Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 29

PERMEN Nomor 1 Tahun 2024 | Peraturan Menteri Nomor 1 Tahun 2024 tentang TATA CARA PENGENAAN, PENGHITUNGAN, PEMBAYARAN DAN/ATAU PENYETORAN, SERTA KETENTUAN PENGENAAN TARIF SAMPAI DENGAN Rp0,00 (NOL RUPIAH) ATAU 0% (NOL PERSEN) PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK PADA SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, BADAN GEOLOGI, DAN/ATAU BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Surat Tagihan PNBP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (7) terdiri atas: a. Surat Tagihan PNBP pertama; b. Surat Tagihan PNBP kedua; dan c. Surat Tagihan PNBP ketiga. (2) Pejabat Kuasa Pengelola PNBP menerbitkan Surat Tagihan PNBP pertama paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sejak hasil monitoring dan/atau hasil verifikasi diterima. (3) Apabila Wajib Bayar tidak melunasi seluruh PNBP Terutang dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal Surat Tagihan PNBP pertama, Pejabat Kuasa Pengelola PNBP menerbitkan dan menyampaikan Surat Tagihan PNBP kedua kepada Wajib Bayar paling lambat pada hari kerja berikutnya setelah jangka waktu 1 (satu) bulan berakhir. (4) Apabila Wajib Bayar tidak melunasi seluruh PNBP Terutang dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak tanggal Surat Tagihan PNBP kedua, Pejabat Kuasa Pengelola PNBP menerbitkan dan menyampaikan Surat Tagihan PNBP ketiga kepada Wajib Bayar paling lambat pada hari kerja berikutnya setelah jangka waktu 2 (dua) bulan berakhir. (5) Apabila Wajib Bayar tidak melunasi seluruh PNBP Terutang dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal Surat Tagihan PNBP ketiga, Pejabat Kuasa Pengelola PNBP menerbitkan dan menyampaikan surat penyerahan tagihan kepada instansi yang berwenang mengurus piutang negara dengan tembusan ke Biro Keuangan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja berikutnya setelah jangka waktu 3 (tiga) bulan berakhir. (6) Surat Tagihan PNBP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat informasi berupa: a. identitas Wajib Bayar; b. nilai nominal pokok PNBP yang kurang dibayar; c. batas waktu pembayaran dan/atau penyetoran; d. besaran denda atas pokok PNBP yang kurang dibayar dan/atau tambahan besaran denda atas pokok PNBP yang kurang dibayar sesuai periode masa berlakunya Surat Tagihan PNBP; e. besaran tambahan denda atas pokok PNBP yang kurang dibayar sesuai periode masa berlakunya Surat Tagihan PNBP pertama; dan f. kode tagihan.
Your Correction