Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Desember 2017
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd
IGNASIUS JONAN
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 21 Desember 2017
DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,
ttd
WIDODO EKATJAHJANA
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
NOMOR 57 TAHUN 2017 TENTANG PENERAPAN STANDAR KINERJA ENERGI MINIMUM DAN PENCANTUMAN LABEL TANDA HEMAT ENERGI UNTUK PERANTI PENGKONDISI UDARA
PERIODE WAKTU PEMBERLAKUAN SKEM
PERIODE WAKTU NILAI SKEM Sampai dengan 31 Juli 2018 8,53 1 Agustus 2018 – 31 Juli 2020 9,01 1 Agustus 2020 dan seterusnya 9,96
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
IGNASIUS JONAN
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
NOMOR 57 TAHUN 2017 TENTANG PENERAPAN STANDAR KINERJA ENERGI MINIMUM DAN PENCANTUMAN LABEL TANDA HEMAT ENERGI UNTUK PERANTI PENGKONDISI UDARA
KRITERIA LABEL TANDA HEMAT ENERGI PADA PERANTI PENGKONDISI UDARA
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
IGNASIUS JONAN
8,53 ≤ EER<9,01 9,01 ≤ EER<9,96 9,96 ≤ EER<10,41 10,41 ≤ EER
LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
NOMOR 57 TAHUN 2017 TENTANG PENERAPAN STANDAR KINERJA ENERGI MINIMUM DAN PENCANTUMAN LABEL TANDA HEMAT ENERGI UNTUK PERANTI PENGKONDISI UDARA
A. BENTUK LABEL TANDA HEMAT ENERGI PADA PERANTI PENGKONDISI UDARA
B. SPESIFIKASI LABEL TANDA HEMAT ENERGI PADA PERANTI PENGKONDISI UDARA
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
IGNASIUS JONAN
LAMPIRAN IV
LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
NOMOR 57 TAHUN 2017 TENTANG PENERAPAN STANDAR KINERJA ENERGI MINIMUM DAN PENCANTUMAN LABEL TANDA HEMAT ENERGI UNTUK PERANTI PENGKONDISI UDARA
PERSYARATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN KINERJA PERANTI PENGKONDISI UDARA
A. Umum
1. Ruang Lingkup Pengujian Kinerja
a. Persyaratan dan prosedur pengukuran kinerja ini MENETAPKAN cara pengujian Peranti Pengkondisi Udara jenis single split wall mounted yang menggunakan satu evaporator dan satu kondensor berpendingin udara, memanfaatkan energi listrik fase tunggal, dan memiliki kapasitas pendinginan paling besar 7,9kW atau 27.000 BTU/jam.
b. Peranti Pengkondisi Udara jenis single split wall mounted sebagaimana dimaksud dalam huruf a merupakan tipe Peranti Pengkondisi Udara yang dipasang pada dinding dan dilengkapi oleh unit satu rakitan yang terdiri atas satu unit luar dan satu unit dalam yang dirancang sebagai suatu sistem yang tidak terpisahkan sesuai dengan ISO 5151:2010 dan IEC 60335-2-40-2010.
2. Tipe Produk Tipe Peranti Pengkondisi Udara yang dilakukan pengujian kinerja terdiri atas:
a. tipe non-inverter; dan
b. tipe inverter.
B. Tujuan Tujuan persyaratan dan prosedur pengujian kinerja Peranti Pengkondisi Udara ini adalah untuk menentukan tingkat efisiensi energi, kapasitas pendinginan, serta konsumsi daya listrik sesuai dengan kondisi pengujian yang ditetapkan dalam rangka pencantuman Label Tanda Hemat Energi sesuai SNI 04-6958-2003.
C. Acuan Persyaratan dan prosedur pengujian kinerja Peranti Pengkondisi Udara ini mengacu kepada:
1. SNI 04-6958-2003 tentang Pemanfaat Tenaga Listrik untuk Keperluan Rumah Tangga dan Sejenisnya – Label Tanda Hemat Energi; dan
2. SNI 19-6713-2002 tentang Pengkondisi Udara dan Pompa Kalor Tanpa Saluran Pengujian dan Penilaian Kinerja atau perubahannya yang merupakan adopsi dari ISO 5151:1994.
D. Definisi dan Metode Pengujian Kinerja Seluruh definisi dan metode pengujian kinerja sesuai dengan SNI 19-6713- 2002 yaitu metode kalorimeter dan metode entalpi udara (air enthalpy).
E. Prosedur Pengujian Kinerja Untuk melakukan prosedur pengujian kinerja perlu disiapkan alat dan perlengkapan serta langkah-langkah sebagai berikut:
1. Alat dan perlengkapan yang diperlukan:
a. ruangan pengkondisian (climatic chamber) tipe kalorimeter atau entalpi udara (air enthalpy);
b. pompa vakum;
c. vakum meter;
d. stroboskop/pengukur kecepatan rotasi (stroboscope tachometer);
e. pengukur waktu (stopwatch);
f. alat pelebar ujung pipa (flaring set);
g. pemotong pipa;
h. kunci torsi (torque wrench);
i. kunci inggris/kunci pas;
j. kunci L;
k. manifold;
l. air sabun;
m. nitrogen (N2);
n. waterpas;
o. meteran/rol meter;
p. timbangan digital ketelitian minimal 5 (lima) gram; dan
q. pipa tembaga beserta isolator pelindung fleksibel dengan panjang 7,5 m (tujuh koma lima meter) ± 10 cm (sepuluh sentimeter).
2. Persiapan sebelum pengujian:
a. periksa dan pastikan kondisi kemasan produk Peranti Pengkondisi Udara tidak rusak;
b. periksa dan pastikan buku petunjuk penggunaan atau manual pengoperasian Peranti Pengkondisi Udara telah tersedia;
c. periksa kondisi fisik produk Peranti Pengkondisi Udara secara visual:
1) pastikan fin atau sirip udara tidak terlihat rusak, baik unit indoor maupun unit outdoor;
2) pastikan kipas indoor ataupun outdoor tidak terlihat retak, rusak, atau menyentuh bagian lainnya;
3) pastikan tidak ada komponen aksesoris yang hilang atau tidak lengkap seperti yang dijelaskan di dalam buku petunjuk pengoperasian; dan 4) pastikan terdapat penutup katup atau tidak ada kerusakan pada ulir sambungan pipa antara bagian indoor dan bagian outdoor;
d. catat spesifikasi Peranti Pengkondisi Udara sebagai berikut:
1) merek, model, dan nomor seri Peranti Pengkondisi Udara, baik unit indoor maupun unit outdoor;
2) panjang dan diameter pipa yang digunakan, baik pipa tekanan rendah maupun pipa tekanan tinggi;
3) jenis refrigeran serta berat refrigeran yang digunakan; dan 4) spesifikasi teknis seperti kapasitas pendinginan Peranti Pengkondisi Udara, konsumsi daya, arus, frekuensi kompresor, COP atau EER, dan lain-lain;
e. timbang berat unit outdoor Peranti Pengkondisi Udara untuk memastikan refrigeran yang terdapat di dalam unit outdoor tidak ada kebocoran pada saat, sebelum, dan sesudah pengujian;
f. siapkan pipa tembaga yang telah diberi selubung isolator sepanjang 7,5 m (tujuh koma lima meter) ± 10 cm (sepuluh sentimeter) dengan diameter yang sesuai dengan yang direkomendasikan pabrik pembuat Peranti Pengkondisi Udara untuk menghubungkan bagian indoor dan outdoor dari Peranti Pengkondisi Udara.
3. Langkah Pengujian Kinerja
a. instalasi atau pemasangan unit Peranti Pengkondisi Udara yang akan diuji:
1) pasang unit Peranti Pengkondisi Udara bagian indoor pada dudukannya sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 1 dan gunakan waterpas agar pemasangan tidak miring;
Gambar 1.
Tipe Peranti Pengkondisi Udara terpisah (split)
2) pasang unit Peranti Pengkondisi Udara bagian outdoor pada dudukannya sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 2 dan Gambar 3;
Gambar 2.
Instalasi unit outdoor dengan semburan angin ke arah horisontal
Gambar 3.
Instalasi unit outdoor dengan semburan angin ke arah vertikal
3) kembangkan ujung dari masing-masing pipa sambungan tembaga menggunakan flaring dan sesuaikan dengan diameter pipa yang digunakan;
4) hubungkan pipa tekanan rendah sisi indoor (misalnya pipa 3/8 inch) dengan pipa tekanan rendah sisi outdoor dari Peranti Pengkondisi Udara, demikian pula untuk pipa sisi tekanan tingginya (misalnya pipa ¼ inch);
5) kencangkan masing-masing sambungan pipa menggunakan torque wrench (untuk pipa 3/8 inch dengan torque 41,2 Nm atau 420 kgf.cm dan pipa ¼ inch dengan torque 18 Nm);
6) tutup dengan rapat atau gunakan tape/lakban lubang pada chamber yang menghubungkan pipa antara unit indoor dan unit outdoor; dan 7) setelah semua pipa terpasang dengan baik, lanjutkan ke langkah pemeriksaan kebocoran pipa;
b. pemeriksaan kebocoran pipa sambungan:
1) hubungkan katup/pentil pengisian refrigeran dengan tabung Nitrogen (N2) menggunakan selang dan katup pengisi (charge valve);
2) buka perlahan keran pada tabung Nitrogen (N2) hingga penunjukkan tekanan manifold menunjukkan nilai sebesar 2 (dua) MPa;
3) periksa setiap sambungan pipa menggunakan air sabun ataupun cairan khusus yang digunakan untuk memeriksa kebocoran gas;
4) pastikan setiap sambungan tidak mengalami kebocoran, jika mengalami kebocoran ditandai dengan munculnya gelembung udara;
5) apabila terdapat kebocoran, maka kencangkan kembali sambungan pipa hingga tidak ada sama sekali kebocoran gas;
dan 6) jika dari hasil pemeriksaan kebocoran pada sambungan pipa tidak ditemukan kebocoran, pengujian dapat dilanjutkan ke langkah berikutnya.
c. proses pemvakuman:
1) hubungkan katup/pentil pengisian pada unit outdoor Peranti Pengkondisi Udara dan katup A, katup B, dan pompa vakum seperti pada Gambar 4;
Gambar 4.
Proses pemvakuman
2) hubungkan vakum meter antara katup A dan katup B untuk mengukur tingkat kevakuman dari unit Peranti Pengkondisi Udara yang diuji dan panjang pipa/selang untuk vakum meter usahakan sependek mungkin;
3) buka katup A, katup B, dan katup pengisian serta hidupkan pompa vakum untuk memulai proses pemvakuman;
4) lakukan proses pemvakuman hingga tingkat kevakuman mencapai di bawah 66,5 Pa (sekitar 60 (enam puluh) menit);
5) pada saat proses pemvakuman telah berada di bawah nilai 66,5 Pa, tutup katup B, dan pastikan hanya vakum meter yang terhubung unit Peranti Pengkondisi Udara yang sedang di vakum, baca dan amati tingkat kevakuman setelah tekanan stabil. Setelah 10 (sepuluh) menit, perubahan tekanan tidak boleh melebihi 133 Pa (1.0 Torr);
6) setelah semua kondisi terpenuhi, buka katup B dan lanjutkan kembali proses pemvakuman selama 5 (lima) menit;
7) setelah proses pemvakuman selama 5 (lima) menit, lepaskan katup pengisian dan matikan pompa vakum; dan 8) buka katup sisi tekanan rendah dan katup tekanan tinggi pada unit outdoor Peranti Pengkondisi Udara untuk mengalirkan refrigeran ke seluruh unit Peranti Pengkondisi Udara;
d. pemasangan kabel interkoneksi antara indoor dan outdoor serta pemasangan thermokopel:
1) hubungkan kabel interkoneksi antara terminal unit indoor dan terminal unit outdoor dari Peranti Pengkondisi Udara yang diuji menggunakan kabel sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat;
2) siapkan beberapa buah thermokopel yang digunakan untuk mengukur suhu di unit Peranti Pengkondisi Udara yang akan diuji;
3) pasang thermokopel pada posisi berikut:
a) unit indoor
i. sisi masuk penukar kalor refrigeran (heat exchanger refrigerant input);
ii. sisi tengah penukar kalor refrigeran (heat exchanger refrigerant middle);
iii. sisi keluar penukar kalor refrigeran (heat exchanger refrigerant output);
iv. aliran udara keluar (air outlet); dan
v. aliran udara masuk (air inlet);
b) unit outdoor
i. sisi masuk penukar kalor refrigeran (heat exchanger refrigerant input);
ii. sisi tengah penukar kalor refrigeran (heat exchanger refrigerant middle);
iii. sisi keluar penukar kalor refrigeran (heat exchanger refrigerant output);
iv. sisi pengisap kompresor (compressor suction); dan
v. sisi pelepas/keluar kompresor (compressor discharge);
4) gunakan perekat aluminium (alumunium tape) ataupun perekat adiabatik (adiabatic adhesive tape) lainnya untuk melekatkan thermokopel pada bagian yang akan diukur;
e. instalasi atau pemasangan receiving chamber khusus untuk pengujian Peranti Pengkondisi Udara yang menggunakan metode entalpi udara (air enthalpy). Pengujian dengan metode kalorimeter tidak melakukan proses ini.
1) siapkan receiving chamber untuk pengukuran aliran udara (airflow) yang keluar atau dihasilkan dari bagian indoor Peranti Pengkondisi Udara yang akan diuji;
2) hubungkan air outlet dari indoor unit Peranti Pengkondisi Udara yang diuji ke receiving chamber;
3) tutup semua lubang di sekitar saluran masuk receiving chamber dan air outlet Peranti Pengkondisi Udara menggunakan polyfoam atau polyurethane dan direkat dengan tape/lakban; dan 4) pastikan tidak ada udara yang dapat keluar melalui celah sambungan antara air outlet Peranti Pengkondisi Udara dan receiving chamber;
f. instalasi atau pemasangan alat pengambil contoh udara (air sampler):
1) pemasangan atau instalasi air sampler untuk unit indoor dilakukan sesuai dengan ketentuan pada Gambar 5;
2) hal yang perlu diperhatikan adalah pemasangan arah lubang air sampler harus berlawanan dengan arah aliran udara yang menuju ke unit Peranti Pengkondisi Udara dengan tujuan agar air sampler dapat menangkap udara yang akan diukur; dan
Gambar 5.
Instalasi/pemasangan air sampler pada unit indoor
3) pemasangan atau instalasi air sampler pada unit outdoor dilakukan sesuai dengan ketentuan pada Gambar 6 dan Gambar 7;
Gambar 6.
Instalasi/pemasangan air sampler pada unit outdoor dengan kondensor tipe L
Gambar 7.
Instalasi/pemasangan air sampler pada unit outdoor dengan kondensor rata
4. Kondisi Temperatur Lingkungan Pengujian
a. unit indoor:
temperatur Bola Kering : 27oC (dua puluh tujuh derajat celcius);
temperatur Bola Basah : 19oC (sembilan belas derajat celcius);
b. unit outdoor:
temperatur Bola Kering : 35oC (tiga puluh lima derajat celcius);
temperatur Bola Basah : 24oC (dua puluh empat derajat celcius).
5. Pengujian Kapasitas Pendinginan Peranti Pengkondisi Udara
a. pengujian kapasitas pendinginan Peranti Pengkondisi Udara tipe non- inverter 1) pasang tusuk kontak Peranti Pengkondisi Udara ke terminal stop kontak suplai tegangan pada chamber dan hidupkan;
2) atur Peranti Pengkondisi Udara sehingga beroperasi pada posisi mode: cool;
3) atur suhu Peranti Pengkondisi Udara agar menghasilkan suhu paling rendah;
4) atur putaran kipas atau fan pada posisi kecepatan maksimum;
5) atur posisi pengarah hembusan udara (damper dan grill) pada posisi bukaan maksimum atau sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat;
6) khusus untuk pengujian kapasitas pendinginan menggunakan metode kalorimeter:
a) atur laju aliran cooling water (sisi indoor) sebesar antara 100~1500 kg/h; dan b) atur laju aliran brine (sisi outdoor) sebesar 400~10.000 kg/h;
7) khusus untuk pengujian kapasitas pendinginan menggunakan metode entalpi udara (air enthalpy):
a) hidupkan fasilitas pengujian aliran udara (airflow) yang terdapat pada receiving chamber; dan b) jaga agar perbedaan tekanan statis antara air discharge Peranti Pengkondisi Udara yang diuji di dalam receiving chamber dan chamber sebesar 0 Pa serta kecepatan aliran udara (air velocity) sebesar antara 15 m/dt sampai dengan 35 m/dt dengan mengatur nozzle yang digunakan pada receiving chamber;
8) biarkan Peranti Pengkondisi Udara tetap beroperasi hingga kondisi sebagaimana yang dijelaskan pada Tabel 1 tercapai;
9) setelah kondisi yang pada Tabel 1 tercapai, biarkan selama lebih dari satu jam;
10) pengambilan data pengujian baru dapat dilakukan setelah kondisi sebagaimana yang dijelaskan pada Tabel 1 tercapai lebih dari 1 (satu) jam;
11) pengambilan data dilaksanakan setiap 5 (lima) menit sebanyak 7 (tujuh) kali;
12) jika diperlukan, pengambilan data tidak hanya dilakukan sebanyak 7 (tujuh) kali, namun dapat lebih dari 7 (tujuh) kali sehingga data yang terbaik yang digunakan di dalam laporan pengujian;
13) setelah selesai pengambilan data, ukur kecepatan putaran kipas/fan, baik Peranti Pengkondisi Udara bagian indoor maupun outdoor dengan menggunakan stroboscope atau tachometer;
14) catat data pengujian ke dalam lembar laporan hasil pengujian;
dan 15) lakukan proses penghentian pengujian (pump down) seperti yang dijelaskan pada angka 6.
Tabel 1. Kondisi suhu dan kelembapan
Pembacaan Temperatur Pengatu ran suhu Penyimpan gan (rata-rata) Penyimpangan maksimum (Nilai terukur setiap menit) Suhu udara yang memasuki Bola Kering Bola
27.0oC
19.0oC ± 0.3oC ± 0.2oC ± 1.0oC ± 0.5oC
sisi indoor Basah Suhu udara yang memasuki sisi outdoor Bola Kering Bola Basah
35.0oC
24.0oC ± 0.3oC ± 0.2oC ± 1.0oC ± 0.5oC
b. pengujian kapasitas pendinginan Peranti Pengkondisi Udara tipe inverter Untuk pengujian Peranti Pengkondisi Udara tipe inverter dilakukan sebanyak dua kali pengujian, yaitu:
1) pengujian Peranti Pengkondisi Udara tipe inverter dengan beban penuh a) pasang tusuk kontak Peranti Pengkondisi Udara ke terminal stop kontak suplay tegangan pada chamber dan hidupkan;
b) atur mode, suhu, putaran kipas, damper dan grill, dan lainnya dari Peranti Pengkondisi Udara yang diuji sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat agar Peranti Pengkondisi Udara dapat bekerja pada kondisi beban penuh; dan c) lakukan langkah ke-6) sampai dengan ke-15) sebagaimana yang dijelaskan dalam huruf a.
2) pengujian Peranti Pengkondisi Udara tipe inverter dengan 50% (lima puluh persen) beban penuh a) pasang tusuk kontak Peranti Pengkondisi Udara ke terminal stop kontak suplay tegangan pada chamber dan hidupkan;
b) atur mode, suhu, putaran kipas, damper dan grill, dan lainnya dari Peranti Pengkondisi Udara yang diuji sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat sehingga Peranti Pengkondisi Udara dapat bekerja pada kondisi separuh dari beban penuh.
Jika tidak ada petunjuk dari pabrikan, maka 50% (lima puluh persen) beban penuh dapat ditentukan dengan mengatur frekuensi input kompresor pada 25 Hz; dan c) lakukan langkah ke-6) sampai dengan ke-15) sebagaimana yang dijelaskan dalam huruf a.
6. Proses Penghentian Pengujian (Pump Down) Untuk penghentian pengoperasian Peranti Pengkondisi Udara lakukan sesuai dengan prosedur dari pabrik pembuat Peranti Pengkondisi Udara atau dengan langkah berikut:
a. biarkan Peranti Pengkondisi Udara dalam kondisi hidup selama kurang lebih 30 (tiga puluh) menit;
b. tutup katup tekanan tinggi (pipa kecil) pada Peranti Pengkondisi Udara bagian outdoor menggunakan kunci L, kemudian setelah tertutup rapat, biarkan sistem tetap bekerja kurang lebih 1 (satu) menit agar refrigeran yang terdapat di dalam unit indoor dan pipa dapat dihisap atau ditampung kembali ke dalam kompresor;
c. setelah kurang lebih 1 (satu) menit, tutup katup tekanan rendah (pipa besar) pada Peranti Pengkondisi Udara bagian outdoor;
d. matikan unit Peranti Pengkondisi Udara dengan mencabut tusuk kontaknya dari stop kontak;
e. untuk pengujian Peranti Pengkondisi Udara yang menggunakan metode entalpi udara (air enthalpy), lepaskan receiving chamber dari unit indoor;
f. lepaskan kabel interkoneksi yang menghubungkan Peranti Pengkondisi Udara unit indoor dan unit outdoor;
g. lepaskan thermokopel yang menempel pada unit Peranti Pengkondisi Udara;
h. lepaskan semua pipa yang menghubungkan Peranti Pengkondisi Udara unit indoor dan unit outdoor menggunakan kunci Inggris atau kunci pas;
i. lepaskan unit indoor dari dudukannya kemudian bersihkan dan biarkan mengering sehingga tidak ada lagi sisa air hasil pengujian sebelumnya;
j. angkat unit outdoor dari dudukannya kemudian timbang menggunakan timbangan digital, catat berat dari unit outdoor tersebut dan bandingkan dengan hasil penimbangan sebelum pengujian dilaksanakan; dan
k. setelah dibersihkan kemas kembali seperti semula unit Peranti Pengkondisi Udara baik indoor-nya maupun outdoor.
F. Data dan Laporan Pengujian
1. Laboratorium Pengujian Data hasil pengujian yang diakui adalah data yang dihasilkan oleh Laboratorium Pengujian yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional atau Laboratorium Pengujian anggota Asia Pacific Laboratory Accreditation (APLAC) atau International Laboratory Accreditation (ILAC).
2. Saksi pengujian (witness test) di laboratorium produsen/manufaktur Data hasil pengujian laboratorium produsen/manufaktur dapat diakui apabila laboratorium tersebut telah menerapkan standar SNI ISO 17025, memenuhi persyaratan pengujian sesuai SNI 19-6713-2002, dan selama pengujian disaksikan/diawasi oleh tenaga ahli pengujian yang kompeten dari LSPro (witness test).
3. Laporan Pengujian Seluruh hasil pengujian harus disimpan dan didokumentasikan dalam bentuk Laporan Pengujian yang berisikan data hasil pengukuran, karakteristik kinerja, dan rincian lainnya termasuk laporan pengujian ulang jika diperlukan. Salinan laporan harus disimpan di Laboratorium Pengujian sebagai referensi. Data tersebut berlaku selama produk diperdagangkan di INDONESIA. Format laporan pengujian Peranti Pengkondisi Udara dengan metode kalorimeter adalah sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2 dan metode entalpi udara (air enthalpy) sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.
Tabel 2
LAPORAN PENGUJIAN PERANTI PENGKONDISI UDARA METODE KALORIMETER
Merek / Model :
Nomor Laporan :
Bagian 1: Laboratorium Pengujian
1. Tanggal Pengujian (hari/bulan/tahun)
2. Nama Laboratorium Pengujian
3. Lokasi Laboratorium Pengujian
4. Nama Petugas Pengujian
5. Nama Penanggung Jawab Laboratorium Pengujian (Kepala Laboratorium)
Bagian 2: Spesifikasi Produk
1. Merek
2. Model Unit indoor
3. Model Unit outdoor
4. Negara Asal
5. Refrigeran
6. Jumlah Refrigeran (kg)
7. Tegangan (V)
8. Ferkuensi (Hz)
9. Arus Listrik (A)
10. Berat Unit indoor/Unit outdoor (kg)
11. Dimensi Unit indoor (p x l x t) (mm)
12. Dimensi Unit outdoor (p x l x t) (mm)
13. Kapasitas Pendinginan (BTU/jam) Beban penuh 50% beban penuh
14. Daya Listrik (W) Unit indoor Unit outdoor
Bagian 3: Pengujian Kapasitas Pendinginan
1. Standar Pengujian
2. Metode Pengujian Kalorimeter
Beban penuh 50% beban penuh*)
3. Tegangan (V)
4. Frekuensi (Hz)
5. Total Arus Kerja (A)
6. Waktu Pengujian (jam)
7. Total Kapasitas Pendinginan (BTU/jam)
8. Kapasitas Pendinginan Sensible (BTU/jam)
9. Kapasitas Pendinginan Latent (BTU/jam)
10. Total Daya Listrik (W)
11. EER - Energy Efficiency Ratio (BTU/jam)/W)
12. Tekanan Barometric (kPa)
13. Kecepatan Kipas Unit indoor (RPM)
14. Laju aliran udara pada Unit indoor (m3/dt of standard air)
15. Resistensi Eksternal pada aliran udara Unit indoor (Pa)
16. Volume dari aliran udara yang melalui nozzle pengukuran (m3/dt)
17. Perbedaan tekanan udara statis yang memisahkan kompartemen kalorimeter (Pa)
18. Temperatur Bola Kering dan Bola Basah (ºC) (Bagian dalam kompartemen calorimeter)
19. Temperatur Bola Kering dan Bola Basah (ºC) (Bagian luar kompartemen kalorimeter (calorimeter))
20. Temperatur udara rata-rata di luar kalorimeter (calorimeter) (ºC)
21. Jumlah air yang menguap di Humidifier (kg)
22. Laju aliran air dingin (cooling water flowrate) yang melalui bagian luar kompartemen koil heat-rejection (P/dt)
23. Temperatur air dingin yang masuk pada bagian luar kompartemen koil heat-rejection (ºC)
24. Temperatur air dingin yang keluar pada bagian luar kompartemen koil heat-rejection coil (ºC)
25. Massa air yang terkondensasi dari produk (kg)
26. Temperatur air terkondensasi (ºC) yang meninggalkan bagian luar kompartemen (ºC)
*)Hanya untuk Peranti Pengkondisi Udara tipe Inverter
Bagian 4: Tanda Tangan
1. Nama dan tanda tangan penanggung jawab pengujian
2. Tanggal
Lampiran A – Foto
1. Foto berwarna yang menunjukkan unit indoor dan unit outdoor dari produk Peranti Pengkondisi Udara yang diuji
2. Foto berwarna yang menunjukkan jumlah konektor pada unit outdoor
3. Foto berwarna dari nameplate produk
Lampiran B – Gambar Skematik Gambar skematik yang menunjukkan dengan jelas komponen utama dari produk
Lampiran C– Daftar Komponen Spesifikasi teknik dan daftar komponen utama dari produk
Tabel 3
LAPORAN PENGUJIAN PERANTI PENGKONDISI UDARA METODE ENTALPI UDARA (AIR ENTHALPY)
Merek / Model :
Nomor Laporan :
Bagian 1: Laboratorium Pengujian
1. Tanggal Pengujian (hari/bulan/tahun)
2. Nama Laboratorium Pengujian
3. Lokasi Laboratorium Pengujian
4. Nama Petugas Pengujian
5. Nama Penanggung Jawab Laboratorium Pengujian (Kepala Laboratorium)
Bagian 2: Spesifikasi Produk
1. Merek
2. Model Unit indoor
3. Model Unit outdoor
4. Negara Asal
5. Refrigeran
6. Jumlah Refrigeran (kg)
7. Tegangan (V)
8. Ferkuensi (Hz)
9. Arus Listrik (A)
10. Berat Unit indoor/Unit outdoor (kg)
11. Dimensi Unit indoor (p x l x t) (mm)
12. Dimensi Unit outdoor (p x l x t) (mm)
13. Kapasitas Pendinginan (BTU/jam) Beban penuh 50% beban penuh
14. Daya Listrik (W) Unit indoor Unit outdoor
Bagian 3: Pengujian Kapasitas Pendinginan
1. Standar Pengujian
2. Metode Pengujian Entalpi Udara (Air Enthalpy)
Beban penuh 50% Beban penuh*)
3. Tegangan (V)
4. Frekuensi (Hz)
5. Total Arus Kerja (A)
6. Waktu Pengujian (jam)
7. Total Kapasitas Pendinginan (BTU/jam)
8. Kapasitas Pendinginan Sensible (BTU/jam)
9. Kapasitas Pendinginan Latent (BTU/jam)
10. Total Daya Listrik (W)
11. EER - Energy Efficiency Ratio (BTU/jam)/W)
12. Tekanan Barometric (kPa)
13. Kecepatan Kipas unit indoor (RPM)
14. Laju aliran udara pada unit indoor (m3/dt of standard air)
15. Resistensi Eksternal pada aliran udara Unit indoor (Pa)
16. Volume aliran udara dan semua pengukuran yang berhubungan dengan perhitungan (m3/dt)
17. Temperatur Bola Kering udara masuk unit indoor (ºC)
18. Temperatur Bola Basah udara masuk unit indoor (ºC)
19. Temperatur Bola Kering udara keluar unit indoor (ºC)
20. Temperatur Bola Basah udara keluar unit indoor (ºC)
21. Temperatur Bola Kering dan Bola Basah unit outdoor (ºC)
*) Hanya untuk Peranti Pengkondisi Udara tipe Inverter
Bagian 4: Tanda Tangan
1. Nama dan tanda tangan penanggung jawab pengujian
2. Tanggal
Lampiran A – Foto
1. Foto berwarna yang menunjukkan unit indoor dan unit outdoor dari produk Peranti Pengkondisi Udara yang diuji
2. Foto berwarna yang menunjukkan jumlah konektor pada unit outdoor
3. Foto berwarna dari nameplate produk
Lampiran B – Gambar Skematik Gambar skematik yang menunjukkan dengan jelas komponen utama dari produk.
Lampiran C – Daftar Komponen Spesifikasi teknik dan daftar komponen utama dari produk
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
IGNASIUS JONAN