Correct Article 30
PERDA Nomor 9 Tahun 2022 | Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022-2042
Current Text
(1) Kawasan konservasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf d dengan luas kurang lebih 269.117 Ha (dua ratus enam puluh sembilan ribu seratus tujuh belas hektar), terdiri atas:
1. Cagar Alam Arca Domas, Cagar Alam Yan Lapa, dan Cagar Alam Dungus Iwul, terletak di Daerah Kabupaten Bogor;
2. Cagar Alam Talaga Warna, terletak di Daerah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur;
3. Cagar Alam Takokak, Cagar Alam Cadas Malang, dan Cagar Alam Bojong Larang Jayanti, terletak di Daerah Kabupaten Cianjur;
4. Cagar Alam Gunung Simpang, terletak di Daerah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur;
5. Cagar Alam Telaga Patengan, Cagar Alam Gunung Malabar, Cagar Alam Cigenteng Cipanji I/II dan Cagar Alam Gunung Tilu, terletak di Daerah Kabupaten Bandung;
6. Cagar Alam Papandayan (perluasan) dan Cagar Alam Kawah Kamojang, terletak di Daerah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut;
7. Cagar Alam Gunung Tangkubanparahu, terletak di Daerah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang;
8. Cagar Alam Talaga Bodas dan Leuweung Sancang, terletak di Daerah Kabupaten Garut;
9. Cagar Alam Sukawayana, Cagar Alam Cibanteng dan Cagar Alam Tangkuban Perahu (Palabuhanratu), terletak di Daerah Kabupaten Sukabumi;
10. Cagar Alam Burangrang, terletak di Daerah Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang;
11. Cagar Alam Gunung Jagat, terletak di Daerah Kabupaten Sumedang;
12. Cagar Alam Pananjung Pangandaran dan
Laut Pangandaran, terletak di Daerah Kabupaten Pangandaran;
13. Cagar Alam Panjalu/Koorders, terletak di Daerah Kabupaten Ciamis;
14. Cagar Alam Junghuhn, terletak di Daerah Kabupaten Bandung Barat;
15. Suaka Margasatwa Cikepuh, terletak di Daerah Kabupaten Sukabumi;
16. Suaka Margasatwa Gunung Sawal, terletak di Daerah Kabupaten Ciamis;
17. Suaka Margasatwa Sindangkerta, terletak di Daerah Kabupaten Tasikmalaya;
18. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, terletak di Daerah Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor;
19. Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, terletak di Daerah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor;
20. Taman Nasional Gunung Ciremai, terletak di Daerah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Cirebon;
21. Taman Hutan Raya Ir. H Juanda, terletak di Daerah Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat;
22. Taman Hutan Raya Pancoran Mas, terletak di Daerah Kota Depok;
23. Taman Hutan Raya Gunung Kunci dan Palasari, terletak di Daerah Kabupaten Sumedang;
24. Taman Wisata Alam Talaga Warna dan Taman Wisata Alam Gunung Pancar, terletak di Daerah Kabupaten Bogor;
25. Taman Wisata Alam Sukawayana, terletak di Daerah Kabupaten Sukabumi;
26. Taman Wisata Alam Jember, terletak di Daerah Kabupaten Cianjur;
27. Taman Wisata Alam Telaga Patengan dan Taman Wisata Alam Cimanggu, terletak di Daerah Kabupaten Bandung;
28. Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu, terletak di Daerah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang;
29. Taman Wisata Alam Kawah Kamojang, terletak di Daerah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut;
30. Taman Wisata Alam Papandayan, Taman Wisata Alam Gunung Guntur dan Taman Wisata Alam Talaga Bodas, terletak di Daerah Kabupaten Garut;
31. Taman Wisata Alam Gunung Tampomas, terletak di Daerah Kabupaten Sumedang;
32. Taman Wisata Alam Linggarjati, terletak di Daerah Kabupaten Kuningan;
33. Taman Wisata Alam Pananjung Pangandaran, terletak di Daerah Kabupaten Pangandaran;
34. Taman Wisata Alam lainnya, tersebar di kabupaten/kota;
35. Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, terletak di Daerah Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang.
36. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Muara Gembong, terletak di Daerah Kabupaten Bekasi;
37. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Kebun Raya Bogor, terletak di Daerah Kota Bogor;
38. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Taman Safari INDONESIA, Taman Buah Mekarsari, dan Gunung Salak Endah, terletak di Daerah Kabupaten Bogor;
39. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Taman Bunga Nusantara dan Kebun Raya Cibodas, terletak di Daerah Kabupaten Cianjur;
40. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Pantai Pangumbahan dan Perairan Sukawayana, terletak di Daerah Kabupaten Sukabumi;
41. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Kawasan Jatiluhur-Sanggabuana, terletak di Daerah Kabupaten Purwakarta;
42. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Kawah Putih dan Gunung Patuha, terletak di Daerah Kabupaten Bandung;
43. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Kebun Binatang Bandung, terletak di Daerah Kota Bandung;
44. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Pantai Cimapang-Rancabuaya, terletak di Daerah Kabupaten Garut;
45. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Gunung Cakrabuana, Sirah Cimunjul dan Gunung Galunggung, terletak di Daerah Kabupaten Tasikmalaya;
46. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Pantai Majingklak, Karang Kamulyan, Panjalu dan Cukang Taneuh, terletak di Kabupaten Ciamis;
47. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Gunung Ageung, terletak di Daerah Kabupaten Majalengka;
48. Kawasan perlindungan plasma nutfah eks-situ Muara Cimanuk dan Pulau Biawak, terletak di Daerah Kabupaten Indramayu;
49. Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan Pulau Biawak, terletak di Daerah Kabupaten Indramayu;
50. Kawasan Konservasi Taman Pesisir Pangandaran, terletak di Daerah Kabupaten Pangandaran; dan
51. Kawasan Konservasi Taman Pesisir Pantai Penyu Pangumbahan, terletak di Daerah Kabupaten Sukabumi.
(2) Kawasan di Daerah Provinsi yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan ditetapkan sebagai Kawasan konservasi, namun berdasarkan penetapan garis pantai berada di perairan laut dan pemanfaatannya sebagai Kawasan perikanan, Kawasan pariwisata, dan Kawasan transportasi, ditetapkan sebagai Zona Tunda (holding zone).
(3) Luas Kawasan konservasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup luasan Zona Tunda (holding zone).
(4) Zona Tunda (holding zone) sebagaimana dimaksud pada ayat
(2), terdiri dari:
a. Kawasan konservasi/Kawasan perikanan seluas kurang lebih 7 Ha (tujuh hektar, tersebar di Daerah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Garut;
b. Kawasan konservasi/Kawasan pariwisata seluas kurang lebih 7 Ha (tujuh hektar), tesebar di Daerah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi; dan
c. Kawasan konservasi/Kawasan transportasi seluas kurang lebih 1 Ha (satu hektar), tersebar di Daerah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Tasikmalaya.
(5) Zona Tunda (holding zone) sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) digambarkan dalam peta dengan ketelitian geometri dan ketelitian detail informasi skala 1:250.000 (satu banding dua ratus lima puluh ribu) tercantum dalam Lampiran III, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Your Correction
