Legal documents are displayed in Bahasa Indonesia, their official language of publication.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Article 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kota Malang.
2. Pem erin tah Daerah adalah Walikota dan peran gkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
3. Walikota adalah Walikota Malang.
4. Badan adalah su atu ben tu k badan u sah a yan g m elipu ti Perseroan Terbatas, Perseroan Kom an diter, Persero, Badan Usah a Milik Negara atau Daerah den gan n am a dan ben tu k apapu n , perseku tu an , perku m pu lan , firm a, kon gsi, koperasi, yayasan atau organ isasi yan g sejen is, lem baga dan a pen siu n , ben tu k u sah a tetap serta ben tu k usaha lainnya.
5. Oran g adalah oran g perseoran gan , kelom pok oran g dan / atau badan hukum.
6. Orang-oran g Disabilitas adalah para manusia cacat dapat bersifat fisik, kogn itif, m en tal, sen sorik, em osion al, perkem ban gan atau beberapa kombinasi dari ini
7. Sam pah adalah sisa kegiatan seh ari-h ari m an u sia dan / atau proses alam yang berbentuk padat.
8. Tempat Um u m adalah setiap tem pat/ fasilitas yan g dipergu n akan oleh masyarakat luas.
9. J alan adalah su atu prasaran a perh u bu n gan darat dalam ben tu k apapu n m elipu ti segala bagian jalan term asu k ban gu n an pelen gkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum.
10. Jalur Hijau adalah setiap jalu r tan ah yan g terbu ka tan pa ban gu n an yan g diperu n tu kkan u n tu k pelestarian lin gku n gan sebagai salah satu sarana dan pengadaan taman kota.
11. Trotoar adalah lah an , ban gu n an , dan peralatan atau perlen gkapan yang disediakan oleh pem erin tah , pem erin tah daerah dan / atau pihak lain yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.
12. Pedagan g Kaki Lim a yan g selan ju tn ya disin gkat PKL adalah pedagan g yan g m en jalan kan kegiatan u sah a dagan g dan jasa n on form al dalam jan gka waktu terten tu den gan m em pergu n akan lah an fasilitas u m u m yan g diten tu kan oleh Pem erin tah Daerah sebagai tem pat u sah an ya, baik den gan m en ggu n akan saran a atau perlengkapan yang mudah dipindah, dan/atau dibongkar pasang.
13. Blok PKL adalah lokasi/ area berju alan bagi PKL yan g telah dikelom pokkan berdasarkan jen is u sah a dan waktu berju alan yang telah ditentukan.
14. Penyandang Masalah Kesejah teraan Sosial adalah seseorang, kelu arga, atau kelom pok m asyarakat yan g karen a su atu h am batan , kesu litan atau gan ggu an , tidak dapat m elaksan akan fu n gsi sosialn ya, seh in gga tidak dapat terpen u h i kebu tu h an h idu pn ya (jasmani, rohani dan sosial) secara memadai dan wajar.
15. Perseroan Terbatas yan g selan ju tn ya disebu t Perseroan adalah badan h u ku m yan g m eru pakan perseku tu an m odal, didirikan berdasarkan perjan jian , m elaku kan kegiatan u sah a den gan m odal dasar yan g selu ru h n ya terbagi dalam sah am dan m em en u h i persyaratan yan g ditetapkan dalam Un dan g-Un dan g serta peratu ran pelaksanaannya.
16. Tertib Prasaran a adalah segala sesu atu yan g m eru pakan pen u n jan g u tam a terselen ggaran ya su atu proses yan g sesu ai den gan ketentuan peraturan perundang-undangan.
17. Tertib Saran a adalah segala sesu atu yan g dapat dipakai sebagai alat dalam m en capai m aksu d atau tu ju an yan g sesu ai den gan ketentuan peraturan perundang-undangan.
18. Tertib Utilitas Umum adalah faedah untuk orang banyak yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
19. Tertib Sosial adalah berken aan den gan m asyarakat yan g sesu ai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
20. Tanggung J awab Sosial adalah keadaan wajib m en an ggu n g segala sesuatunya dan berkenaan dengan masyarakat.
21. Pen yidik Pegawai Negeri Sipil yan g selan ju tn ya disingkat PPNS adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil terten tu di lin gku n gan Pem erin tah Daerah yan g diberi wewen an g kh u su s oleh Un dan g- Un dan g u n tu k m elaku kan pen yidikan terh adap pelan ggaran yang berken aan den gan tin dak pidan a dalam bidan g ketertiban u m u m , kebersihan dan penataan Pedagang Kaki Lima.
22. Pen yidikan adalah seran gkaian tin dakan pen yidik dalam h al dan m en u ru t cara yan g diatu r dalam Un dan g-Un dan g Nom or 8 Tah u n 1981 u n tu k m en cari serta m en gu m pu lkan bu kti yan g den gan bu kti itu m em bu at teran g tin dak pidan a yan g terjadi dan gu n a menemukan tersangkanya.
Pen yelen ggaraan ketertiban u m u m , ken yam an an dan keam an an lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, meliputi :
a. tertib prasarana, sarana dan utilitas umum;
b. tertib sosial; dan
c. tertib peran serta masyarakat.
Article 4
Tanpa izin Pejabat yang berwenang, setiap orang atau badan dilarang :
a. menutup jalan;
b. menutup saluran drainase;
c. membuat atau memasang portal;
d. membuat atau memasang tanggul jalan;
e. membuat atau memasang pintu penutup jalan;
f. membongkar jalan, trotoar dan m em asan g jalu r pem isah , ram bu - rambu lalu lintas, pulau-pulau jalan dan sejenisnya;
g. menggunakan bahu jalan (trotoar) tidak sesuai dengan fungsinya;
h. m elaku kan perbu atan -perbu atan yan g dapat berakibat m eru sak sebagian atau seluruh badan jalan dan membahayakan lalu lintas;
i. menggunakan halte yang tidak sesuai fungsinya;
j. berjualan di tempat yang tidak diperbolehkan;
k. m en coret, m en em pel di tem bok, tian g listrik, tian g telepon dan tempat-tempat fasilitas umum lainnya; dan
l. m en em patkan ben da dan / atau baran g bekas pada tepi-tepi jalan raya dan jalan-jalan lingkungan permukiman.
Article 5
Setiap oran g atau sekelom pok oran g yan g tidak m em iliki kewen an gan dilarang :
a. m elaku kan pen gatu ran lalu lin tas den gan m aksu d m en dapatkan imbalan jasa; atau
b. m elaku kan pu n gu tan u an g terh adap ken daraan u m u m m au pu n angkutan barang.
Article 6
(1) Setiap pejalan kaki yan g akan m en yeberan g jalan wajib m en ggu n akan saran a jembatan pen yeberan gan oran g, m arka penyeberangan (zebra cross).
(2) Orang-oran g disabilitas tidak wajib m en ggu n akan saran a jem batan pen yeberan gan oran g, apabila saran a jem batan pen yeberan gan orang belum menyediakan fasilitas bagi mereka.
(3) Setiap pejalan kaki wajib berjalan pada bagian jalan yan g diperu n tu kkan bagi pejalan kaki (trotoar) atau jalan yan g palin g tepi apabila tidak terdapat bagian jalan yan g diperu n tu kkan bagi pejalan kaki.
Article 7
Article 8
Pem ilik tan ah yan g belu m ada ban gu n an diwajibkan m erawat den gan baik dan memasang patok batas.
Article 9
Article 14
Masyarakat dapat m elaporkan kepada Pejabat yan g berwen an g apabila m en getah u i adan ya pelan ggaran terh adap ketertiban u m u m dan lingkungan.
Pasal 1 5
(1) Setiap oran g atau badan dilaran g m en em patkan atau m em asan g lambang, simbol, bendera, spanduk, umbul-umbul, maupun atribut lain n ya pada pagar pem isah jem batan , pagar pem isah jalan , jalan , tam an dan pagar tam an , jem batan pen yeberan gan , h alte, term in al, di tem pat dan fasilitas u m u m lain n ya tan pa izin dari Walikota atau Pejabat yang ditunjuk.
(2) Setiap oran g atau badan yan g m en em patkan dan m em asan g lambang, simbol, bendera, spanduk, umbul-umbul, maupun atribut lain n ya sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1), wajib m en cabu t dan membersihkan sendiri setelah habis masa berlakunya Izin.
Pasal 1 6
(1) Setiap oran g atau badan dilaran g m eru sak saran a dan prasaran a u m u m pada waktu berlan gsu n gn ya pen yam paian pen dapat, u n ju k rasa atau pengerahan massa.
(2) Setiap oran g atau badan dilaran g m em bu an g ben da-benda dan / atau saran a yan g digu n akan pada waktu pen yampaian pen dapat, u n ju k rasa atau pen gerah an m assa di jalan dan tem pat umum lainnya.
Tanpa izin Pejabat yang berwenang, setiap orang atau badan dilarang :
a. menutup jalan;
b. menutup saluran drainase;
c. membuat atau memasang portal;
d. membuat atau memasang tanggul jalan;
e. membuat atau memasang pintu penutup jalan;
f. membongkar jalan, trotoar dan m em asan g jalu r pem isah , ram bu - rambu lalu lintas, pulau-pulau jalan dan sejenisnya;
g. menggunakan bahu jalan (trotoar) tidak sesuai dengan fungsinya;
h. m elaku kan perbu atan -perbu atan yan g dapat berakibat m eru sak sebagian atau seluruh badan jalan dan membahayakan lalu lintas;
i. menggunakan halte yang tidak sesuai fungsinya;
j. berjualan di tempat yang tidak diperbolehkan;
k. m en coret, m en em pel di tem bok, tian g listrik, tian g telepon dan tempat-tempat fasilitas umum lainnya; dan
l. m en em patkan ben da dan / atau baran g bekas pada tepi-tepi jalan raya dan jalan-jalan lingkungan permukiman.
Article 5
Setiap oran g atau sekelom pok oran g yan g tidak m em iliki kewen an gan dilarang :
a. m elaku kan pen gatu ran lalu lin tas den gan m aksu d m en dapatkan imbalan jasa; atau
b. m elaku kan pu n gu tan u an g terh adap ken daraan u m u m m au pu n angkutan barang.
Article 6
(1) Setiap pejalan kaki yan g akan m en yeberan g jalan wajib m en ggu n akan saran a jembatan pen yeberan gan oran g, m arka penyeberangan (zebra cross).
(2) Orang-oran g disabilitas tidak wajib m en ggu n akan saran a jem batan pen yeberan gan oran g, apabila saran a jem batan pen yeberan gan orang belum menyediakan fasilitas bagi mereka.
(3) Setiap pejalan kaki wajib berjalan pada bagian jalan yan g diperu n tu kkan bagi pejalan kaki (trotoar) atau jalan yan g palin g tepi apabila tidak terdapat bagian jalan yan g diperu n tu kkan bagi pejalan kaki.
Article 7
Article 8
Pem ilik tan ah yan g belu m ada ban gu n an diwajibkan m erawat den gan baik dan memasang patok batas.
Masyarakat dapat m elaporkan kepada Pejabat yan g berwen an g apabila m en getah u i adan ya pelan ggaran terh adap ketertiban u m u m dan lingkungan.
Pasal 1 5
(1) Setiap oran g atau badan dilaran g m en em patkan atau m em asan g lambang, simbol, bendera, spanduk, umbul-umbul, maupun atribut lain n ya pada pagar pem isah jem batan , pagar pem isah jalan , jalan , tam an dan pagar tam an , jem batan pen yeberan gan , h alte, term in al, di tem pat dan fasilitas u m u m lain n ya tan pa izin dari Walikota atau Pejabat yang ditunjuk.
(2) Setiap oran g atau badan yan g m en em patkan dan m em asan g lambang, simbol, bendera, spanduk, umbul-umbul, maupun atribut lain n ya sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1), wajib m en cabu t dan membersihkan sendiri setelah habis masa berlakunya Izin.
Pasal 1 6
(1) Setiap oran g atau badan dilaran g m eru sak saran a dan prasaran a u m u m pada waktu berlan gsu n gn ya pen yam paian pen dapat, u n ju k rasa atau pengerahan massa.
(2) Setiap oran g atau badan dilaran g m em bu an g ben da-benda dan / atau saran a yan g digu n akan pada waktu pen yampaian pen dapat, u n ju k rasa atau pen gerah an m assa di jalan dan tem pat umum lainnya.
Setiap oran g dan / atau badan dilaran g m em bu an g dan / atau m em bon gkar sam pah di jalan , trotoar, jalu r h ijau , tam an dan fasilitas umum lainnya dan tempat lainnya yang terlarang.
Pasal 1 9
Setiap orang dan/atau badan wajib menyediakan tempat sampah.
(1) Setiap ken daraan u m u m wajib m en yediakan tem pat sam pah bagi para penumpangnya.
(2) Bagi ken daraan yan g ditarik den gan h ewan h aru s dilen gkapi den gan gon i pen am pu n g kotoran / tin ja h ewan pen arikn ya dan dijaga agar selalu dalam keadaan bersih/baik.
Article 21
Setiap PKL dilarang :
a. m elaku kan kegiatan u sah an ya di jalan , trotoar, jalu r h ijau dan / atau fasilitas u m u m kecu ali pada tem pat-tem pat yan g ditetapkan oleh Walikota;
b. m elaku kan kegiatan u sah a den gan m en dirikan tem pat u sah a yan g bersifat semi permanen dan/atau permanen; dan/atau
c. m elaku kan kegiatan u sah a yan g m en im bu lkan keru gian dalam h al kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan dan kenyamanan.
Article 22
BAB IV
TANGGUNG JAWAB SOSIAL Pasal 2 8 (1)
BAB V
PENGENDALIAN, PENGAWASAN DAN PENERTIBAN Pasal 2 9 Walikota
(1) Walikota atau Pejabat yan g ditu n ju k m elaku kan penertiban terhadap tempat-tempat h ibu ran atau kegiatan yan g m en ggan ggu ketertiban u mum dan keten teram an m asyarakat dan / atau dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat.
(2) Walikota dapat m en u tu p, m en u tu p sem en tara, dan / atau m en gatu r jam operasion al tem pat-tem pat h ibu ran atau kegiatan yan g dapat mengganggu pelaksanaan peribadatan.
(3) Penertiban terhadap pelanggaran ketertiban umum dapat dilakukan berdasarkan tem u an lan gsu n g di lapan gan atau beru pa laporan dari masyarakat ataupun aparat.
(4) Dalam pelaksan aan pen ertiban sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) dan ayat (3), Walikota dapat m em in ta ban tu an aparat Kepolisian Negara Republik INDONESIA.
BAB VI
PENYIDIKAN Pasal 3 2 (1) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lin gku n gan Pem erin tah
(1) Setiap oran g atau badan yan g m elan ggar keten tu an Pasal 4, Pasal 5, Pasal 21 dan Pasal 22 dian cam den gan pidan a ku ru n gan palin g lam a 3 (tiga) bu lan dan/atau den da palin g ban yak Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
(2) Setiap oran g atau badan yan g m elan ggar keten tu an Pasal 6, Pasal 7, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 16 dan Pasal 18 diancam den gan pidan a ku ru n gan palin g lam a 3 (tiga) hari dan/atau den da paling banyak Rp. 100.000,00 (seratus ribu rupiah).
Sem u a peratu ran pelaksan aan yan g m en gatu r u sah a Kaki Lim a tetap berlaku sepan jan g tidak berten tan gan dan / atau belu m digan ti den gan peraturan yang baru berdasarkan Peraturan Daerah ini.
Hal-h al yan g belu m cu ku p diatu r dalam Peratu ran Daerah in i, sepan jan g m en yan gku t pelaksan aan n ya akan diatu r lebih lan ju t den gan Peraturan Walikota.
Den gan berlaku n ya Peratu ran Daerah in i, m aka Peratu ran Daerah Kotam adya Daerah Tin gkat II Malan g Nom or 11 Tah u n 1984 ten tan g Ketertiban dan Kebersih an dalam Kotam adya Daerah Tin gkat II Malan g dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Article 37
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap oran g dapat m en getah u in ya, m em erin tah kan pen gu n dan gan Peratu ran Daerah in i den gan pen em patan n ya dalam Lem baran Daerah Kota Malang.
Ditetapkan di Malang pada tanggal 16 Mei 2012 WALIKOTA MALANG, ttd.
Drs. PENI SUPARTO, M.AP Diundangkan di Malang pada tanggal 27 Juni 2012 SEKRETARIS DAERAH KOTA MALANG,
ttd.
Dr. Drs. H. SHOFWAN, SH, M.Si
Pembina Utama Madya NIP. 19580415 198403 1 012 LEMBARAN DAERAH KOTA MALANG TAHUN 201 2 NOMOR 2 Salinan sesuai aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM, ttd.
DWI RAHAYU, SH, M.Hum.
Pembina NIP. 19710407 199603 2 003
Setiap orang dan/atau badan dilarang :
a. m en gotori dan / atau m eru sak jalu r h ijau , tam an , kolam u m u m , serta fasilitas umum lainnya;
b. m en u m pu k, m en aru h bah an ban gu n an dan / atau baran g-barang bekas ban gu n an di jalan dan trotoar yan g dapat m en ggan ggu lalu lintas;
c. m em bu an g air besar (h ajat besar) dan bu an g air kecil (h ajat kecil) di jalan, trotoar, jalur hijau, taman dan kolam umum;
d. m en jem u r, m em asan g, m en em pelkan atau m en ggan tu n gkan ben da- ben da di jalu r h ijau , tam an dan tem pat u m u m lain n ya kecu ali di tempat yang telah diizinkan oleh Walikota;
e. m em bu at tem pat tin ggal daru rat, bertem pat tin ggal, atau tidu r di trotoar, jalur hijau, taman dan tempat-tempat umum lainnya;
f. m eru sak tan am an , m en gin jak tam an atau kebu n , m em etik bu n ga yan g ada di tam an -tam an dan kebu n bu n ga, atau di atas tan ah lapang dan jalan umum;
g. menggem bala dan / atau m elepas h ewan piaraan di tam an -taman, kebun-kebun bunga di tempat umum;
h. m en dirikan waru n g, m en gadakan tem pat pen im bu n an atau gu dan g pen yim pan an baran g, m en yelen ggarakan pertu n ju kan , ceram ah , pameran dan bunyi-bu n yian di jalan u m u m yan g dapat m en gganggu ketertiban aru s lalu -lintas dan keam an an tan pa izin Walikota atau Pejabat yang ditunjuk/berwenang;
i. m en em pelkan selebaran , poster, slogan , pam flet, kain ben dera atau kain bergam bar, span du k dan yan g sejen isn ya pada poh on , ram bu - ram bu lalu lin tas, lampu-lam pu pen eran gan jalan , tam an -taman rekreasi, telepon u m u m , dan pipa-pipa air kecu ali di tem pat yan g telah diizinkan oleh Walikota;
j. m en eban g, m em oton g, m en cabu t poh on , tan am an , dan tu m bu h - tu m bu h an di sepan jan g jalu r h ijau , tam an -tam an rekreasi u m u m, kecuali atas izin Walikota;
k. m en coret atau m en ggam bar pada din din g ban gu n an pem erin tah , ban gu n an m ilik oran g lain , swasta, tem pat ibadah , pasar, jalan raya, dan pagar;
l. m en gan gku t m u atan den gan ken daraan terbu ka yan g dapat menimbulkan pengotoran jalan;
m. m en gotori dan / atau m eru sak jalan akibat dari su atu kegiatan proyek;
n. m em bakar sam pah atau kotoran di jalan , trotoar, jalu r h ijau , dan taman yang dapat mengganggu ketertiban umum;
o. berdiri, du du k, m en erobos pagar pem isah jalan , pagar pada jalu r hijau dan pagar di taman;
p. m en cu ci m obil, m en yim pan , m en jadikan garasi, m em biarkan ken daraan dalam keadaan ru sak, ron gsokan m em perbaiki kendaraan dan mengecat kendaraan di daerah milik jalan; dan/atau
q. m en gotori, m eru sak, m em bakar atau m en gh ilan gkan tem pat sam pah yang telah disediakan.
Pemilik atau pemakai petak tanah diwajibkan :
a. m em elih ara bagian -bagian salu ran pem bersih yan g ada di atasn ya dan/ atau pada batas petak tanah;
b. m en gadakan perbaikan atau peru bah an atas salu ran pem bersih apabila Walikota atau Pejabat yan g ditu n ju k berpen dapat bah wa perubahan tersebut perlu diadakan untuk pengaliran yang teratur;
c. menimbun (m en geru k) tem pat yan g tidak datar dan berlu ban g, sehingga tidak menimbulkan genangan air; dan/atau
d. m em bersih kan petak tan ah dari ben da yan g dapat m en yebabkan genangan air.
Pasal 1 0 Setiap oran g dan / atau badan yan g m en diam i atau m en gu asai ban gu n an diwajibkan :
a. m em elih ara kebaikan/estetika/atau keserasian dan kebersih an bangunan, halaman-halaman bangunan tersebut; dan
b. m elaksan akan pen gapu ran atau pen gecatan din din g-din din g dan pagar-pagar bangunannya agar estetika kota tetap terjaga.
Pasal 1 1
(1) Setiap orang dan / atau badan tan pa persetu ju an Walikota atau Pejabat yang ditunjuk, dilarang :
a. menyadap saluran pembersih;
b. membuat bangunan guna menyadap saluran pembersih;
c. mengadakan perubahan pada saluran pembersih;
d. membuang lu m pu r dan / atau kotoran -kotoran lain yan g berasal dari salu ran air ke atas jalan atau bagian jalan yan g dapat m en ggan ggu tetan gga sekitarn ya atau dapat m en ggan ggu lancarnya pengaliran air;
e. membuat kolam , galian , lu ban g pada petak tan ah yan g berakibat m en im bu lkan gan ggu an air, kecu ali m en dapatkan ijin dari Walikota; dan/atau
f. den gan jalan apapu n m en u tu p salu ran air dari salu ran -saluran pem bersih baik den gan jalan m em asu kkan ben da atau membuang kotoran atau sampah ke dalamnya.
(2) Jika terdapat sadapan salu ran atau ban gu n an yan g telah ada dan dibu at tan pa ijin tertu lis dari Walikota sebelu m berlaku n ya Peratu ran Daerah in i tern yata m en ggan ggu kelan caran salu ran air dalam waktu 1 (satu) bulan setelah perintah perbaikan disampaikan oleh Walikota atau Pejabat yang ditunjuk harus diadakan perbaikan seperti keadaan semula atau biaya sendiri.
Setiap orang dan/atau badan dilarang :
a. m en gotori dan / atau m eru sak jalu r h ijau , tam an , kolam u m u m , serta fasilitas umum lainnya;
b. m en u m pu k, m en aru h bah an ban gu n an dan / atau baran g-barang bekas ban gu n an di jalan dan trotoar yan g dapat m en ggan ggu lalu lintas;
c. m em bu an g air besar (h ajat besar) dan bu an g air kecil (h ajat kecil) di jalan, trotoar, jalur hijau, taman dan kolam umum;
d. m en jem u r, m em asan g, m en em pelkan atau m en ggan tu n gkan ben da- ben da di jalu r h ijau , tam an dan tem pat u m u m lain n ya kecu ali di tempat yang telah diizinkan oleh Walikota;
e. m em bu at tem pat tin ggal daru rat, bertem pat tin ggal, atau tidu r di trotoar, jalur hijau, taman dan tempat-tempat umum lainnya;
f. m eru sak tan am an , m en gin jak tam an atau kebu n , m em etik bu n ga yan g ada di tam an -tam an dan kebu n bu n ga, atau di atas tan ah lapang dan jalan umum;
g. menggem bala dan / atau m elepas h ewan piaraan di tam an -taman, kebun-kebun bunga di tempat umum;
h. m en dirikan waru n g, m en gadakan tem pat pen im bu n an atau gu dan g pen yim pan an baran g, m en yelen ggarakan pertu n ju kan , ceram ah , pameran dan bunyi-bu n yian di jalan u m u m yan g dapat m en gganggu ketertiban aru s lalu -lintas dan keam an an tan pa izin Walikota atau Pejabat yang ditunjuk/berwenang;
i. m en em pelkan selebaran , poster, slogan , pam flet, kain ben dera atau kain bergam bar, span du k dan yan g sejen isn ya pada poh on , ram bu - ram bu lalu lin tas, lampu-lam pu pen eran gan jalan , tam an -taman rekreasi, telepon u m u m , dan pipa-pipa air kecu ali di tem pat yan g telah diizinkan oleh Walikota;
j. m en eban g, m em oton g, m en cabu t poh on , tan am an , dan tu m bu h - tu m bu h an di sepan jan g jalu r h ijau , tam an -tam an rekreasi u m u m, kecuali atas izin Walikota;
k. m en coret atau m en ggam bar pada din din g ban gu n an pem erin tah , ban gu n an m ilik oran g lain , swasta, tem pat ibadah , pasar, jalan raya, dan pagar;
l. m en gan gku t m u atan den gan ken daraan terbu ka yan g dapat menimbulkan pengotoran jalan;
m. m en gotori dan / atau m eru sak jalan akibat dari su atu kegiatan proyek;
n. m em bakar sam pah atau kotoran di jalan , trotoar, jalu r h ijau , dan taman yang dapat mengganggu ketertiban umum;
o. berdiri, du du k, m en erobos pagar pem isah jalan , pagar pada jalu r hijau dan pagar di taman;
p. m en cu ci m obil, m en yim pan , m en jadikan garasi, m em biarkan ken daraan dalam keadaan ru sak, ron gsokan m em perbaiki kendaraan dan mengecat kendaraan di daerah milik jalan; dan/atau
q. m en gotori, m eru sak, m em bakar atau m en gh ilan gkan tem pat sam pah yang telah disediakan.
Pemilik atau pemakai petak tanah diwajibkan :
a. m em elih ara bagian -bagian salu ran pem bersih yan g ada di atasn ya dan/ atau pada batas petak tanah;
b. m en gadakan perbaikan atau peru bah an atas salu ran pem bersih apabila Walikota atau Pejabat yan g ditu n ju k berpen dapat bah wa perubahan tersebut perlu diadakan untuk pengaliran yang teratur;
c. menimbun (m en geru k) tem pat yan g tidak datar dan berlu ban g, sehingga tidak menimbulkan genangan air; dan/atau
d. m em bersih kan petak tan ah dari ben da yan g dapat m en yebabkan genangan air.
Pasal 1 0 Setiap oran g dan / atau badan yan g m en diam i atau m en gu asai ban gu n an diwajibkan :
a. m em elih ara kebaikan/estetika/atau keserasian dan kebersih an bangunan, halaman-halaman bangunan tersebut; dan
b. m elaksan akan pen gapu ran atau pen gecatan din din g-din din g dan pagar-pagar bangunannya agar estetika kota tetap terjaga.
Pasal 1 1
(1) Setiap orang dan / atau badan tan pa persetu ju an Walikota atau Pejabat yang ditunjuk, dilarang :
a. menyadap saluran pembersih;
b. membuat bangunan guna menyadap saluran pembersih;
c. mengadakan perubahan pada saluran pembersih;
d. membuang lu m pu r dan / atau kotoran -kotoran lain yan g berasal dari salu ran air ke atas jalan atau bagian jalan yan g dapat m en ggan ggu tetan gga sekitarn ya atau dapat m en ggan ggu lancarnya pengaliran air;
e. membuat kolam , galian , lu ban g pada petak tan ah yan g berakibat m en im bu lkan gan ggu an air, kecu ali m en dapatkan ijin dari Walikota; dan/atau
f. den gan jalan apapu n m en u tu p salu ran air dari salu ran -saluran pem bersih baik den gan jalan m em asu kkan ben da atau membuang kotoran atau sampah ke dalamnya.
(2) Jika terdapat sadapan salu ran atau ban gu n an yan g telah ada dan dibu at tan pa ijin tertu lis dari Walikota sebelu m berlaku n ya Peratu ran Daerah in i tern yata m en ggan ggu kelan caran salu ran air dalam waktu 1 (satu) bulan setelah perintah perbaikan disampaikan oleh Walikota atau Pejabat yang ditunjuk harus diadakan perbaikan seperti keadaan semula atau biaya sendiri.
(1) PKL dapat m elaku kan u sah a Kaki Lim a pada tem pat/ lokasi, waktu dan jenis usaha Kaki Lima yang telah ditentukan.
(2) Pen etapan tem pat/ lokasi, waktu , jen is u sah a perdagan gan Kaki Lim a berpedom an pada Ren can a Tata Ru an g Wilayah den gan tetap m em perh atikan kepen tin gan u m u m , sosial, pen didikan , ekon om i, dan estetika lingkungan sekitarnya.
Pasal 2 3
(1) Pem erin tah Daerah m en yediakan tem pat sam pah pada tem pat- tempat keramaian umum.
(2) Ben tu k u ku ran serta letak pen em patan tem pat sam pah sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1), akan diatu r lebih lan ju t dengan Peraturan Walikota.
Pasal 2 4
Pada setiap acara pertu n ju kan / keram aian u m u m , Pelaksan a kegiatan pertu n ju kan / keram aian u m u m bertan ggu n g jawab atas kebersih an / sampah yang berasal dari pengunjung keramaian tersebut.
Pasal 2 5
(1) Setiap orang dan/atau badan dilarang :
a. m em bu at, m en gedarkan , m en yim pan , m en im bu n , m en ju al menyulut petasan;
b. m em bu at gadu h sekitar tem pat tin ggal atau berbu at sesu atu yang dapat mengganggu ketenteraman orang lain;
c. memperjualbelikan hewan-hewan yang dilestarikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;
d. membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di tempat umum;
e. m en an gkap dan m em elih ara bin atan g-bin atan g yan g dilestarikan;
f. m em elih ara h ewan yan g dapat m en ggan ggu keten teraman tetangga sekitarnya;
g. m em bu an g ben da yan g berbau bu su k yan g dapat m en ggan ggu penghuni sekitarnya; dan/atau
h. m en im bu n ben da-ben da padat, cair dan gas yan g m u dah terbakar atau m eledak dan dapat m en cem arkan lin gku n gan , kecu ali di dalam ban gu n an -ban gu n an atau tem pat-tem pat yan g diizinkan oleh Walikota.
Pasal 2 6
(1) Setiap orang dan/atau badan dilarang :
a. mengotori, merusak sungai, saluran air dan sumber air;
b. m em bu an g sam pah atau lim bah ke su n gai, salu ran air dan sumber air;
c. m em bu an g air besar atau air kecil atau m em asu kkan kotoran serta lim bah lain n ya pada su m ber m ata air, kolam air m in u m , dan sumber air bersih lainnya;
d. m en gam bil atau m em in dah kan pen u tu p got, selokan atau salu ran air lain n ya, kecu ali dilaku kan oleh petu gas u n tu k kepentingan umum;
e. m em elih ara, m en em patkan keram ba ikan di salu ran air dan / atau su n gai, kecu ali m en dapatkan izin Walikota atau Pejabat yang ditunjuk/berwenang; dan/atau
f. m em bu an g ban gkai ku da, sapi, kerbau dan h ewan besar lain n ya ke dalam air yang mengalir atau yang tidak mengalir.
(2) Setiap oran g atau pem ilik diwajibkan m elaporkan atau menyerahkan ban gkai h ewan sebagaim an a dim aksu d pada ayat (1) huruf f, kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pertanian.
(3) Ban gkai h ewan kecil dan h ewan piaraan lain n ya yan g mencemarkan lingkungan harus ditanam atau dikubur.
Pasal 2 7 Setiap pen gam bilan dan air tan ah u n tu k keperlu an air m in u m kom ersial, in du stri, serta u n tu k kepen tin gan yan g bersifat kom ersial lainnya h an ya dapat dilaksan akan setelah m en dapat izin dari Walikota atau Pejabat yang ditunjuk.