Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 21

PERDA Nomor 9 Tahun 2022 | Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022-2042

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Sistem jaringan irigasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (1) huruf a, terdiri atas: a. Jaringan irigasi kewenangan Pemerintah Pusat, meliputi: 1. Jaringan irigasi lintas Daerah Provinsi; 2. Jaringan irigasi lintas Daerah Kabupaten/Kota; dan 3. Jaringan irigasi utuh Daerah Kabupaten/Kota. b. Jaringan irigasi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi, meliputi: 1. Jaringan irigasi lintas Daerah Kabupaten/Kota; dan 2. Jaringan irigasi utuh Daerah Kabupaten/Kota. c. Jaringan irigasi tambak kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi; dan d. Rencana pembangunan jaringan irigasi baru. (2) Jaringan irigasi kewenangan Pemerintah Pusat lintas Daerah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a angka 1 yaitu DI Manganti (Daerah Kabupaten Ciamis dan Daerah Kabupaten Pangandaran), DI Bantarheulang (Daerah Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar), dan DI Cisanggarung (Daerah Kabupaten Cirebon). (3) Jaringan irigasi kewenangan Pemerintah Pusat lintas Daerah Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a angka 2 yaitu DI Cikunten II (Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya), DI Cipamingkis (Daerah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor), DI Ciwaringin (Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka), DI Jatiluhur (Daerah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta), DI Lakbok Utara (Daerah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar), dan DI Rentang (Daerah Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka). (4) Jaringan irigasi kewenangan Pemerintah Pusat utuh Daerah Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a angka 3 terletak di Daerah Kabupaten Cianjur (DI Cihea), Daerah Kabupaten Cirebon (DI Cikeusik dan DI Seuseupan), Daerah Kabupaten Indramayu (DI Cipanas II dan DI Cipancuh), Daerah Kabupaten Majalengka (DI Kamun), Daerah Kabupaten Subang (DI Cileuleuy dan DI Leuwi Nangka), Daerah Kabupaten Sukabumi (DI Cikaranggeusan, DI Ciletuh), dan Daerah Kabupaten Tasilmalaya (DI Cikunten I). (5) Jaringan irigasi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi lintas Daerah Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b angka 1 yaitu: 1. DI Cijanggel di Daerah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi; 2. DI Cibeunying/Ciateul di Daerah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung; 3. DI Buahbatu di Daerah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung; 4. DI Ciyasana di Daerah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung; 5. DI Malang di Daerah Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi; 6. DI Ciregol di Daerah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung; 7. DI Depok di Daerah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang; 8. DI Cangkuang di Daerah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang; 9. DI Cisadane Empang di Daerah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok; 10. DI Parakanjati di Daerah Kabupaten Bogor dan Kota Depok; 11. DI Ciliwung Katulampa di Daerah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok; 12. DI Cibanon di Daerah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor; 13. DI Bantarjati di Daerah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor; 14. DI Kranji di Daerah Kabupaten Bogor dan Kota Depok; 15. DI Cibalok di Daerah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor; 16. DI Angke V di Daerah Kota Depok dan Kabupaten Bogor; 17. DI Cipager di Daerah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Kuningan; 18. DI Paniis Lebak di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 19. DI Setupatok di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon; 20. DI Katiga di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 21. DI Mungkal Gajah di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 22. DI Jawa di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 23. DI Cipurut di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 24. DI Cibacang di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 25. DI Pundong di Daerah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta; 26. DI Cisalada di Daerah Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi; 27. DI Cimulu di Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya; 28. DI Cigede di Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya; 29. DI Cibanjaran di Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya; 30. DI Cikalang di Daerah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya; 31. DI Ciaro/Cisaat di Daerah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut; 32. DI Cisimpen di Daerah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut; 33. DI Batu di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon; 34. DI Cirongkob di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 35. DI Cisamaya di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 36. DI Cigolempang di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 37. DI Leuwijawa di Daerah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan; 38. DI Cikembang di Daerah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis; 39. DI Gunung Putri di Daerah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis; 40. DI Wangundireja di Daerah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis; 41. DI Ciranjeng di Daerah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang; 42. DI Sukapura di Daerah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung; 43. DI Ranjeng di Daerah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung; 44. DI Sudiplak di Daerah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung; 45. DI Rancacili di Daerah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung; 46. DI Gempol di Daerah Kabupaten Bandung; 47. DI Bongkok di Daerah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi; 48. DI Citopeng/Cikendal di Daerah Kota Bandung dan Kota Cimahi; 49. DI Lagadar di Daerah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi; 50. DI Leuwi Kuya di Daerah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat; 51. DI Cibereum di Daerah Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi; dan 52. DI Cipeundeuy Kadulawang di Daerah Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi. (6) Jaringan irigasi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi utuh Daerah Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b angka 2, yaitu: a. DI Ciherang, DI Cirasea, DI Wangisagara, dan DI. Wanir di Daerah Kabupaten Bandung; b. DI Cihoe Cikumpeni dan DI Sasak di Daerah Kabupaten Bogor; c. DI Ciputra Haji dan DI Merjan di Daerah Kabupaten Ciamis; d. DI Babancong, DI Cibalagung, DI Ciheulang, DI Cimenteng, DI Cipadang Cibeleng, DI Susukan Gede, dan DI Tonjong Panto di Daerah Kabupaten Cianjur; e. DI Ambit, DI Jamblang, dan DI Walahar di Daerah Kabupaten Cirebon; f. DI Cipaleubuh di Daerah Kabupaten Garut; g. DI Cipanas I dan DI Pedati di Daerah Kabupaten Indramayu; h. DI Waru di Daerah Kabupaten Karawang; i. DI Cijangkelok dan DI Lame di Daerah Kabupaten Kuningan j. DI Cibutul, DI Cigasong, DI Cikamangi, dan DI Cikeruh di Daerah Kabupaten Majalengka; k. DI Cisomang, DI Pondok Salam, dan DI Wanayasa di Daerah Kabupaten Purwakarta; l. DI Curug Agung di Daerah Kabupaten Subang; m. DI Caringin, Cidadali, DI Cigangsa, DI Cikarang Cigangsa, DI Cikarang Nguluwung, DI Cimandiri, DI Ciseureuh Cibeureum, dan DI Parung Bongkong di Daerah Kabupaten Sukabumi; n. DI Sentig dan DI Ujung Jaya di Daerah Kabupaten Sumedang; dan o. DI Biuk, DI Ciramajaya, dan DI Padawaras di Daerah Kabupaten Tasikmalaya. (7) Jaringan irigasi tambak kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, yaitu: a. DI Tambak Muara Gembong di Daerah Kabupaten Bekasi; b. DI Tambak Kapur Asem di Daerah Kabupaten Karawang; c. DI Tambak Muara Baru di Daerah Kabupaten Karawang; d. DI Tambak Bandeng di Daerah Kabupaten Subang; e. DI Tambak Tanjung Tiga di Daerah Kabupaten Subang; dan f. DI Tambak Blanakan di Daerah Kabupaten Subang. (8) Rencana pembangunan jaringan irigasi baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d terdiri dari: a. Pembangunan irigasi baru, meliputi: 1. DI Rengrang di Daerah Kabupaten Sumedang; 2. DI Cileuweung di Daerah Kabupaten Kuningan; 3. DI Leuwigoong di Daerah Kabupaten Garut; 4. DI Candragoyang di Daerah Kabupaten Garut; 5. DI Parigi di Daerah Kabupaten Pangandaran; 6. DI Cimerak di Daerah Kabupaten Pangandaran; 7. DI Cikalong di Daerah Kabupaten Tasikmalaya; 8. DI Caringin dan Cipeundeuy-Kadulawang di Daerah Kabupaten Sukabumi; 9. DI Cilandak, Tonjong Panto, Cidadali, dan Curugdengdeng di Daerah Kabupaten Cianjur; 10. DI Jangkelok di Daerah Kabupaten Kuningan; 11. DI Cimandiri di Daerah Kabupaten Sukabumi; 12. DI Parungbangkong di Daerah Kabupaten Cianjur; 13. DI Tanjong Panto di Daerah Kabupaten Cianjur; 14. DI Cikaso di Daerah Kabupaten Sukabumi; 15. Bendung Karet di Daerah Kabupaten Indramayu; 16. Bendung Karet di Daerah Kabupaten Cirebon; 17. Bendung Daerah Irigasi Cimalagunung di Daerah Kabupaten Sumedang; 18. Bendung Daerah Irigasi Cikelek di Daerah Kabupaten Sumedang; 19. Bendung Leuwinangka di Daerah Kabupaten Subang; dan 20. Bendung-bendung baru lainnya pada Wilayah Sungai di Daerah Provinsi. b. Pembangunan DI baru dan peningkatan DI eksisting pada waduk yang dibangun, meliputi: 1. DI baru: DI Sadawarna, DI Cileuweung, DI Jangkelok; 2. Peningkatan DI: DI Lakbok Utara, DI Lakbok Selatan, DI Cipanas 1, DI Cipanas 2, DI Rawaonom, DI Panulisan, DI Cijangkelok; dan 3. Pembangunan DI baru dan peningkatan DI pada waduk lainnya yang akan dibangun di Daerah Provinsi.
Your Correction