid-muridnya, dan cinta tanah air;
dan 5) Sejarah Suci meliputi riwayat Nabi Kŏngzĭ (孔子), teladan tokoh Khonghucu, dan sejarah agama Khonghucu di INDONESIA.
2. Pendidikan Pancasila
a. sejarah kelahiran Pancasila dan keteladanan para perumus Pancasila;
b. makna sila-sila Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh;
c. kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa;
d. pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai identitas bangsa sesuai dengan budaya, agama, dan kepercayaannya masing-masing; dan
e. simbol-simbol negara dan semboyan negara.
3. Pendidikan Kewarganegaraan
a. norma, aturan, hak, dan kewajiban di lingkungan keluarga dan sekolah;
b. identitas diri, lingkungan tempat tinggal, masyarakat, dan bangsa sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik INDONESIA;
c. Pembukaan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA tahun 1945; dan
d. musyawarah, kerja sama, dan gotong royong untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan sekolah.
4. Bahasa
a. Bahasa INDONESIA 1) strategi berbahasa (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara, menulis, dan mempresentasikan) secara santun untuk menghormati orang lain dan/atau menghindari konflik sesuai konteks sosial budaya masyarakat pada peringkat marginal (pemula);
2) jenis teks fiksi dan teks nonfiksi sederhana yang netral, ramah gender, dan/atau ramah keberagaman;
3) kaidah bahasa INDONESIA yang membentuk teks sederhana;
4) kosakata bahasa INDONESIA dan/atau kosakata bahasa INDONESIA serapan dari bahasa daerah yang erat kaitannya dengan konteks diri sendiri, keluarga, dan/atau lingkungan satuan pendidikan;
5) struktur sastra dalam teks sastra sederhana;
6) kebahasaan dalam berbagai jenis teks sederhana; dan 7) struktur dan kohesi teks sederhana dalam wujud lisan, tulis, visual, dan/atau multimodal yang disajikan.
b. Bahasa Daerah 1) strategi berbahasa (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan dan/atau menulis) yang dapat dikembangkan sesuai dengan konteks daerah masing-masing; dan 2) lingkup materi bahasa daerah yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan Murid.
c. Bahasa Inggris 1) teks interaksional dan transaksional sederhana dalam konteks diri sendiri, keluarga, dan/atau satuan pendidikan;
2) teks multimodal sederhana, berbagai jenis teks, dalam konteks diri sendiri, keluarga, dan/atau satuan pendidikan;
3) kosakata dan ungkapan sederhana dalam teks dengan konteks diri sendiri, keluarga, dan/atau satuan pendidikan;
4) ragam budaya pada konteks diri sendiri dan keluarga melalui teks sederhana;
5) gambar bergerak dan/atau tidak bergerak dalam teks sederhana sebagai bagian dari literasi visual;
6) kosakata yang berkaitan dengan pengembangan literasi visual; dan 7) strategi memahami isi teks sederhana.
5. Matematika
a. Matematika 1) konsep bilangan, hubungan antara bilangan serta sifat- sifat bilangan untuk menyatakan kuantitas dalam berbagai konteks yang sesuai;
2) operasi aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) pada bilangan cacah, pecahan, dan desimal dilakukan secara efisien untuk menyelesaikan masalah kontekstual;
3) identifikasi pola baik numerik maupun non-numerik untuk menjelaskan hal yang berulang;
4) spasial mengenai bangun datar dan bangun ruang serta sifat-sifatnya untuk menjelaskan lingkungan di sekitar;
5) pengukuran dan estimasi atribut benda yang dapat diukur menggunakan berbagai satuan (baik baku maupun yang tidak baku) serta membandingkan hasilnya; dan 6) interpretasi data yang menunjukkan keberagaman berdasarkan tampilan data untuk mengambil kesimpulan.
b. Teknologi Digital 1) pemecahan masalah sederhana pada objek konkret secara sistematis, efektif, efisien, dan optimal dengan berpikir komputasional;
2) pengembangan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan kosakata atau simbol;
3) kecakapan bermedia digital, etika dan budaya digital, keamanan serta keseimbangan hidup di dunia digital; dan 4) pengenalan konsep dasar dan etika kecerdasan artifisial.
6. Ilmu Pengetahuan Alam
a. pengamatan sederhana, identifikasi pertanyaan ilmiah, eksperimen sederhana, pengolahan data, refleksi, dan komunikasi hasil penyelidikan;
b. bentuk, fungsi struktur tubuh makhluk hidup, siklus hidup, interaksi antarmakhluk hidup dan lingkungan, pelestarian makhluk hidup, serta upaya mitigasi perubahan iklim;
c. wujud zat, proses perubahan wujud zat, dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari;
d. gaya dan pengaruhnya terhadap gerak dan bentuk benda;
e. energi dan perubahan bentuk energi, penghematan energi, dan serta penggunaan sumber energi alternatif sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;
f. pemanfaatan gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari hari; dan
g. tata surya serta pengaruh gerak rotasi dan revolusi bumi.
7. Ilmu Pengetahuan Sosial
a. proses awal sosialisasi dan interaksi sosial di masyarakat;
b. kondisi geografis sekitar rumah, sekolah, dan daerahnya yang memengaruhi keberagaman hayati serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari;
c. perilaku manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan penggunaan teknologi sederhana; dan
d. sejarah masyarakat di sekitarnya dan peranan tokoh-tokoh lokal yang dapat diteladani.
8. Seni dan Budaya
a. pengenalan seni dan budaya untuk mengekspresikan diri menggunakan alat atau bahan sederhana;
b. pengenalan bentuk seni dan budaya melalui pengalaman kontekstual;
c. pengenalan proses penciptaan karya seni dan budaya;
d. interpretasi berbagai pengalaman kontekstual ke dalam bentuk seni dan budaya; dan
e. ekspresi dan apresiasi terhadap seni dan budaya sebagai upaya olah rasa.
9. Pendidikan Jasmani dan Olahraga
a. penyesuaian keterampilan gerak, transfer strategi gerak, uji efektivitas penerapan strategi gerak ke dalam berbagai situasi gerak. Investigasi berbagai konsep gerak untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak;
b. merancang peraturan alternatif dan modifikasi permainan untuk mendukung fair play dan partisipasi inklusif.
Partisipasi secara positif dalam kelompok atau tim;
c. partisipasi dalam aktivitas jasmani dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Eksplorasi rekomendasi aktivitas jasmani serta pencegahan perilaku malas gerak (sedenter) dan strategi pencapaiannya; dan
d. identifikasi risiko kesehatan akibat gaya hidup dan pencegahan melalui aktivitas jasmani berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan. Makanan sehat untuk menunjang aktivitas jasmani berdasarkan informasi kandungan gizi pada makanan. Praktik penanganan cedera sedang sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama.
10. Muatan Lokal
a. lingkup materi muatan lokal dikembangkan berdasarkan potensi, keunikan lokal, dan kearifan lokal; dan
b. ruang lingkup materi muatan lokal disesuaikan dengan tingkat perkembangan Murid.
C.
Ruang Lingkup Materi Program Kebutuhan Khusus Sekolah Dasar Luar Biasa dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Paket A/Bentuk Lain yang Sederajat yang Mempunyai Murid Berkebutuhan Khusus Penyandang Disabilitas Ruang lingkup materi program kebutuhan khusus pada Sekolah Dasar Luar Biasa dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Paket A/bentuk lain yang sederajat yang mempunyai Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas terbagi menjadi dua, yakni materi umum dan
materi khusus. Materi umum diberikan kepada seluruh Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas. Sementara materi khusus diberikan kepada Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas sesuai dengan kekhususannya.
1. Materi Umum
a. pembinaan hidup sehat;
b. adaptasi;
c. keselamatan diri;
d. pemanfaatan alat bantu/media adaptif dan teknologi bantu penglihatan, alat bantu gerak, dan/atau alat bantu pendengaran; dan
e. pengembangan kemandirian.
2. Materi Khusus
a. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas sensorik meliputi:
1) Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas netra mencakup materi orientasi dan mobilitas, sikap sosial, dan Sistem Simbol Braille; dan 2) Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas rungu mencakup materi pengembangan komunikasi, dan pengembangan persepsi bunyi dan irama,
b. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas intelektual mencakup pengembangan diri;
c. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas fisik mencakup pengembangan gerak ; dan
d. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas mental mencakup:
1) pengembangan interaksi, komunikasi, dan perilaku; dan 2) pengembangan sensorik motorik.
D.
Ruang Lingkup Materi Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa/Paket B/Bentuk Lain yang Sederajat
1. Pendidikan Agama
a. Pendidikan Agama Islam 1) Al-Qur'an dan hadis meliputi ayat-ayat dan hadis pilihan tentang tema tertentu;
2) akidah meliputi rukun iman dan hal-hal yang dapat meneguhkan iman;
3) akhlak meliputi akhlak terhadap Allah SWT., rasul, sesama, dan lingkungan;
4) fikih meliputi ketentuan ibadah wajib dan sunah, rukhsah, serta penyembelihan hewan; dan 5) sejarah peradaban Islam meliputi sejarah peradaban pasca khulafaurasyidin.
b. Pendidikan Agama Kristen 1) Allah Berkarya a) Allah Pencipta meliputi iptek, perubahan manusia, gereja, dan dunia;
b) Allah Pemelihara meliputi diri pribadi, gereja, dan negara;
c) Allah Penyelamat meliputi Yesus Kristus, dosa, pengampunan, dan keselamatan; dan d) Allah pembaharu meliputi Roh Kudus dan pembaharuan hidup.
2) Manusia dan Nilai-nilai Kristiani a) hakikat manusia meliputi ajaran iman dan fenomena sosial; dan b) nilai-nilai Kristiani meliputi nilai utama dalam Galatia 5:22- 26 dankeputusan etis.
3) Gereja dan Masyarakat Majemuk a) Gereja meliputi pelayanan, pendidikan, dan pembaharuan; dan b) masyarakat majemuk meliputi dialog dan moderasi beragama.
4) Alam dan Lingkungan Hidup a) alam meliputi ekosistem, serta relasi manusia dan alam; dan b) tanggung jawab manusia meliputi konsep dan praktik hidup berpihak pada keselamatan dan pelestarian alam dan manusia.
c. Pendidikan Agama Katolik 1) Pribadi Murid a) manusia sebagai citra Allah yang unik, sebagai perempuan atau sebagai laki-laki dan bersyukur atas kebaikan Tuhan serta bersosialisasi dengan sesama dengan percaya diri;
b) manusia memiliki kemampuan dan keterbatasan;
c) peran sesama dalam mengembangkan diri; dan d) cita-cita hidup menjadi kekuatan untuk pengembangan diri untuk mencapai cita-cita hidupnya.
2) Yesus Kristus a) inti iman Katolik adalah iman akan Yesus Kristus;
b) mengenal pribadi Yesus Kristus sebagai teladan dalam upaya mengembangkan diri;
c) Yesus Kristus mewartakan Kerajaan Allah melalui pengajaran dan tindakan-Nya; dan d) peran Roh Kudus dalam gereja yang menjadi daya hidup masing-masing pribadi maupun gereja hingga saat ini.
3) Gereja a) hakikat gereja sebagai persekutuan (komunitas) orang percaya akan Yesus. Gereja dipanggil menjadi tanda yang nyata kehadiran Allah yang menyelamatkan;
b) pelayanan gereja, baik secara sakramental maupun dalam pelayanan manusiawi; dan c) hak dan kewajiban sebagai anggota gereja. Kita dipanggil untuk terlibat aktif dalam kehidupan gereja dan pelayanannya.
4) Masyarakat a) hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. Kita dipanggil untuk melaksanakan hak dan kewajiban secara bertanggung jawab dalam kebebasan sebagai anak-anak Allah;
b) nilai hidup bersama. Hormat terhadap martabat manusia, hormat terhadap kehidupan, keadilan, dan kejujuran;
c) toleransi dalam hidup bersama.
Keberagaman masyarakat INDONESIA merupakan anugerah Allah.
Berdialog dan bertoleransi dapat menciptakan persaudaraan sejati; dan d) tanggung jawab terhadap lingkungan alam. Setiap anggota masyarakat bertanggung jawab untuk memelihara dan mengembangkan lingkungan alam sekitar demi hidup yang lebih nyaman.
d. Pendidikan Agama Hindu 1) Kitab Suci Weda yang meliputi Upaweda, Wedangga, dan Nibandha;
2) Sraddha dan Bhakti yang meliputiAtman, Asta Aiswarya, dan Catur Marga;
3) Susila yang meliputi Tri Hita Karana, Catur Purusa Artha, Panca Yama Brata dan Panca Niyama Brata;
4) acara yang meliputi Upakara, Dharma Gita, serta Budaya Hidup Bersih dan Sehat menurut Weda; dan 5) sejarah Agama Hindu yang meliputi Sejarah Perkembangan Agama Hindu di Asia.
e. Pendidikan Agama Buddha 1) sejarah tentang sifat-sifat dan siswa utama Buddha Sakyamuni, para penyokong Buddha, tokoh Buddhis inspiratif, dan Buddha Sakyamuni Parinibbāna;
2) ritual tentang meditasi hidup berkesadaran, hari-hari raya, tempat-tempat ziarah, tradisi Agama Buddha di INDONESIA; dan 3) etika tentang moralitas, jalan Bodhisattva, dan Hukum Kebenaran Mutlak.
f. Pendidikan Agama Khonghucu 1) Keimanan meliputi Tiān (天), Nabi Kŏngzĭ (孔子), dan watak sejati (xìng 性);
2) Kitab Suci meliputi Kitab Sìshū (四书), Kitab Wŭjīng (五), ayat suci tentang wŭcháng (五常) dan wŭlún (五伦);
3) Tata Ibadah meliputi ritual keagamaan kepada Tiān (天), dì (地) dan rén (人);
4) Perilaku Junzi meliputi Dìziguī (弟子规), wŭcháng (五常), delapan kebajikan (bādé 八德), cintai tanah air, bangsa, dan negara; dan 5) Sejarah Suci meliputi wahyu, keteladanan Murid nabi Kongzi dan orang-orang besar, kehidupan beragama dan bernegara.
2. Pendidikan Pancasila
a. sejarah kelahiran Pancasila;
b. kedudukan Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;
c. hubungan Pancasila dengan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik INDONESIA;
d. keberagaman Bangsa INDONESIA dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika; dan
e. pengamalan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
3. Pendidikan Kewarganegaraan 1) sejarah kelahiran, kedudukan, dan fungsi UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA Tahun 1945 serta makna proklamasi kemerdekaan;
2) norma, aturan, hak, dan kewajiban warga negara;
3) kemerdekaan berpendapat secara bertanggung jawab dalam era keterbukaan informasi; dan 4) keutuhan menjaga Negara Kesatuan Republik INDONESIA dalam konteks wawasan nusantara.
4. Bahasa
a. Bahasa INDONESIA 1) strategi berbahasa (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara, menulis, dan mempresentasikan) secara santun untuk menghormati orang lain dan/atau menghindari konflik sesuai konteks sosial budaya masyarakat pada peringkat semenjana (sedang);
2) bentuk, ciri, dan akurasi informasi dalam teks nonfiksi yang netral, ramah gender, dan/atau ramah keberagaman;
3) bentuk, ciri, dan elemen estetika dalam teks nonfiksi yang netral, ramah gender, dan/atau ramah keberagaman;
4) kaidah bahasa INDONESIA yang membentuk teks;
5) kosakata bahasa INDONESIA yang erat kaitannya dengan konteks keluarga, lingkungan satuan pendidikan, dan/atau lingkungan masyarakat;
6) struktur sastra dalam teks sastra;
7) penanda kebahasaan dalam berbagai jenis teks;
8) aspek nonverbal dalam teks; dan
9) struktur dan kohesi teks dalam wujud lisan, tulis, visual, dan/atau multimodal yang disajikan melalui media cetak, elektronik, dan/atau digital.
b. Bahasa Daerah 1) strategi berbahasa (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan dan/atau menulis) yang dapat dikembangkan sesuai konteks daerah masing- masing; dan 2) lingkup materi bahasa daerah disesuaikan dengan tingkat perkembangan Murid.
c. Bahasa Inggris 1) teks interaksional dan transaksional dalam konteks diri sendiri, keluarga, satuan pendidikan, dan/atau lingkungan di INDONESIA;
2) teks multimodal, berbagai jenis teks, dalam konteks diri sendiri, keluarga, satuan pendidikan, dan/atau lingkungan di INDONESIA;
3) kosakata, kalimat, dan ungkapan yang lazim digunakan dalam teks dengan konteks diri sendiri, keluarga, satuan pendidikan, dan/atau lingkungan di INDONESIA;
4) unsur kebahasaan dalam ragam teks multimodal;
5) ragam budaya pada konteks diri sendiri, keluarga dan/atau lingkungan di INDONESIA dalam teks multimodal;
6) gambar bergerak dan/atau tidak bergerak dalam teks sebagai bagian dari literasi visual;
7) strategi analisis isi teks; dan 8) proses menulis teks multimodal.
5. Matematika
a. Matematika 1) pengenalan bilangan real serta operasinya;
2) pemahaman rasio (termasuk skala, proporsi, dan laju perubahan) dan penerapannya dalam penyelesaian masalah;
3) bentuk, persamaan, dan pertidaksamaan aljabar digunakan untuk menyelesaikan masalah (linear satu variabel dan sistem persamaan linear dua variabel);
4) relasi dan fungsi (domain, kodomain, range) disajikan dalam bentuk-bentuk untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah yang mencakup pemahaman dan aplikasi fungsi linear serta pengenalan fungsi nonlinear;
5) luas permukaan dan volume bangun ruang dapat ditentukan untuk menyelesaikan masalah kontekstual;
6) konsep dasar geometri, seperti hubungan antarsudut, sifat-sifat kekongruenan dan kesebangunan, transformasi tunggal, dan teorema Pythagoras diterapkan untuk menyelesaikan masalah;
7) interpretasi data melalui berbagai tampilan data dan ukuran pemusatan; dan
8) peluang dan frekuensi relatif satu kejadian diterapkan pada suatu percobaan sederhana.
b. Teknologi Digital 1) pemecahan masalah sederhana secara sistematis, efektif, efisien, dan optimal dengan berpikir komputasional;
2) pengembangan algoritma dan pemrograman sederhana, serta pengkodean dalam bentuk pseudocode, atau bahasa pemrograman;
3) kreasi dan desiminasi konten digital yang etis, aman, dan bertanggung jawab, dan 4) literasi dan etika dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
6. Ilmu Pengetahuan Alam
a. pengamatan dan pengukuran menggunakan alat bantu, identifikasi pertanyaan ilmiah secara mandiri, eksperimen, pengolahan dan peningkatan kualitas data, refleksi dan penyimpulan, serta komunikasi hasil penyelidikan secara sistematis;
b. sistem organisasi kehidupan, interaksi antarmakhluk hidup dan lingkungannya, upaya-upaya mitigasi pencemaran lingkungan dan perubahan iklim, pewarisan sifat, dan penerapan bioteknologi;
c. konsep gerak dan gaya serta penerapannya;
d. sifat zat, perubahan fisika dan kimia pada zat, serta pengaruh kalor dan perpindahannya;
e. energi dan pemanfaatan proses perubahan bentuk energi;
f. gelombang dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari;
g. pemanfaatan zat aditif dan adiktif secara bijaksana; dan
h. gejala kemagnetan dan kelistrikan serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
7. Ilmu Pengetahuan Sosial
a. perilaku manusia sebagai warga negara dan dunia dalam memenuhi kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan hak dan kewajiban serta penggunaan teknologi di era global;
b. perkembangan kehidupan nenek moyang bangsa INDONESIA dan toponimi dalam sejarah untuk mengasah kesadaran dan berpikir dari berbagai perspektif, serta menggunakan pengetahuan tersebut secara berkelanjutan;
c. sosialisasi dan interaksi antar sesama anggota masyarakat majemuk yang memengaruhi perubahan sistem sosial budaya baik di tingkat lokal maupun global serta memperkuat kesadaran keragaman budaya masyarakat dalam rangka menjaga kebinekaan serta integrasi bangsa; dan
d. kondisi geografis astronomis sekitar, lokal, dan global yang memengaruhi keberagaman potensi sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.
8. Seni dan Budaya
a. pengembangan karya seni dan budaya untuk mengekspresikan diri menggunakan alat atau bahan sederhana;
b. pengembangan bentuk seni dan budaya melalui pengalaman kontekstual;
c. interpretasi dan refleksi karya seni dan budaya yang sudah ada;
d. pengembangan kreativitas seni dan budaya untuk merespons berbagai peristiwa dan fenomena yang terjadi di masyarakat secara artistik; dan
e. penyajian karya seni dan budaya dari hasil interpretasi, refleksi ragam bentuk, dan hasil pengembangan kreativitas.
9. Pendidikan Jasmani dan Olahraga
a. penerapan keterampilan gerak dan transfernya ke dalam berbagai situasi gerak, peragaan strategi gerak untuk pencapaian keterampilan gerak, dan pembuktian strategi gerak yang efektif dalam berbagai situasi gerak;
b. investigasi modifikasi permainan dan aktivitas fisik yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif. Penerapan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani;
c. partisipasi dalam aktivitas jasmani dan tingkat intensitas aktivitas. Strategi peningkatan aktivitas jasmani dan pencegahan perilaku malas gerak (sedenter); dan
d. risiko kesehatan akibat gaya hidup dan rancangan tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan. Rancangan pilihan makanan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi sesuai kebutuhan aktivitas jasmani. Praktik prosedur untuk menangani cedera yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan berdasarkan prinsip pertolongan pertama.
10. Muatan Lokal
a. lingkup materi muatan lokal yang dikembangkan berdasarkan potensi dan keunikan lokal; dan
b. ruang lingkup materi muatan lokal yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan Murid.
E.
Ruang Lingkup Materi Program Kebutuhan Khusus Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Paket B/Bentuk Lain yang Sederajat yang Mempunyai Murid Berkebutuhan Khusus Penyandang Disabilitas.
Ruang lingkup materi program kebutuhan khusus pada Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Paket B/bentuk lain yang sederajat yang mempunyai Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas terbagi menjadi dua, yakni materi umum dan materi khusus. Materi umum diberikan kepada seluruh Murid berkebutuhan khusus
penyandang disabilitas. Sementara materi khusus diberikan kepada Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas sesuai dengan kekhususannya.
1. Materi Umum
a. pembinaan hidup sehat;
b. adaptasi;
c. keselamatan diri;
d. pemanfaatan alat bantu/media adaptif dan teknologi bantu penglihatan, alat bantu gerak, dan alat bantu pendengaran;
dan
e. pengembangan kemandirian.
2. Materi Khusus
a. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas sensorik meliputi:
1) Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas netra mencakup materi orientasi dan mobilitas, sikap sosial, dan Sistem Simbol Braille; dan 2) Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas rungu mencakup materi pengembangan komunikasi, dan pengembangan persepsi bunyi dan irama.
b. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas intelektual mencakup pengembangan diri.
c. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas fisik mencakup pengembangan gerak.
d. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas mental mencakup:
1) pengembangan interaksi, komunikasi, dan perilaku; dan 2) pengembangan sensorik motorik.
Ruang lingkup materi keterampilan pilihan untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Paket B/Bentuk Lain yang Sederajat yang Mempunyai Murid Berkebutuhan Khusus Penyandang Disabilitas, meliputi:
1. prosedur keselamatan dan kesehatan kerja;
2. penyiapan pembuatan produk/hasil karya/jasa;
3. proses pembuatan produk/hasil karya/jasa;
4. penyelesaian akhir; dan
5. pelayanan prima kepada pelanggan.
MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
ABDUL MU'TI
LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
NOMOR 12 TAHUN 2025 TENTANG STANDAR ISI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
RUANG LINGKUP MATERI JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
A.
Latar Belakang Mengacu pada PERATURAN PEMERINTAH Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan PERATURAN PEMERINTAH Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas PERATURAN PEMERINTAH Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, Standar Isi dikembangkan untuk menentukan kriteria ruang lingkup materi yang sesuai dengan kompetensi lulusan yang telah dirumuskan pada standar kompetensi lulusan. Penyusunan Standar Isi dilakukan dengan merumuskan ruang lingkup materi pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan kompetensi Murid sesuai standar kompetensi lulusan, melakukan penyesuaian dengan kemajuan pembelajaran (learning progression) Murid pada setiap jenjang, merumuskan ruang lingkup materi pembelajaran yang memberikan fleksibilitas kepada pendidik untuk memfasilitasi Murid mengembangkan kompetensinya, serta mengadopsi prinsip diferensiasi dalam mengembangkan ruang lingkup materi pembelajaran.
Pengembangan Standar Isi mengacu pada standar kompetensi lulusan pada satuan Jenjang Pendidikan Menengah umum difokuskan pada hal- hal berikut:
1. persiapan Murid menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia;
2. penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; dan
3. pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi Murid agar dapat hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Standar Isi mencakup ruang lingkup materi Pendidikan Menengah pada jalur pendidikan formal dan nonformal. Standar Isi sekolah menengah atas luar biasa/paket C/bentuk lain yang sederajat sama dengan Standar Isi sekolah menengah atas/madrasah aliyah.
Standar Isi pendidikan kesetaraan (paket A, paket B, dan paket C) mengacu pada muatan wajib sesuai jenjangnya dengan penekanan pada muatan pemberdayaan dan keterampilan, memperhatikan konteks dan potensi lingkungan setempat, dan dapat dilakukan secara terintegrasi melalui projek atau pendekatan lain yang relevan.
Muatan pemberdayaan dan keterampilan dapat dilakukan melalui projek dan diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian Murid dalam kehidupan individu maupun bermasyarakat. Ruang lingkup materi pada Standar Isi dikemas untuk memperkuat pengembangan diri,
pengembangan kapasitas, dan penguatan sosial ekonomi. Muatan keterampilan dapat dikembangkan dengan memperhatikan ragam potensi sumber daya alam dan sosial budaya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan/atau kesempatan bekerja dan berusaha serta mengembangkan kemandirian dalam kehidupan individu maupun bermasyarakat.
Standar Isi pada pendidikan khusus, selain berisi muatan wajib sesuai jenjangnya, juga ditambah dengan ruang lingkup materi program kebutuhan khusus dan keterampilan. Murid berkebutuhan khusus dapat mengikuti Standar Isi, dengan memperhatikan profil Murid berkebutuhan khusus.
Pengembangan Standar Isi Pendidikan Menengah Kejuruan mengacu pada standar kompetensi lulusan yang difokuskan pada:
1. persiapan Murid menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia;
2. penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; dan
3. keterampilan untuk meningkatkan kompetensi Murid agar dapat hidup mandiri, siap masuk ke dunia kerja, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut yang relevan dengan kejuruannya.
Standar Isi Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan terdiri atas ruang lingkup materi bagian umum dan bagian kejuruan.
Ruang lingkup bagian umum dikembangkan setara dengan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah yang disesuaikan. Ruang lingkup bagian kejuruan diorganisasikan berdasarkan spektrum keahlian dan mengacu pada standar kompetensi kerja sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional INDONESIA dan/atau standar kompetensi kerja lainnya yang diakui secara nasional maupun internasional.
Adapun yang dimaksud dengan spektrum keahlian merupakan rangkaian keahlian berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Spektrum keahlian dapat berkembang dan disesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan dunia kerja.
Ruang lingkup materi bagian kejuruan dikembangkan pada bidang keahlian dan program keahlian.
Bidang keahlian merupakan pengelompokkan program keahlian berdasarkan kompetensi pada sektor usaha sesuai perkembangan dunia kerja. Program keahlian adalah pengelompokkan konsentrasi keahlian berdasarkan kompetensi profesi sejenis atau sub-sektor usaha.
B.
Ruang Lingkup Materi Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa/Paket C/Bentuk Lain yang Sederajat.
1. Pendidikan Agama
a. Pendidikan Agama Islam 1) Al-Qur'an dan hadis meliputi ayat dan hadis pilihan tentang tema tertentu;
2) akidah meliputi beberapa cabang iman dan keterkaitan antara iman, Islam, dan ihsan;
3) akhlak meliputi penyakit hati, penyakit sosial, adab
bermasyarakat, dan etika digital;
4) fikih meliputi sumber hukum Islam, prinsip dasar hukum Islam (al-kulliyāt al-khamsah), ketentuan ibadah, dan muamalah; dan 5) sejarah peradaban Islam meliputi sejarah Islam di INDONESIA, peran organisasi Islam, dan peran tokoh ulama dalam penyebaran Islam.
b. Pendidikan Agama Kristen 1) Allah Berkarya a) Allah Pencipta meliputi manusia, rasio, dan kepekaan hati nurani;
b) Allah Pemelihara meliputi ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, dan tanggung jawab sosial;
c) Allah Penyelamat meliputi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara; dan d) Allah Pembaharu meliputi Roh Kudus, pembaharuan, dan pemulihan.
2) Manusia dan Nilai-nilai Kristiani a) hakikat manusia meliputi pertumbuhan diri, tantangan, tokoh-tokoh inspiratif, dan perdamaian;
dan b) nilai-nilai Kristiani meliputi sosial kemasyarakatan, negara, dan perdamaian.
3) Gereja dan Masyarakat Majemuk a) gereja meliputi sejarah, hubungan inter dan antar umat beragama, ras, etnis dan gender, dan diskriminasi; dan b) masyarakat majemuk meliputi transformasi sosial dan multikulturalisme.
4) Alam dan Lingkungan Hidup a) alam dan lingkungan hidup meliputi kerusakan alam, pemanasan global, pelestarian, dan keberlanjutan hidup; dan b) tanggung jawab manusia meliputi keutuhan ciptaan dan ugahari.
c. Pendidikan Agama Katolik 1) Pribadi Murid a) manusia makhluk pribadi, bermartabat luhur sebagai Citra Allah. Setiap orang saling menghargai martabat pribadi sesamanya;
b) manusia makhluk otonom.
Otonomi manusia hendaknya sesuai dengan kehendak Allah; dan c) panggilan hidup manusia meliputi panggilan hidup berkeluarga, panggilan hidup bakti/religius, dan panggilan karya/profesi.
2) Yesus Kristus a) misi utama Yesus Kristus mewartakan dan memperjuangkan terwujudnya Kerajaan Allah di dunia menghadapi berbagai tantangan dan risiko
penderitaan, dan kebangkitan serta kenaikan-Nya ke surga;
b) Roh Kudus membimbing gereja melalui pribadi- pribadi para pemimpin gereja dan tiap orang yang sudah memperoleh pencurahan Roh Kudus;
c) sumber ajaran iman gereja Katolik adalah Kitab Suci, tradisi apostolik, dan Magisterium; dan d) iman yang hidup dan berdampak. Manusia zaman ini menghadapi tantangan hidup beriman yang serius, Yesus menjadi sahabat dan tokoh idola dalam pengembangan diri dan hidup berpolakan pada pribadi Yesus Kristus.
3) Gereja a) paham gereja yang selalu berkembang. Gereja sebagai umat Allah dan sebagai persekutuan yang terbuka;
b) sifat-sifat gereja meliputi Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik;
c) anggota gereja meliputi kaum hierarki dan kaum awam; dan d) karya pelayanan gereja meliputi Kerygma, Koinonia, Liturgia, Diakonia, dan Martyria.
4) Masyarakat a) hubungan gereja dan dunia.
Gereja Katolik menyadari bahwa dirinya merupakan bagian integral dari dunia/masyarakat dengan segala konsekuensinya;
b) ancaman degradasi nilai hidup bersama saat ini.
Umat Katolik dipanggil untuk bekerja sama dengan semua pihak mengokohkan kembali nilai-nilai penting dalam hidup bersama sesuai dengan kehendak Allah;
c) ancaman terhadap nilai hidup manusia. Kurangnya penghargaan manusia terhadap nilai hidup. Gereja dipanggil untuk mewartakan bahwa hidup itu milik Allah yang harus dibela dan dihormati. Gereja dipanggil untuk menyerukan kembali gerakan “pro- life”;
d) pluralitas agama dan persaudaraan sejati. Pluralitas dalam agama dan kepercayaan sesungguhnya merupakan anugerah Allah dan perlu membangun persaudaraan sejati antar sesama; dan e) panggilan menjadi 100% Katolik dan 100% INDONESIA. Hidup sebagai warga gereja yang baik dan sekaligus warga negara yang baik seturut kehendak Allah.
d. Pendidikan Agama Hindu 1) Kitab Suci Weda yang meliputi Dharmasastra, kodifikasi Weda, dan Upanisad;
2) Sraddha dan Bhakti yang meliputi Karmaphala, Punarbhawa, Darsana, dan Moksa;
3) susila yang meliputi Catur Warna, ajaran Keluarga Sukhinah, dan karakter Kepemimpinan Hindu;
4) acara yang meliputi Yadnya dalam Ramayana dan Mahabharata, Seni Keagamaan Hindu, Yogacara, Mantra, Yantra, dan Tantra; dan 5) sejarah Agama Hindu yang meliputi Corak Keagamaan Hindu di dunia dan Sejarah Organisasi Keagamaan Hindu di INDONESIA.
e. Pendidikan Agama Buddha 1) sejarah meliputi penyiaran dan sejarah Agama Buddha, tokoh pendukung Agama Buddha, pelaku sejarah Buddhis, budaya Buddhis, keragaman agama dan bangsa, komunikasi lintas budaya, lintas aliran agama Buddha, dan meditasi;
2) ritual meliputi meditasi ketenangan batin, upacara keagamaan, kebijaksanaan, serta menghargai orang lain;
dan 3) etika meliputi nilai-nilai moderasi, nilai-nilai Hukum Kebenaran Mutlak, ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai- nilai Agama Buddha, sosial dan budaya, alam semesta, alam kehidupan, dan masalah kehidupan.
f. Pendidikan Agama Khonghucu 1) Keimanan, meliputi penciptakan alam semesta, Jalan Suci Tiān (Tiāndào 天道) dan Hukum Suci Tiān (Tiānlĭ 天), prinsip Yinyang, zhōngshù (忠恕), Tiān Zhī Mùduó (天之木), teladan para nabi, shénmíng (神明), dan leluhur;
2) Kitab Suci, meliputi Kitab suci yang pokok (Sìshū 四书), kitab suci yang mendasari (Wŭjīng 五经),i wŭcháng (五常), dan wŭlún (五伦);
3) Tata Ibadah, meliputi hakikat sembahyang, hari raya keagamaan, dan atribut rohaniwan;
4) Perilaku Junzi, meliputi Kebersamaan Agung (Da Dong);
membina diri, menghargai perbedaan, dan bersikap harmonis; dan 5) Sejarah Suci, meliputi kisah, nilai dan karya para nabi, murid-murid Nabi Kŏngzĭ (孔子i), Mengzi (孟子), raja suci serta tokoh- tokoh Khonghucu, dan sejarah Khonghucu di dunia.
2. Pendidikan Pancasila 1) cara pandang pendiri bangsa tentang dasar negara;
2) kedudukan Pancasila dan penerapannya sebagai satu kesatuan yang utuh dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara;
3) sistem ekonomi Pancasila berbasis gotong royong yang inklusif dan berkeadilan;
4) Pancasila sebagai identitas nasional dalam menghadapi peluang dan tantangan pada kehidupan global; dan 5) Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal sosial.
3. Pendidikan Kewarganegaraan 1) kedudukan Pancasila dalam sistem hukum di INDONESIA dan dinamika pemberlakuan UNDANG-UNDANG Dasar Negara Republik INDONESIA tahun 1945;
2) penerapan aturan hukum, pelanggaran hak, dan pengingkaran kewajiban warga negara serta solusinya;
3) sistem pemerintahan, pertahanan dan keamanan, lembaga negara, dan hubungan antarnegara; dan 4) pembangunan nasional dan demokrasi berdasarkan Pancasila dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.
4. Bahasa
a. Bahasa INDONESIA 1) strategi berbahasa (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara, menulis, dan mempresentasikan)secara santun untuk menghormati orang lain dan/atau menghindari konflik dalam teks kompleks sesuai dengan konteks sosial budaya masyarakat pada peringkat madya;
2) bentuk, ciri, akurasi informasi, dan bias informasi dalam teks nonfiksi kompleks yang netral, ramah gender, dan/atau ramah keberagaman;
3) bentuk, ciri, dan elemen estetika dalam teks fiksi kompleks yang netral, ramah gender, dan/atau ramah keberagaman;
4) kaidah bahasa INDONESIA yang membentuk teks kompleks;
5) kosakata bahasa INDONESIA yang erat kaitannya dengan konteks satuan pendidikan, masyarakat, dan/atau bangsa;
6) struktur sastra dalam teks sastra kompleks;
7) penanda kebahasaan dalam berbagai jenis teks kompleks;
8) aspek nonverbal dalam teks kompleks; dan 9) struktur dan kohesi teks kompleks dalam wujud lisan, tulis, visual, dan multimodal yang disajikan melalui media cetak, elektronik, dan/atau digital.
b. Bahasa Daerah 1) strategi berbahasa (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan dan/atau menulis) yang dapat dikembangkan sesuai konteks daerah masing- masing; dan 2) lingkup materi bahasa daerah disesuaikan dengan tingkat perkembangan Murid.
c. Bahasa Inggris 1) teks interaksional dan transaksional dalam konteks diri sendiri, keluarga, satuan pendidikan, lingkungan di INDONESIA, dan/atau negara lain;
2) teks multimodal, berbagai jenis teks yang lebih kompleks dalam konteks diri sendiri, keluarga, satuan pendidikan, lingkungan di INDONESIA dan/atau negara lain;
3) kosakata, kalimat, dan ungkapan yang spesifik digunakan dalam teks dengan konteks diri sendiri, keluarga, satuan pendidikan, lingkungan di INDONESIA dan/atau negara lain;
4) bahasa literal dan/atau figuratif dalam teks;
5) elemen berbahasa nonverbal;
6) unsur kebahasaan dalam ragam teks multimodal;
7) ragam budaya di INDONESIA dan/atau negara lain dalam teks multimodal;
8) strategi analisis dan evaluasi isi teks; dan 9) proses menulis teks multimodal.
5. Matematika
a. Matematika 1) operasi berbagai jenis bilangan termasuk bilangan pangkat serta kegunaannya dalam berbagai konteks yang sesuai;
2) penerapan barisan dan deret aritmetika dan geometri untuk menggeneralisasi pola bilangan;
3) penyelesaian persamaan (termasuk kuadrat dan eksponensial) dan sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan linear untuk menentukan solusi dari permasalahan;
4) aplikasi perbandingan trigonometri pada segitiga siku- siku untuk menentukan sudut dan jarak atau tinggi;
5) penerapan matriks untuk merepresentasi dan menyederhanakan data;
6) pemodelan situasi dalam bentuk matematis dengan menggunakan fungsi dan sifat-sifatnya;
7) penyelidikan dan perbandingan data berdasarkan ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran; dan 8) pemahaman peluang berdasarkan konsep permutasi dan kombinasi untuk membuat prediksi.
b. Teknologi Digital 1) penyusunan dan pengembangan algoritma untuk penyelesaian masalah yang lebih kompleks;
2) pengembangan dan pengujian instruksi yang berupa kosakata, simbol, dan bahasa pemrograman;
3) kreasi dan diseminasi konten digital yang etis, aman, dan bertanggung jawab;
4) keterampilan menstrukturkan, menginput, memproses dan menyajikan data; dan
5) pemanfaatan kecerdasan artifisial yang produktif, etis, aman, dan bertanggung jawab.
6. Ilmu Pengetahuan Alam
a. Fisika 1) pengamatan dan pencatatan yang menggunakan alat bantu untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki, identifikasi pertanyaan ilmiah secara mandiri dan mengajukan hipotesis, eksperimen, pengolahan dan peningkatan kualitas data, refleksi dan penyimpulan, serta komunikasi hasil penyelidikan secara sistematis;
2) kinematika dan dinamika;
3) pemanfaatan sumber energi alternatif;
4) hukum-hukum fluida dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari;
5) kalor dan Termodinamika serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari;
6) gejala gelombang dan penerapannya dalam kehidupan sehari hari;
7) listrik dan elektromagnetisme; dan 8) teori dasar fisika modern dan teori dasar digital serta penerapannya dalam kehidupan sehari hari.
b. Kimia 1) pengamatan dan pencatatan menggunakan alat bantu untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki, identifikasi pertanyaan ilmiah secara mandiri dan mengajukan hipotesis, eksperimen, pengolahan dan peningkatan kualitas data, refleksi dan penyimpulan, serta komunikasi hasil penyelidikan secara sistematis;
2) struktur atom, tabel periodik dan sifat keperiodikan unsur;
3) ikatan kimia, hukum-hukum dasar kimia serta penerapannya dalam reaksi kimia dan perhitungan kimia;
4) dinamika kimia mencakup laju reaksi dan kesetimbangan kimia serta aplikasinya;
5) dinamika perubahan kimia meliputi laju reaksi dan kesetimbangan kimia;
6) transformasi energi mencakup termokimia, energetika, dan elektrokimia; dan 7) senyawa karbon dan hidrokarbon serta pemanfaatannya.
c. Biologi 1) pengamatan dan pencatatan menggunakan alat bantu untuk memunculkan pertanyaan yang akan diselidiki, identifikasi pertanyaan ilmiah secara mandiri dan mengajukan hipotesis, eksperimen, pengolahan dan peningkatan kualitas data, refleksi dan penyimpulan, serta komunikasi hasil penyelidikan secara sistematis;
2) ekosistem, keanekaragaman hayati, dan pelestariannya;.
3) bioproses pada tingkat sel yang mencakup struktur sel, pembelahan sel, transpor pada membran, sintesis protein
dan metabolisme yang mendukung keberlangsungan makhluk hidup;
4) keterkaitan antar sistem organ dalam tubuh untuk merespon stimulus internal dan eksternal;
5) pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup;
6) pewarisan sifat berdasarkan hukum Mendel dan pemecahan masalah kehidupan sehari-hari berkaitan dengan pewarisan sifat;
7) virus dan perannya dalam kehidupan manusia;
8) bioteknologi untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia; dan 9) teori evolusi makhluk hidup dan perkembangannya.
7. Ilmu Pengetahuan Sosial
a. Sosiologi 1) fungsi sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat secara sistematis dan kritis dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial;
2) ragam gejala sosial yang ada di dalam masyarakat;
3) keberagaman sosial dan kearifan lokal sebagai fondasi dalam memperkuat kebinekaan, toleransi, dan integrasi bangsa;
4) kesiapan individu dan masyarakat untuk mengantisipasi dan menyikapi pengaruh globalisasi terhadap perubahan sosial budaya di era digital; dan 5) rancangan penelitian sosial tentang pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuang dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas, dan utuh sebagai penerapan teori sosiologi.
b. Geografi 1) konsep dasar ilmu geografi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari;
2) peta dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari;
3) fenomena geografi fisik dan dampaknya terhadap kehidupan manusia;
4) posisi strategis INDONESIA serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya;
5) pola keanekaragaman hayati INDONESIA dan dunia serta pelestariannya;
6) kependudukan di INDONESIA;
7) mitigasi bencana;
8) pelestarian lingkungan hidup; dan 9) kewilayahan dan pembangunan dalam kehidupan.
c. Ekonomi 1) esensi ilmu ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup;
2) pengetahuan serta keterampilan keuangan dan akuntansi keuangan dasar dalam kehidupan manusia;
3) perkembangan mikroekonomi mencakup struktur pasar, kegagalan pasar, harga dan kompetisi, ekonomi konvensional dan syariah serta penerapan di era ekonomi
digital; dan 4) makroekonomi mencakup permintaan dan penawaran agregat, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, anggaran negara dan anggaran daerah, inflasi, kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, pengangguran serta dampaknya terhadap perekonomian nasional.
d. Sejarah 1) konsep dasar ilmu sejarah serta mengenali penelitian sejarah untuk menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang;
2) berbagai peristiwa atau kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global mulai dari masa kerajaan Hindu-Budha hingga masa kerajaan Islam;
3) masa penjajahan bangsa Barat dan perlawanan rakyat daerah terhadap penjajah;
4) pergerakan nasional dan pengaruhnya terhadap pembentukan identitas keindonesiaan;
5) pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan dan upaya mempertahankan kemerdekaan serta nilai-nilai yang harus diteladani dalam mengisi kemerdekaan INDONESIA;
dan 6) perkembangan pemerintahan INDONESIA pada masa Sukarno, Suharto, dan reformasi sampai sekarang.
e. Antropologi 1) pengantar antropologi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; serta pengaplikasian penelitian etnografi secara sederhana dengan pendekatan antropologi; dan 2) antropologi sebagai sarana untuk menjaga kebinekaan dan integrasi bangsa.
8. Seni dan Budaya
a. pengembangan karya seni dan budaya berdasarkan hasil interpretasi dan refleksi karya seni dan budaya yang sudah ada;
b. pengkajian karya seni dan budaya yang sudah ada guna penciptaan karya;
c. penciptaan karya seni dan budaya guna mengekspresikan diri maupun menginterpretasi pengalaman pribadi terhadap peristiwa dan fenomena di masyarakat; dan
d. apresiasi hasil karya seni dan budaya sebagai upaya olah rasa.
9. Pendidikan Jasmani dan Olahraga
a. evaluasi keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang untuk meningkatkan kinerja gerak.
Evaluasi strategi gerak melintasi berbagai situasi gerak yang baru dan menantang. Evaluasi strategi gerak yang telah dikuasai dalam situasi gerak baru yang menantang;
b. evaluasi fair play dan refleksi pengaruh perilaku etis terhadap capaian aktivitas jasmani bagi individu dan kelompok. Evaluasi strategi pengambilan keputusan dalam
kerja tim yang mempertunjukkan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi;
c. partisipasi dalam aktivitas kebugaran dan evaluasi dampak partisipasi yang teratur terhadap kesehatan. Evaluasi efektivitas strategi peningkatan aktivitas kebugaran untuk kesehatan; dan
d. advokasi gaya hidup aktif dan sehat melalui aktivitas jasmani menggunakan berbagai media. Advokasi makanan sehat dan bergizi seimbang kepada orang lain sesuai kebutuhan aktivitas jasmaninya. Praktik penyelamatan hidup sesuai prosedur operasional standar.
10. Muatan Lokal
a. lingkup materi muatan lokal yang dikembangkan berdasarkan potensi dan keunikan lokal; dan
b. ruang lingkup materi muatan lokal yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan Murid.
C.
Ruang Lingkup Materi Program Kebutuhan Khusus Sekolah Menengah Atas Luar Biasa dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Paket C/Bentuk Lain yang Sederajat yang Mempunyai Murid Berkebutuhan Khusus Penyandang Disabilitas Ruang lingkup materi program kebutuhan khusus pada Sekolah Menengah Atas Luar Biasa dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Paket C/bentuk lain yang sederajat yang mempunyai Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas terbagi menjadi dua, yakni materi umum dan materi khusus. Materi umum diberikan kepada seluruh Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas.
Sementara materi khusus diberikan kepada Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas sesuai dengan kekhususannya.
1. Materi Umum
a. pembinaan hidup sehat;
b. adaptasi;
c. pemanfaatan alat bantu/media adaptif dan teknologi bantu penglihatan, alat bantu gerak, dan alat bantu pendengaran;
d. keselamatan diri; dan
e. pengembangan kemandirian.
2. Materi Khusus
a. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas sensorik meliputi:
1) Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas netra mencakup materi orientasi dan mobilitas, sikap sosial, dan pengembangan komunikasi meliputi pemanfaatan Sistem Simbol Braille INDONESIA; dan 2) Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas rungu mencakup materi pengembangan komunikasi dan pengembangan persepsi bunyi dan irama,
b. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas intelektual mencakup pengembangan diri;
c. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas fisik mencakup pengembangan gerak; dan
d. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas mental mencakup:
1) pengembangan interaksi, komunikasi, dan perilaku; dan 2) pengembangan sensorik motorik.
Ruang lingkup materi keterampilan pilihan untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Paket C/bentuk lain yang sederajat yang mempunyai Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas, meliputi:
1. prosedur keselamatan dan kesehatan kerja;
2. penyiapan pembuatan produk/hasil karya/jasa;
3. proses pembuatan produk/hasil karya/jasa;
4. penyelesaian akhir; dan
5. pelayanan prima.
D.
Ruang Lingkup Materi Kejuruan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan/Bentuk Lain yang Sederajat
1. Teknologi Konstruksi dan Bangunan
a. Teknik Perawatan Gedung 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang perawatan gedung; dan 2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja dan peluang usaha di bidang perawatan gedung.
b. Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang konstruksi dan perawatan bangunan sipil;
2) dasar-dasar konstruksi dan perawatan bangunan sipil;
dan 3) teknik survei dan pemetaan pekerjaan bangunan sipil.
c. Teknik Konstruksi dan Perumahan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang konstruksi dan properti;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang konstruksi dan perumahan;
3) dasar-dasar teknik konstruksi dan perumahan;
4) teknik perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, perawatan, dan perbaikan gedung serta sistem utilitas bangunan gedung; dan 5) pengelolaan proyek dan estimasi biaya pekerjaan konstruksi dan properti.
d. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, budaya kerja, dan budaya mutu yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang konstruksi;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang konstruksi;
3) dasar-dasar desain pemodelan dan informasi bangunan dengan teknologi Building Information Modelling;
4) gambar pemodelan dan informasi bangunan dengan teknologi Building Information Modelling; dan 5) estimasi biaya konstruksi dalam perencanaan bangunan dengan teknologi Building Information Modelling.
e. Teknik Furnitur 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang furnitur;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang furnitur;
3) dasar-dasar teknik produksi furnitur, gambar furnitur dengan teknik manual dan komputer, estimasi biaya produksi furnitur;
4) teknik pembuatan furnitur, meliputi pembahanan, konstruksi, dan perakitan; dan 5) finishing furnitur dengan teknik oles atau semprot.
2. Teknologi Manufaktur dan Rekayasa
a. Teknik Mesin 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang teknik mesin;
2) wawasan tentang perkembangan teknologi produksi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang teknik mesin;
3) dasar-dasar teknik mesin mencakup pengetahuan bahan, teknologi proses cutting dan non-cutting dengan teknik konvensional dan non konvensional, gambar teknik mesin, kerja bangku, alat ukur, pengelasan dasar, dan sistem mekanik industri; dan 4) desain gambar teknik manufaktur yang mencakup Computer-Aided Design/Computer-Aided Manufacturing, sistem pendukung Computer-Aided Design untuk gambar dua dimensi/tiga dimensi, serta pembuatan, pengeditan, penyimpanan, dan pencetakan gambar dua dimensi/tiga dimensi sesuai dengan prosedur.
b. Teknik Otomotif 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, budaya kerja, dan etos kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang teknik otomotif;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi produksi, industri, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang teknik otomotif; dan 3) pembacaan gambar, teknik pengukuran, penggunaan peralatan di industri atau bengkel otomotif, serta teknik dasar pemeliharaan dan perbaikan otomotif.
c. Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, kecakapan kerja dasar (basic job skills), etos kerja, dan budaya kerja yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang pengelasan dan fabrikasi logam;
2) perkembangan teknologi manufaktur, konstruksi serta profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang pengelasan dan fabrikasi logam;
3) dasar teknik pengelasan dan fabrikasi logam; dan 4) teknik pengelasan dan fabrikasi logam lanjut serta penerapan mutu hasil las.
d. Teknik Logistik 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, kecakapan kerja dasar (basic job skills), etos kerja, dan budaya kerja yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang logistik;
2) perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang logistik;
3) pengelolaan usaha bidang logistik dan industri manufaktur; dan 4) aktivitas penunjang logistik yang menunjang pengurusan logistik.
e. Teknik Elektronika 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, kecakapan kerja dasar (basic job skills), etos kerja, dan budaya kerja yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang elektronika;
2) perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang elektronika;
3) komponen elektronika pasif dan aktif, komponen sensor, dan penerapannya pada rangkaian elektronika analog, rangkaian elektronika digital, dan mikrokomputer;
4) alat perkakas tangan, gambar teknik, dan teknik pengukuran di bidang elektronika; dan 5) pemrograman sistem elektronika tertanam (embedded system), dan implementasi Internet of Things.
f. Teknik Pesawat Udara 1) keselamatan dan kesehatan kerja, dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang teknik pesawat udara;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang teknik pesawat udara;
3) pengetahuan dasar-dasar gambar teknik; dan 4) pengetahuan basic aircraft technical and knowledge mencakup airframe powerplant dan electrical avionic serta pedoman peraturan keselamatan penerbangan sipil (Civil Aviation Safety Regulation).
g. Teknik Konstruksi Kapal 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang konstruksi kapal;
2) pengetahuan tentang isu-isu terkini terkait perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang konstruksi kapal;
3) gambar teknik, detail sketsa, perletakan gambar, notasi, dan simbol pengerjaan;
4) dasar penggunaan Computer Aided Design mulai dari sistem pendukung untuk gambar, proses pembuatan, dan penyimpanan sampai dengan pencetakan sesuai ukuran yang dikehendaki; dan 5) dasar-dasar teknik perkapalan yang meliputi pengenalan bahan, dasar-dasar kerja bangku, pembacaan gambar, penggunaan alat ukur dasar, pengoperasian mesin konvensional, mesin non konvensional, teori bangunan kapal, dan teknologi bangunan baru serta perlengkapan kapal.
h. Kimia Analisis 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang kimia analisis;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang kimia analisis; dan 3) dasar-dasar kimia analisis yang mencakup juga pengetahuan dasar di bidang kimia analisis secara konvensional sampai modern, pengelolaan laboratorium dan teknik dasar bekerja di laboratorium kimia.
i. Teknik Kimia Industri 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang
teknik tekstil;
2) wawasan seputar isu-isu terkini terkait industri kimia, perkembangan teknologi, perancangan produk dan alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang kimia industri; dan 3) konsep teknik kimia industri, meliputi kimia dasar, teknik dasar pekerjaan laboratorium kimia, dasar mikrobiologi, dan prinsip teknik kimia industri yang meliputi asas teknik kimia, proses industri kimia, operasi teknik kimia, dan kontrol proses.
j. Teknik Tekstil 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang teknik tekstil;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang teknik tekstil;
3) pengetahuan dasar bahan tekstil yang meliputi serat tekstil, benang, dan kain; dan 4) dasar teknologi tekstil yang mencakup pemintalan serat buatan, pembuatan benang stapel, pembuatan kain, dan penyempurnaan tekstil.
3. Energi dan Pertambangan
a. Teknik Ketenagalistrikan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang ketenagalistrikan;
2) wawasan tentang alur operasional, profesi, peluang kerja, peluang usaha, perkembangan teknologi, dan isu-isu terkini di bidang ketenagalistrikan;
3) pengetahuan konsep dasar listrik, bahan listrik, komponen listrik dan elektronika, dasar teknik digital, serta analisis rangkaian listrik;
4) pembuatan dan penginterpretasian gambar kerja pada bidang ketenagalistrikan; dan 5) penggunaan alat ukur dan alat uji besaran listrik, serta peralatan kerja kelistrikan.
b. Teknik Energi Terbarukan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang teknik energi terbarukan;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang Teknik Energi Terbarukan;
3) pengetahuan dasar tentang komponen, konsep dasar
yang diperlukan pada pekerjaan teknik energi terbarukan;
4) penerapan gambar teknik dalam pekerjaan teknik energi terbarukan;
5) penerapan alat ukur dan alat uji pada pekerjaan teknik energi terbarukan; dan 6) proses konversi energi terbarukan.
c. Teknik Geospasial 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang teknik geospasial;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang teknik geospasial;
3) dasar teknik geospasial mencakup dasar-dasar gambar teknik dan peta dasar;
4) teknik geospasial dasar, pengetahuan alat, dan aplikasi di bidang geospasial; dan 5) pengambilan, pengolahan dan penyajian data menggunakan survei terestris, penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan pembuatan peta dasar.
d. Teknik Geologi Pertambangan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap kerja/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang geologi pertambangan;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang geologi pertambangan berpedoman pada “good mining practice”;
3) dasar geologi pertambangan mencakup dasar-dasar geologi dan dasar-dasar penambangan bahan galian; dan 4) gambar teknik, mencakup perencanaan, pembuatan, dan penginterpretasian gambar kerja dalam pelaksanaan pekerjaan geologi pertambangan.
e. Teknik Perminyakan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup, lindungan lingkungan, dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang perminyakan;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi untuk menghasilkan energi yang lebih bersih serta menjaga ketersediaan minyak dan gas bumi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang perminyakan;
3) dasar operasi sumur minyak dan gas, separasi fluida reservoir, dan operasi penampungan produksi;
4) dasar proses pembuatan sumur pemboran, mobilisasi/demobilisasi, pencegahan semburan liar, dan perawatan peralatan pemboran; dan 5) dasar pengendalian mutu, operasi distilasi minyak mentah, pengolahan gas, dan pengolahan petrokimia.
4. Teknologi Informasi
a. Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang perangkat lunak dan gim;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang perangkat lunak dan gim;
3) dasar pengembangan perangkat lunak dan gim, sistem komputer dan jaringan dasar, dan desain grafis;
4) algoritma dan pemrograman dasar; dan 5) pemrograman berorientasi objek, basis data, dan debugging.
b. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang perangkat jaringan komputer dan telekomunikasi;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, proses bisnis, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang perangkat jaringan komputer dan telekomunikasi;
3) sistem Komputer, jaringan dasar, dan dasar-dasar teknik jaringan komputer dan telekomunikasi; dan 4) penggunaan dan pemeliharaan alat ukur.
5. Kesehatan dan Pekerja Sosial
a. Layanan Kesehatan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang layanan kesehatan;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang layanan kesehatan;
3) anatomi dan fisiologi tubuh manusia;
4) pengetahuan dasar tenaga penunjang pada layanan kesehatan; dan 5) fase-fase usia tumbuh kembang manusia dan permasalahan yang timbul di setiap fase.
b. Teknik Laboratorium Medik 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan penanganan limbah infeksius, serta budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan
kebutuhan dunia kerja di bidang laboratorium medik;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, sistem informasi kesehatan, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang laboratorium medik;
3) dasar-dasar layanan, praktik laboratorium yang baik (good laboratory practice), dan komunikasi efektif pada fasilitas laboratorium medik;
4) jenis-jenis dan pengelolaan peralatan di laboratorium medik;
5) pengelolaan jenis-jenis media dan reagensia/larutan; dan 6) pengambilan dan penanganan spesimen medis.
c. Teknologi Farmasi 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang farmasi;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi (literasi digital farmasi terkini), sistem informasi kesehatan, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang farmasi;
3) dasar praktik pembuatan, penyimpanan, dan distribusi obat pada industri farmasi cara pembuatan obat yang baik, cara distribusi obat yang baik, dan cara pembuatan obat tradisional yang baik maupun layanan farmasi klinis dan komunitas sesuai pedoman yang berlaku; dan 4) simplisia dan pemanfaatannya.
d. Pekerjaan Sosial 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja, serta etika praktik yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang pekerjaan sosial;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, sistem informasi kesehatan, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang pekerjaan sosial;
3) profil filantropi dan lembaga-lembaga sosial;
4) teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi; dan 5) pengetahuan dasar layanan pekerjaan sosial yang meliputi pengertian, tujuan, prinsip-prinsip pekerjaan sosial, pengetahuan pekerjaan sosial, dan keterampilan pekerja sosial.
6. Agribisnis dan Agroteknologi
a. Agribisnis Tanaman 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang agribisnis tanaman;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional (proses bisnis), profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang agribisnis tanaman;
3) teknik produksi tanaman untuk benih, konsumsi, dan lansekap beserta jasanya;
4) teknik pembiakan dan perbanyakan tanaman secara generatif dan vegetatif; dan 5) penanganan limbah hasil agribisnis tanaman secara berkelanjutan.
b. Agribisnis Ternak 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang peternakan;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang peternakan;
3) penanganan limbah hasil produksi peternakan; dan 4) proses produksi agribisnis peternakan.
c. Agribisnis Perikanan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang perikanan;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional (proses bisnis dari hulu ke hilir), profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang perikanan;
3) penanganan limbah kegiatan agribisnis perikanan; dan 4) teknik produksi agribisnis perikanan.
d. Usaha Pertanian Terpadu 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang usaha pertanian terpadu;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang usaha pertanian terpadu;
3) penanganan komoditas hasil pertanian terpadu; dan 4) konsep dasar dan teknik usaha pertanian terpadu meliputi Food, Feed, Fuel, Fiber/Fertilizer, dan Finance.
e. Agroteknologi Pengolahan Hasil Pertanian 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang agroteknologi pengolahan hasil pertanian;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional (proses bisnis), profesi,
peluang kerja, dan peluang usaha di bidang agroteknologi pengolahan hasil pertanian;
3) praktik penanganan yang baik (Good Handling Practice), praktik pengolahan yang baik (Good Manufacturing Practice), dan praktik laboratorium yang baik (Good Laboratory Practice);
4) teknik proses pengolahan hasil pertanian;
5) konsep dasar penyimpanan, penggudangan, dan pengemasan; dan 6) teknik penanganan limbah.
f. Kehutanan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja bidang kehutanan;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang kehutanan; dan 3) teknik dasar di bidang kehutanan.
7. Kemaritiman
a. Teknika Kapal Penangkap Ikan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang kemaritiman;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang kemaritiman;
3) pengetahuan dasar teknika kapal penangkap ikan; dan 4) teknis teknika kapal penangkap ikan, meliputi fungsi mesin penggerak utama kapal (marine engineering), fungsi teknik listrik dan sistem kontrol (electrical control engineering), dan pengendalian operasional kapal penangkap ikan serta penanganan personel di kapal (controlling the operation of the fishing vessel and care for persons on board).
b. Nautika Kapal Penangkap Ikan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang kemaritiman;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang kemaritiman;
3) pengetahuan dasar nautika kapal penangkap ikan; dan 4) teknis nautika kapal penangkap ikan, meliputi fungsi navigasi (navigation), penanganan dan penyimpanan hasil tangkap (catch handling and stowage), dan pengendalian operasional kapal penangkap ikan serta penanganan
personel di kapal (controlling the operation of the fishing vessel and care for persons on board).
c. Teknika Kapal Niaga 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan pencegahan polusi di bidang kemaritiman;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang kapal niaga;
3) pengetahuan dasar teknika kapal niaga; dan 4) teknis teknika kapal niaga meliputi fungsi mesin penggerak utama kapal (marine engineering), fungsi teknik listrik elektronika dan sistem kontrol (electrical electronic control engineering), perawatan dan perbaikan permesinan (maintenance and repair), dan pengendalian operasional kapal niaga serta penanganan personil di kapal (controlling the operation of the ship and care for persons on board).
d. Nautika Kapal Niaga 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan pencegahan polusi di bidang kemaritiman;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang kapal niaga;
3) pengetahuan dasar nautika kapal niaga; dan 4) teknis bidang nautika kapal niaga, meliputi fungsi navigasi (navigation), fungsi penanganan dan pengaturan muatan (cargo handling and stowage), dan pengendalian operasional kapal niaga serta penanganan personil di kapal (controlling the operation of the ship and care for persons on board).
8. Bisnis dan Manajemen
a. Pemasaran 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang pemasaran;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, proses bisnis, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang pemasaran; dan 3) teknis dasar pemasaran meliputi ekonomi bisnis dan administrasi umum, perilaku konsumen dan pelayanan pelanggan berdasarkan prinsip pelayanan prima.
b. Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, proses bisnis, profesi, peluang kerja, dan
peluang usaha di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis;
3) dasar-dasar manajemen perkantoran dan layanan bisnis meliputi proses bisnis di bidang manajemen perkantoran dan layanan bisnis, dan pengenalan rantai pasok (supply chain), pelayanan pelanggan dan ekonomi bisnis; dan 4) ruang lingkup teknik dasar manajemen perkantoran dan layanan bisnis meliputi: pengelolaan dokumen, teknologi informasi perkantoran, dan komunikasi.
c. Akuntansi dan Keuangan Lembaga 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang akuntansi dan keuangan;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang akuntansi dan keuangan;
3) dasar-dasar akuntansi dan keuangan lembaga, yang meliputi: etika profesi, ekonomi bisnis dan administrasi umum, prinsip dan konsep akuntansi dasar, perbankan dasar, dan penggunaan aplikasi pengolah angka; dan 4) teknis keahlian akuntansi dan keuangan lembaga, meliputi: siklus akuntansi, aplikasi komputer akuntansi serta administrasi perpajakan.
9. Pariwisata
a. Usaha Layanan Pariwisata 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang layanan pariwisata;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang layanan pariwisata;
3) sikap ramah kepada kolega dan pelanggan dalam layanan pariwisata dan komunikasi dengan bahasa Inggris dasar/asing lainnya; dan 4) pengembangan kewirausahaan di bidang usaha layanan pariwisata.
b. Perhotelan 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang perhotelan;
2) wawasan seputar isu-isu global terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang perhotelan;
3) dasar penerapan layanan prima (service excellence), prosedur administrasi, serta promosi layanan pada bidang perhotelan; dan
4) pengembangan kewirausahaan di bidang usaha layanan perhotelan.
c. Kuliner 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang kuliner;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang kuliner;
3) penerapan pelayanan prima (Excellent Service); dan 4) pengolahan makanan dan minuman dengan menerapkan standar industri.
d. Kecantikan dan Spa 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang kecantikan dan spa;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, peluang usaha di bidang kecantikan dan spa; dan 3) pengetahuan dan keterampilan dasar kecantikan dan spa.
10. Seni dan Ekonomi Kreatif
a. Seni Rupa 1) keselamatan dan kesehatan kerja dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang seni rupa;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang seni rupa;
3) dasar-dasar seni rupa;
4) menggambar, sketsa; dan 5) perancangan karya dan membuat karya.
b. Desain Komunikasi Visual 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin (5R) yang diwujudkan dalam sikap/karakter dan etika yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang desain komunikasi visual dan grafika;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan dan pemanfaatan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang desain komunikasi visual dan grafika;
3) prinsip dasar desain, elemen/unsur desain, prinsip dasar komunikasi dalam karya desain meliputi desain yang tepat sasaran (human-centered design), design thinking, design brief, dan pemilihan media visual;
4) pemakaian perangkat keras serta perangkat lunak yang sesuai dengan pekerjaan desain komunikasi visual dan grafika; dan 5) dasar-dasar proses produksi grafika meliputi cetak dan finishing;
c. Desain dan Produksi Kriya 1) keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di industri kreatif desain dan produksi kriya;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang desain dan produksi kriya;
3) dasar-dasar seni, desain, dan produksi kriya;
4) gambar desain dan produksi kriya; dan 5) portofolio desain dan produksi kriya.
d. Seni Pertunjukan 1) keselamatan dan kesehatan kerja dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang seni pertunjukan;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang seni pertunjukan; dan 3) dasar-dasar seni pertunjukan mencakup konsep seni pertunjukan, produksi dan pementasan seni pertunjukan, tata teknik pentas, tata rias, dan tata busana seni pertunjukan.
e. Broadcasting dan Perfilman 1) keselamatan dan kesehatan kerja dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang broadcasting dan perfilman;
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang broadcasting dan perfilman; dan 3) teknik dasar proses produksi pada industri broadcasting dan perfilman serta media baru (new media).
f. Animasi 1) sikap/karakter dalam budaya kerja yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang animasi;
2) wawasan seputar isu- isu terkini, perkembangan teknologi alur produksi, profesi, peluang kerja dan usaha di bidang animasi;
3) praktik dasar-dasar animasi;
4) manajemen dan pengawasan mutu serta aspek legal pada produksi animasi; dan 5) penerapan prinsip dasar, teknik gerak animasi, teknik visual animasi (asset creation), dan teknik editorial animasi (visual storytelling).
g. Busana 1) keselamatan dan kesehatan kerja dan budaya kerja yang diwujudkan dalam sikap/karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di bidang busana (fashion);
2) wawasan seputar isu-isu terkini, perkembangan teknologi, alur operasional, profesi, peluang kerja, dan peluang usaha di bidang busana (fashion);
3) dasar-dasar keahlian busana;
4) branding dan marketing; dan 5) pembuatan produk/karya busana sederhana dan pengawasan mutu pekerjaan di lingkungan busana.
MENTERI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
ABDUL MU'TI
Your Correction
