Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 20

PERDA Nomor 1 Tahun 2023 | Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 tentang RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2023-2042

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Sistem jaringan transportasi Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf d terdiri atas: a. pelabuhan Laut; dan b. alur-pelayaran di Laut. (2) Pelabuhan Laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas: a. pelabuhan utama; b. pelabuhan pengumpul; c. pelabuhan pengumpan; d. Terminal Umum; e. terminal khusus; dan f. pelabuhan perikanan. (3) Pelabuhan utama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berupa Pelabuhan Balikpapan/Semayang di Kota Balikpapan. (4) Pelabuhan pengumpul sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b meliputi: a. Pelabuhan Tana Paser/Pondong di Kabupaten Paser; b. Pelabuhan Tanjung Santan di Kabupaten Kutai Kartanegara; c. Pelabuhan Tanjung Redeb di Kabupaten Berau; d. Pelabuhan Maloy dan Pelabuhan Sangatta di Kabupaten Kutai Timur; e. Pelabuhan Penajam Paser di Kabupaten Penajam Paser Utara; f. Pelabuhan Samarinda di Kota Samarinda; g. Pelabuhan Lhok Tuan dan Pelabuhan Tanjung Laut di Kota Bontang; dan h. Pelabuhan Kuala Samboja di IKN. (5) Pelabuhan pengumpan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c meliputi: 1. Pelabuhan Teluk Apar di Kabupaten Paser; 2. Pelabuhan Marang Kayu, Pelabuhan Sanga-Sanga, dan Pelabuhan Muara Badak Ilir di Kabupaten Kutai Kartanegara; 3. Pelabuhan Mataritip, Pelabuhan Talisayan, Pelabuhan Tanjung Batu, Pelabuhan Lawang- Lawang, dan Pelabuhan Teluk Sulaiman di Kabupaten Berau; 4. Pelabuhan Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur; 5. Pelabuhan Jenebora di Kabupaten Penajam Paser Utara; 6. Pelabuhan Kampung Baru di Kota Balikpapan; 7. Pelabuhan Muara Berau di Perairan Pesisir Selat Makassar; dan 8. Pelabuhan Meridan, Pelabuhan Dondang, Pelabuhan Muara Jawa, Pelabuhan Senipah di IKN. (6) Terminal Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d meliputi: a. Terminal Umum Kariangau di Kota Balikpapan dan Terminal Umum PT. Pelabuhan Penajam Banua Taka di Kabupaten Penajam Paser Utara yang merupakan satu sistem dengan Pelabuhan Balikpapan/Semayang; b. Terminal Umum Palaran dan Terminal Umum Sarana Abadi Lestari di Kota Samarinda, Terminal Umum STS Muara Berau di Perairan Pesisir Selat Makassar yang merupakan satu sistem dengan Pelabuhan Samarinda; dan c. Terminal Umum STS Muara Jawa di IKN yang merupakan satu sistem dengan Pelabuhan Kuala Samboja. (7) Terminal khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf e berada di Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Berau, Kota Samarinda, Kota Bontang, IKN, serta Perairan Pesisir Selat Makassar dan Laut Sulawesi. (8) Pelabuhan perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f berupa pangkalan pendaratan ikan meliputi: a. Pangkalan Pendaratan Ikan Sambaliung di Kabupaten Berau; b. Pangkalan Pendaratan Ikan Selili di Kota Samarinda; c. Pangkalan Pendaratan Ikan Tanjung Limau di Kota Bontang; d. Pangkalan Pendaratan Ikan Sangatta di Kabupaten Kutai Timur; e. Pangkalan Pendaratan Ikan Api-Api di Kabupaten Penajam Paser Utara; dan f. Pangkalan Pendaratan Ikan Manggar Baru di Kota Balikpapan. (9) Alur-pelayaran di Laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas: a. alur-pelayaran umum dan perlintasan; dan b. alur pelayaran khusus. (10) Alur-pelayaran umum dan perlintasan sebagaimana dimaksud pada ayat (9) huruf a berada di Perairan Pesisir Selat Makassar dan Laut Sulawesi. (11) Alur pelayaran khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (9) huruf b meliputi alur pelayaran dari dan ke terminal khusus di Selat Makassar dan Laut Sulawesi. (12) Dalam hal terdapat perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam pelabuhan utama sebagaimana dimaksud pada ayat (3), pelabuhan pengumpul sebagaimana dimaksud pada ayat (4), pelabuhan pengumpan sebagaimana dimaksud pada ayat (5), dan Terminal Umum sebagaimana dimaksud pada ayat (6) maka lokasi, hierarki, pembangunan, pengoperasian, dan pengembangan pelabuhan dilaksanakan sesuai dengan perubahan rencana induk pelabuhan nasional. (13) Dalam hal terdapat perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan dalam pelabuhan perikanan sebagaimana dimaksud pada ayat (8), lokasi, hierarki, pembangunan, pengoperasian, dan pengembangan pelabuhan dilaksanakan sesuai dengan perubahan pelabuhan perikanan nasional.
Your Correction