Anggaran Pendapatan dan Belatta Daerah Tahun Anggaran 2013 sebagai berikut:
1. Pendapatan RP. 1.136.438.139.545,00 2 BelanJa Rp. 1.190.679.027900,00(― ) Derlsit Rp. (54.240.888.355,00)
3. Pembiayaan Daerah:
a. PeneHmaan Rp. 71.340.888.355,00
b. Pcngeluaran Rp. 17.100.000000,00 () Pembiayaan Nctto Rp 54 240.888.355,00(― ) Sisa Lcbih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Rp. o,oo Pasa1 2
(1)Pendapatan Daerah scbagaimana dimaksud dalaln Pasal l terdiri dari:
a. Pendapatan Asli Dacrah Rp 74 500.000 0oo,00
b. Dana Pcriinbangan Rp. 862.062.848.545,00 c Lain―lain Pendapatan Dacrah yang Sah Rp 199.875.291000,00
(2)Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)huruf a terdiri darijenis pendapaねn:
a. PaJak Dacrah Rp. 11523000.000,00
b. RctHbusi Daerah Rp 19.189.340500,00 c Hasil Penge101aan Kckayaan Dacrah yang Dipisahkan Rp 4.000.000.000,00 d Lain― lain Pendapatan Asli Dacrah yang Sah Rp. 39.787.659.500,00
(3)Dana PeHmbangan sebagdmana dimaksud pada ayat(1) huruf b tcrdi五darijcnis pcndapatan:
a Dana Bagi Hasil Rp. 54261087.545,00
b. Dana Alokasi umurn Rp.761.637391.000,00 c Dana Alokasi Khusus RP 46 164 370.000,Oo
(4)Laln― lain Pendapatan Daerah yang sah sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) huruF c terdiri d贔 jcnis pendapatan:
8
a. Hibah Rp.
b. Dana Darurat Rp.
c. Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Rp.
d. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Rp.
e. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya Rp.
f. Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Pusat Rp.
g. Pendapatan lainnya Rp.
39.920.920000,00
151.294617000,00 0,00 0,00
37.249.000,00 Rp. 850821.231.429,00 Rp 339.857796471,00 0,00 0,00
(1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 terdiri dari :
a. Belanja Tidak Langsung
b. Belanja L"angsung
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf a terdiri dari jenis belanja :
a. Belanja Pegawai
b. Belanja Bunga
c. Belanja Subsidi
d. Belanja Hibah
e. Belanja Bantuan Sosial
f. Belanja Bagi Hasil Rp 747.568.984.318,00 Rp 0,00
g. Belanja Bantuan Keuangan Keuangan kepada propinsi/ Kabupaten / Kota, Pemerintahan Rp.
Rp.
0,00 0,00 Dcsa dan Partai P。litik
h. Belan」a Tidak Terduga Rp 40.556.869.000,00 Rp. 8.056.730.000,00 Rp. 52.588648.111,00 Rp 2.050.00o.00o,00
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf b terdiri dari jenis belanja :
a. Belalja Pegawai Rp. 25.369.502.500,00
b. Belanja Barang dan Jasa Rp. 169.535.592.179,00
c. Belanja Modal Rp. t44.gS2.6g6.Zg2,OO 9
(1) Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a. Penerimaan sejumlah Rp. 71.340.888.355,00
b. Pengeluaran sejumlah Rp.
17.10O.0OO.O00,00
(2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan :
a. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA) sejumlah Rp. 48.84O.888.SSS,00
b. Pencairan dana cadangan sejumlah Rp.
11.500.OOO.O00,00
c. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan sejumlah Rp.
0,00
d. Penerimaan pinjaman daerah sejumlah Rp.
O,00
e. Penerimaan kembali pemberian pinjaman sejumlah Rp. 11.000.000.000,00
f. Penerimaan piutang daerah sejumlah Rp.
O,O0
(3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan :
a. Pembentukan dana cadangan sejumlah Rp.
0,OO
b. Penyertaan modal (investasi) pemerintahdaerahsejumlah Rp.
5.4O0.OOO.O0O,OO
c. Pembayaran pokok utang sejumlah Rp.
O,OO
e. Pemberian pinjaman daerah Sejumlah Rp.
r 1.700.000.000,00
Uraian lebih lanjut Anggaran pendapatal dan Belanja Daerah sebagaimala dimaksud dalam pasal l, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari 10
Peraturan Daerah ini, terdiri dari:
1. Lampiran I Ringkasan APBD;
2. Lampiran II Ringkasan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi
3. Lampiran III SKPD;
Rincian APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKpD, Pendapatan, Belanja dan pembiayaan;
Rekapitulasi Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKpD, Program dan Kegiatan;
Rekapitulasi Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
Daftar Jumlah pegawai per Golongan dan Per Jabatan;
Daftar Piutang Daerah;
Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah;
Daftar Perkiraan penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
Daftar Perkiraan panambahan dan Pengurangan Aset Lain-lain;
Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
Daftar Dana Cadangan Daerah;
Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah;
4. Lampiran IV
5. Lampiran V
6. Lampiran VI
7. Lampiran VII
8. Lampiran VIII 9 Lampiran IX 1O. l,ampiran X
11. Lampiran XI
12. Lampiran XII
13. l"ampiran XIII