Correct Article 25
PERDA Nomor 2 Tahun 2023 | Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahun 2023-2043
Current Text
(1) Sistem jaringan energi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) huruf c, mencakup:
a. jaringan infrastruktur minyak dan gas bumi; dan
b. jaringan infrastruktur ketenagalistrikan.
(2) Jaringan infrastruktur minyak dan gas bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri dari :
a. infrastruktur minyak dan gas bumi; dan
b. jaringan minyak dan gas bumi.
(3) Infrastruktur minyak dan gas bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, meliputi prasarana utama yang mendukung seluruh kebutuhan minyak dan gas bumi, di permukaan tanah atau di bawah permukaan tanah, terdapat di Kota Denpasar, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana.
(4) Jaringan minyak dan gas bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, meliputi jaringan penyaluran pipa minyak dan gas bumi di permukaan tanah atau di bawah permukaan tanah, termasuk jaringan pipa/kabel bawah laut, terdapat di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Buleleng.
(5) Jaringan infrastruktur ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:
a. infrastruktur pembangkitan tenaga listrik dan sarana pendukung; dan
b. jaringan infrastruktur penyaluran tenaga listrik dan sarana pendukung.
(6) Infrastruktur pembangkitan tenaga listrik dan sarana pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a, meliputi:
a. pembangkit tenaga listrik, meliputi:
1. PLT Gas Gilimanuk di Kabupaten Jembrana;
2. PLT Gas Pesanggaran di Kota Denpasar;
3. PLT Diesel Pesanggaran di Kota Denpasar;
4. PLT Diesel Gas Pesanggaran di Kota Denpasar;
5. PLT Uap Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng;
6. PLT Gas Pemaron di Kabupaten Buleleng;
7. PLT Surya Bangli di Kabupaten Bangli;
8. PLT Surya Kubu di Kabupaten Karangasem;
9. PLT Mikro Hidro Panji Muara Raya di Kabupaten Buleleng;
10. PLT Diesel Kutampi di Kabupaten Klungkung; dan
11. PLT Diesel / Bayu Tiga Nusa di Kabupaten Klungkung.
b. rencana pembangkit tenaga listrik terdiri atas:
1. PLT Hybrid Nusa Penida di Kabupaten Klungkung;
2. PLT Gas/ Gas Uap Bali di Kota Denpasar;
3. PLT Mikro Hidro Titab di Kabupaten Buleleng;
4. PLT Surya Bali Barat di Kabupaten Jembrana; dan
5. PLT Surya Bali Timur di Kabupaten Karangasem.
(7) Jaringan infrastruktur penyaluran tenaga listrik dan sarana pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b, terdiri atas:
a. jaringan transmisi tenaga listrik antarsistem tersebar di seluruh Kabupaten/Kota, meliputi:
1. SUTET 500 kV (lima ratus kilovolt) Gilimanuk-Antosari di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Tabanan;
2. SUTT 150 kV (seratus lima puluh kilovolt) meliputi: SUTT Gilimanuk – Negara, SUTT Negara – Antosari, SUTT Antosari – Tanah Lot, SUTT Tanah Lot – Kapal, SUTT Celukan Bawang – Incomer (Gilimanuk – Pemaron), SUTT Celukan Bawang – Kapal, SUTT Celukan Bawang – Pemaron, SUTT Gilimanuk - Celukan Bawang, SUTT Pemaron – Baturiti, SUTT Baturiti – Payangan, SUTT Baturiti – Kapal, SUTT Payangan – Kapal, SUTT Kapal – Padang Sambian, SUTT Padang Sambian – Pemecutan Kelod, SUTT Pemecutan Kelod – Pesanggaran, SUTT Pesanggaran – Bandara, SUTT Pesanggaran – Nusa Dua, SUTT Pesanggaran – Sanur sirkuit 1, SUTT Pesanggaran – Sanur sirkuit 2, SUTT Sanur – Gianyar sirkuit 1, SUTT Sanur – Gianyar sirkuit 2, SUTT Gianyar – Amlapura, SUTT Kapal – Gianyar; SUTT Kubu-Amlapura, SUTT Kubu-Pemaron, SUTT PLT Surya Bali Timur – Kubu, SUTT PLT Surya Bali Barat – Negara, SUTT Kapal – Pemecutan Kelod, SUTT Pesanggaran III/ Bali Turtle - incomer (Pesanggaran – Sanur), SUTT New Sanur – Incomer (Gianyar-Sanur), SUTT Tanah Lot – Padang Sambian II, SUTT Pemecutan Kelod – Pemecutan Kelod II, SUTT Pesanggaran II – incomer (Pesanggaran – Sanur), SUTT Tinga Tinga- Incomer (PLTU Celukan Bawang- Gilimanuk/Pemaron), SUTT Tinga Tinga-Incomer (PLTU Celukan Bawang- Kapal), SUTT Gianyar II/ Bangli – Gianyar, SUTT Baturiti – Gianyar II/ Bangli, SUTT Antosari (Ekstension)-Incomer (Celukan Bawang PLTU-Kapal), SUTT Antosari (Ekstension)-Incomer (Antosari- Kapal), SUTT Payangan –
Gianyar, SUTT Pemecutan Kelod-Bandara (Tx Kelod-Tx. SUTT Pesanggaran-Tx.Bandara-Tx. Nusa Dua), SUTT Landing Point Gilimanuk (Cable Head 1,2) – Gilimanuk, SUTT Landing Point Gilimanuk (Cable Head 3,4) – Gilimanuk, SUTT Nusa Dua – Nusa Dua; dan
3. saluran kabel tegangan tinggi 150 kV (seratus lima puluh kilovolt) meliputi: saluran kabel tegangan tinggi Nusa Dua – Pecatu, saluran kabel tegangan tinggi Pecatu – Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, saluran kabel tegangan tinggi Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai-Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, saluran kabel tegangan tinggi Pemecutan Kelod – Pesanggaran, saluran kabel tegangan tinggi Pesanggaran – Nusa Dua dan saluran kabel tegangan tinggi Padangsambian II/ Canggu-Padangsambian;
b. jaringan pipa/kabel bawah laut penyaluran tenaga listrik meliputi:
1. saluran kabel laut tegangan tinggi (SKLTT) 150 kV (seratus lima puluh kilovolt) Jawa-Bali di perairan Selat Bali;
2. rencana saluran kabel laut tegangan ekstra tinggi (SKLTET) Jawa- Bali Connection 500 kV (lima ratus kilovolt) Banyuwangi-Gilimanuk di Kabupaten Jembrana;
3. rencana saluran kabel laut tegangan tinggi (SKLTT) 150 kV (seratus lima puluh kilovolt) Gianyar – Nusa Lembongan/Nusa Penida; dan
4. rencana saluran kabel laut tegangan menengah (SKLTM) 20 kV (dua puluh kilovolt) Gianyar – Nusa Lembongan/Nusa Penida;
c. gardu listrik yang terdapat di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Badung, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Bangli, meliputi:
1. GI 150 kV (seratus lima puluh kilovolt) meliputi: GI gas insulated switchgear (GIS) Tanah Lot, GI Payangan, GI Kapal, GI Gilimanuk, GI Negara, GI Baturiti, GI Antosari, GI Pemaron, GI Padangsambian, GI Pesanggaran, GI gas insulated switchgear (GIS) Celukan Bawang, GI Sanur, GI Pemecutan Kelod, GI Amlapura, GI Nusa Dua, GI Gianyar, GI gas insulated switchgear Pecatu dan GI gas insulated switchgear (GIS) Bandara;
2. rencana GI gas insulated switchgear tegangan ekstra tinggi (GISTET) 500 kV/150 kV (lima ratus kilovolt atau seratus lima puluh kilovolt) Antosari/Gilimanuk; dan
3. rencana GI 150 kV (seratus lima puluh kilovolt) baru meliputi: GI Kubu, GI Pesanggaran III/Bali Turtle, GI Gianyar II/Bangli, GI Padang Sambian II/Canggu, GI Tinga-Tinga, GI New Sanur, GI Pemecutan Kelod II, dan GI Pesanggaran II.
(8) Rencana pembangunan dan pengembangan sistem jaringan energi lainnya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(9) Sistem jaringan energi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), digambarkan dalam peta dengan tingkat ketelitian skala 1:250.000 (satu berbanding dua ratus lima puluh ribu), tercantum dalam Lampiran VI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Your Correction
