Correct Article 12
PERDA Nomor 9 Tahun 2022 | Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022-2042
Current Text
(1) Sistem jaringan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b terdiri atas:
a. Jaringan Jalur Kereta Api; dan
b. Stasiun Kereta Api.
(2) Jaringan Jalur Kereta Api yang dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
1. Jalur Ganda Jawa Selatan;
2. Bogor-Sukabumi;
3. Cikampek-Cirebon (merupakan bagian dari jalur Jakarta-Cikampek-Semarang-Surabaya);
4. Cikampek-Padalarang;
5. Cirebon-Kroya;
6. Angke-Merak;
7. kereta api perkotaan Nambo-Citayam;
8. kereta api perkotaan Jakarta-Bogor;
9. Jakarta–Bandung (Kereta api cepat);
10. Rancaekek–Tanjungsari (rencana reaktivasi);
11. Tanjungsari–Kertajati (rencana);
12. Kertajati–Cirebon (rencana);
13. Kertajati-Bandara (rencana);
14. Cipatat-Sasaksaat-Cilame (rencana);
15. Kota Cirebon–Kadipaten (rencana reaktivasi);
16. Jatibarang–Karangampel (rencana reaktivasi);
17. Terisi–Losarang (rencana reaktivasi);
18. Dayeuhkolot–Majalaya (rencana reaktivasi);
19. Cijulang–Pangandaran–Banjar (rencana reaktivasi);
20. Cikajang–Cibatu (rencana reaktivasi);
21. Indramayu–Jatibarang (rencana reaktivasi);
22. Kertajati-Arjawinangun (rencana);
23. Cileungsi–Jonggol–Cianjur (rencana);
24. Subang–Akses Pelabuhan Patimban (rencana);
25. Cibungur-Tanjurasa (rencana);
26. Sukabumi-Pelabuhan Ratu (rencana);
27. Rancabuaya-Pelabuhan Ratu (rencana);
28. Cijulang–Rancabuaya (rencana);
29. Ciwidey–Rancabuaya (rencana);
30. High Speed Railway Jakarta–Surabaya (rencana);
31. Galunggung–Tasikmalaya (rencana);
32. Kereta api perkotaan Kiaracondong–Ciwidey (rencana reaktivasi);
33. Kereta api perkotaan Leuwi Panjang-Gedebage– Jatinangor (rencana);
34. Kereta api perkotaan
Leuwi Panjang–Cimahi– Padalarang–Walini (rencana);
35. Kereta api perkotaan Leuwi Panjang–Soreang (rencana);
36. Kereta api perkotaan Babakan Siliwangi–Leuwi Panjang (rencana);
37. Kereta api perkotaan Cimindi–Gedebage (rencana);
38. Kereta api perkotaan Martadinata-Banjaran (rencana);
39. Kereta api perkotaan Gedebage–Tegalluar-Majalaya (rencana);
40. Kereta api perkotaan Babakan Siliwangi-Lembang- Maribaya (rencana);
41. Kereta api perkotaan Parung Panjang-Citayam (rencana);
42. Kereta api perkotaan East-West Line (Balaraja-Cikarang)
43. Kereta api perkotaan Parung Panjang-Citayam-Nambo- Cikarang-Tanjung Priok (rencana);
44. Kereta api perkotaan Jabodebek (Cawang-Cibubur- Bogor); dan
45. Jaringan jalur kereta api lainnya mengikuti ketentuan perundang-undangan.
(3) Stasiun Kereta Api sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:
a. Stasiun Kereta Api di Daerah Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kota Tasik, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Sumedang; dan
b. stasiun penumpang angkutan umum masal berbasis rel (Light Rail Transit dan/atau Mass Rapid Transit) di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi, Kawasan Perkotaan Bandung Raya, Metropolitan Cirebon Raya-Kertajati, dan stasiun lainnya sesuai hasil kajian serta peraturan perundang-undangan.
Your Correction
